Tag Archives: pantai

Work to Karimun Jawa (2)

Jumat, 20 Juni 2014
IMG_8048

Jadwal keberangkatan kami ke Karimun Jawa melalui pelabuhan Kartini Jepara menggunakan kapal cepat, Express Bahari (tiket IDR 130,000). Kapal berangkat jam 8:00 dan menempuh perjalanan 2 jam saja. Jam 10:00 udah sampe di pelabuhan Karimun Jawa dan dijemput oleh Iida san dan PiC selama di Karimun Jawa, Pak Taqim. Kami diantar ke hotel dulu, Escape Hotel (Suite room IDR 400,000 dan Standard room IDR 300,000), untuk check in dan simpan barang. Setelah itu langsung menuju lokasi instalasi kontainer di SD Karimun Jawa 01. Disana udah ada enjiner-enjiner Panasonic jepang dan enjiner Panasonic lokal yang lebih dulu seminggu berada di Karimun. Para bapak-bapak tersebut melaksanakan tugasnya untuk mengecek kesiapan LED Panel Surya. Saya ikut juga, sekalian diterangin bagian dan fungsi dari kontainer oleh enjiner lokal dan foto-foto untuk bukti laporan ke atasan nanti.
IMG_8054

Siang setelah makan di kantin setempat (yang menunya macem-macem dan murraaahh), saya, Tanaka san, Urakawa san, Kobayashi san, dan Kikuchi san, diajak Iida san berkeliling Karimun mengunjungi 3 PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), Wisata hutan mangrove, dan mampir sebentar di Pantai untuk istirahat sambil minum kelapa. Jadi, di Karimun Jawa ini supply listrik hanya dari PLTD yang itu pun ga bisa menutupi kebutuhan semua rumah. Banyak rumah dan hotel menggunakan genset sendiri, yang hanya dinyalakan mulai jam 18:00 sampe 06:00 (bervariasi sih, malah ada yang cuman sampe jam 12 malem aja). Jadinya harga penginapan disana relatif mahal. ATM hanya ada 1 (rusak pula) dan tentu aja ga bisa pake kartu kredit.
IMG_8080
IMG_8074

Setelah dari 3 PLTD, kami diajak masuk ke wisata hutan Mangrove. Bagus banget!
IMG_8100
IMG_8103
IMG_8114

Lalu singgah di salah satu wisata pantai yang masih sepi pengunjung. Pantainya bersiihh dan manjain mata banget liatnya. Terus minum air kelapa, beli 2 buah diminum rame-rame. Kikuchi san bilang semenjak dari lahir baru pertama kali minum air kelapa, dan dia suka (yaiyyalaah, seger gitu).
IMG20140620017
IMG20140620016

Dari pantai, kami kembali ke SD lagi dengan kerja terakhir pemasangan papan nama Panasonic pun selesai.
IMG_8132

Jam 18:00 kami semua berkumpul di resto Jiwa Quest untuk dinner dan ngobrol santay setelah seharian kerja. Di Jiwa Quest kalau siang pemandangannya pasti bagus banget, sayangnya udah malem ga keliatan apa-apa di laut, rasa makanannya biasa aja, tapi setup buah Pear-nya Juara! Pas dinner itu lebih kenalan lagi dengan orang-orang Jepangnya.

IMG_8130
Yang hadir adalah:
Yao san (Direktur Energi Panasonic ES Gobel Ina, male-45thn, fasih bahasa Indonesia), Tanaka san (Presdir Energi Panasonic ES Jpn, male-50thnan, aksen kansai banget), Urakawa san (GM QA Panasonic ES Jpn, male-50thnan, keliatan galak tapi ramah kok), (Manager apaa gitu *ga hafal, male- 40 tahunan, ramah, baiiik, kocak), Kobayashi san (senior member RnD Panasonic ES Jpn, Female- 37 thn, traveler sejati), Kikuchi san (Enjiner Panasonic Battery Jpn, Male-32 thn tapi baby face *awalnya saya kira msh 25thnan), Matsushita san (enjiner Panasonic Battery Jpn; Male-30 thn yang cute, humble, dan polite banget *ini malah dikirain lebih muda lagi 20thnan), Mochida san (Senior officer Public relation Panasonic ES Jpn; Male-umur ga tau tapi keliatan masih muda, gaul dengan semua perlengkapannya berwarna pink *tp cowo tulen looh), Yoshii san (Manager di Panasonic ES Jpn, Male-40 thnan dengan wajah polos *dan memang polos banget), Kawahara san (Manager di Panasonic ES Jpn, Male-40 thnan, sang leader instalasi panel surya, terlihat serius), Matsuda san (Manager (?) Panasonic Sales ES Ina, Male-40thnan, unique face), Pak Ukurta (Bagian bisnis development Energi Panasonic ES Gobel Ina, male-40thnan, batak), Gatot kun (Enjiner development Energi Panasonic ES Gobel Ina, male-26thn, freak banget ke per-pesawatan, wong Semarang), dan 2 orang dari IBEKA (saya ga terlalu kenalan dengan mereka). Tambahan 5 orang grupnya Pak Qosim (non-Panasonic) yang bertugas untuk instalasi jalur listrik di SD tersebut. Total yang datang untuk pengerjaan instalasi kontainer tenaga surya ini adalah 21 orang.

… (to be continued)
IMG20140620023
my first sunset in Karimun Jawa

Advertisements

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, pantai

Muter-Muter Madura

Kamis, 29 Agustus 2013
Merupakan hari pemilu Gubernur Jatim, sehingga kantor diliburkan supaya pegawainya mencoblos. Secara saya bukan warga Jatim, jadi ga punya hak milih, tapi ikutan pestanya aja karena ga kerja. Dari jauh-jauh hari udah ada pengumuman dari GA (General Affair) kalo bakalan libur, jadinya Mbaiv udah booking buat jalan-jalan sekalian ngelancarin nyetir dia yang baru belajar. Saya sih oke-oke aja, selama jalan-jalan, mwehehe.

Awalnya itu berencana hanya berdua, tapi karena ngobrolnya didepan banyak orang, jadinya pada mau join jg. Formasi terakhir adalah Saya, Mbaiv, Nane, dan Mbakhdhi yang oke untuk jalan-jalan di hari kamis yang libur ini. Lalu berbagai tempat direncanakan. Ke Mojokerto wisata candi, ke Batu untuk kongkow, muter-muter Surabaya sambil nge-mall, dan terakhir tempat yang disepakati adalah ke Madura sekalian makan bebek Sinjay.

Agenda dimulai sejak hari Rabu pulang kerja. Saya dan yang lain memang mau nginep di rumah Mbaiv di Surabaya. Jadinya sehabis pulang kerja itu kami (selain Mbaiv) beres-beres perlengkapan nginep selagi nunggu dijemput Mbaiv, yang ternyata jadwalnya kepulangan dia sangat cepat dari biasanya. Untuk ke Surabaya ini ada Pak Dj yang ikut sampe Bungurasih yang kemudian entah ngebolang kemana. Sehabis maghrib Mbaiv ngejemput saya di kosan, lalu Pak Dj, dan terakhir Nane dan Mbakdhi yang nunggu di stasiun. Setelah kumpul samua, berangkatlah kami menuju Surabaya, dengan sebelumnya rencana makan malem dulu di ayam penyet langganan Mbaiv di Sidoarjo.

Langganan lah yaa, karena itu sambel ayam penyetnya super peddeeesss. Katanya sih pake 40 bh lombok. Bisa pilih level pedesnya; dari ga pedes, pedes, super pedes, sampai super zuper pedes. Selain ayam penyet, tempat makan tersebut juga jual Iga Bakar. Sesampainya di tempat makan, saya pesan ayam goreng sambal hijau, yang lain Iga Bakar, dan Mbaiv ayam penyet super pedas. Itu yaaa, lombok di ayamin, pedesnya ga kira-kira. Cuman nyobain dikit aja udah ga nyantei pedesnya. Walau menurut saya sih tetep lebih pedes Ceker Lapindo.
ayam geprek super pedas
[pedesnya ter.la.lu]
cheers
[mari makaan :9]

Setelah makan, kami langsung menuju Bungurasih untuk nurunin Pak Dj dan pulang ke rumah Mbaiv. Ga perlu pake lama, setelah beres kami langsung tidur.

Bangun subuh, sholat, mandi, dan bersiap untuk ke Madura sarapan Bebek Sinjay. Sebelum menuju Suramadu, Mbaiv nyoblos dulu (karena dipaksa emes-nya, hihi). Karena sebenernya ga ada yang hafal banget jalan menuju Suramadu, jadi sempet muter-muter dan nanya-nanya dulu. Jam 8.30an kami baru sampai Suramadu dan jam 9an sampai di Bebek Sinjay.
suramadu
[Suramadu di pagi hari]
at sinjay
[sampai di tempat makan Bebek Sinjay]

Menurut info, memang harus sepagi mungkin ke tempat bebek ini, karena lagi tenar dan setelah jam 1 siang bakalan udah abis. Waktu kami datang masih banyak kursi kosong walau antrian udah cukup banyak. Bebek Sinjay itu bebek goreng kremes dikasih sambal mangga. Daging Bebeknya empuk, rasa sambalnya kecut asin. Entah mungkin masih pagi, jadinya kami dikasih sepiring gratisan ati ampela goreng kremes. Seporsi Bebek Sinjay sepaket dengan 1 teh botol sosro, hargnya Rp 26.000. Ga puas hanya minum teh botol, setelah makan dengan nikmat, kami pesan kelapa muda juga, harganya Rp 8.000. ALhamdulillah, puas banget.
bebek sinjay
[Ini loh bebek sinjay yang tenar dari madura itu]

girls with coconuts
[Kelapa mudanya enaak, dagingnya lembut dan manis]

Perjalanan setelah sangat kenyang dilanjut mencari objek wisata pantai di Madura. Katanya yang bagus itu Pantai Slompeng, sekitar 2 jam perjalanan. Sekalian aja, mumpung udah di Madura, bisa ngendarain mobil menyisiri pinggiran pantai, jadi direncanakan muter Madura rute Sampang – Sumenep – Pamekasan. Pokoknya seharian itu bener-bener muterin Madura. Sebelum ke pantai Slompeng, mampir dulu di Tanjung Bumi.
tanjung bumi

tanjung bumi 2
[Tanjung Bumi yang sepi]

??????????
[Pantai Slompeng. Blue Sky, Clear Ocean]

Sekalian arah pulang, sebenernya kami pengen makan soto Madura, tapi kok ya ga nemu-nemu aja. ternyata namanya itu ‘Kaldu Daging’, kalau soto yang terkenalnya doto ayam. Sore hari di Pamekasan kami baru nemu itu kaldu daging. Daging sapi dengan kuah gurih dan ada campuran kacang hijaunya dengan Rp 12.000 saja.
kaldu daging
[Kaldu daging khas Pamekasan, Madura]

Lalu sampai di Surabaya lagi udah jam 9 malem. Nane dan Mbakdhi mau langsung pulang Bangil, jadinya dianter ke Bungurasih. Kalo saya nginep semalem lagi di rumah Mbaiv dan jumat pagi nunut ke kantor bareng.
suramadu at night
[Suramadu di malam hari.. lampunya keren sih, warna-warni, tapi pake lampu dari kompetitor, ahaha]

Madura itu.. sepi. Ga terlalu banyak penduduk, kendaraan, dan bangunan. Apalagi semakin ke daerah pinggirannya, makin banyak hutan seperti padang savana yang menutup pinggiran pantai dan jalan raya. Di kotanya aja ga rame, malah mungkin lebih rame alun-alun Bangil. Sepanjang jalan kalau diperhatiin itu banyak mesjid. Banyaknya kebanyakan, karena baru juga maju beberapa meter udah ada mesjid lagi. Pembangunan mesjid dimana-mana. Walau memudahkan untuk berhenti sholat pas waktunya, tapi tetep aja dirasa ga efektif karena ga memaksimalkan fasilitas mesjid. Baiknya kan setiap area punya 1 mesjid yang setiap waktu sholat penuh oleh jamaah, daripada 1 area ada beberapa mesjid dan jamaahnya jadi terbagi-bagi.

Selain mesjid, kesimpulan sekilas, orang-orang Madura itu banyak yang tajir. Terlihat dari rumah-rumah yang gweddee. Pilar-pilar besar dan tinggi, halaman luas, dan bangunan yang cukup mewah. Mungkin sekalian penanda status sosial strata tinggi kali ya, harus terlihat dari ukuran rumahnya. Tapi kalau mobil, ga banyak liat pakai yang mewah-mewah, malah relatif sepi dari kendaraan. Orang-orang Madura terkenal dengan pedagangnya. Di pasar Bangil aja banyak penjual dari Madura daripada lokalnya. Bisa ketauan dari logat dan aturan jual belinya, yang agak maksa dan keras (imo).
perahu madura
[Banyak perahu nelayan lagi parkir. Best Shot!]

Overall, cukup puas bisa muterin Madura seharian kemarin. Pengalaman juga mumpung saya masih di Jatim sini ;D
driving
[Thank you ladies for Madura’s trip *hug*]

2 Comments

Filed under jalan-jalan, kota, makan-makan, pantai, resto

Papuma (again)

Sabtu, 15 Juni 2013

Wiken sekarang jadwalnya berkaryawisata bareng temen-temen engineering.
Kami nyewa satu bus kapasitas 30orang, full!
Tujuannya, Pantai Papuma, Jember.
Buat saya ini kali kedua dateng ke Papuma, karena sebelumnya udah pernah ke Papuma bareng geng cewe-cewe hore waktu bulan april lalu (cekidot)

Berangkat dari Bangil jam 06.30.
Seperti biasa, saya langsung dijemput depan kosan, sekalian angkut konsumsi snacks yang dititpin dikosan.
Masuk bus, duduk yang manis, sebelah Pakde, karena yang available cuman kursi sebelah beliau -,-
Sambil jalan menuju Pasuruan, sambil angkut temen-temen yang naik di sepanjang Raci-Pasuruan.

Perjalanan dimulai dengan bagi-bagi snacks dan air minum.
Ga lupa pasang musik-musik, yang sesekali diganti film (fast and furious series).
Di jalan masih lancar-lancar aja, sampai suatu ketika entah daerah mana, antrian kendaraan stuck sampe ga gerak.

Cukup lama bus ga gerak, jalanan macet, padat merayap.
Penyebabnya, karena melewati pasar tradisional dan ada truk keguling.
Walhasil, yang seharusnya nyampe Rumah Jengtis di Lumajang itu untuk sarapan (sekitaran jam 9),
tapi jadinya malah makan siang, karena nyampe jam 11.30an.

Singgah rumah Jengtis yang udah nyiapin makanan rumah, kami langsung makan (lapar gitu yaa).
Lalu sholat di mesjid deket rumahnya, dan gak lama sekitar jam 1 kami berangkat lagi menuju Papuma.

Dikirain dari Lumajang itu deket ke Papuma, tapi ternyata masih menempuh beberapa jam lagi.
Pokoknya sampe Papuma itu jam 14.30an, udah siang banget.
Kami turun dan langsung menuju pantai.
IMG_6505

Ada yang langsung buka baju nyebur pantai, ada yang foto-foto.
Yang bawa pasangannya sih langsung menghilang nikmatin pantai berdua.
Saya, jelaslah membawa dua malaikat di kiri dan kanan saya, hihi.
IMG_6506

Karena liat langit udah agak mendung, saya langsung menuju bukit atas untuk liat view Papuma dari ketinggian.
Sendirian aja, karena yang lain udah asik masing-masing.
Memang ya, pemandangan dari atas itu sangat indah.
IMG_6509
IMG_6517

Saya sendiri menyibukkan diri dengan foto-foto ambil setiap view pantai.
Batu, Karang, Pasir, ombak, lalu foto temen-temen.
Just wanna capture every moment.
Liat temen-temen yang asik berenang di pantai, basah kuyup.
Kalau saya pikir-pikir lagi, saya tetep milih gunung dibanding pantai.
Walau view yang didapat itu beda feelnya.
IMG_6529

IMG_6534

IMG_6548

IMG_6568

IMG_6586

Jam 16.00 temen-temen udah selesei berenang dan menuju toilet untuk mandi.
Saya selagi jaga baby anaknya Pak Hakim, udah ajak temen-temen untuk minum air kelapa.
Masa udah di pantai tapi ga minum kelapa muda.
Tapi ga ada waktu untuk menyicipi ikan laut bakarnya ;(
Waktu pertama kali ke Papuma bareng geng cewe hore sih, puas main di pantai dan makan ikan bakar ;9

Setelah semua bersih dan kering, sambil ada yang makan popmie atau jajan-jajan,
kami menuju spot untuk foto bersama.
Kejar-kejaran sama sunset yang udah membawa gelap datang, kami berkumpul dan beberapa kali jepret mengambil foto kebersamaan.
IMG_6588

IMG_6600

Jam 17.30an selesai kegiatan kami di Papuma dan menuju bus untuk berangkat pulang.

Sebelumnya, kami mampir rumah Teguh yang di Lumajang (juga) untuk makan malam.
sekitar jam 8 malam kami sampai dan disuguhi makanan rumah yang sangat komplit.plit.
Jam setengah 9an kami selesei makan dan menuju bus lagi untuk pulang ke Bangil.
Perjalanan lancar, sehingga sampai Bangil jam 23.30an.

Over all, saya nikmatin pemandangan Papumanya.
Lebih eksplor sampai ke tebing tingginya.
Tapi jauh lebih seru waktu bareng geng cewe hore.
Lebih banyak ngobrol dan ketawanya, lebih banyak semakin kenal satu sama lainnya.
Mungkin karena yang bareng Dept. Emgineering ini banyak yang fokus sama pasangannya,
jadi kebersamaan satu timnya jadi kurang kerasa.
Sedangkan waktu sama geng cewe hore kan kita single and happy semua, ahaha.
20130406_121529

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, pantai

Tanjung Papuma

Diajakin dadakan waktu hari Jumat jalan-jalan ke Papuma, yang terletak di pinggir kota Jember, untuk hari Sabtu.
Awalnya saya ga mau ikut, soalnya hari Minggu ini saya udah rencana mau ke Surabaya ikutan meet up Tumblr.
Tapi karena “disetanin” untuk ikutan ke Papuma untuk ngisi bangku kosong, akhirnya saya mutusin ikutan juga ke Papuma.
Ngapain juga sabtu bengong di kosan, selain beres-beres, dan meet up Tumblr juga sebenernya sekarang saya udah ga eksis lagi di Tumblr.

Berangkatlah saya dan temen-temen yang total berjumlah 14 orang ini menuju Papuma.
Ada saya, Luli, Nanik, Ira, Dewi, Mba Dian, Mba Inne, Pipit, Tatik, Novi, Hanapi, Ayu (cewenya), Mas fandi dan istrinya.
Elf sewaan udah dateng ontime dari jam 5 pagi, dan tinggal berangkat menjemput kami-kami ini. Jarak Pasuruan-Papuma sekitaran 4-5 jam perjalanan.
Personil lengkap, elf udah nyaman, tinggal duduk tenang dan nerusin tidur.
Tapi tiba-tiba di tengah perjalanan yang baru sebentar itu, di Pasuruan ada telfon dari pihak penyewaan Elf-nya.
Ternyata oh ternyata, Elf yang dipake kami aki-nya belum disetrum, khawatir mogok di tengah jalan dan AC-nya pun ga bisa dinyalain.
walhasil setelah perdebatan panjaaang, akhirnya kami duduk-duduk manis pinggir jalan sambil sarapan dan foto-foto, menunggu Elf baru yang kondisinya lebih oke.
20130406_064850

Asalnya berangkat ontime dan perkiraan nyampe masih pagi di Papuma, jadinya ngaret 2 jam. Jam setengah 8an baru berangkat lagi.
Kami pun nerusin kegiatan ngobrol-ngobrol, nyanyi-nyanyi, makan-makan, dan tidur-tidur dengan tenang.
Sekitaran jam 11 siang sampailah kami di Tanjung Papuma.

Image
Jalan menuju Tanjungnya masih cukup terpencil tapi pemandangan kiri kanan jalannya bagus!
Jalan menuju pantainya juga, kami udah dikasih pemandangan pantai yang keren.
Emang sesuai foto di internet dengan aslinya. Tanjung Papuma memang indah.

Image

Karena udah mepet Dzuhur, jadinya sebelum kami beraksi untuk mantay, kami sholat dulu.
Ada yang ganti baju dan makan siang juga.
Cuaca juga masih terik dan udara panaas, jadinya nunggu agak adem, ga lengkap klo udah di pantai tapi ga minum es kelapa, atau klo orang sini bilangnya es degan, langsung dari buahnya.
Jadinya kami duduk-duduk lesehan minum es degan, sambil denger-denger lagu lawas tahun 90an dari hape Mak Pipit.
Dan tentu saja ga mungkin tanpa diisi dengan obrolan khas tante-tante penggemar korean wave.

Setelah habis semua minum, puas ketawa-ketiwi nyanyi-nyanyi, dan cuaca pun udah mulai adem, hyosh! saatnya beraksi untuk sebenarnya mantay.

Image
Foto-foto udah jelas, nyebur ke laut apalagi.???????????????????????????????

Kalau saya main voli dulu sama Tatik, sampei tangan jadi bengkak sekarang.
Ya iyaalaah, terakhir main voli kyknya jaman SMA dulu, tapi untungnya masih oke gaya saya pas mukul bola voli.
Bola voli berakhir, temen-temen berembuk untuk main sepak bola. Dibagi dua tim, dan yang mulai main seenaknya yang penting Gol! yaa, khas cewe banget lah gimana gayanya kalo main sepak bola, fufu.
Berhubung malemnya saya ujan-ujanan naik motor, walhasil jadi meler, bersin-bersin, dan agak pusing, jadinya saya menepi di pinggiran pantai untuk tiduran diatas kain pantai.
Sok-sokan berjemur tanning gitu deh, ala-ala artis hollywood *cuih*
Tapi jadi ga kebagian kena seret temen-temen nyemplung ke laut, hihihi.

Jam 3an, udah mulai mau gerimis-gerimis gitu. Langit juga udah mendung.
Udah puas juga main-main mantay-nya. Jadinya kami udahan dan bersiap untuk bersih-bersih diri.
Abis mandi dan bersih juga tambah cantik, kami harus makan ikan bakar!!
Ga afdhol dong, ikan laut segar dijual sepanjang pantai tapi luput kami cicipi.
Akhirnya yang udah mandi dan sholat, nyari tempat makan ikan bakar yang enak.
Dapetlah satu tempat makan rekomendasi pasutri, yang udah ngilang dari awal dateng dan makan berduaan serasa pantai milik mereka itu, yang menyediakan seafood segar.
Selain ikan, ada juga cumi, udang, kepiting, lobster. Tapi karena ada yang alergi udang, jadinya yang dipesen hanya Ikan Kakap dan Krapu, dengan total 1.5kg. Harga perkilonya 65 ribu.

Lamaaaaaa sekali kami menanti dengan tidak sabar ikan bakar itu.
Sejam kemudian baru dateng, 2 ikan bakar besar, lalapan, sambel, dan nasi.
Dimakan bersepuluh, karena 2 orang pasutri dan 2 orang belum pasutri udah makan duluan.
Libas semua daging tebal ikan-ikan itu, sampe saya dan Mak Pipit ga kenal ampun untuk kepala ikan-ikan itu.
Dikirain 2 ikan ga akan cukup untuk kami ber-10, ternyata kenyang juga.
Hitung-hitung-hitung, Untuk makanan tepi pantai yang puas itu, 1 orang bayar paling mahal 15ribu doong!

Setelah kenyang makan, puas mantay, dan tetep foto-foto, kami menuju Elf yang masih setia menunggu kami untuk membawa kami kembali ke dunia nyata di Bangil.
Jam 5 kami harus dadah-dadah ke Papuma yang indah itu.

Perjalanan pulang sepertinya memakan waktu yang lebih lama daripada perginya. Sampe tepos itu duduk terus.
Sesuai perkiraan, jam 11an malem baru sampai Bangil.
Tapi takpapa, saya sangat puaaasss!
Beneran ga rugi banget akhirnya bisa ikutan ke Papuma bersama temen-temen.
Pasalnya, selain 4 orang couple itu, kami ber-10 adalah wanita-wanita enerjik, unik, dan jomblo. haghaghag.
Puas ketawa (walau saya banyak ga ngertinya kalau mereka udah ngomong pake bahasa jawa gaol), puas main, pokoknya bener-bener refreshing.

Emang bener yak, mau keadaan gimana juga, selama ada kawan yang nemenin secara fisik, bakalan kerasa enteng.
Bisa saling cerita, saling nyemangatin, berbagi semua keluh kesah, dan ujungnya semuanya dibawa santai dan asik aja.
Udah lama kayaknya saya ga ngerasain hal seperti kemarin, tertawa lepas dan lupa semua hal yang bikin capek pikiran.
Temen-temen yang kalau di kantor keliatan serius, ternyata kalau udah jalan bareng itu gokil-gokil parah.
本当に良かった。

IMG_0063

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, pantai