Category Archives: cooking-baking

[27/31] My Favourite Recipe

Saya mah suka yang simpel, sederhana, praktis aja kalo masak atau bikin kue.
Untuk resep kue, saya paling suka bikin bolu atau muffin. Menurut saya sih resep dasarnya itu simpel. Hanya terigu, telor, gula, mentega cair/minyak sayur, dan baking powder. Praktis juga kalau mau ditambahin macem-macem, seperti pisang, coklat, keju, matcha, orange/lemon zest, apa aja yang lagi mood. Takaran bisa disesuain.
bolu pisang
Ini monkey cake a.k.a bolu pisang yang dibikin pas pulang rumah kemarin. Sekalian nostalgiaan, setelah sekian lama ga bikin bolu pisang. Tapi hasilnya bantet ;(

Kalau untuk masakan. Sebenernya ingin bilang “orak-arik telor”. Ya tapi kok keliatan banget pemalesan masaknya, hihi.
Selain orak-arik telor, paling suka bikin “oseng tempe pedas manis”. Gampang banget nih.
Tempe potong dadu, terus digoreng sebentar. Untuk bumbunya tinggal iris-iris bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan cengek (kalau mau lebih pedes). Oseng bumbu pake minyak dikit aja. Masukin tempe goreng, lalu kasih kecap manis, sedikit garam, oseng bentar. Jadi deh. Bisa ditambahin kacang panjang, tauge, kacang polong, jagung, atau si orak-arik telor juga bisa dimasukin 😀
Simpel tapi enak (Yaaa, apapun itu, asal tempe, pasti enak sih. Karena saya pencinta tempe sejati, hehe).

oseng tempe
(foto diatas diambil bebas dari internet. Ga ada foto untuk hasil bikin sendiri)

Advertisements

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, cooking-baking, saya

Soymilk and Clean Okara Muffin

[Rehat sejenak dari 31 days blog challenge]
Balik Bandung bingung beli susu kedelai dimana. Soalnya saya biasa bikin green smoothies pake susu kedelai. Banyak sih di supermarket, tapi kok mahal dan udah added sugar yak (me rich people difficult deh, ahaha). Atau di langganan dulu di taman telkom, tapi jauh dari rumah. Ya secara waktu di Bangil tukang susu kedelai tiap pagi lewat kosan dengan harga seribu rupiah. Jadinya kenapa ga bikin sendiri aja. Pasti jauh lebih murah dan sehat. Lagipula gampang banget buatnya, hanya perlu menyingkirkan kemalasan #yaiyalaah.

Bahan-bahan:
250gr Kacang Kedelai
Air secukupnya
Jahe
Daun Pandan

Caranya:
1. Kacang kedelai dicuci bersih, lalu direndam semalaman, biar agak empuk dan gampang blendernya. Atau kalau mau cepet bisa juga direndamnya pake air panas selama 1-2 jam.
2. Setelah itu, tiriskan kacang kedelai, lalu masukin ke blender dengan ditambah air matang. Karena blender di rumah itu kapasitasnya kecil, jadi kacang kedelainya saya bagi 2. Setengah masukin blender dengan air matang kira-kira 2x tinggi kacang kedelainya.
3. Blender sampai halus.
4. Siapkan saringan tahu (atau lap dengan jenis kain kayak kaos dalem gitu deh), saring air kedelai hingga tersisa ampasnya (kalau di Jepang disebut okara, dan ini jangan dibuang).
5. Air kedelai hasil saringan ini yang jadi susu kedelai. Panaskan di panci sampai mendidih. Kalau saya ditambah irisan jahe dan lembaran pandan, biar ada hangat-hangat jahe dan wangi pandan gitu. Yang suka manis, pas dipanasin ini bisa dikasih gula.
6. Setelah dingin, masukan ke botol dan siap diminum.
how to make soymilk

Kalau saya, dari 250gr kacang kedelai, menghasilkan 1L susu kedelai. Menurut ibu saya, kentalnya segitu udah pas. Tergantung kalau mau lebih cair juga tinggal tambah air lagi aja. Susu kedelai ini paling enak diminum sama madu. Rasanya itu pas banget. Disimpan di kulkas bisa tahan 3-4 hari. Kalau bikinan sendiri itu jauh lebih aman, karena jelas ga pake pengawet, ga kemanisan, bisa diatur mau segimana kentalnya. Bisa juga nih ditambah matcha atau coklat bubuk atau perasa apaa gitu biar lebih bervariasi.

Naah, kan masih ada ampas susu kedelai, atau okara itu. Pengalaman saya di Jepang, okara ini bisa dimanfaatin banyak macem. Mulai bolu, kue kering, roti, patty burger, salad, perkedel. dll. Saya ingin coba nih bikin muffin pake okara. Selain jauh lebih sehat karena kandungan okara itu tinggi protein dan serat, dan juga rendah lemak dan rendah kalori. Biar makin ‘healthy’, muffinnya ga pake tepung terigu, tapi pake oatmeal. Semua bahan ga saya takar, pokoknya seenaknya aja main masukin, hehe. Tapi kira-kira bahan-bahannya gini:

1 cup fresh okara
1-2 cup oatmeal
1 tsp Baking Powder
1 cup soymilk
1/2 cup honey
1 egg
1/2 cup melted butter
sprinkle chocolate chips

Caranya:
1. Campur semua bahan jadi satu
2. Karena saya dikira-kira, jadi adonan itu sampai jadi adonan muffin yang agak kental. Kalau terlalu kering bisa ditambah minyak sayur atau susu. Kalau terlalu cair, bisa ditambah oatmealnya.
3. Pokoknya se-instingnya aja, mwehehehe.
4. Masukan adonan ke tempat muffin, lalu panggang hingga matang (biasanya 20 menit pada suhu 180 derajat celcius). Atau tusuk muffin pake tusuk gigi hingga ga ada adonan yang lengket di tusukan gigi.

Hasilnya.. ternyata berhasil doong. Walau ga se-sponge kayak muffin kalau pake terigu. Buat saya yang udah kebiasa dengan okara sih rasanya boleh juga. Malah ga terlalu kerasa okaranya. Bisa jadi alternatif cemilan sehat nih. gluten free-flourless-sugarless-high protein-high fiber-low fat-low calorie okara oatmeal muffin (gilee, semua aja nih yang sehat dan bersih, hihi)

Flourless peanut butter okara muffin

9 Comments

Filed under cooking-baking

Hijaukan Harimu!

Pagi setelah sholat subuh, menunggu agak terang, saya udah semangat untuk gowes. Ya, secara udah lama banget itu si monchi (sepeda polygon, monarch 2.0, yang dibeli di Bangil awal tahun ini) ga diajak jalan-jalan sekalian ngenalin kota kelahiran saya, Bandung. Lumayan dapet sejam lebih gowes keliling daerah jajahan. Karena udah banyak program ‘Bike to Work’ atau ‘Jajap Walikota pakai sepeda’ atau mulai merebaknya komunitas gowes, jadinya sepanjang jalan di hari wiken ini cukup sering liat yang olga sepedahan.

Pulang rumah, sebenernya tuh inginnya bikin roti. Kan dapet euforia belajar bikin roti di tante minggu lalu dan nonton reli King of Baking. Tapi pas dicek bahan-bahannya, ga ada tepung protein tinggi, harus beli dulu. Jadinya hampir ga akan ngapa-ngapain. Pas buka kulkas karena mau bikin jus buat sarapan, dilihatlah bayam-bayam saya yang masih menggunung padahal udah hampir layu (kelamaan ga diolah). Jadi setelah sebagian saya jus yang dicampur dengan nanas dan low fat milk, sebagian lagi masih mikir mau diapain.
green juice

Terlihat tepung terigu masih banyak, tadinya mau bikin kue bolu bayam, tapi kok kayaknya aneh dan saya ingin yang simpel. Aha! dibikin mi aja, yang kayaknya relatif lebih mudah dan ga time consuming banget. Setelah browsing resepnya, emang bahannya ga ribet dan bikinnya relatif gampang.

Hyosh! singsingkan lengan baju, mulai bikin adonan.
Bahan-bahan:
2 ikat kecil Bayam, ambil daunnya.
1 buah telur
Tepung terigu
1 sdm Garam
Daun Bawang, diiris-iris

How to make spinach noodle

Caranya:
1. Daun Bayam dan telur dicampur air, lalu diblender sampai halus.
2. Di wadah besar, masukkan tepung terigu dan garam (sayang sekali ga saya ukur berapa gr tepung terigunya, kebiasaan sukanya pake feeling sih).
3. Lalu tambahkan air bayam yang disaring, dikira-kira juga komposisinya, yang penting bisa bikin adonan tepung itu ga kelembekan atau terlalu keras.
4. Ulenin adonan hingga kalis. Sambil tambahkan irisan daun bawang.
5. Kalau sudah kalis, bulatkan adonan, dan pipihkan hingga tipis.
6. Iris-iris adonan pipih memanjang, seperti mi.
7. Didihkan air, lalu masukkan irisan mi ke air mendidih.
8. Rebus hingga mi kenyal, dan tiriskan di air es (biar mi ga menyatu).

Nah mikir nih masa cuman mi doang. Karena masih ada setengah sisa air bayam tadi, jadinya saya bikin juga saosnya. Ada bumbu inti sambel juga yang udah jadi di rumah, tinggal tumis aja nih.
Bahan-bahan:
1 sdm bumbu inti sambel (buatan ceu mumun yang maknyus joss!)
Daging ayam di potong-potong kecil
Sisa air bayam

Caranya:
1. Tumis bumbu inti, lalu masukkan potongan ayam.
2. Setelah ayam agak matang, masukkan air bayam.
3. Tumis hingga air bayam berkurang banyak dan saos agak kering.

Jrengjreng, sajikan mi bayam dengan saos ayam bayam.
Kata adik saya dan ceu mumun (ibu yang bantu-bantu di rumah), rasanya enaaakk!! ahaha, bahagiaaa!!
Cuman penampilannya awful, karena hijau dimana-mana, makanya saya kasih nama “The Hulk Noodle”. Mi buatan sendiri yang dijamin sehat karena ga pake pengawet dan lapisan lilin 😀

the hulk noodle

Lalu, cerita masak belum berakhir. Masih ada sisa ‘dough’. Teringat karipap yang dulu suka dibikin apatomate, alias pastel (kalo disini mah). Jadinya coba-coba diisi tumis sayur yang udah dibikin, lalu adonan direkatkan seperti pastel, dan digoreng. Yatta! ini juga berhasil!
Jadilah ‘In-Out Veggies Pastel’ :9

how to make pastel

veggies pastel

Hari sabtu yang hijau sekali. Sepeda warna hijau, Bandung yang masih cukup Hijau, sarapan jus hijau, makan siang mi hijau, cemilan pastel hijau, dan minum teh hijau. Ow yeah, I’m the Hulk Girl :p

Leave a comment

Filed under cooking-baking