Daily Archives: June 10, 2013

Ekspedisi Gn. Semeru (2), Menatap Mahameru di Kalimati

(masih) Jumat, 7 Juni 2013
Setelah puas melihat bentuk Ranu Kumbolo, kami bersiap untuk berjalan lagi ke Kalimati.
Awalnya kami berniat untuk naik hingga ke Puncak, tapi karena ada yang linu kakinya dan bapak yang staminanya kurang, akhirnya kami memutuskan untuk sampai Kalimati aja.
Saya ga tau Kalimati itu tempat seperti apa. Karena baru pertama kali juga tau. Ya dicoba aja, mumpung udah di Semeru.
Perjalanan dimulai Pkl 08.30 dengan mendaki jalur terkenal, Tanjakan Cinta.
DSCN1402
Yang katanya sebelum mendaki, make a wish, lalu selama mendaki ga boleh berhenti dan menoleh ke belakang, akan terkabul permintaannya.
Saya sih yang seperti itu ga percaya, jadi ya tanpa repot make a wish segala, saya berjalan terus mendaki tanjakan cinta.

Lumayan ternyata bikin ngos-ngosam karena tingginya.
Cuman itulah kepuasan mendaki. Setelah lelah dan capek berjalan, mendaki, ketika sampai di puncak disuguhi pemandangan yang luar biasa indah. Bikin semua letih hilang seketika.
DSCN1463

Setelah beristirahat sejenak dari tanjakan cinta, kami meneruskan perjalanan menuju Oro-Oro Ombo.
Dibalik bukit terdapat pemandangan yang ga kalah kerennya. Pemandangan bukit hutan pinus dan cemara.
DSCN1465

Turun ke Oro-oro Ombo. kami melewati padang rumput tinggi dengan hiasan bunga bertebaran berwarna ungu, menuju hutan Pinus.
IMG_6389
Jalannya masih enteng, karena datar dan landai. dikelilingi juga bunga edelweis.
DSCN1511
Tapi setelah masuk hutannya, dimulailah perjalanan yang menanjak kembali.

Beberapa kali istirahat di batang-batang pohon yang tumbang.
Cukup melelahkan. Karena medan tanjak lebih tinggi daripada rute Ranu Pani – ranu Kumbolo.
IMG_6427

Tapi kami ga bawa carrier atau tenda yang berat. Hanya bawa tas seadanya untuk minum dan makan.
Padahal banyak yang menuju Kalimati bawa carrier seberat-beratnya berat. Kebayang gimana capek dan pegelnya.
IMG_6419

Pkl. 11.00 kami tiba Jambangan.
IMG_6430
Dari sini mulai bisa melihat sang Mahameru yang terkenal ganas gitu.
Gunung lautan pasir yang jauh lebih ekstrim lagi pendakiannya karena hampir vertikal.
Istirahat sebentar untuk mengisi energi dan foto-foto.
Ga lama lagi kami akan tiba di Kalimati.
IMG_6435

Kalimati adalah tempat peristirahatan kedua setelah Ranu Kumbolo untuk para climber yang ingin terus sampai ke Puncak Mahameru.
Biasanya di Kalimati mendirikan tenda lagi, dan mulai mendaki hingga ke Puncak dari sebelum tengah malam, agar dapat sunrise-nya ketika sampai di Puncak.
Rute dari Jambangan ke Kalimati relatif lebih ramah, karena menurun dan pijakan tanah yang enak.
Sampai juga kami di Kalimati Pkl 12.00
Total berjalan 7.5 km dalam 3.5 jam.
IMG_6460

Yang kami lakukan ketika sampai, hanya duduk dan memandang Mahameru.
Cuaca lagi berkabut, sehingga sering menutupi puncaknya.
Tapi kami hanya duduk dan memandang kegagahan Mahameru.
Hingga Pkl 13.00
IMG_6465

Karena ga berniat untuk kemping dan naik sampai puncak, jadinya kami balik lagi ke Ranu Kumbolo.
Perjalanan pulang lebih cepat, karena menurun dan ringan.
Sampai di Ranu Kumbolo lagi, tepat ketika akan hujan, Pkl 14.45
Total turunnya hanya 2 jam kurang.

Sore di Ranu Kumbolo, disaat udah sepi ga seramai kemarin.
Sehabis ganti baju karena basah dan harus bersih untuk sholat, saya merebahkan badan.
Hujan, sore, lelah, posisi tenda yang udah nyaman, tepat di depan Danau Ranu Kumbolo.
Tapi ga lama.. karena ada ngeloyor lagi masuk seenaknya.
Saya beranjak dan keluar tenda menikmati senja di Ranu Kumbolo.
IMG_6477

Yang kocak, saya duduk tepat di sebelah tenda besar khusus para cowo.
Mereka lagi ngobrol-ngobrol tentang kerjaan, tentang ini itu, sampai bikin fantasi tentang tenda depan mereka (yaitu tenda saya).
Ngomongin orang pas orangnya ada di sebelah mereka. Saya cuman diem aja dengerin, ga mau ikut-ikutan mikir kayak mereka.
Seharusnya satu tenda kecil itu untuk saya sendiri, tapi kenapa tiba-tiba ada yang seenaknya masuk aje.
Akhirnya pas topik berpindah ke tentang kamera, saya tiba-tiba nimbrung dan bikin mereka kaget.
ahahaha, pengalaman yang kocak.

Menanti malam, saya akhirnya bergabung juga ngobrol ngalor-ngidul bersama para pria dudul.
Ketawa-ketawa karena tingkah artis Kediri yang susah banget kalau ngomong bahasa Indonesia.
Saya tawarin roti gandum, pas dia makan langsung bisa pake bahasa Inggris. Ahahaha.
Ini saya ketawa sampe ngeluarin air mata.
Saya diajarin kosa kata bahasa Jawa, main tebak-tebakan, dan ngobrol ini itu.
Bener-bener senja yang kocak di Ranu Kumbolo..
Yang awalnya ga pernah kenal, akhirnya merasakan semakin dekatnya kami sebagai satu tim.

Malam menjelang, kami memasak air panas untuk ngopi-ngopi.
Bakar-bakar batang pohon untuk menghangatkan badan karena cuaca udah mulai dingin.
Pkl 21.00 saya pamit duluan ke tenda karena ingin istirahat, dengan sebelumnya menekankan kalau mau ada yang ke tenda harus izin saya dulu dan gantian tendanya.
Tapi akhirnya saya bisa tenang di tenda sendiri.

Mencoba tidur lebih benar dibanding malam kemarin.
Tapi tetep aja, karena tanah yang masih kurang datar dan mulai dingin menusuk hingga tulang.
Yang ada saya hanya guling-guling dalam sleeping bag menghangatkan badan.
Malam serasa lama, ingin segera subuh dan memandang lagi sunrise.
Kali ini tenda saya tepat sekali menghadap spot sunrisenya. Semakin ga sabar menanti fajar.

8 Comments

Filed under gunung, jalan-jalan

Ekspedisi Gn. Semeru (1), Pesona Ranu Kumbolo

Sewaktu ada kabar kalau gegedog travelling-nya Engineering mau ke Semeru, saya langsung ngehubungin dan daftar ikutan.
Gn. Semeru, Ranu Kumbolo, alasan kuat saya untuk berada di Jawa Timur ini. Bukan karena film-nya, tapi memang udah jadi cita-cita semenjak baca novel 5 cm tahun 2005. Dari Novel 5 cm itu saya langsung jatuh cinta dengan Bromo dan Ranu Kumbolo, walau belum pernah melihat langsung.
Akhirnya saat itu tiba juga.
Setelah Bromo terwujudkan, sekarang saatnya mendatangi Ranu Kumbolo.

Jadwal pergi mulai tanggal 6 Juni (kamis) pagi hingga 8 Juni (sabtu) malam.
Jadi selama 3 hari 2 malam kami akan mengunjungi Semeru dan menginap kemping di Ranu Kumbolo.
Dari 2 hari sebelum keberangkatan, saya udah ngerasa so excited. ga bisa fokus kerja, hanya terus-terusan nulis list keperluan kemping 3 hari 2 malam tersebut.

Akhirnya saat yang ditunggu datang juga.

Kamis, 6 Juni 2013
Rencana awal berangkat dari Bangil menuju Malang itu pkl. 06.00 menggunakan motor.
Tapi karena ada kerjaan ini itu dulu, jadinya baru berangkat pkl. 09.00 dengan beberapa kali berhenti untuk nunggu temen yang lain gabung.
Di Malang, kami mampir ke tempat sewa tenda dan alat-alat kemping.
Baru sekitaran pkl 13.30, setelah semua personil lengkap 8 orang, kami menuju Ranu Pani, tempat start untuk hiking Semeru.
Perjalanan ke Ranu Pani sudah disuguhi pemandangan Bromo yang indah. Bukit-bukit hijau dengan lekukan aliran sungai dan pohon-pohon cemara.
DSCN1365
Kendaraan yang dipake bisa motor, Jeep, atau numpang truk sayur. Kalau mobil biasa kurang rekomended karena jalannya banyak yang ancur.
Awalnya saya dan 3 teman lainnya pake mobil Jazz, tapi karena udah ga mungkin lagi dibawa dengan medan jalan yang rusak begitu, akhirnya kami naik truk sayur. Sedangkan keempat teman lain udah duluan naik motor dan sampai di desa Ranu Pani.

Sampailah kami semua di Ranu Pani sekitaran pkl 16.00
Kami siap-siap untuk memulai perjalanan yang hanya bisa dilalui oleh kaki ini saja.
Ada yang makan dulu, ke toilet dulu, packing-packing dulu.
Baru setelah sholat dan berdoa bersama, pkl 18.00 kami memulai perjalanan.
IMG_6243
Sudah mulai gelap, masing-masing kami pake headlamp. kecuali saya yang hanya pake senter kecil biasa.
Walhasil sempet beberapa kali kepleset, bahkan dari pos 3 ke pos 4 itu jalannya nanjak banget dan licin, saya sempet meluncur balik ke bawah. Pipi udah baret-baret kena ranting-ranting yang menjuntai ke jalan.
Tapi asik-asik aja. Namanya juga hiking di Gunung. Nikmati segala perjalanan tapi tetap hati-hati.

Perjalanan memang cukup berat. Ya berat karena bawa carrier yang isinya untuk 3 hari 2 malam. Ya berat karena habis ujan jadi jalannya yang tanah makin becyek dan licin. Ya berat karena namanya naik gunung, rutenya pasti menanjak.
Beberapa kali kami istirahat di tengah perjalanan, karena kecapean. Karena leader-nya kena serangan linu di persendian lutut kanannya. Karena yang paling senior (udah bapak-bapak) sering ga kuat jalan.
Sampai bisa tidur ditengah berhenti istirahat saking udah malam dan capeknya.
Akhirnya kami sampai di Pos 4 tepat pkl. 24.00

Jumat, 7 Juni 2013
Perjalanan belum berakhir.
Dari pos 4, kami udah bisa liat kelap-kelip cahaya senter dari kemah-kemah yang datang duluan di Ranu Kumbolo.
Saya masih belum kebayang, Ranu Kumbolo seperti apa karena keadaan masih gelap banget.
Perjalanan diteruskan lagi menuju tempat mendirikan tenda di Ranu Kumbolo.
Sengaja kami ingin memilih spot persis tengah view sunrise-nya. Jadi kami masih menanjak dan jalan lagi.
Pkl 01.00 akhirnya kami tiba di tempat untuk beristirahat dan mendirikan tenda.
Total 7 jam kami berjalan dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo.

Setelah tenda siap, barang-barang keperluan udah sedia, saya coba untuk istirahat dengan masuk ke sleeping bag.
Pkl 02.30 saya cari posisi yang enak untuk meluruskan punggung, tapi ternyata tanah tempat tenda saya itu ga rata. Berlekuk banget yang menghasilkan saya ga bisa tidur tenang karena melorot terus ke bawah.
Ditambah ada yang ngeloyor aje masuk tenda tanpa permisi dan tidur.
Saya mau keluar tapi udara udah mulai dingin banget.

Pkl 04.30 saya memaksakan diri bergerak keluar sleeping bag karena harus sholat subuh.
Dengan udara super dingin, sambil menggigil saya sholat.
Setelah itu keluar tenda untuk siap-siap liat sunrise.
Ternyata kalau bergerak itu jadi berkurang dinginnya.
Perlahan-lahan, akhirnya cahaya matahari keluar dari sela-sela dua bukit yang membentengi danau Ranu Kumbolo.
IMG_6262

Selamat datang di Ranu Kumbolo…
IMG_6297

Semakin terang, semakin terlihat jelas bentuk rupa Ranu Kumbolo.
Danau jernih di tengah-tengah pegunungan.
Pantulan cahaya matahari pagi semakin membuat berkilau air danau.
Dikelilingi bukit hijau dan langit cerah.
IMG_6328
Hanya bisa terpana.. subhanallah..

DSCN1448

14 Comments

Filed under gunung, jalan-jalan