Category Archives: tempat wisata

Work to Karimun Jawa (4)

Menjelang maghrib sehabis liat sunset, saya dan Gatot-kun ga langsung ke homestay. Kami diajak Pak Qosim (leader electric construction) untuk liat bintang di salah satu bukit. Katanya disana bagus banget kalau liat bintang. Pas juga malam ini cerah, bintang udah banyak bermunculan. Kebayang indahnya langit malam dipenuhi bintang dari tempat tinggi (jadi inget waktu kemping di Ranu Kumbolo tahun lalu, malem harinya dipenuhi bintang dan serasa deket banget). Pemandangan bintang di malam hari memang hanya puas dinikmati oleh mata tanpa lewat kamera apapun. Tapi kami harus menunggu Pak Taqim yang mengantar para japanis ke hotel masing-masing. Katanya jam 8 sudah selesai. Jadi kami dinner ikan segar bakar, cumi bakar, dan kelapa bakar di Alun-alun Karimun dulu. Beralaskan terpal, beratapkan langit. Pastinya jauuuuh lebih nikmat dan enaakks daripada ikutan dinner dengan japanis di resto.
IMG_8159

Nunggu Pak Taqim lama banget ga dateng-dateng. Kami pindah ke sofa depan SD untuk duduk dan ngobrol. Gatot-kun udah senderan dan ngilang tidur. Ga lama, saya juga ikutan nyender dan akhirnya tidur juga. Parah ngantuk dan capeknya. Pak Qosim dan anaknya balik ke homestay duluan. Pas saya bangun, tetep aja Pak Taqim belum dateng juga. Karena udah malem, saya ajak Gatot-kun balik ke homestay aja. Sampe disana, kami langsung masuk kamar masing-masing. Saya bersih-bersih dan langsung rebahan di kasur, badan serasa remuk ingin segera tidur. Jam 10 malem, Pak Qosim ketuk-ketuk pintu kamar ngajak ke bukit liat bintang karena Pak Taqim udah dateng. Oh no way, ga kuat mata untuk melek. Jadinya saya harus skip liat bintang dari bukit kali ini, hiks. Maybe next time, insyaaAllah.

Minggu, 22 Juni 2014
Diwanti-wanti pak Taqim kalau kami semua harus berada di dermaga jam 5 subuh. Pasalnya, kapal Feri bakalan berangkat lebih awal. Yang biasanya jam 8, jadinya jam 6. Karena banyak turis yang harus diangkut hari itu, efek dari hari kemarin kapal cepat ga bisa beroperasi meninggalkan banyak turis di Karimun. Jam 5 subuh, saya dan Gatot-kun udah keluar homestay, jalan menuju dermaga. Pak Qosim dan crew-nya malah udah dari jam 3:30 keluar dari homestay. Sesampainya di dermaga, udah banyaakk orang yang dateng dan Menuhin Feri. Rombongan Japanis pun ternyata udah semua ada di dalam Feri. Kami cari tempat untuk duduk bareng dengan turis lainnya. Ga ada special seats untuk VIP japanis. Semua udah full. Jadinya harus mau ikutan mindang di dalam Feri.
IMG_8162

Tepat jam 6 pagi kapal Feri berangkat. Lebih enak daripada kapal Express Bahari, apalagi kapal nelayan, karena guncangan ombaknya hampir ga kerasa. Awalnya saya dan Gatot-kun duduk bareng japanis di bawah feri, tapi Kobayashi san dan Kikuchi san bilang kalo di dek Feri lebih kosong dan pemandangannya lagi bagus. Yasudahlah, jadinya saya dan Gatot-kun gabung mereka ke dek kapal. Indeed, pagi hari sisa-sisa sunrise di laut memang masih terlihat bagus banget. Langit super cerah pula. Kami foto-foto sebentar, lalu duduk di dek dan ngobrol. Ga lama, bertumbanganlah Kobayashi san dan Gatot-kun. Disusul Kikuchi san, kemudian terakhir saya ikutan juga tiduran di dek kapal. Sampai panas matahari bikin kami semua terbangun.
IMG20140622003

1 jam menuju sampainya kami di dermaga Jepara, kami turun ke bawah kapal untuk siap-siap ambil barang dan mengantri depan pintu keluar Feri. Total perjalanan 4,5 jam, Alhamdulillah lancar. Jam 11 siang kami sudah di dermaga dan dijemput oleh 5 mobil sewa. Kami bagi-bagi mobil. Saya kebagian semobil dengan Mochida san dan Yoshii san, karena harus duluan berangkat ke Semarang ngejar flight mereka yang jam 15:30. Padahal saya sendiri baru flight jam 17:45 bareng Yao san, dll. Ada beberapa rombongan Iida san dan Kawahara san yang tinggal di Jepara sehari lagi untuk meeting dengan pemda Jepara. Sisanya, pulang hari itu. Mobil Yao san, Tanaka san, dan Urakawa san menyusul ke Semarang dengan sebelumnya lunch di Jepara. Mobil Gatot-kun, Kikuchi san, dan Matsushita san, setelah lunch mampir ke tempat pengiriman barang untuk kirim barang-barang ke Jakarta. Saya yang berangkat duluan belum sempet lunch. Tapi perjalanan ternyata lancar jaya. Kami sampai semarang lebih cepat, jadinya bisa lunch dulu.

Di bandara, saya ngurus check in Mochida san dan Yoshii san. Lalu menyusullah Yao san, Tanaka san, dan Urakawa san. Karena masih ada waktu jadinya tiket Tanaka san dan Urakawa san diganti lagi jadi ikutan jam 15:30. Berangkatlah mereka ber-4 duluan ke Jakarta dan langsung flight Jepang malam harinya. Saya dan Yao san, sudah lega dan duduk di café beli minum dingin. Ga lama rombongan Gatot-kun, Kikuchi san, dan Matsushita san datang bergabung dan pesan minuman. Selagi menunggu boarding, kami ngobrol-ngobrol becandaan dan Yao san bilang kalau mau acara bebas sendiri-sendiri juga silakan. Kikuchi san dan Matsushita san yang dapet reschedule di kelas bisnis, bisa nunggu di lounge GA. Yao san entah kemana. Saya diajak Gatot-kun, yang orang asli Semarang dan maniak pesawat, ke anjungan bandara untuk liat pesawat-pesawat datang dan pergi sambil denger cerita Gatot-kun tentang hobinya terhadap pesawat dengan semangatnya.
IMG_8163

Sampai waktu boarding tiba, kami bergabung lagi semua di gate, dan masuk ke pesawat. Duduk di seat masing-masing, dan tibalah pesawat lepas landas meninggalkan bandara Achmad Yani, Semarang. Dadah-dadah dengan Semarang dan pengalaman full 2 hari di Karimun. See you next month! InsyaaAllah.
IMG20140622007

IMG20140620015

The End!

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, pantai, tempat wisata

Work to Karimun Jawa (3)

Sabtu, 21 Juni 2014
Pagi jam 6 udah stenbay untuk check out hotel karena ada acara pre-ceremony di SD Karimun Jawa. Bertepatan dengan pembagian rapor anak-anak SD-nya, tim instalasi ini bikin acara ‘surprise’ menyalakan lampu LED dan kipas angin di salah satu kelas tempat anak-anak SD berkumpul. Acara dimulai jam 7:30, dibuka dengan sambutan dari kepala sekolah, lalu Tanaka san, Iida san, Kawahara san (selaku ketua instalasi ngasih tau do’s and don’ts terhadap si kontainer), dan terakhir Yao san. Acara lainnya nonton iklan Panasonic melalui proyektor yang sumber listriknya dari kontainer, dan ada penampilan tarian tradisional persembahan dari anak-anak SD Karimun Jawa untuk bapak-bapak japanis. Acara berakhir jam 8:30.
IMG_8147

Sebenernya hari ini hari paling menarik. Karena kapal Express Bahari yang seharusnya kami tumpangi sehari sebelumnya ternyata mengalami kerusakan dan jadi ga bisa berlayar. Karena banyak japanis yang harus pulang ke Jepang malam hari ini, diputuskanlah pada saat dinner di Jiwa Quest untuk sewa kapal cepat pribadi versi lebih kecilnya, bisa mengangkut 12 orang tapi yang harus pulang adalah 9 orang saja. Sisanya memutuskan untuk pulang hari Minggu pake kapal Feri.

Nah, jam 9 udah janjian dengan pihak pemilik kapal di dermaga terdekat. Kami udah kumpul di dermaga, Taunya ada info kalo si kapal cepat kecil ini ga bisa berlayar juga. Bukannya ngabarin dari malem lalu, mendadak begini jadi bikin makin riweuh. Keputusan terakhir adalah sewa kapal nelayan. Eng-ing-eng, yoii, pake kapal tradisional nelayan. Estimasi menempuh 5 jam dari dermaga Karimun Jawa ke dermaga Jepara. Setelah melihat kapal nelayan, berguguranlah yang mau naik. Asalnya 9 orang, jadi 7 orang (Saya, Gatot kun, Yao san, Tanaka san, Urakawa san, Mochida san, dan Yoshii san). Mereka yang kudu pisan pulang Jepang malem ini. Tadinya mau cancel aja, semua ga jadi berangkat. Tapi si kapal nelayan keburu dateng yang ketentuannya kena charge kalau udah dipanggil. Pake perlu ‘ngiceupan’ petugas pelabuhan dulu pula gara-gara perahunya bukan dari teritori dermaga tersebut.
IMG_8148

Jadilah kami ber-7 naik kapal nelayan. Wajib pake safety jacket dulu sebelum naik kapal. Kami ber-7 ditambah 3 orang nelayan udah naik dan siap-siap lepas landas. Udah dadah-dadah sama temen-temen yang di dermaga. Sampe di kapal berangkat dan dermaga terlihat menjauh. Selama perjalanan, kapal dihempas ombak cukup keras. Karena si kapal nelayan ini kecil dan tradisional, kerasa banget Swing kanan, swing kiri, mirip-mirip naik wahana perahu air di dufan. Setelah 1,5 jam perjalanan, tiba-tiba, mesin kapal mati doongs. Kapal berhenti di tengah laut. Mulailah pada nanya ada apa. Si nelayan ada yang ngecek mesin kapal. Ternyata ada kerusakan di selang supply air di mesin utama. Sebenernya masih ada 2 mesin sekunder, tapi daya-nya tetep ga sekenceng mesin utama. Karena perbaikan pun tak kunjung beres, akhirnya diputuskanlah untuk balik ke dermaga Karimun. Pertimbangannya, perjalanan ke Jepara masih 4 jam lagi, sedangkan kapal hanya di support mesin sekunder yang jalannya lelet. Bisa ada kemungkinan di tengah jalan lagi mesin sekundernya mati. Kalo udah gitu gimana coba? Di tengah laut, tanpa alat komunikasi apapun. Oke lah, the japanese said back to Karimun port saja. Selama kapal berhenti waktu mesin utama dibenerin, ternyata hape masih dapet sinyal. Saya pun ngehubungin yang diujung barat pulau untuk bersiap kalau ga ada kabar aja sampe besoknya, segera panggil tim SAR, ahaha.
IMG20140621006

Selama setengah jam, sang nelayan belum bisa bikin mesin utama nyala lagi. Jadinya kami balik ke dermaga Karimun dengan mesin sekunder. Tepat jam 12 siang, kami udah ada di Karimun dan dijemput oleh Pak Taqim menuju SD Karimun Jawa 01. Ngerasa lucu banget karena awalnya udah pamitan dadah-dadah, taunya balik lagi ketemuan dengan temen-temen yang lain. Pada bilang ‘okaeri’ 😀

Cerita belum selesei. Kerja yang sebenernya baru dimulai. Yaitu reschedule tiket pesawat. Jadwal kami yang seharusnya flight Semarang – Jakarta sore ini, harus diganti jadi besok. Secara saya yang bisa bahasa Indonesia dengan lancar (yaiyalaah orang asli Indonesia), jadinya saya yang bekerja untuk ngehubungin agen travel dan pesawat GA untuk reschedule tiket. Seharusnya reschedule ini bisa lebih mudah kalau agen travel bisa stenbay. Tapi, karena hari ini adalah hari sabtu, jadinya agen travel perusahaan hanya buka setengah hari. Jadilah saya harus ngehubungin ticketing GA langsung dengan prosedur cukup lama. Makin ribet lagi karena pembayaran cancellation fee harus dibayar hari itu juga. Kalau engga, kami ga kebagian tiket untuk hari minggu. Udah Full bo! Kartu kredit ga bisa, agen travel udah tutup, orang kantor ga ngerti juga, jadinya ngerepotin salah satu direktur WD, Murata san, untuk dateng ke konter ticketing GA di Jakarta dan bayar cancellation fee kami semua. Telfon sana, Teflon sini, telfon lagi, telfon terus. Sampe akhirnya, Alhamdulillah cancellation fee udah dibayar, kami dapet reschedule ticket untuk keberangkatan dari Semarang ke Jakarta hari Minggu sore.

Yang lain udah santey, udah bisa jalan-jalan beli souvenir, beli kaos Karimun Jawa dan dipake langsung, terus foto-foto. Saya? Belum selesei yaa kawans. Masih ada 1 orang japanis yang bermasalah ticketing-nya, Yoshii san. Saya masih ngurusin kepastian beliau untuk dapet tiket balik Jakarta esok harinya. Kasian juga Yoshii san ini karena jadinya ‘dibully’ sama Yao san, dibilang ga bisa pulang Jepang dan harus stay di Karimun, ihihihi. Dengan muka memelas dan ekspresi mengenaskan, mohon-mohon berdoa biar daoet tiket balik Jakarta. Saya masih ngusahain, tapi emang ada masalah dengan nomor tiket lama dia yang udah terganti dengan nomor baru. Akhirnya, masih dengan bantuan Murata san dari Jakarta, saya bisa dapet nomor tiket barunya dan reschedule flight utk Yoshii san. Alhamdulillah.. selesailah semua urusan tiket yang cukup melelahkan itu bertepatan dengan sunset. Kepulangan ke Jepara insyaAllah udah fix ikut kapal Feri esok harinya. Saya memilih untuk pisah dari rombongan japanis yang akan dinner di salah satu resto, dan memilih minum air kelapa muda di alun-alun dan menikmati sunset hari kedua di Karimun ini. Otsukaresamadeshita.
IMG20140621009

Oya, sebenernya selain problemo tiket pesawat, juga tempat nginep untuk semalem extend itu. Hotel udah penuh karena wiken udah berdatanganlah turis baru. Kamar kosong diprioritasin untuk tetua japanis. Saya dan Gatot-kun, sebagai orang lokal, jadinya dapet di homestay, yang menurut saya malah lebih nyaman daripada di Hotel.

… (to be continued)

1 Comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, pantai, tempat wisata

Floating Market, Lembang

Late post.. takpapa lah yaa, daripada tidak sama sekali.
IMG_7818

Cerita Jumat, 31 Januari 2014
Hari libur Imlek ini udah direncanain cukup lama pengen ke Floating Market, Lembang. Tadinya kaan ada yang mau dateng liburan ke Bandung dari Surabaya gitu deh. Padahal mau ajak jalan-jalan ke Floating Market. Tapi keabisan tiket kereta jadinya ga jadi dateng (sebel to the max!) But the holiday must go on. Karena rencana awalnya juga mau bareng keluarga yang udah dijanjiin dari lama pengen pergi ke Floating Market. Jam 8 pagi (ngaret dari rencana jam 7 pagi), saya sekeluarga (minus adik saya yang pertama karena as I mentioned before bahwa dia ga mungkin mau bangun pagi-pagi di hari libur kalau ga bener-bener menurut dia penting banget) berangkat menuju Floating Market, Lembang. Sengaja dari pagi, karena mengantisipasi macet ke arah Lembang dan tujuannya sekalian sarapan disana. Alhamdulillah, cuaca lagi cerah pake banget. Jalanan masih lancar dan sampe dengan selamat walafiat di kawasan Floating Market.
IMG_7810
IMG_7811

Pertama kali masuk, kami bayar tiket per-orang IDR 10k dan parkir mobil IDR 5k. Tiket ini bisa dituker sama welcome drink, coffee latte/hot chocolate/lemon tea. Sistem pembayaran di Floating Market, kalau mau beli-beli makanan atau main wahana anak-anak, pake koin-koin gitu. Ada yang koin 5000 dan 10000. Harga-harga makanananya juga kelipatan bulat 5000 sih. Masuk ke dalam Floating Market, udah dikasih danau (buatan) yang luas. Ternyata udah banyak juga pelancong yang dateng dan main perahu. Ngerasa seger, karena tempatnya enak, terbuka, dibuat se-alami mungkin, bersih, cerah, dan tentunya bukan suasana kantor lah yaa. Setelah tukar uang jadi koin, saya dan keluarga menuju ke tempat kulinernya.
IMG_7809
IMG_7813
IMG_7812
IMG_7840

Di tempat kuliner ini, penjual-penjual makanan berjualan di atas perahu kecil yang terparkir berderet rapih di pinggir danau. Hampir semua jenis makanan ada. Terutama cemilan-cemilan tradisionalnya. Seru sih liatnya, saking banyaknya sampe bingung milih mau makan apaan, bolak-balik dari ujung ke ujung. Jadi, Floating Market disini konsepnya bukan pasar tradisional yang berjualan di atas perahu-perahu kayak di Kalimantan, tapi yang terapung disini ’warung-warung’ makanannya.
IMG_7832
IMG_7834
IMG_7837
IMG_7846
IMG_7864
*Semua jenis olahan makanan dibeli. Digoreng (pisang goreng), dibakar (ketan bakar), dikukus (dimsum), alami (lotek)*

Abis makan, kami ga lama-lama duduk di daerah kulinernya, karena pemandangannya seperti foodcourt. Kami keluar jalan ke tempat-tempat lain yang lebih terbuka dan bisa liat pemandangannya, sekalian Ayah mau jumatan juga. Sambil nungguin Ayah, kami duduk-duduk di kursi tenda yang menghadap ke danau. Cuaca cerah dipake foto-foto dan minum yang seger-seger. Lalu jalan-jalan ke toko-toko souvenir yang berderet di dalam kawasan wisata. Sempet liat perform angklung juga.
IMG_7894
IMG_7878
IMG_7895
IMG_7901
IMG_7909

Sehabis Ayah selesai jumatan, sekitar jam 13:30 kami akhirnya mutusin untuk selesai juga dari Floating Market dan pergi ke Pasar Sayur & Buah Lembang. Mata langsung ijo liat sayuran hijau segar berderet-deret.

Overall, imo, Floating Market is recommended family-holiday-place to visit. Apalagi kalau cuacanya lagi cerah. Tempatnya enak, seger, fasilitasnya bersih dan rapi, pelayanannya oke, beragam pilihan kuliner, dan banyak variasi jenis wisata lainnya.
IMG_7826
IMG_7825
IMG_7819
IMG_7824
IMG_7910

1 Comment

Filed under jalan-jalan, keluarga, tempat wisata

Kota Bunga Nusantara, Puncak

IMG_20140112_110734

(edisi narsis) Masih berlanjut kegiatan wiken kali ini. Hari minggunya, masih ada undangan makan-makan keluarga dari keluarga yang nikahan malam lalu. Tapi saya dan Boti (adik bungsu saya) diajak sama sepupu yang cewe pergi ke Kota Bunga Nusantara, di kawasan Puncak. Dia pergi nemenin calonnya untuk survey lokasi foto pre-wedding. Daripada ikutan makan-makan dan karaokean para pakde dan bukde, saya ama Boti sih mending ikutan ke Kota Bunga Nusantara, selain belum pernah kesana juga. (Adik saya pertama udah jelas ga akan mau pergi kemana-mana kalau kegiatannya pagi-pagi. Holiday? Sleeping is the most priority for her)
IMG-20140113-WA0019

    1. (*pertanyaan sepanjang jalan di taman: iklan apaan sih yang jinglenya ini?* bunga-bunga dimana-mana)
  • Rencananya kami berangkat itu jam 05:30. Guess what? of course impossible. Udah tau banget kebiasaan adik-adik saya dan sepupu-sepupu itu ga mungkin banget bisa bangun pagi kalau libur. Pengalaman dari kecil sampai sekarang, ga akan mungkin terwujud janji-janji berangkat kemana-mana pagi hari itu. Kecuali kalo Pakde udah teriak-teriak yang kedengeran seantero rumah. Apalagi malemnya kami tidur abis tengah malem. Kalau saya, karena udah biasa abis sholat subuh ga bisa tidur lagi, jadi selalu bertugas bangunin adik-adik dan sepupu-sepupu, sambil bantuin nyuci piring *teuteup hobi nyuci piring*. Aktualnya, kami pergi jam 7 pagi, setelah calonnya sepupu saya dateng ngejemput.
    1389612181735

    1. (Ini dia bareng sepupu cantik *muka-muka yang masih ngantuk*)
  • Sebenernya cuaca lagi mendung. Prediksi bakalan hujan, jadinya kami dibekelin payung sebelum berangkat. Udah lama juga saya ga ke puncak, ada mungkin 5 tahun ga lewatin Puncak. Semenjak ada tol cipularang untuk akses ke Bogor, jadi ga pernah lewat Puncak lagi. Perjalanan Bogor kota sampai Puncak, masih lancar. Angin lagi sejuk-sejuknya, masih terlihat kabut tebal diatas pegunungan, udara masih seger. Ternyata akses kesana agak sulit, ga ada petunjuk jelas dari jalan utama Puncak yang kearah Cianjur. Sekitar 1,5 jam kemudian, kami sampai di kawasan Kota Bunga Nusantara. Sebelum masuk, kami sarapan dulu, jagung rebus :9
    IMG20140112001

    1. (Taman Perancis)
  • IMG-20140113-WA0007

    Masuk ke Kota Bunga Nusantara, kami harus beli tiket dulu, IDR 30k. Kalau mau naik Tram-nya, nambah lagi IDR 10k. Tapi kami mau jalan santai aja, menikmati bunga-bunganya. Karena masih pagi, jadi masih sepi, kami mulai jalan-jalan di kawasan Kota Bunga yang me liked it! Cuaca yang sejuk, pemandangan yang seger, bunga-bunga yang indah, lingkungan yang bersih dan rapih. Lagi kangen juga sama suasana alam, jadinya pergi ke Kota Bunga ini was a good idea. Konsep Kota Bunga Nusantara ini ada beberapa spot taman yang mengikuti gaya taman di negara-negara dunia. Ada taman Perancis, taman Amerika, taman Jepang, taman Indonesia (yang diwakili gaya Bali), rumah kaca, taman labirin, taman Mawar, taman Dahlia, taman bermain anak-anak, danau yang penuh dengan angsa, dan banyak spot untuk piknik keluarga. Rekomended banget untuk yang mau liburan dengan konsep fresh. Tapi perjalanan kami keliling taman ga lancar, beberapa kali terhenti harus meneduh karena hujan. Sampe sempet ketiduran di saung *ngantuk bangeeetts*.
    IMG_20140113_214719

      (saung yang sukses bikin saya ketiduran)

    IMG_20140113_162007

    1. (Taman Amerika)
  • IMG_20140113_161349

    1. (Rasanya tenang banget duduk di pinggiran kolam)
  • Perjalanan keliling taman sampai siang. Pas banget udah keluar gerbang, hujan turun deras. Puncak semakin dingin dan berkabut. Sebelum turun pulang, kami singgah dulu di pinggir warung di Puncak untuk makan siang dengan mi baso dan sekoteng. Widdiih, turun dari mobil, saking dinginnya Puncak, nafas kami pun sampe ikutan berkabut alias berasap. Makan baso kuah panas-panas, ditambah sekoteng jahe hangat, perfekto! Ga lama, abis makan kami melanjutkan perjalanan pulang ke Bogor. Tapi rezeki banget kami harus kena tutup jalan Puncak, yang mengakibatkan kami stuck kena macet total selama 5 jam. Selama itu pula kami kedinginan parah di mobil (karena ga bawa jaket), ngantuk-ngantuk mati gaya, karaokean lagu-lagu jadul, semua plang tulisan dibacain dan dikomentarin, sampe edisi curhat kiat-kiat ‘move on’ #halah. Walhasil, yang seharusnya jadwal pulang ke Bandung itu siang hari, karena kami baru nyampe maghrib, jadi baru pulang ke Bandungnya jam 7 malem.
    IMG_20140113_161005

    1. (Taman Jepang yang memang Jepang banget)
  • IMG_20140113_161845

    1. (Ngumpet dari kelinci raksasa, hohoho *edisi narsis karena adik saya ga mau fotoin kalo saya ga difoto juga*)
  • Si hujan masih setia banget turun dengan derasnya. Mamah sampe heran, kok bisa di Bogor ini hujan turun full day, tanpa berhenti *namanya juga kota Hujan, Mom*. Baik banget deh Allah ngasih waktu untuk berdoa terus sepanjang hari. Sampai di Bandung tengah malem, karena ayah nyetirnya selow sekali. Alhamdulillah, sampai dengan aman dan selamat. Lalu, dua hari libur senin-selasa ini, dinikmati dengan ngulet di rumah aja. Cuaca Bandung lagi oke banget untuk berhibernasi, hihiy.
    IMG_20140113_162522

    1. (Siapa yang mau nemenin duduk?)
  • 5 Comments

    Filed under jalan-jalan, tempat wisata

    [29/31] Where I Have Travelled

    Perjalanan saya mengenal traveling/camping/hiking semenjak SMA di Karisma. Setiap 1-2 bulan sekali selalu ada rihlah ke gunung, dan di akhir semester selalu ada kemping. Diluar kegiatan Karisma, sama temen-temen Karisma suka ‘kabur’ ke daerah wisata alam.
    1. Jawa Barat; sepertinya sudah 90% kota di Jabar disinggahi.
    2. Jawa Tengah; Yogyakarta (standar karyawisata anak sekolahan). Solo, Magelang
    3. Jawa Timur; (bersyukur banget Allah sudah kasih rezeki ke saya untuk bisa tinggal disini. I met people who love to traveling and adventuring. Moreover, Jawa Timur’s sceneries are truly beautiful) Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Gresik, Lumajang, Mojokerto, Malang, Situbondo, Madura.
    4. Bali; Seharusnya ga masuk itungan sih, karena kesini waktu SD kelas 4, ikut rombongan rekreasi dari kantor mamah. Jadi ga begitu kerasa.
    5. Sumatera; baru ke Lampung (waktu itu bantuin lembaga training ‘Teratai Jauh Indonesia’ isi sanlat Ramadhan sekolah Akbid)
    6. Belitung; Obviously, my mom’s home town.
    Ternyata, masih sedikit sekali saya traveling di Indonesia. Kalimantan, Sulawesi, Lombok, dan pulau-pulau lainnya belum dicicipi nih.

    Alhamdulillah, dikasih rezeki juga sama Allah untuk bisa merasakan hidup di luar Indonesia. Mengalami negara 4 musim, dengan kultur, bahasa, kuliner, yang berbeda cukup jauh. Kalau luar negeri pernah ke:
    1. Jepang
    2. Korea
    3. Malaysia
    Ternyata, masih sedikit juga, hehe. Tapi tetap bersyukur karena termasuk sedikit golongan yang dikasih kesempatan untuk bisa merasakan ke luar negeri. Untuk sekarang memang pikir-pikir banget kalau ada ajakan traveling ke luar negeri, karena merasa bersalah kalau udah kemana-mana negara lain tapi belum ke Mekkah. Jadi biaya traveling ke luar negerinya lagi dikumpulin untuk diprioritaskan Umroh dulu. Semoga Allah memberikan saya izin untuk berkunjung ke Mekkah-Madinah secepatnya. Aamin.

    Leave a comment

    Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, tempat wisata