Category Archives: saya

2019 New Year

新年明けましたおめでとうございます。

昨年大変お世話になりありがとうございました。

本年もよろしくお願いします~

Kalimat yang umum diucapin sesama Jepang. Bagi mereka, tahun baru itu kayak lebarannya umat Muslim. Ada acara mudik ke kampung halaman, kumpul keluarga, 挨拶 (aisatsu/greeting), open house untuk menyambut business relatives, makan2 khas menu tahun baru, etc.

Bedanya kan kalo lebaran diawali dengan puasa, Japanis ya tidak. Dan klo hari lebaran itu kan maaf-maafan, Japanis itu mengucapkan “terima kasih untuk bimbingan/kerjasamanya tahun kemarin, dan tahun ini pun mohon bimbingan/kerjasamanya”.

Di kantor, dari 30 orang-an Japanis, yang banyak kerja bareng saya, HANYA 1 orang GM yang waktu akhir tahun kemarin bilang “Dita-san, terima kasih untuk bantuannya selama ini, dan mohon bantuannya untuk tahun depan juga”.. huhuhu, terharu akutu.. sementara GM kandung-ku (tsaah, maksudnya atasan satu divisi) baru bilang pas acara gathering tahun baru di kantor “tahun ini, yoroshikune” sambil nepuk pundak. that’s it.

Anyway, ga afdhol klo tahun baru ga ada target2an. Tahun in target saya :
(1) Merutinkan ngaji dan ma’tsurat (lagi) setiap hari
(2) Qodho puasa tahun lalu (15 hari ada kali)
(3) Makan makanan lebih sehat, ngurangin gorengan dan tepung2an; target turun 5kg
(4) Olahraga – lemah sekali semenjak lahiran anak pertama udah jarang olga, trus anak kedua blass ga olahraga. Spoiler: karena mau persiapan anak ketiga, badan harus bugar dulu nih…
(5) Anak pertama masuk KB/PAUD, bisa naik sepeda, dan berenang (?)
(6) Anak kedua udah toilet training, target umur 2thn lepas pospak
(7) Baca buku.. ddududduduu..

Di list dulu aja ya, namanya juga target tahun ini, mwihihihi.

Doakan saya yaa!

 

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, memoar jepang, saya

Tijalikeuh, ticengkak

Gustiii.. baru lagi ngerasain ticengklak/tijalikeuh/keseleo pas kemarin sama sjuami gotong royong angkut kasur abis di jemur. Ga ngeh kalo udh ada undakan turun di depan, jadi ga napak dan langsung ‘pletak’.

Huhuhuhu,, sakit linu nya itu sampe pengen nangis. Miza yang liat saya meringis-ringis pun jadi ikutan sedih. sakitnya sampe semaleman dan sempet ga bisa tidur. Engkel kaki di urut-urut sama fleximuv aja sih. Suami ajak ke tukang pijat, saya udh ngebayangin rasa sakit keseleo ini makin menjadi-jadi ketika tukang pijat narik-narik uratnya.

Haadddduuuuhhhhh.. Ya Allah..

Tetep harus bersyukur, karena ketika keseleo langsung terkendali duduk di tepi undakan. Ga ada apa-apa dengan kandungan yang tetap aktif bergerak. Pagi ini suami nyuruh ga usah masuk kerja dulu. Tapi karena pas malem saya urut-urut sambil berdoa ke Yang Maha Penyembuh, agak mendingan sih nyut-nyutannya. Jadi, tetep pengen masuk kerja. Walau, pas jalan dan naik/turun tangga stasiun itu yang maknyus juga kerasa nyut-nyutan. Mana saya masih serem pergi ke tukang pijat pula T________T

Hanya bisa berdoa, semoga Allah menyembuhkan keseleo kaki saya ini, dan bisa berjalan seperti semula lagi. huhuhuhu..

 

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, saya

Refleksi 1 tahun 

Setahun lalu, setelah perjuangan 12 jam menunggu karena ketuban udah merembes, diinduksi, dan akhirnya kontraksi mulai terasa jam 3 dini hari, tanggal ini 16 September, Pkl. 06:00 lahirlah bayi 2,9 kg dengan proses normal. Laki-laki, sehat, sempurna, bersih. Kami beri nama Abdurrahman Syahmiza Prasetyo, yang dipanggil Miza.

Detik itu pula officially saya menjadi seorang Ibu. Life has changed drastically. Lupakan selamanya saat-saat bisa enak memanjakan diri sendiri. Facial? Massage? Main2 sama temen kapan pun? Udah lupa rasanya. Saatnya memulai menikmati ibadah mengurus anak (dan suami tentunya).

Setahun kebelakang, melihat perubahan dari Miza baru lahir sampai sekarang.. MaasyaAllah, Allahu Akbar.. begitu luar biasanya Allah SWT membuat dan mengatur kehidupan. Bagaimana Dia mengajarkan Miza untuk merasa lapar dan haus, lalu sedikit demi sedikit belajar menyusu, menggerakkan tangan-kaki-kepala, belajar tengkurap, meraih sesuatu, mengunyah makanan padat, merangkak, duduk, berdiri, hingga belajar melangkahkan kakinya sendiri.

7 bulan pertama saya masih bekerja. Pada saat itu saya harus menitipkan Miza di daycare. Pagi hari setelah ayahnya berangkat kantor, saya menyiapkan Miza, lalu terakhir saya sendiri. Malam sebelumnya harus sudah siap ASIP dan pakaian ganti. Setelah 6 bulan, ditambah bekal MPASI dan booster seat. Pulang kerja, saya jemput Miza. Jarang sekali saya bisa hang-out sama temen-temen kantor seperti dulu. Lumayan riweuh kalo bawa Miza.

Sekarang juga ga jauh beda. Udah ga kerja malah makin males keluar rumah kalo ga urgent banget. Main aja sama Miza di rumah atau muter2 komplek naik sepeda. Ada rasanya envy sama wanita yang bekerja. Bisa ketemu banyak orang, makan bareng temen2, ngobrol ngalor ngidul, dan tentunya dapat penghasilan rutin sendiri. Kadang buka-buka sosmed itu yang ada rasa iri dan banding-bandingin, astaghfirullah, emang sosmed harus difilter nih kalau kepo. Kalau lagi PMS mendingan banyak-banyak dzikir aja daripada stalking yang berujung penyakit hati, hiiii.

Luruskan niat lagi. Berperan jadi Ibu dimana pun tetaplah harus dianggap ibadah. Ketika di rumah seperti ini, saya maksimalin aja ngurus Miza dan rumah sebaik mungkin. Main sama Miza yang kalau udah gede mah doi main sendiri sama temen-temennya. Mendoakan dan menyemangati suami agar bekerja lebih giat dengan hasil yang halal dan barokah. InsyaAllah, semuanya sudah diatur Allah sebaik-baiknya. Toh, Alhamdulillah, saya masih banyak dapet rezeki yang datang dari ga diduga.. lumayan buat beli mainan Miza :p

img_3593

Gula jawanya Ibuunnn :*

Menginjak 1 tahun, Miza udah banyaaakkk sekali ngoceh. Walau masih dadadadaa, yayayayaya, brembrembrem, dan teriak-teriak. Kakinya masih belajar untuk bisa melangkah sendiri sambil pegangan. Maunya buang-buang barang dihadapannya setelah masuk mulut dulu. Pinter banget naik turun kasur dan acak-acak barang di rumah. Giginya udah 6, 4 atas 2 bawah, masih putih kinclong dan udah gede2. Makan masih lahap, bahkan udah makan berat pun masih aja ngemil buah/roti/biskuit.

1 tahun ini juga Saya full ga pernah ngerasain apa itu tidur 6-7 jam nonstop. Malam hari masih terus bangun untuk nenenin Miza 2-4 kali. Miza sih tinggal nangis meraung-raung sambil muterin kasur dengan mata tertutup, sundul2 ibunnya biar bangun. Pagi hari Miza udah seger mulai siap untuk main, sedangkan saya masih melayang dengan mata berat dibuka. Hyosh! harus bangun untuk siapin mandi dan sarapan suami dan Miza. Tapi itu nikmat sekali, hahaha.. and still years to come.

Hai anak-anak, sepatutnya dan sewajibnya kita hormat dan sayang sama Ibu/Mamah/Bunda/Emak kita. Yang sudah mengorbankan dirinya sendiri hanya untuk anak-anak dan suami. Banyak yang tak bisa terucap dan terhitung pengorbanan seorang Ibu. No wonder, surga berada di telapak kaki Ibu kita. Huhuhu, I love you Mamah..

Last but not least, semoga Miza selalu di Ridhoi Allah SWT, diberikan kesholehan, kesehatan, kecerdasan, kesantunan, kecakapan yang baik dan bijak, menjadi anak yang berbakti pada orangtua, tumbuh jadi orang yang bersyukur dan bersabar, sebagai laki-laki bertanggungjawab dan menjaga akhlaknya. Doa yang terbaik selalu dilantunkan untukmu Nak..

img_3665

Early birth celebration, pas idul adha tgl 12 September kemarin, karena ambil momen kumpul keluarga di Bandung,, heuheu

Leave a comment

Filed under Beibi Miza, being a mommy, cerita-cerita, saya

29 Februari 2016

Hari terakhir di Bulan Februari yang hanya terjadi 4 tahun sekali ini bisa jadi salah satu hari yang akan dikenang.

Karena, hari ini hari terakhir saya dan banyak kawan-kawan lainnya bekerja di Perusahaan yang sekarang. Saya tercatat sudah bekerja 2 tahun 4 bulan. Masih terbilang sangat muda kalau dibanding Ibu2 dan Bapak2 senior yang sudah diatas 10 – 20 tahun bekerja.

Berawal dari bulan Agustus 2015 ada pengumuman dari Manajemen Perusahaan untuk menggabungkan Pabrik yang di Cikarang dengan di Pasuruan. Pada saat itu Pabrik Lighting ini sudah ada 3 tempat di Cileungsi, Cikarang, dan Pasuruan. Dengan alasan efektivitas dan efisiensi produksi, maka akan ada penggabungan Pabrik lighting (lagi) dengan yang di Pasuruan.. tempat saya bekerja pertama kalinya. Sedangkan Pabrik Cileungsi dan Cikarang sudah lama bergabung sejak 2014. Efeknya, Pabrik Cikarang ini yang harus ditutup karena produksi akan dipindahkan ke Pabrik Pasuruan dan kerjaan non-direct pindah semua ke Cileungsi.

Singkat cerita, selama 7 bulan, Serikat Pekerja dan Manajemen Pabrik Cikarang melakukan perundingan untuk mendapatkan hasil yang terbaik untuk semuanya. Karena, hampir semua pekerja sudah memiliki rumah tetap dan anak-anak yang bersekolah di lingkungan Cikarang. Jadi, untuk pindah ke Cileungsi atau Pasuruan itu sangatlah berat. Kalau pun memilih untuk Pensiun Dini, sudah banyak juga Pekerja yang berusia lebih dari 40 tahun, yang kalau harus melamar ke Perusahaan lain pun chance-nya sangat kecil.

Ibaratnya, ada sekelompok orang yang sudah berkeluarga dan lama tinggal di satu wilayah di Padang Pasir. Selama bertahun-tahun, sumber air mereka untuk sehari-hari hanya dari 1 sumber saja. Lalu, suatu hari, ada pengumuman kalau sumber air tersebut akan dihentikan alirannya. Otomatis, orang-orang tersebut akan mengambil air sebanyak-banyaknya dari segala tempat yang mereka punya untuk menampung air tersebut demi kelanjutan hidup mereka.

Begitu juga dengan Serikat Pekerja yang memikirkan hidup orang-orang tersebut. Sebisa mungkin memberikan hak-hak yang terbaik untuk pekerja dan keluarganya. Kalau ngobrol sama Ibu-ibunya sih, mereka relatif lebih santai memilih untuk tidak lanjut kerja, ya gak papa. Tapi kalau bapak-bapaknya, yang pastinya kepala keluarga dan bertanggungjawab untuk menafkahi keluarganya, tentu saja berat sekali untuk mereka. Alhamdulillah, walau selama 7 bulan vakum kerja, tapi kami masih tetap ke kantor. Saya sih masih ada kerjaan yang harus diselesain. Terima kasih Manajemen, kami semua masih sejahtera dengan tetap dikasih gaji full tiap bulan, fasilitas makan/transport, dan medical yang ga keputus.

Hasil perundingan yang ga gampang pun akhirnya bisa disepakati kedua belah pihak. Alhamdulillah, InsyaAllah yang terbaik untuk para pekerja. Kami dikasih pilihan: (1) Meneruskan bekerja ke Cileungsi dengan uang pengganti mutasi. (2) Meneruskan bekerja ke Pasuruan dengan uang pengganti mutasi. (3) Berhenti bekerja dengan mendapatkan pesangon dan tambahan hak-hak lainnya. Dari sekitar 465 pekerja (diluar Manajemen), sekitar 80% memilih untuk berhenti bekerja. Dan sisanya ke Cileungsi dan sebagian kecil ke Pasuruan. Saya sendiri memilih untuk berhenti,

Alhamdulillah, sebenernya momen ini tuh pas banget buat saya. Di saat saya udah punya beibiMiza yang sekarang udah 5.5 bulan dan akangmas pun udah ngajakin terus pindah ke daerah yang lebih ramah jarak dan transportasinya ke Jakarta. Sekarang kalau udah bareng Miza, pengennya liat terus perkembangannya. Apalagi sebentar lagi udah mau mamam MPASI. Inginnya saya yang kasih dan perhatiin gimana Miza makan. Cuami juga suka kasian liatnya kalau pulang malem-malem terus karena macet atau keujanan. Tugas saya sekarang yang utama dan prioritas kan keluarga dulu. InsyaaAllah, rezeki ga akan terputus. Saya masih bisa cari kegiatan di luar yang menghasilkan income lagi nanti. Tentunya nyari yang lebih fleksibel dari segi waktu biar tetep bisa banyak main sama Miza dan akgmas.

Semoga semuanya mendapatkan yang terbaik, sukses dimana pun nanti melanjutkan bekerja, selalu bersyukur dan bersabar untuk semua rezeki yang diterima. Walau singkat hanya 2 tahun lebih sedikit, but I will miss all of this..  

Semua yang ada di muka bumi ini akan mati suatu saat nanti.. tidak ada yang abadi.. Manusia, hewan, tanaman, bangunan, kendaraan, perusahaan.. but we need to keep on cycling and moving.. that’s life, until we meet in hereafter 🙂

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kerja, saya

Dulu dan Sekarang

Ketika masih punya geng yang isinya para single, hal yang paling bikin ngiler adalah kalo ngumpul topik bahasan seputar traveling. Liat kalender buat bikin tanda di tanggal merah yang berpotensi dijadiin cuti. Pergi sana, pergi sini, naik gunung ini, turun kawah itu, ke pantai sono, mau begini, mau begitu, dll. Rencana-rencana yang pernah diimpikan dulu saat single.

Saya, sebagai newlywife dan newlybumil, cuman bisa dengerin dan nimbrung sekedar asik-asikan aja. Ngiri sih ada. Melihat status sekarang yang udah ga sebebas sebelum nikah dan apalagi sekarang yang harus jaga baby-to-be (mau angkat punggung dari kasur aja beratnya minta ampuunn >.<). Tapi, flashback lagi, walau pengalaman traveling saya ga seheboh dan seluas yang lain, semenjak SMA saya udah jalan kemana-mana, hiking, kemping. Kuliah apalagi. Muter sana-sini semua dijabanin. Alhamdulillah, dapet kesempatan lanjut kuliah ke luar negeri yang bisa rasain jalan-jalan di Negara orang. Pulang ke Indonesia, Alhamdulillah lagi, setahun ditempatin di Jawa Timur yang ga akan abis dan bosen eksplor kekayaan alamnya. Cukup? Tentu saja tidak. Masih banyak tempat traveling lain yang jauh lebih bagus dan indah, dan belum pernah saya datengin.

Well, Everything happens just in a perfect time. Udah dapet jatah waktu jadi single yang cukup, jadi bisa jalan-jalan bebas. Sekarang, saatnya menikmati menjadi seorang istri dan momi-to-be. Rasanya sekarang kalo pun mau jalan-jalan mungkin ga akan sebebas dulu, ketika ga usah mikirin apapun atau siapapun. Sekarang kan pasti kepikiran suami dan kelak anak. Tapi sepertinya itu lah nikmatnya. Ketika kenikmatan saat single diganti dengan kenikmatan lain saat berkeluarga. Punya cuami yang bebas digemesin, dipeluk, dimanjain, dimanyunin, disuruh2, yang enaknya insyaaAllah berpahala (semoga aygmas ga merasa dizholimi :D). Dan nanti punya anak, yang katanya rasanya luar biasa bisa menjadi seorang ibu. I don’t know yet, but insyaaAllah I will experience it soon. Kalo udah berkeluarga kan semuanya dinilai ga hanya duniawi, tetapi tambahan berlipat untuk akhirat juga.

Semua ada waktunya dan sudah ditetapkan. Jadi nikmati saja semua proses dan kejadiannya. Got it? Jadi buat para single yang masih menanti jodoh, nikmati dulu aja semaksimal mungkin kejombloan kalian. Lakukan hal-hal yang nambah pengalaman positif yang mumpung bisa dilakukan. Ambil kesempatan-kesempatan yang bisa nambah rasa syukur kalian. Ga usah stuck karena mikirin masih jomblo atau belum bisa move on dari masa lalu #lohkokjadibegini, hihi. Don’t waste your precious single moment. Dengan tetap berdoa dan berusaha yang baik untuk dapat pasangan hidup tentunya. Dan buat saya atau kalian-kalain yang sudah bercuami dan akan menjadi momi, nikmati setiap saatnya kejadian-kejadian di rumah tangga dan di perut. Moment yang ga akan terulang setiap harinya. Moment yang setiap wanita beda-beda pengalamannya. So, live and enjoy every moment 😉

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, saya