1 Ramadhan 1434 H

Tahun ini keempat kalinya saya menjalankan shaum Ramadhan di perantauan. Sebelumnya 3x nyobain suasana Ramadhan di luar negeri, Jepang. Kali ini walau udah berada di dalam negeri, tapi tetep merantau pergi jauh dari keluarga di Bandung, sekarang Ramadhan di Pasuruan. Tahun ini pun ada beda waktu mulainya 1 Ramadhan. Ada yang 9 Juli dan ada yang 10 Juli. Kalau yang mulai 9 Juli itu menggunakan metode hisab (penentuan tanggal), dan biasanya Muhammadiyah yang tetep pake metode ini. Jadinya muslim yang percaya metode hisab udah mulai puasa dari kemarin. Sedangkan pemerintah menggunakan penentuan rukyat melalui sidang itsbat. Ada yang ikut pemerintah puasa hari ini karena ayat Al-Quran, “Hai orang-orang yang beriman, Taatilah Allah dan Rasul-Nya dan Ulil Amri (pemimpin) diantara kalian” QS. An-Nisa:59.

Ada pun dengan golongan penganut ulama salafusshalih yang menggunakan dalil hilal sebagai penentuan awal dan akhir Ramadhan.

“Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh.” (HR Muslim)

“Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Jika kalian melihat hilal (Ramadhan) , maka berpuasalah, dan jika kalian melihat hilal ( Syawal ), maka berbukalah.” (HR Muslim).

Bagi saya, setelah belajar mengenai ilmu penentuan waktu tahun Hijriyah ini Ramadhan tahun lalu, saya lebih meyakini yang menggunakan metode Hilal karena based on hadist-hadist yang shahih dan kuat. Jadi saya mulai berpuasa hari ini bukan ngikut pemerintah, tapi karena ada informasi (insyaAllah) shahih waktu tanggal 8 malem itu belum terlihat Hilal. Jadinya bulan Sya’ban digenapkan 30 hari, dan mulai 1 Ramadhan pada 10 Juli 2013. Untungnya taun ini pengumuman pemerintah sama dengan para golongan pengikut shalafusshalih, jadi ga bikin dilema ke saya-nya kalo harus dadakan puasa di tanggal 9 Juli. Kalau keluarga di Bandung sih udah puasa dari tanggal 9 Juli, secara Muhammadiyah-ers gitu yaa kepala rumah tangganya. Tapi tetep saling menghormati keputusan masing-masing muslim, mau meyakini yang mana untuk memulai shaum 1 Ramadhannya.

Eniwei, tarawih pertama kemarin malem di mesjid tepat samping kosan yang tepat di pinggir jalan raya juga, jadinya berisik sama suara lalu lalang mobil, truk, bus, dan motor. Walau pak mic, tetep aja suara imam-nya ga terlalu kedengeran. Metode sholat tarawihnya 23 rakaat, @ 2 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir, yang merupakan pertama kalinya buat saya ikut yang 23 rakaat. Bener kata rumor, klo tarawih 23 rakaat itu bacaan dan gerakan sholatnya wush, kilat. dan Setiap rakaat kedua bacaan sholat pendeknya itu pasti Al-Ikhlas. Total waktu sholat isya dan tarawih 23 rakaat itu 1 jam. Abis witir ada ceramah singkat sih, tapi saya langsung hengkang karena ga kedengeran plus pake boso jowo.

Sahur hari pertama dibangunin sama temen kosan jam 3 lebih. Temen-temen kosan udah pada makan jam segitu, sedangkan udah kebiasaan saya klo sahur pasti mepet subuh. Jadi ritual sebelum sahur itu biasanya Tahajud dulu baru sahur. Kebiasaan juga klo sahur ga pernah makan nasi atau heavy meal. Biasanya cuman minum susu, jus buah, atau bahkan air putih doang. Paling tambahan makan biskuit atau roti yang dicocol ke susu. Seperti sahur kali ini, sambil nelfon rumah, dibuka dengan makan buah pir, minum susu yang dicampur kopi berempah, dan roti gandum. Jadi ga perlu waktu lama untuk sahur. Jadwal Subuh disini lebih awal looh. Kan letaknya juga lebih ke timur. Jadwal subuh Pasuruan Pkl 04.22, sedangkan di Bandung Pkl 04.42 (beda 20 menit itu rasanyaa…) Tapi ya otomatis maghrib disini lebih awal, fufufu.

Ada salah satu target Ramadhan saya kali ini untuk latihan fisik, yaitu tetep rutin jalan pagi sehabis subuh, jam 5 s.d 6 pagi. Asiknya kali ini ada yang nemenin, vroh Molly, yang bisa menghalau rasa malas dan kantuk untuk gerak olga pagi lagi. Pas banget akhir-akhir ini cuaca lagi bagus dan cerah. Langit pagi itu pinky and cool blue-ish. Perfect time to inhaling some fresh morning air, feeding skin and bone, and indulging eyes.

morning ramadhan day1

Memulai kebiasaan baik itu memang sulit, tetapi menghentikan kebiasaan buruk itu jauh lebih sulit. Lakukan! hingga bisa ditaklukan, dan hasilnya akan sangat memuaskan.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s