Ekspedisi Gn. Semeru (3), I will be Back

Sabtu, 8 Juni 2013
Malamnya udah bisa guling-guling sendirian dengan tenang di tenda.
Tapi tetep aja, menjelang dini hari, suhu udara yang mulai beranjak turun bikin guling-guling meringkuk di dalam sleeping bag. Sepertinya lebih dingin daripada malam kemarin.
Beberapa kali saya kebangun karena posisi tidur yang ga nyaman dan saking dinginnya.
Bahkan menjelang subuh saya udah ga bisa tidur karena kedinginan. Yang ada cuman duduk dalam sleeping bag dan memeluk lutut sambil gigi gemerutukan.

Pkl 04.25 saya beranjak untuk sholat subuh.
Ah memang bener, kalo dipaksain bergerak jadinya ga terlalu kerasa dingin.
Walau masih gelap, tapi saya udah siap-siap buka tenda menyambut sunrise.
Pagi ini Danau Ranu Kumbolo lebih indah, walau langitnya lebih mendung. Karena kabut yang turun dari gunung memenuhi danau lebih terlihat jelas. Indah sekali.
IMG_6495

Pkl 05.00 perlahan terlihat juga cahaya pagi yang tertutupi mendung.
Tapi orang-orang udah bersiap dengan kameranya untuk mengabadikan momen keren ini.
Begitu pun dengan Bapak Fotografer yang emang sengaja ikutan ke Semeru hanya ingin ambil gambar Ranu Kumbolonya.

Setelah agak terang, Pkl 06.00, kami berkumpul diluar tenda untuk ngopi-ngopi, masak mie untuk sarapan, makan roti, ngemil-ngemil, ngobrol-ngobrol, dan foto-foto.
Merupakan momen yang berharga juga ketika berkumpul dengan satu tim pendakian.
Yang awalnya ga kenal akhirnya bisa akrab.
IMG_6332
(ki-ka bawah lanjut atas: Saya (sebagai wanita yang anggun sendirian ;p)
Andik (yang angkut sleeping bag dan persediaan yakitate pan)
Rudi (Artis of the Hiking! yang susah ngomong bahasa Indonesia)
Mas Fajar (dedengkot munggah a.k.a pendaki gunung sejati)
Rendy (gegedog Enginnering yang hobi travelling murmer)
Pak Aulia (sang fotografer profesional)
Santo (si Bolang dengan badan paling besar, makan paling banyak ,wajah paling imut)
Audi (bocah gunung sejati! walau badan cilik tapi tenaga raksasa, yang bawa-bawa tenda dan perlengkapan camp)

Pkl. 07.00 kami siap-siap untuk beresin tenda dan packing pulang.
Pkl. 08.00 kami meninggalkan tempat kemping depan danau Ranu Kumbolo.
Berjalan pulang menyusuri bukit yang menngitari Ranu Kumbolo.
Mengcapture setiap lokasinya, sayang banget batre kamera saya abis, padahal sekelilingnya itu keren, huks.
Tapi keindahan alam itu hanya bisa dinikmati mata sambil terus kagum dengan ciptaan Allah.
Pkl 09.00 kami tiba di Pos 4, menyelesaikan foto-foto, dan perjalanan pulang pun dimulai.
IMG_6314

Karena siang, jadi akhirnya tau track yang dilalui dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo 2 malam lalu.
Ternyata kanan jalan pulang itu adalah jurang. Jalan setapak kecil yang bertanah licin.
Banyak batang pohon dan batu-batu menghalangi jalan.
Tapi pemandangannya tetap keren.

Selama jalan, kami ketemu dengan beberapa rombongan. Ada yang pulang juga, ada yang baru naik.
Kami ketemu dengan satu grup Bapak-bapak dan Ibu-ibu kisaran 50 tahunan.
Ternyata mereka mengadakan reunian kampus dengan kemping di Ranu Kumbolo, kereenn!
Banyak juga pendaki yang dari luar Jawa Timur.
Dari Semarang, Jakarta, bahkan Balikpapan.
Yang lucu, banyak pendaki cewe yang bawa serta boneka kesayangannya untuk ikut kemping.
Di tengah perjalanan dan istirahat, ketemu dengan pendaki yang bawa semangka dan kami kebagian makan bareng semangkanya. Hihi, niat banget pokoknya.

Satu koor kami yang bikin semangat untuk berjalan pulang, adalah “Warung”.
Jadi, ada satu warung di Ranu Pani yang nyediain all you can eat seharga Rp 10.000.
Kebayang udah hampirr 3 hari ga ketemu nasi dan lauk pauk, gimana ngilernya kami untuk bisa makan sepuasnya Nasi campur ambil sendiri seharga 10.000 itu.
Jadi yang cowo teriak-teriakan “Warung! Warung!” sebagai penyemangat biar cepet sampe di Ranu Pani.

Pkl. 13.00 akhirnya kami sampai juga di Ranu Pani.
Total jalan dengan beberapa kali istirahat di tiap pos adalah 4 jam. Setengahnya dari perjalanan pergi lalu.
Setelah melapor ke pihak pengelola kalau kami masih utuh ketika turun, kami langsung menuju Warung.
Masuk warung, makanan yang disediain udah menggiurkan.
Pas banget nasinya baru matang dan asapnya masih mengepul.
Kebayang dong lagi dingin, hujan, kelaparan, liat nasi panas mengepul, sayur kubis kentang hasil tanam daerah Ranu Pani, sambal pedas paprika merah, ayam goreng, tempe goreng dan tahu goreng yang tebel-tebel, telor dadar, dan kerupuk. All You Can Eat!
Udah kalap aja ngeliatnya, bahkan ada yang ngambil makanan udah ngalahin Gunung Semeru, ahaha.
Semuanya hening, khusyuk makan. Alhamdulillah, nikmat banget.

Abis makan, kami bersih-bersih dan bersiap untuk pulang.
Ada 2 teman yang berangkat duluan sambi angkut tas ikut truk sayur.
Sisanya dan saya, naik motor.
Pulang menuju rumah/kosan masing-masing.

Selama perjalanan pulang dari pos tempat parkir mobil sampai Japanan, saya cuman bisa memandangan sekeliling perkebunan dan sinar matahari yang bersinar diantara awan mendung.
Ingin lagi mendaki Semeru dan kemping di Ranu Kumbolo. Ingin pas lagi cerah-cerahnya.
Ingin sekali.. someday, I will come to Semeru and camp in Ranu Kumbolo again.
Starring those Gallant Mahameru.
DSCN1585

Pkl 20.00 akhirnya saya tiba di kosan, Bangil.
Dengan hati dan pikiran yang masih tertinggal di Ranu Kumbolo.
IMG_6501

Leave a comment

Filed under gunung, jalan-jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s