Monthly Archives: May 2013

Flashback

Oke, hari ini di kantor lagi ga produktif.
Secara sang Babeh ga masuk karena sakit (hati #eh).
Beberapa tugas udah selesei dan tinggal follow up.

karena begitu luangnya waktu, saya baca-baca lagi postingan blog saya dari awal.
ya ampun, natsukashii.
Cerita-cerita masih jaman sangat polos dan lurus (sekarang udah banyak warna dan belok-belok,hihi)

sesekali berguna juga flashback ke masa lalu.
Ngebayangin lagi dulu itu saya seperti apa, lingkungan saya gimana, aktivitasnya ngapain, dll.
di evaluasi apa yang berubah, apa yang lebih baik, apa yang malah jadi jelek.
Yang saya sadar, jaman dulu lebih produktif nulis.
Semuaaaaa diceritain, walau beneran ga penting.
Lebih banyak lagi hal yang di ceritain di blog multiply.
Tapi sekarang kan udah tutup.
Seakan sampai multiply pun ingin membantu saya untuk melupakan kisah-kisah indah yang terlalu pahit untuk diingat lagi #tssaaahhhh

Flashback ke masa lalu saat semuanya masih ideal dan terlalu nyaman.
paling tidak saya ternyata pernah merasakan saat-saat semuanya aman dan tenang.
Menjadi bagian yang bermanfaat dan berkontribusi.
Walau mungkin untuk saat ini, semuanya sudah terlupakan dan dilupakan.

(edisi hari yang mendung bikin mood juga mendung)

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Hingga saat itu semua

Saya di masa depan ingin seperti apa? Ingin jadi apa?
Apa yang ingin saya kerjakan?
Apa yang ingin saya kejar?
Apa yang membuat saya puas?
Apa yang membuat saya nyaman?
Apa yang membuat saya bahagia?
Apa yang hanya saya sendiri bisa lakukan?
Apa yang ingin saya berikan untuk orang-orang tersayang?
Apa yang paling ingin saya lakukan?
Apa yang saya yakini?

Ketika semua pertanyaan “apa” itu terjawab,
lalu “bagaimana” harus dijawab juga, untuk dilakukan.

Hingga saya sudah bisa menjawab dan melakukan hingga baik dan benar,
Hingga saya puas atas usaha yang diatas rata-rata orang lain.
Hingga saya berhasil bersabar dengan produktif.
Hingga saya tak berhenti berdoa.
Hingga saya paham, bahwa hidup ini adalah untuk mempersiapkan akhirat.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Berhati-hatilah

Saat ini tentu saja sangat jauh berbeda dengan waktu dulu.
Jaman kuliah dulu, s1 maupun s2, bisa bebas mau main dengan siapa aja. Mau jalan-jalan, makan, nonton, sms-an, cetingan, telfonan, banyakan atau hanya berdua aja (terutama sama cowo), bakalan biasa aja. Karena berada di lingkungan yang sama cara pandangnya. Sama prinsipnya. Sama latar belakang pengetahuan sosial dan agamanya. Walau pada dasarnya sifat kami sangat heterogen.
Lingkungan yang bebas bergaul dan berteman dengan siapa aja, selama kami paham batasan interaksi antar lawan jenis. Yang ga sampe harus ada kontak fisik.

Lingkungan saya dulu, baik di rumah, kampus, maupun organisasi, sangat jarang mikir tentang berbagai kepentingan. Baik politik, karir, ekonomi, apalagi harus sibuk ngegosip tentang hubungan cinta seseorang.
Ya pasti ada juga kadang-kadang mendadak heboh kalo dapet berita yang langka. Tapi biasanya langsung dikonfirmasi dan ga berbuntut panjang. Lebih baik cari solusi daripada bikin capek dengan yang ga jelas.
(Beda cerita sih kalo udah urusan politik kampus. Udah persis miniaturnya politik Negara Indonesia).

Sekarang harus bisa lebih menjaga diri. Menjaga sikap dan terutama ucapan.
Berada di lingkungan yang mungkin sebenarnya ga baru, karena saya udah 7 bulan berada di budaya Timur ini, tapi sepertinya cukup berbeda dengan budaya di Barat sana. Atau apa karena dulu di lingkungan idealis mahasiswa sekarang udah di lingkungan realitas masyarakat?

Sekalinya pergi keluar sama seseorang, langsung dibikin geger. Padahal niatan cuman ingin jalan-jalan refreshing atau mumpung ada yang nemenin makan bareng, daripada sendirian.
Dari dulu saya terbiasa makan ga bisa sendirian. Kalo ga sama keluarga, di kampus pasti nyari temen untuk makan bareng. Begitu juga dengan temen-temen yang lain, lebih baik makan barengan atau minimal berdua.
Sekalinya saya makan sendiri, pasti serabutan ga jelas. Ga mood makan bener dan lebih milih ngemil aja seharian (seperti sekarang yang akhirnya bikin jadi gendut, fufufu).
Jadi klo ada yang ngajak makan bareng, saya biasanya oke-oke aja. Lebih enak makan ada temen ngobrolnya daripada sendirian culang-cileung.
Aah, jadi kangen sama Peto, yang suka nongol di lab untuk ngejemput saya nemenin dia makan.

Atau (katanya) kalau ada yang tau jalan-jalan sama makan bareng dengan ‘atasan’, bisa disangka ingin cari muka biar gampang naik karirnya.
Makanya sekarang harus hati-hati banget cerita atau bergaul dengan yang lain.
Bisa-bisa terlalu polos keceplosan cerita ini itu, ga beberapa lama kemudian beredar gosip-gosip ga enak.
Bisa ala bocah SMP yang malah diceng-cengin, atau ala pejabat yang malah nyinyir. kenapa orang-orang ini suka kepo aja sik??? Tapi mungkin beginilah realitas.

Harus lebih jaga sikap, jaga ucapan (baik lisan maupun tulisan). Karena lingkungan yang sekarang berbeda dengan lingkungan dulu. Berbeda cara pandang dan interaksinya. Ga bisa sebebas dulu mau jalan dengan siapapun tanpa khawatir ada yang mikir aneh. Ga bisa juga jadi diri saya yang dulu, suka ga mikir apa-apa nerima undangan yang ngajak jalan atau makan.
Harus sangat hati-hati, ga bisa egois mikir diri sendiri tapi mikirin juga lingkungan sekitar sekarang.
Lebih hati-hati, apalagi karena sebagai muslimah harus bisa jaga diri. Karena Islam sudah mengatur bagaimana interaksi antar lawan jenis yang sebaik-baiknya. Ya itu untuk menghindari dari segala macam gosip bahkan fitnah.

Selamat datang (lagi) di pertarungan realitas masyarakat.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Finally, Family Holiday (2) – Bromo & Madakaripura

Jumat, 10 Mei 2013
Tepat pergantian hari, walau baru tiduran sebentar, tapi kami sekeluarga udah semangat siap-siap menuju Bromo.
Jemputan mobil travel kami datang jam setengah 1 dini hari, kami pun langsung naik mobil dan melanjutkan tidur, huehue.
Perjalanan Bangil-Bromo hanya 1 jam lebih. Kami ga langsung ke daerah Bromo-nya, karena kalau mau kesana harus naik Jeep.
Sebelumnya saya udah booking Jeep wisata Bromo.
Dengan harga Rp 600.000, Udah diajak ke Pananjakan Bromo liat sunrise, Padang Savana, Padang pasir, dan Pura di kaki Gn. Bromo.

Karena masih agak kecepetan dateng ke rumah supir yang nyewain Jeepnya, jadi kami ngobrol-ngobrol dulu sambil siap-siap pakaian hangat komplit dengan sarung tangan tutup kepala.
Udara memang udah dingin, karena kami berada di daerah kaki Gunung. Apalagi nanti di Pananjakan Bromo, yang katanya jauh lebih dingin lagi.
Alhamdulillah, cuaca lagi cerah. Jadi ada kemungkinan sunrise akan bagus sekali.

Jam 2 lebih kami berangkat menuju Pananjakan Bromo, spot utama yang umum dipakai untuk berkumpulnya para turis untuk lihat sunrise dan gunung Bromo dari jauh.
Jam 3 kami sampai di gerbang awal Bromo. Kami bayar Rp 3000/orang untuk tiket masuk dan Rp 4000 untuk Jeepnya.
Salah satu keuntungan datang lebih pagi ke Pananjakan Bromo itu parkir Jeepnya bisa ga jauh dari spot utama.
Karena harus jalan kaki agak nanjak juga kalau mau ke spot melihat sunrise-nya.
Ternyata di tempat tersebut udah banyak berkumpul turis-turis yang lain. Berhubung memang lagi musim cuti kejepit juga, jadinya makin banyaklah yang datang berkunjung.
Ga hanya turis lokal, turis interlokal juga banyak. Banyak bule yang rata-rata dari Eropa. Perancis lebih tepatnya.
Semakin menjelang subuh, turis yang berdatangan pun semakin banyak dan spot melihat sunrise jadi penuh sesak.
Cukup lama kami menanti terbitnya matahari di ufuk Timur sambil kedinginan dan akhirnya beli minuman panas.

Jam 4 lebih, masih belum juga ada tanda-tanda fajar akan menyingsing. Padahal udah masuk waktu subuh.
Jadi kami sholat subuh di pendopo dekat spot.
Masih belum terlihat apa2 juga.. krikkrikkrik.
Barulah sekitar jam 5 mulai ada warna orange, kuning, merah, di ufuk Timur.. So excited!

Beberapa lamanya menanti terbitnya matahari hingga terlihat mataharinya.
Tapi momen yang paling indah itu pas morning horizon-nya.
SUbhanallah, cantik luar biasa.

IMG00882-20130510-0514 (2)

Perlahan langit mulai terang dan kabut tebal terlihat di lereng gunung.
Gimana beneran klo ada di puncak Mahameru yak? huhu, pengen nanjak kesana.
Masih di kaki Gunungnya aja udah keren banget.

IMG00885-20130510-0526 (2)

Abis sunrisenya udah terlihat penuh, kami melanjutkan perjalanan ke padang pasir Bromo.
Ini tempat bener-bener luar biasa indahnya!
Sampe kagum sendiri dan ga percaya Indonesia punya tempat sekeren Bromo.
Foto-fotonya bisa diliat di instagram atau tumblr saya aja yaa ;D SUPERB pokoknya!

Aaah, harus ngalamin sendiri keliling Bromo.
Susah dijelaskan dengan kata-kata. hanya bisa berucap “SUBHANALLAH”.
family at Bromo

Di Bromo selesai jam 10 pagi, dan sesuai jadwal kami meneruskan perjalanan ke wisata air terjun ‘Madakaripura’.
Sebelumnya kami berganti kendaraan dari Jeep ke mobil travel lagi.
Selesai sudah wisata Bromo dengan Land Rover-nya, dan saya jadi jatuh cinta sama itu mobil #loh.

Lokasi Madakaripura ga jauh dari wilayah Bromo.
Ga sampe sejam kami udah sampai di lokasi wisata air terjun ini.
Bayar tiket wisata Rp 3000/orang dan parkir Rp 2000.
Sebelumnya kami istirahat makan di tempat makan lokasi wisata dan menunggu ayah yang sholat Jumat dulu.
Alhamdulillah cuaca lagi cerah, jadinya lokasi wisata dibuka. Soalnya kalo hujan, tempat wisata ditutup karena ga bisa akses ke air terjunnya.

Siang jam 1, kami mulai perjalanan menuju air terjun dengan seorang pemandu.
Ternyata emang ga seoerti jalan ke air terjun biasanya. Makanya kami butuh pemandu dengan tarif bayaran awal Rp 50.000, selebihnya terserah anda.
Jalan yang dilalui seperti hiking gunung melewati sungai-sungai.
Asik sih, karena suasana yang masih hutan dengan sungai yang airnya masih jernih.
Perjalanan 2 km menuju air terjunnya.
Tapi emang worthed banget perjalanan ‘berat’nya. sampai di lokasi air terjun emang WOW!
Mungkin betul kalo diklain sebagai air terjun paling indah se-Jawa Timur.
Memang WOW! another unstopable SUBHANALLAH again.

Di air terjun Madakaripura, kami puas main air dan foto-foto.
Ayah, mamah, dan adik2 saya seneng banget.
Hari kedua liburan di Bromo dan Madakaripura ini yang THE BEST!
Pokoknya harus nyobain sendiri berlibur ke Bromo dan Madakaripura.
And feel the natural funtastic sensation!

3 Comments

Filed under gunung, jalan-jalan, keluarga, tempat wisata

Finally, Family Holiday (1) – Surabaya

Hari Kamis-Minggu, 9-12 Mei 2013, akhirnya semua keluarga inti saya bisa berkunjung ke tempat saya berdomisili sekarang.
Sekalian karena mereka belum pernah ke daerah Jawa Timur, dan daripada saya yang pulang bisa beresiko ga balik Bangil lagi, lebih baik ajak ortu dan adik2 semua main kesini.

Kamis, 9 Mei 2013
Hari pertama, ayah, mamah, dan kedua adik saya sampai di Bandara Juanda, Surabaya pada pagi hari jam setengah 8an.
Setelah berkangen-kangen sebentar, kami langsung jalan-jalan muter-muter Surabaya dengan mobil rental yang udah disewa selama keluarga saya berlibur kesini.
Tujuan pertama, Mesjid Agung Surabaya. Sambil cari spot untuk sarapan yang sengaja dibawa dari Bandung.
Menu sarapannya itu menu-menu anek ayam dari tempat makan yang dibuat sama adik pertama saya. Setelah resign kerja di Jakarta, dia kapok ga mau kerja kantoran lagi, akhirnya demi bertahan hidup, dia bikin bisnis rumah makan yang lokasinya di garasi depan rumah.

Setelah sarapan menu rumah makan adik saya, kami muter-muter mesjid agung sebentar sambil foto-foto.
Ga sah dong klo udah ke Surabaya tapi ga foto depan patung Suro dan Boyo yang jadi ikon kota ini. Jadinya kami lewat ikon tersebut dan foto-foto heboh dulu.
Setelah itu kami meneruskan perjalanan ke arah Jembatan Suramadu. Karena ayah saya pengen banget ngelewatin itu jembatan. Buat sekalian nunjukin ke temen-temennya kalo ayah udah officially ke Surabaya dan nyebrang Suramadu. Lewat jembatan ini dikenakan biaya Rp 30.000 untuk sekali lewat. Jadi bolak-balik bayar Rp 60.000.
Di tengah jalan deket Taman Bungkul, kami berhenti sebentar untuk beli rujak manis-nya. Yang beda, kalau di Surabaya, rujak manis itu ditambah tahu sumedang. Dan biasanya sih campuran bumbunya pake petis juga. Harganya Rp 10.000, dengan isi yang buanyaaakk.

Siangnya, kami langsung menuju House of Sampoerna.
tempat yang nyediain tur budaya Surabaya dengan bus khas tersendiri.
Sebelumnya kalau mau ikutan Heritage Tour of Surabaya ini harus daftar dulu di websitenya. Sehari ada 3x perjalanan bus mengitari beberapa spot wisata jadul Surabaya.
Karena yang pagi dan siang udah keabisan tempat, jadinya kami dapet yang jam 3 sore. Tapi dari jam setengah 2 kami udah sampai lokasi.
Ikutan tur ini GRATIS, tinggal daftar aja dulu.
Selain ada bus, di sekitaran tempat House of Sampoerna itu ada Museum Sampoerna (segala tentang sejarah rokok Sampoerna) dan Cafe.
Tempatnya enak dan bagus buat foto-foto.
Selagi nunggu giliran kami naik bus, kami makan siang lontong balap dulu di depan House of Sampoerna. Pertama kali keluarga saya dan saya makan lontong balap dengan lauk sate kerang. Seporsi lontong balap dan seikat kerang isi 10bh, harganya Rp 12.000.

Tibalah jam 3 kurang 10 untuk kami masuk bus dan siap-siap berangkat. Isi bus ternyata penuh juga dengan turis lainnya.
Perjalanan yang didapat muter-muter rute jalan protokol Surabaya, berhenti di Monumen Tugu Pahlawan untuk foto-foto dan PTPN dengan bangunan khas Belandanya banget.
Perjalanan makan waktu satu jam, setelah itu kami kembali ke tempat semula.

Selesai sudah agenda di Surabaya, tapi sebelum ke Bangil tempat istirahat keluarga saya, kami makan Rawon Setan dulu.
Ortu sih suka, karena dagingnya gede-gede dan empuk banget. Harga seporsi rawon dipisah dengan nasi itu Rp 25.000. Bisa tambah telur asin dengan harga Rp 4.000

Setelah makan dan kenyaaang. Kami menuju Bangil.
Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam. Setelah maghrib kami baru sampai penginapan.
Karena udah kenyang makan segala selama perjalanan, jadinya sampai di penginapan kami langsung istirahat. Harus siap-siap juga untuk perjalanan utama ke Bromo yang jadwal berangkatnya jam setengah 1 dini hari ini.

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, keluarga, kota