Tag Archives: traveling

Work to Karimun Jawa (4)

Menjelang maghrib sehabis liat sunset, saya dan Gatot-kun ga langsung ke homestay. Kami diajak Pak Qosim (leader electric construction) untuk liat bintang di salah satu bukit. Katanya disana bagus banget kalau liat bintang. Pas juga malam ini cerah, bintang udah banyak bermunculan. Kebayang indahnya langit malam dipenuhi bintang dari tempat tinggi (jadi inget waktu kemping di Ranu Kumbolo tahun lalu, malem harinya dipenuhi bintang dan serasa deket banget). Pemandangan bintang di malam hari memang hanya puas dinikmati oleh mata tanpa lewat kamera apapun. Tapi kami harus menunggu Pak Taqim yang mengantar para japanis ke hotel masing-masing. Katanya jam 8 sudah selesai. Jadi kami dinner ikan segar bakar, cumi bakar, dan kelapa bakar di Alun-alun Karimun dulu. Beralaskan terpal, beratapkan langit. Pastinya jauuuuh lebih nikmat dan enaakks daripada ikutan dinner dengan japanis di resto.
IMG_8159

Nunggu Pak Taqim lama banget ga dateng-dateng. Kami pindah ke sofa depan SD untuk duduk dan ngobrol. Gatot-kun udah senderan dan ngilang tidur. Ga lama, saya juga ikutan nyender dan akhirnya tidur juga. Parah ngantuk dan capeknya. Pak Qosim dan anaknya balik ke homestay duluan. Pas saya bangun, tetep aja Pak Taqim belum dateng juga. Karena udah malem, saya ajak Gatot-kun balik ke homestay aja. Sampe disana, kami langsung masuk kamar masing-masing. Saya bersih-bersih dan langsung rebahan di kasur, badan serasa remuk ingin segera tidur. Jam 10 malem, Pak Qosim ketuk-ketuk pintu kamar ngajak ke bukit liat bintang karena Pak Taqim udah dateng. Oh no way, ga kuat mata untuk melek. Jadinya saya harus skip liat bintang dari bukit kali ini, hiks. Maybe next time, insyaaAllah.

Minggu, 22 Juni 2014
Diwanti-wanti pak Taqim kalau kami semua harus berada di dermaga jam 5 subuh. Pasalnya, kapal Feri bakalan berangkat lebih awal. Yang biasanya jam 8, jadinya jam 6. Karena banyak turis yang harus diangkut hari itu, efek dari hari kemarin kapal cepat ga bisa beroperasi meninggalkan banyak turis di Karimun. Jam 5 subuh, saya dan Gatot-kun udah keluar homestay, jalan menuju dermaga. Pak Qosim dan crew-nya malah udah dari jam 3:30 keluar dari homestay. Sesampainya di dermaga, udah banyaakk orang yang dateng dan Menuhin Feri. Rombongan Japanis pun ternyata udah semua ada di dalam Feri. Kami cari tempat untuk duduk bareng dengan turis lainnya. Ga ada special seats untuk VIP japanis. Semua udah full. Jadinya harus mau ikutan mindang di dalam Feri.
IMG_8162

Tepat jam 6 pagi kapal Feri berangkat. Lebih enak daripada kapal Express Bahari, apalagi kapal nelayan, karena guncangan ombaknya hampir ga kerasa. Awalnya saya dan Gatot-kun duduk bareng japanis di bawah feri, tapi Kobayashi san dan Kikuchi san bilang kalo di dek Feri lebih kosong dan pemandangannya lagi bagus. Yasudahlah, jadinya saya dan Gatot-kun gabung mereka ke dek kapal. Indeed, pagi hari sisa-sisa sunrise di laut memang masih terlihat bagus banget. Langit super cerah pula. Kami foto-foto sebentar, lalu duduk di dek dan ngobrol. Ga lama, bertumbanganlah Kobayashi san dan Gatot-kun. Disusul Kikuchi san, kemudian terakhir saya ikutan juga tiduran di dek kapal. Sampai panas matahari bikin kami semua terbangun.
IMG20140622003

1 jam menuju sampainya kami di dermaga Jepara, kami turun ke bawah kapal untuk siap-siap ambil barang dan mengantri depan pintu keluar Feri. Total perjalanan 4,5 jam, Alhamdulillah lancar. Jam 11 siang kami sudah di dermaga dan dijemput oleh 5 mobil sewa. Kami bagi-bagi mobil. Saya kebagian semobil dengan Mochida san dan Yoshii san, karena harus duluan berangkat ke Semarang ngejar flight mereka yang jam 15:30. Padahal saya sendiri baru flight jam 17:45 bareng Yao san, dll. Ada beberapa rombongan Iida san dan Kawahara san yang tinggal di Jepara sehari lagi untuk meeting dengan pemda Jepara. Sisanya, pulang hari itu. Mobil Yao san, Tanaka san, dan Urakawa san menyusul ke Semarang dengan sebelumnya lunch di Jepara. Mobil Gatot-kun, Kikuchi san, dan Matsushita san, setelah lunch mampir ke tempat pengiriman barang untuk kirim barang-barang ke Jakarta. Saya yang berangkat duluan belum sempet lunch. Tapi perjalanan ternyata lancar jaya. Kami sampai semarang lebih cepat, jadinya bisa lunch dulu.

Di bandara, saya ngurus check in Mochida san dan Yoshii san. Lalu menyusullah Yao san, Tanaka san, dan Urakawa san. Karena masih ada waktu jadinya tiket Tanaka san dan Urakawa san diganti lagi jadi ikutan jam 15:30. Berangkatlah mereka ber-4 duluan ke Jakarta dan langsung flight Jepang malam harinya. Saya dan Yao san, sudah lega dan duduk di café beli minum dingin. Ga lama rombongan Gatot-kun, Kikuchi san, dan Matsushita san datang bergabung dan pesan minuman. Selagi menunggu boarding, kami ngobrol-ngobrol becandaan dan Yao san bilang kalau mau acara bebas sendiri-sendiri juga silakan. Kikuchi san dan Matsushita san yang dapet reschedule di kelas bisnis, bisa nunggu di lounge GA. Yao san entah kemana. Saya diajak Gatot-kun, yang orang asli Semarang dan maniak pesawat, ke anjungan bandara untuk liat pesawat-pesawat datang dan pergi sambil denger cerita Gatot-kun tentang hobinya terhadap pesawat dengan semangatnya.
IMG_8163

Sampai waktu boarding tiba, kami bergabung lagi semua di gate, dan masuk ke pesawat. Duduk di seat masing-masing, dan tibalah pesawat lepas landas meninggalkan bandara Achmad Yani, Semarang. Dadah-dadah dengan Semarang dan pengalaman full 2 hari di Karimun. See you next month! InsyaaAllah.
IMG20140622007

IMG20140620015

The End!

Advertisements

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, pantai, tempat wisata

Work to Karimun Jawa (3)

Sabtu, 21 Juni 2014
Pagi jam 6 udah stenbay untuk check out hotel karena ada acara pre-ceremony di SD Karimun Jawa. Bertepatan dengan pembagian rapor anak-anak SD-nya, tim instalasi ini bikin acara ‘surprise’ menyalakan lampu LED dan kipas angin di salah satu kelas tempat anak-anak SD berkumpul. Acara dimulai jam 7:30, dibuka dengan sambutan dari kepala sekolah, lalu Tanaka san, Iida san, Kawahara san (selaku ketua instalasi ngasih tau do’s and don’ts terhadap si kontainer), dan terakhir Yao san. Acara lainnya nonton iklan Panasonic melalui proyektor yang sumber listriknya dari kontainer, dan ada penampilan tarian tradisional persembahan dari anak-anak SD Karimun Jawa untuk bapak-bapak japanis. Acara berakhir jam 8:30.
IMG_8147

Sebenernya hari ini hari paling menarik. Karena kapal Express Bahari yang seharusnya kami tumpangi sehari sebelumnya ternyata mengalami kerusakan dan jadi ga bisa berlayar. Karena banyak japanis yang harus pulang ke Jepang malam hari ini, diputuskanlah pada saat dinner di Jiwa Quest untuk sewa kapal cepat pribadi versi lebih kecilnya, bisa mengangkut 12 orang tapi yang harus pulang adalah 9 orang saja. Sisanya memutuskan untuk pulang hari Minggu pake kapal Feri.

Nah, jam 9 udah janjian dengan pihak pemilik kapal di dermaga terdekat. Kami udah kumpul di dermaga, Taunya ada info kalo si kapal cepat kecil ini ga bisa berlayar juga. Bukannya ngabarin dari malem lalu, mendadak begini jadi bikin makin riweuh. Keputusan terakhir adalah sewa kapal nelayan. Eng-ing-eng, yoii, pake kapal tradisional nelayan. Estimasi menempuh 5 jam dari dermaga Karimun Jawa ke dermaga Jepara. Setelah melihat kapal nelayan, berguguranlah yang mau naik. Asalnya 9 orang, jadi 7 orang (Saya, Gatot kun, Yao san, Tanaka san, Urakawa san, Mochida san, dan Yoshii san). Mereka yang kudu pisan pulang Jepang malem ini. Tadinya mau cancel aja, semua ga jadi berangkat. Tapi si kapal nelayan keburu dateng yang ketentuannya kena charge kalau udah dipanggil. Pake perlu ‘ngiceupan’ petugas pelabuhan dulu pula gara-gara perahunya bukan dari teritori dermaga tersebut.
IMG_8148

Jadilah kami ber-7 naik kapal nelayan. Wajib pake safety jacket dulu sebelum naik kapal. Kami ber-7 ditambah 3 orang nelayan udah naik dan siap-siap lepas landas. Udah dadah-dadah sama temen-temen yang di dermaga. Sampe di kapal berangkat dan dermaga terlihat menjauh. Selama perjalanan, kapal dihempas ombak cukup keras. Karena si kapal nelayan ini kecil dan tradisional, kerasa banget Swing kanan, swing kiri, mirip-mirip naik wahana perahu air di dufan. Setelah 1,5 jam perjalanan, tiba-tiba, mesin kapal mati doongs. Kapal berhenti di tengah laut. Mulailah pada nanya ada apa. Si nelayan ada yang ngecek mesin kapal. Ternyata ada kerusakan di selang supply air di mesin utama. Sebenernya masih ada 2 mesin sekunder, tapi daya-nya tetep ga sekenceng mesin utama. Karena perbaikan pun tak kunjung beres, akhirnya diputuskanlah untuk balik ke dermaga Karimun. Pertimbangannya, perjalanan ke Jepara masih 4 jam lagi, sedangkan kapal hanya di support mesin sekunder yang jalannya lelet. Bisa ada kemungkinan di tengah jalan lagi mesin sekundernya mati. Kalo udah gitu gimana coba? Di tengah laut, tanpa alat komunikasi apapun. Oke lah, the japanese said back to Karimun port saja. Selama kapal berhenti waktu mesin utama dibenerin, ternyata hape masih dapet sinyal. Saya pun ngehubungin yang diujung barat pulau untuk bersiap kalau ga ada kabar aja sampe besoknya, segera panggil tim SAR, ahaha.
IMG20140621006

Selama setengah jam, sang nelayan belum bisa bikin mesin utama nyala lagi. Jadinya kami balik ke dermaga Karimun dengan mesin sekunder. Tepat jam 12 siang, kami udah ada di Karimun dan dijemput oleh Pak Taqim menuju SD Karimun Jawa 01. Ngerasa lucu banget karena awalnya udah pamitan dadah-dadah, taunya balik lagi ketemuan dengan temen-temen yang lain. Pada bilang ‘okaeri’ 😀

Cerita belum selesei. Kerja yang sebenernya baru dimulai. Yaitu reschedule tiket pesawat. Jadwal kami yang seharusnya flight Semarang – Jakarta sore ini, harus diganti jadi besok. Secara saya yang bisa bahasa Indonesia dengan lancar (yaiyalaah orang asli Indonesia), jadinya saya yang bekerja untuk ngehubungin agen travel dan pesawat GA untuk reschedule tiket. Seharusnya reschedule ini bisa lebih mudah kalau agen travel bisa stenbay. Tapi, karena hari ini adalah hari sabtu, jadinya agen travel perusahaan hanya buka setengah hari. Jadilah saya harus ngehubungin ticketing GA langsung dengan prosedur cukup lama. Makin ribet lagi karena pembayaran cancellation fee harus dibayar hari itu juga. Kalau engga, kami ga kebagian tiket untuk hari minggu. Udah Full bo! Kartu kredit ga bisa, agen travel udah tutup, orang kantor ga ngerti juga, jadinya ngerepotin salah satu direktur WD, Murata san, untuk dateng ke konter ticketing GA di Jakarta dan bayar cancellation fee kami semua. Telfon sana, Teflon sini, telfon lagi, telfon terus. Sampe akhirnya, Alhamdulillah cancellation fee udah dibayar, kami dapet reschedule ticket untuk keberangkatan dari Semarang ke Jakarta hari Minggu sore.

Yang lain udah santey, udah bisa jalan-jalan beli souvenir, beli kaos Karimun Jawa dan dipake langsung, terus foto-foto. Saya? Belum selesei yaa kawans. Masih ada 1 orang japanis yang bermasalah ticketing-nya, Yoshii san. Saya masih ngurusin kepastian beliau untuk dapet tiket balik Jakarta esok harinya. Kasian juga Yoshii san ini karena jadinya ‘dibully’ sama Yao san, dibilang ga bisa pulang Jepang dan harus stay di Karimun, ihihihi. Dengan muka memelas dan ekspresi mengenaskan, mohon-mohon berdoa biar daoet tiket balik Jakarta. Saya masih ngusahain, tapi emang ada masalah dengan nomor tiket lama dia yang udah terganti dengan nomor baru. Akhirnya, masih dengan bantuan Murata san dari Jakarta, saya bisa dapet nomor tiket barunya dan reschedule flight utk Yoshii san. Alhamdulillah.. selesailah semua urusan tiket yang cukup melelahkan itu bertepatan dengan sunset. Kepulangan ke Jepara insyaAllah udah fix ikut kapal Feri esok harinya. Saya memilih untuk pisah dari rombongan japanis yang akan dinner di salah satu resto, dan memilih minum air kelapa muda di alun-alun dan menikmati sunset hari kedua di Karimun ini. Otsukaresamadeshita.
IMG20140621009

Oya, sebenernya selain problemo tiket pesawat, juga tempat nginep untuk semalem extend itu. Hotel udah penuh karena wiken udah berdatanganlah turis baru. Kamar kosong diprioritasin untuk tetua japanis. Saya dan Gatot-kun, sebagai orang lokal, jadinya dapet di homestay, yang menurut saya malah lebih nyaman daripada di Hotel.

… (to be continued)

1 Comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, pantai, tempat wisata

Work to Karimun Jawa (2)

Jumat, 20 Juni 2014
IMG_8048

Jadwal keberangkatan kami ke Karimun Jawa melalui pelabuhan Kartini Jepara menggunakan kapal cepat, Express Bahari (tiket IDR 130,000). Kapal berangkat jam 8:00 dan menempuh perjalanan 2 jam saja. Jam 10:00 udah sampe di pelabuhan Karimun Jawa dan dijemput oleh Iida san dan PiC selama di Karimun Jawa, Pak Taqim. Kami diantar ke hotel dulu, Escape Hotel (Suite room IDR 400,000 dan Standard room IDR 300,000), untuk check in dan simpan barang. Setelah itu langsung menuju lokasi instalasi kontainer di SD Karimun Jawa 01. Disana udah ada enjiner-enjiner Panasonic jepang dan enjiner Panasonic lokal yang lebih dulu seminggu berada di Karimun. Para bapak-bapak tersebut melaksanakan tugasnya untuk mengecek kesiapan LED Panel Surya. Saya ikut juga, sekalian diterangin bagian dan fungsi dari kontainer oleh enjiner lokal dan foto-foto untuk bukti laporan ke atasan nanti.
IMG_8054

Siang setelah makan di kantin setempat (yang menunya macem-macem dan murraaahh), saya, Tanaka san, Urakawa san, Kobayashi san, dan Kikuchi san, diajak Iida san berkeliling Karimun mengunjungi 3 PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), Wisata hutan mangrove, dan mampir sebentar di Pantai untuk istirahat sambil minum kelapa. Jadi, di Karimun Jawa ini supply listrik hanya dari PLTD yang itu pun ga bisa menutupi kebutuhan semua rumah. Banyak rumah dan hotel menggunakan genset sendiri, yang hanya dinyalakan mulai jam 18:00 sampe 06:00 (bervariasi sih, malah ada yang cuman sampe jam 12 malem aja). Jadinya harga penginapan disana relatif mahal. ATM hanya ada 1 (rusak pula) dan tentu aja ga bisa pake kartu kredit.
IMG_8080
IMG_8074

Setelah dari 3 PLTD, kami diajak masuk ke wisata hutan Mangrove. Bagus banget!
IMG_8100
IMG_8103
IMG_8114

Lalu singgah di salah satu wisata pantai yang masih sepi pengunjung. Pantainya bersiihh dan manjain mata banget liatnya. Terus minum air kelapa, beli 2 buah diminum rame-rame. Kikuchi san bilang semenjak dari lahir baru pertama kali minum air kelapa, dan dia suka (yaiyyalaah, seger gitu).
IMG20140620017
IMG20140620016

Dari pantai, kami kembali ke SD lagi dengan kerja terakhir pemasangan papan nama Panasonic pun selesai.
IMG_8132

Jam 18:00 kami semua berkumpul di resto Jiwa Quest untuk dinner dan ngobrol santay setelah seharian kerja. Di Jiwa Quest kalau siang pemandangannya pasti bagus banget, sayangnya udah malem ga keliatan apa-apa di laut, rasa makanannya biasa aja, tapi setup buah Pear-nya Juara! Pas dinner itu lebih kenalan lagi dengan orang-orang Jepangnya.

IMG_8130
Yang hadir adalah:
Yao san (Direktur Energi Panasonic ES Gobel Ina, male-45thn, fasih bahasa Indonesia), Tanaka san (Presdir Energi Panasonic ES Jpn, male-50thnan, aksen kansai banget), Urakawa san (GM QA Panasonic ES Jpn, male-50thnan, keliatan galak tapi ramah kok), (Manager apaa gitu *ga hafal, male- 40 tahunan, ramah, baiiik, kocak), Kobayashi san (senior member RnD Panasonic ES Jpn, Female- 37 thn, traveler sejati), Kikuchi san (Enjiner Panasonic Battery Jpn, Male-32 thn tapi baby face *awalnya saya kira msh 25thnan), Matsushita san (enjiner Panasonic Battery Jpn; Male-30 thn yang cute, humble, dan polite banget *ini malah dikirain lebih muda lagi 20thnan), Mochida san (Senior officer Public relation Panasonic ES Jpn; Male-umur ga tau tapi keliatan masih muda, gaul dengan semua perlengkapannya berwarna pink *tp cowo tulen looh), Yoshii san (Manager di Panasonic ES Jpn, Male-40 thnan dengan wajah polos *dan memang polos banget), Kawahara san (Manager di Panasonic ES Jpn, Male-40 thnan, sang leader instalasi panel surya, terlihat serius), Matsuda san (Manager (?) Panasonic Sales ES Ina, Male-40thnan, unique face), Pak Ukurta (Bagian bisnis development Energi Panasonic ES Gobel Ina, male-40thnan, batak), Gatot kun (Enjiner development Energi Panasonic ES Gobel Ina, male-26thn, freak banget ke per-pesawatan, wong Semarang), dan 2 orang dari IBEKA (saya ga terlalu kenalan dengan mereka). Tambahan 5 orang grupnya Pak Qosim (non-Panasonic) yang bertugas untuk instalasi jalur listrik di SD tersebut. Total yang datang untuk pengerjaan instalasi kontainer tenaga surya ini adalah 21 orang.

… (to be continued)
IMG20140620023
my first sunset in Karimun Jawa

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, pantai

Jelajah Jepang; Hari 7 (The End)

29 Agustus 2012

Hari terakhir para keponakan saya berlibur di Jepang.
Hari ini saya ajak mereka ke Shimamura, departemen store khusus jual baju gitu.
Tempat terakhir untuk jalan-jalan liat oleh-oleh yang belum kebeli.

Di Shimamura juga pada ga kontrol.
Soalnya bajunya bagus-bagus dan mereka beli untuk orangtua, keponakan lain, dll.
Memang bahaya nih Shimamura, karena setiap kesini pun saya pasti belanja baju, huhuhu.

Sebenarnya pesawat mereka itu besok, 30 Agustus 2012 jam 12 siang.
Tapi jatah JR Rail Pass mereka berakhir hari ini.
Jadi, demi memanfaatkan fasilitas tiket JR Rail Pass untuk naik Narita Express, jadinya mereka memutuskan untuk berangkat dari malam dan menginap di Narita.
Jadinya, sore hari udah packing akhir dan menikmati Jepang dari daerah saya untuk terakhir kali liburan ini.

Untuk makan malam, saya ajak beli bento ayam karaage halal deket kampus.
Masih aja keponakan-keponakan saya ingin disini dan masih banyak barang yang dipengen.
Lalu kami janjian aja suatu saat nanti sama-sama liburan ke Jepang lagi.. Aaamin.

Mumpung keponakan saya berempat itu dateng, jadinya saya sekalian nitip barang-barang untuk dibawa pulang.
1 koper besar dan 1 koper kecil,hehe.
Tapi hampir aja ga bisa dibawa, soalnya mereka aja udah bawa barangnya buanyaaaakkk banget.
Jadi saya bawa koper saya sampai Shinjuku yang kemudian mereka bawa naik Narita Express ke Narita.

Pas perpisahan di Shinjuku dan melihat mereka jalan menjauh, rasanya sedih, hiks.
Jadi ngerasa sepiiii.. setelah seminggu bareng mereka kemana-mana, tidur bareng, makan bareng, di kereta bareng, denger ocehan mereka yang ga berhenti nanya ini itu, penasaran ini itu, dll., tiba-tiba siiiiinggg, sepi lagi.
Mana temen se-apato saya lagi ke Korea pula 10 hari, jadi belum pulang.

Memang bener ya, kalau ingin tau karakter orang dan semakin deket itu harus udah ngelewatin fase jalan-jalan bareng, makan bareng, tidur bareng, di satu ruangan bareng, di satu kendaraan bareng, diskusi bareng,, huhu.

2 Comments

Filed under jalan-jalan, memoar jepang

Jelajah Jepang; Hari 5 (Miyajima – Hiroshima) & Hari 6 (Machida)

27 Agustus 2012

Hari di Hiroshima.
Ini sebenernya kota yang pengen banget saya kunjungin, karena ingin lihat bangunan bekas bom atom nuklirnya.
Tapi sebelum ke A-Bomb Dome, paginya kami ke Miyajima.

Miyajima adalah pulau di seberang Hiroshima yang terkenal dengan Gate merah raksasanya, Otori Gate.
Jalan-jalan di Hiroshima pakai tram, jadi serasa kayak di Eropa.
Sebelumnya kami beli tiket tram untuk seharian seharga ¥600.
Perjalanan dari stasiun tram dekat stasiun Hiroshima hingga stasiun Miyajima itu sekitar 1 jam lebih.

Sampai di stasiun Miyajima, kami naik ferry untuk ke pulau Miyajima-nya.
Keponakan-keponakan saya excited banget pas nyampe di Miyajima, karena memang bagus tempatnya.
Pesisir laut, gerbang merah raksasa, dan wisata kuliner seafood.

The Tram; pas foto ini di klakson sama supirnya,hehe.

Sampai di stasiun Miyajima

Ootori mon; Gerbang burung merah raksasa

Here we are; the traveller

Dikirainya bakalan sebentar aja di Miyajima, ternyata sampe sore dong.
Ga kerasa, soalnya sibuk sama kuliner dan lihat-lihat souvenir,hihi.
Jadi aja ga sempet lama-lama ke A-bomb Dome, cuman lihat sebentar, udah gitu ke penginapan ambil barang dan langsung ke stasiun Hiroshima untuk ngejar kereta Shinkansen terakhir ke Odawara.
Kami kembali balik ke Tokyo.
Tapi sebelumnya, ga afdhol kalau belum makan okonomiyaki yang terkenal dari Hiroshima.
Untungnya ada yang jual enak di stasiun, jadi sempet beli dulu okonomiyaki walau dibungkus dan makan di kereta.

28 Agustus 2012

Sampai di kosan saya udah hampir tengah malem, soalnya jarak Hiroshima – Odawara itu 5 jam.
Tapi belum langsung istirahat bener, masih harus diskusi dulu besok mau kemana.
Tadinya mau ke Kawaguchi Lake, di pinggiran Gn. Fuji.
Tapi pas dipertimbangin tiket transportnya yang diluar cover JR Rail Pass dan harga lainnya yang cukup muahaal, akhirnya diputuskan untuk hunting oleh-oleh aja.
Yasud, saya mau ajak mereka ke Machida aja, kota shopping centre lengkap yang paling deket dengan daerah kosan saya.

Udah agak siang sih kami berangkat ke Machida, karena memang pada tidur subuh juga.
Di Machida, pertama saya langsung ajak Book Off khusus buku, komik, pernak-pernik, CD/DVD, yang barang second-an tapi masih bagus-bagus.
Mereka menggilaaa!!!
Karena menemukan banyak karakter Jepang, gundam, dll dengan harga suppeerr murah.

Cukup lama di Book Off pernak-pernik itu, yang kemudian kami lanjut ke Book Off khusus pakaian.
Ada sebagian yang mau cari jaket atau sweater.
Lalu ke Daiso, yang semuanya serba ¥105.
Di Daiso juga mereka lumayan menggila menemukan barang-barang unik dan bermanfaat yang kalau di Indonesia harganya jauh lebih mahal.

Dari Daiso, saya ajak ke salah satu toko aksesoris yang unik-unik, tapi dengan harga Jepang, hihi.
Dan sebagian udah pada ga kuat liat barang-barang lucu khas Jepang karena uangnya udah abis 😀
Terakhir, saya ajak ke Donkihote, toko yang unik juga dan khusus AKB48 (grup idol Jepang itu lah).
Salah satu keponakan saya fans berat mereka tuuh.

Udah pada ga kuat jalan-jalan liat barang-barang unik karena uang abis, akhirnya kami pulang juga malam.
Sampai di apato, Bang Oky mau tau cara bikin onigiri. Kebetulan ada alatnya juga di apato saya.
Sambil packing barang, sambil saya bikin onigiri buat makan malem, sambil ngobrol ini itu.
Mereka suka banget acara jalan-jalan di Jepangnya, alhamdulillah..

2 Comments

Filed under jalan-jalan, memoar jepang