Muter-Muter Madura

Kamis, 29 Agustus 2013
Merupakan hari pemilu Gubernur Jatim, sehingga kantor diliburkan supaya pegawainya mencoblos. Secara saya bukan warga Jatim, jadi ga punya hak milih, tapi ikutan pestanya aja karena ga kerja. Dari jauh-jauh hari udah ada pengumuman dari GA (General Affair) kalo bakalan libur, jadinya Mbaiv udah booking buat jalan-jalan sekalian ngelancarin nyetir dia yang baru belajar. Saya sih oke-oke aja, selama jalan-jalan, mwehehe.

Awalnya itu berencana hanya berdua, tapi karena ngobrolnya didepan banyak orang, jadinya pada mau join jg. Formasi terakhir adalah Saya, Mbaiv, Nane, dan Mbakhdhi yang oke untuk jalan-jalan di hari kamis yang libur ini. Lalu berbagai tempat direncanakan. Ke Mojokerto wisata candi, ke Batu untuk kongkow, muter-muter Surabaya sambil nge-mall, dan terakhir tempat yang disepakati adalah ke Madura sekalian makan bebek Sinjay.

Agenda dimulai sejak hari Rabu pulang kerja. Saya dan yang lain memang mau nginep di rumah Mbaiv di Surabaya. Jadinya sehabis pulang kerja itu kami (selain Mbaiv) beres-beres perlengkapan nginep selagi nunggu dijemput Mbaiv, yang ternyata jadwalnya kepulangan dia sangat cepat dari biasanya. Untuk ke Surabaya ini ada Pak Dj yang ikut sampe Bungurasih yang kemudian entah ngebolang kemana. Sehabis maghrib Mbaiv ngejemput saya di kosan, lalu Pak Dj, dan terakhir Nane dan Mbakdhi yang nunggu di stasiun. Setelah kumpul samua, berangkatlah kami menuju Surabaya, dengan sebelumnya rencana makan malem dulu di ayam penyet langganan Mbaiv di Sidoarjo.

Langganan lah yaa, karena itu sambel ayam penyetnya super peddeeesss. Katanya sih pake 40 bh lombok. Bisa pilih level pedesnya; dari ga pedes, pedes, super pedes, sampai super zuper pedes. Selain ayam penyet, tempat makan tersebut juga jual Iga Bakar. Sesampainya di tempat makan, saya pesan ayam goreng sambal hijau, yang lain Iga Bakar, dan Mbaiv ayam penyet super pedas. Itu yaaa, lombok di ayamin, pedesnya ga kira-kira. Cuman nyobain dikit aja udah ga nyantei pedesnya. Walau menurut saya sih tetep lebih pedes Ceker Lapindo.
ayam geprek super pedas
[pedesnya ter.la.lu]
cheers
[mari makaan :9]

Setelah makan, kami langsung menuju Bungurasih untuk nurunin Pak Dj dan pulang ke rumah Mbaiv. Ga perlu pake lama, setelah beres kami langsung tidur.

Bangun subuh, sholat, mandi, dan bersiap untuk ke Madura sarapan Bebek Sinjay. Sebelum menuju Suramadu, Mbaiv nyoblos dulu (karena dipaksa emes-nya, hihi). Karena sebenernya ga ada yang hafal banget jalan menuju Suramadu, jadi sempet muter-muter dan nanya-nanya dulu. Jam 8.30an kami baru sampai Suramadu dan jam 9an sampai di Bebek Sinjay.
suramadu
[Suramadu di pagi hari]
at sinjay
[sampai di tempat makan Bebek Sinjay]

Menurut info, memang harus sepagi mungkin ke tempat bebek ini, karena lagi tenar dan setelah jam 1 siang bakalan udah abis. Waktu kami datang masih banyak kursi kosong walau antrian udah cukup banyak. Bebek Sinjay itu bebek goreng kremes dikasih sambal mangga. Daging Bebeknya empuk, rasa sambalnya kecut asin. Entah mungkin masih pagi, jadinya kami dikasih sepiring gratisan ati ampela goreng kremes. Seporsi Bebek Sinjay sepaket dengan 1 teh botol sosro, hargnya Rp 26.000. Ga puas hanya minum teh botol, setelah makan dengan nikmat, kami pesan kelapa muda juga, harganya Rp 8.000. ALhamdulillah, puas banget.
bebek sinjay
[Ini loh bebek sinjay yang tenar dari madura itu]

girls with coconuts
[Kelapa mudanya enaak, dagingnya lembut dan manis]

Perjalanan setelah sangat kenyang dilanjut mencari objek wisata pantai di Madura. Katanya yang bagus itu Pantai Slompeng, sekitar 2 jam perjalanan. Sekalian aja, mumpung udah di Madura, bisa ngendarain mobil menyisiri pinggiran pantai, jadi direncanakan muter Madura rute Sampang – Sumenep – Pamekasan. Pokoknya seharian itu bener-bener muterin Madura. Sebelum ke pantai Slompeng, mampir dulu di Tanjung Bumi.
tanjung bumi

tanjung bumi 2
[Tanjung Bumi yang sepi]

??????????
[Pantai Slompeng. Blue Sky, Clear Ocean]

Sekalian arah pulang, sebenernya kami pengen makan soto Madura, tapi kok ya ga nemu-nemu aja. ternyata namanya itu ‘Kaldu Daging’, kalau soto yang terkenalnya doto ayam. Sore hari di Pamekasan kami baru nemu itu kaldu daging. Daging sapi dengan kuah gurih dan ada campuran kacang hijaunya dengan Rp 12.000 saja.
kaldu daging
[Kaldu daging khas Pamekasan, Madura]

Lalu sampai di Surabaya lagi udah jam 9 malem. Nane dan Mbakdhi mau langsung pulang Bangil, jadinya dianter ke Bungurasih. Kalo saya nginep semalem lagi di rumah Mbaiv dan jumat pagi nunut ke kantor bareng.
suramadu at night
[Suramadu di malam hari.. lampunya keren sih, warna-warni, tapi pake lampu dari kompetitor, ahaha]

Madura itu.. sepi. Ga terlalu banyak penduduk, kendaraan, dan bangunan. Apalagi semakin ke daerah pinggirannya, makin banyak hutan seperti padang savana yang menutup pinggiran pantai dan jalan raya. Di kotanya aja ga rame, malah mungkin lebih rame alun-alun Bangil. Sepanjang jalan kalau diperhatiin itu banyak mesjid. Banyaknya kebanyakan, karena baru juga maju beberapa meter udah ada mesjid lagi. Pembangunan mesjid dimana-mana. Walau memudahkan untuk berhenti sholat pas waktunya, tapi tetep aja dirasa ga efektif karena ga memaksimalkan fasilitas mesjid. Baiknya kan setiap area punya 1 mesjid yang setiap waktu sholat penuh oleh jamaah, daripada 1 area ada beberapa mesjid dan jamaahnya jadi terbagi-bagi.

Selain mesjid, kesimpulan sekilas, orang-orang Madura itu banyak yang tajir. Terlihat dari rumah-rumah yang gweddee. Pilar-pilar besar dan tinggi, halaman luas, dan bangunan yang cukup mewah. Mungkin sekalian penanda status sosial strata tinggi kali ya, harus terlihat dari ukuran rumahnya. Tapi kalau mobil, ga banyak liat pakai yang mewah-mewah, malah relatif sepi dari kendaraan. Orang-orang Madura terkenal dengan pedagangnya. Di pasar Bangil aja banyak penjual dari Madura daripada lokalnya. Bisa ketauan dari logat dan aturan jual belinya, yang agak maksa dan keras (imo).
perahu madura
[Banyak perahu nelayan lagi parkir. Best Shot!]

Overall, cukup puas bisa muterin Madura seharian kemarin. Pengalaman juga mumpung saya masih di Jatim sini ;D
driving
[Thank you ladies for Madura’s trip *hug*]

2 Comments

Filed under jalan-jalan, kota, makan-makan, pantai, resto

2 responses to “Muter-Muter Madura

  1. salam. Saya dari malaysia. rencana nya mau ziarah teman di kecamatan tanjung bumi, Saya sampai dari surabaya pada 16 januari 2014. dari Surabaya ke Bangil dan langsung ke tanjung bumi.
    Pertanyaan saya :
    1. Ada bis ekspress kah jalur Bangil/Surabaya ke Tanjung bumi?
    2. Kalau ada bis berapa jam dari Bangil/Surabaya ke tanjung bumi?
    3. Naik bis di terminal apa ya?

    sekian. makasih. wassalaam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s