The Power of Emak

Sungguh ajaib Allah SWT membuat keadaan fisik seorang emak-emak yang bisa tangguh disaat seluruh keluarga kedatangan paket demam, batuk, dan pilek.

Minggu lalu, bertepatan dengan libur kejepit yang emang udah niat mau cuti, dimulai dari hari Selasa si Mbak yang sakit lambung berefek ga bisa kerja dan istirahat pulang, lalu langsung nelfon Mamih yang segera diimpor dari Bandung. Berkelanjutan hari Rabu, si Ayah yang mulai ga enak badan, dan pas hari libur Kamis, Ayah+Anak1+Anak2 berjamaah demam tepar sampeee hari Sabtu. Padahal ada rencana hari Jumat itu mau survey sekolah buat Anak-1, qadarullah jadi ga kemana-mana, diem aja di rumah. Alhamdulillah, Ibun dan Mamih masih dikasih kesehatan sehingga bisa mengurus semuanya.

Yang paling riweuh sebenernya Anak-2, karena hampir 24jam maunya nemplok melulu, nyenyen melulu, dilepas dikit nangiiiss melulu, ga mau sama yang lain, ga mau makan, ga mau minum susu pendamping, bahkan ga mau minum air mineral. Ayahnya mau ga mau ga bisa rewel dan mengurus dirinya sendiri karena Ibun digeleyoti Anak-2 terus. Anak-1 alhamdulillah rewelnya kalau ngantuk aja, selebihnya walau demam, doi masih bisa main sendiri.

Alhamdulillah, hari minggu, semua demamnya mereda. Tinggal batuk dan pilek parah yang masih mengikuti. Setidaknya, Anak-1 ga susah kalau dikasih obat sama dioles minyak kutus2. Anak-2 udah mau jalan-jalan, walau jadinya gegeleyongan karena kelamaan di gendong. Tapi semuanya masih males makan. Walhasil pada lemes.

Padahal, Ibun ga ada preventif khusus untuk jaga kesehatan. Yaa, paling tiap malem minum dopping vitamin C (kalau inget). Makan masih tetep gorengan, less exercise, kurang tidur, dan mandi air dingin selalu. Tapi, sepertinya sama bagi kebanyakan para seorang Ibu, somehow we can strong enough to handle all the things. Alhamdulillah..

Advertisements

2 Comments

Filed under being a mommy, cerita-cerita

Mama (Tidak) Ambisius

Terinspirasi dari si ig @mamambisius yang suka bikin ngakak karena postingannya begitu satir terhadap kenyataan kerasnya dunia persaingan para mama2 di media sosial. Mungkin klo itu akun muncul ketika masih jaman baru lahir anak ke-1, saya akan merasa tertohok dan terhujam, karena begitu benarnya bahwa segala yang (dirasa/disangka) untuk kebaikan si anak, seyogia nya hanya karena ke-ambisius-an sang mama, hahahaha.

Tapi, karena muncul ketika anak udah 2, yang udah membuang keidealisan dan mengutamakan kewarasan, jadinya bisa dijadiin bahan candaan, dikasih senyum satir aja.

Sesungguhnya, bagaimana cara pandang dan cara menyikapi kita di dunia motherhood ini memang tergantung individu masing2. Mau dianggap pamer/sombong/riya/mengingatkan/berbagi/sebagai memori/dll itu yaa gimana diri kita mau memahaminya aja sebagai yang lihat dan itu urusan individu mama masing2.

Dan sebenarnya, semua anak-anak itu paling lucu, paling ganteng/cantik, paling pintar, menurut orangtuanya masing-masing.. indeed.. wkwkwkk.

Kalau ada yang indah/baik kita tinggal ucapin maasyaAllah/tabarakallah/alhamdulillah.

Kalau ada yang buruk/kesel kita tinggal ucapin subhanallah/astaghfirullah/innalillahi.

Karena pada dasarnya semua yang baik itu dari Allah SWT dan yang Maha Suci hanya Allah SWT (begitu kata Pak Suami).

 

Leave a comment

Filed under being a mommy, cerita-cerita

Kamis, 17 Januari 2019

Permasalahan yang kerap selalu muncul ketika mau menulis blog adalah, tiba-tiba hilang mood atau topik yang mau ditulisnya itu apa. Padahal kalau di KRL, suka muncul topik-topik yang ingin ditulis. Tapi sepertinya selalu menguap dengan keringat dan lelah setelah mendengar “stasiun rawa buntu,, periksa kembali barang bawaan anda,,”

Atau, memang saya ini orangnya introvert kali ya. ga terlalu bisa mengungkapkan perasaan, bahkan sekedar curhat di twitter atau story ig. Sering kukatakan, kadang suka envy sama temen2 yang bisa sepuasnya ngeluarin semuaaa isi pikiran dan hatinya tanpa mentingin siapa yang baca.

Anw, hari ini badan meriang, sepertinya gejala-gejala mau ga sehat. kaki mulai pegel ga jelas. mata panas dan lelah. idung semwiring-semwiring. badan udah susah untuk tegak. udah diusahain tidur siang abis sholat dzuhur tadi, tapi setidur-tidurnya di mushola saat jam istirahat kantor yang limited edition itu, tetep aja ga paripurna. mau ngebayangin tidur di rumah pun kutak berani, karena who-you-know will not let me sleep in peace.

Bagaimanapun, mamak hanya bisa menikmatinya saja. semoga menyeruput segelas kopi dari cafe mba Yuni (:OG nya kantor) akan membuat badan sedikit segar…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

2019 New Year

新年明けましたおめでとうございます。

昨年大変お世話になりありがとうございました。

本年もよろしくお願いします~

Kalimat yang umum diucapin sesama Jepang. Bagi mereka, tahun baru itu kayak lebarannya umat Muslim. Ada acara mudik ke kampung halaman, kumpul keluarga, 挨拶 (aisatsu/greeting), open house untuk menyambut business relatives, makan2 khas menu tahun baru, etc.

Bedanya kan kalo lebaran diawali dengan puasa, Japanis ya tidak. Dan klo hari lebaran itu kan maaf-maafan, Japanis itu mengucapkan “terima kasih untuk bimbingan/kerjasamanya tahun kemarin, dan tahun ini pun mohon bimbingan/kerjasamanya”.

Di kantor, dari 30 orang-an Japanis, yang banyak kerja bareng saya, HANYA 1 orang GM yang waktu akhir tahun kemarin bilang “Dita-san, terima kasih untuk bantuannya selama ini, dan mohon bantuannya untuk tahun depan juga”.. huhuhu, terharu akutu.. sementara GM kandung-ku (tsaah, maksudnya atasan satu divisi) baru bilang pas acara gathering tahun baru di kantor “tahun ini, yoroshikune” sambil nepuk pundak. that’s it.

Anyway, ga afdhol klo tahun baru ga ada target2an. Tahun in target saya :
(1) Merutinkan ngaji dan ma’tsurat (lagi) setiap hari
(2) Qodho puasa tahun lalu (15 hari ada kali)
(3) Makan makanan lebih sehat, ngurangin gorengan dan tepung2an; target turun 5kg
(4) Olahraga – lemah sekali semenjak lahiran anak pertama udah jarang olga, trus anak kedua blass ga olahraga. Spoiler: karena mau persiapan anak ketiga, badan harus bugar dulu nih…
(5) Anak pertama masuk KB/PAUD, bisa naik sepeda, dan berenang (?)
(6) Anak kedua udah toilet training, target umur 2thn lepas pospak
(7) Baca buku.. ddududduduu..

Di list dulu aja ya, namanya juga target tahun ini, mwihihihi.

Doakan saya yaa!

 

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, memoar jepang, saya

2018 End Year

Ya ampuun, tahun kemalasan nulis blog sekali ini..

sebenernya udah sering buka blog, buka menu “write”, tapi lama termenung.. apa yang mau ditulis? bingung sendiri..

apakah kuharus ikut 30days writing challenge gitu biar terinspirasi menulis?

eniwei, ga nunggu 2019 sebagai resolusi, mamak langsung bergerak untuk melakukan perubahan terkait jam tidur bocah boy di rumah. Yang biasanya bangun siang, tidur sore, dan tidur lagi tengah malem, menyebabkan kepala mamak pening, akhirnya dipaksa untuk bangun sepagi mungkin, tidur siang beneran siang, dan bisa tidur malem lebih cepet.

metodenya simpel, gendong si Aa ke stroller dan ajak jalan-jalan keluar rumah. liat ayam atau dog, atau sekedar muter-muter komplek aja. yang penting anaknya bangun.

alhamdulillah, udah seminggu ini berhasil. tidur malem lebih cepet dan gampang diajak tidurnya juga. keliyengan mamak berkuranglah, karena adek masih nenen semaleman, yang tetep belum bisa bikin tidur cantik maksimal.

bhaiquelah, menulis ini pun tidak maksimal karena kepotong-potong ngerjain tugas kantor.. see you in 2019! insyaAllah.. semoga lebih produktif menulis yang bermanfaat!

Leave a comment

Filed under being a mommy, cerita-cerita