Category Archives: akademik

Ini Paper Kedua

STUDY OF HIGH TEMPERATURE ENGINEERING TEST REACTOR (HTTR)

WITH MOX AND MINOR ACTINIDES AS A FUEL

by

Ardita F. Fauzia, Novitrian, and A. Waris

Klo paper yang satu ini, jauh lebih percaya diri waktu presentasinya. Soalnya ini emang hasil kerja mandiri terpantau (kermantau) dulu waktu ma Pak Waris. Jadinya, lebih ngerti.

ceritanya tentang :

High Temperature Engineering Test Reactor (HTTR) is one type of high temperature reactor with helium as a coolant developed by Japan. HTTR has been designed with thermal output until 30 MW and 9500C of outlet temperature. Beside produces electricity, HTTR also designed to produce hydrogen, a future energy source. Originally, HTTR using uranium for its fuel. Nowadays, Non-proliferation becomes a constraint in any nuclear reactor study. Non-proliferation strategy proposes that there is no need to separate plutonium with minor actinides (MA) in the spent fuel reprocessing process.

In this study, we simulated HTTR with plutonium and minor actinides as the loaded fuel, to support non-proliferation. This simulation is performed using SRAC program, with nuclear data library was derived from JENDL3.2. Reactor core calculation was done by using CITATION module in – R – Z geometry. We also evaluated the composition of fuel along burnup. We enriched the U-235 from 6.0 % – 20.0 % with added plutonium and minor actinides 10.0 % in total number of fuels.

The calculation results show that the effective multiplication factor (Keff) is higher than 1 when the enrichment of U-235 is 17.0 %, which means that this reactor can achieve its criticality condition.

Intinya ngeganti bahan bakar HTTR yang umumnya pake Uranium alam diganti dengan Mixed Oxide (Uranium+Plutonium) dan Aktinida Minor untuk mendukung program Non-proliferasi.

Klo di reaktor nuklir hasil yang diamati itu faktor multiplikasi efektifnya (Keff). Apakah bisa diatas 1 atau enggak. Soalnya reaktor baru bisa dioperasiin kalo Keff-nya udah diatas 1.

hasilnya :

Keff Fuel Cell MOX

Jadi, kekritisan itu baru didapet pas pengayaan U-235 udah 19% setelah ditambah plutonium dan minor aktinida.

Sedangkan klo pake uranium alam aja, baru diperkaya 6% udah mencapai Keff > 1.

Kesimpulannya :

Plutonium and MA may not be utilized in HTTR with helium coolant due to neutron spectrum and burnable poison characteristics of several isotopes.

Begitu sodara2 ..

Advertisements

3 Comments

Filed under akademik

Ini Paper Pertama

A Comparison of Two Methods in Finding Ratio between Electric Field and Accelerating Potential in Thomson Tube Experiment

by

Ardita Fanisa, Agustina, and  Sparisoma Viridi

Nah itu judulnya.

Sebenernya gak nyangka kerjaan ini bisa dipresentasiin di APS. Soalnya ini kerjaan iseng2 ama 1 temen sekelompok di Fislan (Agustina) waktu jadi Asisten Pengembangan Modul.

Pas nyari2 modul baru di lab Fislan (Fisika Lanjut), dapet modul Thomson Tube. Terus, Qta coba simulasiin lagi. Dan kebetulan dapet modul referensi dari luar, jadinya bisa sebagai pembandingan.

Terus Pak Dudung (a.k.a Sparisoma Viridi) nyuruh Qta memperdalam eksperimennya dan siapa tau bisa dimasukkin ke APS.

Walhasil, jadilah kerjaan iseng2 ini jadi berhadiah.

Ceritanya paper ini teh tentang :

By knowing the pairs of coordinates (x, y) along electron trajectory in Thompson tube experiment using only accelerating potensial U and deflecting potensial V ratio between deflecting electric field and accelerating potensial E/U can be found. Information of (x, y) along the trajectory is obtained by digitizing image of it using two type of rectangular grid. The first has tilt angle of 0 º and the second 45 º. A simulation using JavaScript is used to produce several artificial electron trajectories. Digitizing process uses two methods.The first is manually using hand (ballpoint and ruler) by dividing grid lines into 10 lines and the second using Portable Digitizer (PD) software. Two kinds of input are used and analyzed using the two different grids and the two different methods. The results show that manual method is better than the digital one and the  result using 0 º tilt angle grid is better than the  45 º one.

Singkatnya, membandingkan metode pengolahan data yang mana yang lebih bagus dipake buat di Lab Fislan nantinya.

Perhitungan secara matematis-nya dari persamaan sederhana gaya Lorentz ama Hk. Newton II aja.

Pake softwarenya JavaScript (made in Mr. Dudung :D).

Proses Digitalnya pake Pocket Digitizer Program, dapet dari Lab Fisbum.

Klo proses manualnya mah pake penggaris ama pulpen weh …

Semper stress bgt nih pas ngolah data ama bikin full paper-nya.

Beberapa hari itu emang bnr2 baru tidur jam 3an pagi, bangun sholat subuh bentar, tidur lagi bentar, bangun lagi jam 8an, terus ke kampus lagi konsultasi data (ama ngurus2 buat wisudaan jg sih :P).

Tapi … emang lega bgt pas udah selesai .. apalagi udah presentasinya … fyuuuhh .. serasa jadi scientist sejati dah .. :))

Kalo paper yang satu lagi, dikerjain ma Agustina, tentang :

The Trajectories of an Electron under Non-uniform of Electric Field

Satu modul sama tentang Thomson Tube, cuman beda point of view yang diambilnya.

Thanx to Agustina, my experiment partner, finally we did it 🙂 , and Mr. Dudung, for all help and support.

1 Comment

Filed under akademik

3rd Asian Physics Symposium [APS]

Simposium di bidang Fisika se-Asia ketiga ini diselenggarain dari tgl 22-23 Juli 2009 di Aula Timur ITB.

Macem2 bidang keahlian Fisika yang dipresentasiin. Ada Instrumentasi, Material, Nuclear, Biophysics, Special Topic, Theory, dan Earth physics.

Pertama kali ikutan jadi panitia waktu APS yang kedua tahun 2007 di Hotel Grand Aquilla.

Ternyata, kali ini disuruh jadi panitia lagi.

Yang bedanya, dulu pure jadi panitia aja .. klo sekarang jadi panitia sekaligus presenter dong 😀

Akhirnya ada paper juga yang bisa dipresentasiin di tingkat internasional Asia ini .. gak tanggung2, langsung 3 paper lagi .. 2 paper-nya dipresentasiin sendiri, 1 papernya gabungan ama tmn sekelompok.

Hari pertama kemarin .. aslii .. capek banget ..

Plenary session-nya dimulai jam 9, tapi karena diriku masuk di ngurusin per-registrasian, jadinya pagi2 harus udah dtg buat daftar ulang peserta.

Riweuh banget dah .. karena cmn 2 orang di meja registrasi, jadinya ngurusin yang daftar ulang, bayar2 ($ bo mainannya), ngasih nametag, seminar kit, komplain ini itu, dll.

Sampe gak bisa dengerin presentasi dari Prof. Rhee (Korea) ama Pak Zaki (ITB).Apalagi nyicip coffee breaknya.

Baru beres pas makan siang. Buru2 deh makannya, soalnya mau presentasi paper pertama jam 1-nya.

Selesei2 hari pertama APS jam 5an. Sore bgt pokonya. Masih harus beres2 keuangan dan list2 pendaftaran.

Hari kedua agak lebih nyantei di meja registrasi, soalnya tinggal yang baru dtg hari kedua aja yang daftar ulang, dan gak terlalu byk.

Tapi, meja registrasinya dipindah ke luar Altim, jadinya tetep weh gak bisa dengerin Keynote Speaker hari kedua. Prof. Miyazaki (Jepang) ama Ibu Evvy Kartini (Nuklir).

Siangnya, presentasi paper kedua. Kalo kemarin dapet presentasi pertama bgt. Yang ini dapet presentasi terakhir.

Alhamdulillah, semua presentasi bisa dilalui dengan lancar. Walau belibet pake bahasa inggris2an tea.

Nambah peran hari kedua ini, jadi MC Closing Ceremony. Dijebak sebenarnya … karena MC sebenernya pergi jalan2 nganterin tamu dari Korsel & Jepang, dan yang lain pura2 pd sibuk tea gak bisa gantiin.

Lebih enak jadi MC sih .. daripada waktu APS yang kedua dulu ditodong jadi moderator. Pusing nyari pertanyaannya klo gak ada audience yang nanya presenter soalnya … :))

Tapi, dengan ikut2an kek ginian, jadi makin kenal ama dosen2. Ama orang2 dari luar Bandung dan Indonesia. Makan siang gratisan  ama cemilan (mewah2 lg :P). Belajar berani buat presentasi pake b.inggris. dan nambah poin klo mau ngajuin beasiswa ke LN.

Pengalaman lah ..

Semoga diajakin juga konferensi internasional lain-nya … xixixixi

Leave a comment

Filed under akademik

GRADUATION DAY ITB JULY 2009

19 Juli 2009
Mulai pukul 09.00 Sidang Terbuka Sarjana, Magister, dan Doktor ITB dilangsungkan di Balairung Sasana Budaya Ganesha ITB
Sebanyak 1487 calon wisudawan Sarjana, Magister, dan Doktor yang dilantik jadi wisudawan
Ternyata ,,, selama 4 tahun menempuh jalur perkuliahan ,,, iri dengan para wisudawan setiap jadi panitia dan penonton acara wisudaan di kampus ,,, pengen cepet2 jadi wisudawan juga ,,,
Tetapi ,,, dari jam 9 s.d 12 ,,, waktu show up hanya 2 menit kurang [pas salaman ama rektor doang]
Dari jam 12.30 menunggu untuk foto bareng rektor ,,, Fisika kedapetan jam 15.30
Hari wisuda tidak semegah yang dibayangkan ,,, lama dengan menunggu dan menunggu
Entah salah apa pula angkatan wisuda kali ini ,, arak2an pun sama sekali tak ada
Malam SyukWis himpunan tak sesuai yang dibayangkan ,, sama sekali tidak ada kesan yang berarti ,, pdhl saya sgt mengharapkan hal2 yang bisa membuat saya selalu mengenang kejadian2 di himpunan
Ternyata malam itu sama aja kek malam2 syukwis kemarin2 ketika saya jadi penonton, malahan lebih garing lagi
Mimpi arak2an sepanjang jalan taman sari dan disambut dengan derap di gerbang utama kampus pun sama sekali hancur berkeping2,,,
Saking lelahnya dengan menunggu dan kekecewaan setelahnya, mood jelek mulai tak terkendali
My bad temperament was up ,,, next –> I’m running out from last activity .. sorry
Bukannya gak ngehargain usaha panitia wisuda, cuman emang udah ilfil dari awal
Bukannya tidak mensyukuri juga, tapi setidaknya selama di ITB saya bukan seorang mahasiswa yang study oriented only and only .. jadinya wisudaan kemarin asli garing abisss ..
But, overall, finally, I’m graduated ..

1 Comment

Filed under akademik, cerita-cerita