Monthly Archives: June 2013

Akibat Stress

Tiba-tiba kemarin @liezaijah ngasih info ke saya (@ardfsa), @osiarutanti, dan @nyayuunuy tentang akibat stress.
Secara @liezaijah itu sekarang kerja di Jakarta, saya kerja di Pasuruan, @osiarutanti lagi S3 di Jepang, dan @nyayuunuy lagi S3 juga di Korea.
Jadi indikasi tingkat stress kami ini cukup dibilang tinggi.

Menurut info yang dia dapat, selain bisa jerawatan, bisa juga kena rambut rontok yang cukup parah.
Lalu ributlah kami di Twitter tentang akibat-akibat stress ini.
Berdasarkan pengakuan pengalaman masing-masing, setiap individu itu bisa beda-beda dampak stress-nya.
1. @liezaijah : kuantitas kerontokan rambut bertambah banyak
2. @osiarutanti : kuantitas timbulnya jerawat bertambah banyak
3. @nyayuunuy : kuantitas ketembeman pipi berkurang banyak
4. @ardfsa : kuantitas ngemil meningkat drastis (hikshiks)

Itu baru dari 4 orang dengan kerjaan berbeda-beda, di tempat berbeda-beda juga.
Ada juga yang stress malah jadi marah-marah, pemurung, sembelit, migrain, dll.
Buat @osiarutanti sama @nyayuunuy yang stress itu malah ga nafsu makan, jadinya bisa kurus (pengeeeennnn!). cuman efek jerawatan dan gatel-gatel ke badan.

Kalau buat saya, kebalikannya!
Kerasa banget kalau lagi stress-stressnya, uring-uringan, ga sesuai plan, lagi ga jelas proyeksi masa depan (cem sekarang), pengennya ngemiiiillll mulu.
Nafsu makan sih ga ada, makan secara benar dan sehat itu ga mau.
Tapi pengennya ngemil ga jelas. Ya makan biskuit lah, coklat lah, gorengan lah.
Yang kurang aja, si itu nafsu ngemil siyalan hanya muncul ketika malam hari (aaarggh!!!!).

Kalau pagi biasanya ga mood makan, kalau siang makan dikit aja udah langsung kenyang banget, tapi entah kenapa kalau menjelang malam segala pengen.
Walhasil, selama 8 bulan saya disini, bertambah berat badan drastis!! (nangis-guling2-banting-timbangan-badan).
Yaa, ditambah ga pernah olahraga juga. Udah jaraaaang banget jogging pagi hari, apalagi treadmill-an (ga ada tempat fitness gitu yaa).
Disini fasilitas olahraganya, trek lari atau GOR, itu ga ada.
Yasudah, pasrah. Makan ga bener di malam hari lalu tidur, tanpa ada pembakaran lemak.
Makin aja stress gara-gara meratapi lemak yang bikin badan berat bergerak.
bumbumbum (>.<)

Diet sih udah selalu jadi plan sehari-hari.
Tapi actualnya… tong kosong!
Huaaaa! tambah strreeess!

Sudah.sudah.. yang jelas saya tidak stress sendirian.
Ternyata kawan-kawan yang lain pun sama-sama stress, ahahaha.

Btw, dengan tambahan juga susah tidur tenang, katanya saya bukan stress.
Tapi depresi!
karena apa? saya pun tidak tau.
atau gak mau tau, sehingga saya pura-pura ga tau, lalu mengalihkan ke hal-hal yang bisa bikin fresh (seperti traveling, hiking, reading, dll), tapi sebenarnya ada sesuatu di alam bawah sadar saya yang bikin depresi? yaa, mungkin aja.
Tapi pasti suatu saat nanti akan bisa diselesaikan/dihilangkan kok (Aaamin).

Advertisements

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kawan-kawan

JOGYES! (1) Gua Pindul, Sungai Oyo

Cerita traveling wiken ini langsung menuju lintas provinsi.
Sekitaran sebulan lalu, ada ajakan ke Gua Pindul, Gn. Kidul, Jogja dari temen-temen ISD.
Kebetulan ga lama sebelumnya saya sempet liat foto IG di instagram tentang Gua Pindul. Dan itu cukup stunning. Tanpa pikir panjang yasudah saya mengiyakan untuk ikutan backpackeran ke Jogja ini.

Jumat, 21 Juni 2013
Berdasarkan rencana awal, keberangkatan menuju Jogja menggunakan bus dari Terminal Bungur Asih (Surabaya).
Abis pulang kerja jam setengahg 5 sore, sebagian temen-temen udah langsung menuju rumah/kosan masing-masing untuk packing dan siap-siap.
Saya masih harus ngerjain tugas dulu, jadi baru bisa balik kosan jam 6 sore.
Yang ga jelas adalah MbaIv, yang salah ngerjain tugas dan harus kebut ngerjain tugas yang baru karena itu tugas harus disubmit hari ini juga.

Kami harus berkumpul jam 8 malem di stasiun, karena ke Bungur asihnya nebeng temen yang sekalian pulang ke Surabaya.
Tapi ternyata, karena sampe jam 8 itu MbaIv masih di kantor ngerjain tugas, akhirnya kami duluan berangkat ke Bungur dan MbaIv nyusul naik bus.

Jalanan menuju Surabaya kalo wiken gini pasti macet. Jadinya estimasi sejam sampai, ngaret setengah jam. Setengah 10 malam kami sampai di Bungur.
Setelah di drop, kami menuju tempat tunggu. Dengan rencana mau ke Garasi Bus Eka/Mira langsung, tapi setelah ada konfirmasi MbaIv udah naik bus dari Bangil menuju Bungur.

Akhirnya setelah jalan-jalan dari depan sampe belakang, balik lagi ke depan Terminal untuk nebeng Bus yang mau ke Garasi, yang duluan dateng itu MbaIv.
Setelah semuanya kumpul, kami langsung dapet juga Bus menuju Jogja, tapi ga sesuai rencana. Rencananya kami mau naik bus Eka, karena eksekutif kursinya nyaman dan ada berhenti istirahat untuk makannya.
Tapi karena buru-buru, jadinya kami naik Bus Mira yang pertama kali dateng ke terminal, tarif ekonomi yang bikin pegel sebadan-badan dengan perjalanan 8 jam.
Bayar tiket on the spot Rp 38.000, dengan harga setengahnya dari budget naik Bus Eka.

Perjalanan naik bus ekonomi berjam-jam buat saya kurang rekomended, kecuali sangat-sangat tahan dengan kursi keras dan ugal-ugalannya.
Jam 6 pagi, sampailah kami di Terminal Giwangan, Jogja.

Sabtu, 22 Juni 2013
P1100243
Sesampainya di Giwangan, kami istirahat mengendurkan sendi-sendi sekalian ke toilet dan ngehubungin mobil yang kami rental untuk seharian ini.
Kami minta dijemput jam setengah 8, karena mau cari sarapan dan penginapan dulu sebelum langsung menuju Gua Pindul, Gn. Kidul.

Setelah mobil datang untuk menjemput, kami menyerahkan sepenuhnya ke supir mobil, yang mana adalah temennya Pakdj waktu di Batam, untuk cari sarapan.
Putar-putar Jogja sebentar, lalu kami diantar ke warung makan deket alun-alun kidul.
P1100253
Saatnya sarapan di Jogja dengan bacem (tapi bukan gudeg).
IMG_6604

IMG_6602

P1100265

P1100266
Minuman yang paling saya suka: Wedang Uwuh.
Minuman Jahe, dengan banyak rempah-rempah (batang secang, cengkeh, kayu manis, daun salam, dan daun-daun lainnya)

Abis sarapan, kami foto-foto sebentar di alun-alun kidul, diantara Pohon misterius itu loh.
P1100271
Sebentar aja, karena kami harus ngejar waktu ke Gua Pindulnya biar ga kesiangan.
Tapi sebelumnya kami harus cari penginapan dulu. Soalnya selama kemarin-kemarin mau booking, pasti penuh mulu. Pas dengan liburan sekolah sih.
Kami minta cari di daerah malioboro, biar enak jalan-jalannya gitu.
Beberapa penginapan kami singgah dan tanya, udah penuh semua.
Akhirnya dapet juga penginapan di deket bakpia 25, dengan rate yang murah.
Satu kamar, kamar mandi dalam, AC & TV, 2 large bed, seharga Rp 310.000.
Karena hanya itu yang available dan murah, kami langsung booking.
Satu kamar untuk ber-6. Bareng sama cowo-cowonya sih, tapi ga kepikiran juga untuk tidur, karena malah berencana untuk menghabiskan malam sambil kopi Joss atau midnight nonton Superman, hihi.

Abis turunin barang-barang, ganti baju untuk beraksi basah-basahan, kami ke mobil dan langsung menuju Gua Pindul.
Perjalanan lumayan jauh, 40 km-an. Jadi selama perjalanan bisa tidur dulu. Tapi pemandangan sepanjang jalan masuk Gn. Kidul itu bagus, sayang kalau ga dinikmatin.

Pas mendekati jam 12 siang, kami tiba di pusat wisata Gua Pindul.
Kami harus daftar dulu, ikut paket wisata yang mana dan bayar.
Kami pilih wisata Gua PIndul (Rp 30.000) dan rafting di Sungai Oyo, track panjang (Rp 45.000).
Walau yang dateng udah rame, sampe berbus-bus, tapi kami bisa langsung menuju lokasi.

Jalan sebentar, kami ambil ban GEDE untuk nanti kami naik masing-masing, kami bawa ke lokasi Gua Pindul.
P1100288
Lumayan buat pemanasan ngelatih otot tangan, wkwkwk.

Sampai di lokasi Gua Pindul, kami brifing dengan pemandunya, dan berdoa.
Lalu satu per satu kami turun ke sungai dan duduk diatas ban masing-masing.
Satu grup saling pegang ban kawan di sampingnya, biar ga kepisah.
P1100310

P1100308

P1100314
Selamat masuk ke Gua PIndul, wisata penelusuran sungai dengan pemandangan batu-batu alam stalaktit dan stalagmit.
Sayangnya, kamera anti air Pakdj berembun parah, jadinya foto-fotonya kurang pol ;(
P1100320

P1100330

P1100337

P1100359

P1100360

Perjalanan 300 m di sungai bawah Gua itu sambil mendengarkan cerita pemandunya tentang sejarah Gua Pindul.
Saya kurang merhatiin sih, karena ga kedengeran juga, hihi.
Sekitar 30 menit kemudian, kami tiba di ujung Gua. Tapi perjalanan kami belum selesai.
Next destination is semi-rafting di track panjang Sungai Oyo.

Menuju SUngai Oyo, kami keluar area Gua Pindul, naik jeep terbuka.
P1100402
Perjalanan darat 20 menitan, kami sampai di pinggir sungai Oyo.
Bersiap untuk menikmati arus sungai yang ga terlalu deras, diatas ban.
P1100432

P1100444

P1100482

P1100512

P1100544P1100402

Tracknya memang panjaaaang. Kami santay banget serasa di pantay. Pokoknya cukup bikin enjoy.
Walau arusnya ga deras sih, jadi kurang unsur peningkatan adrenalin-nya.
Kami sempet istirahat di air terjunnya, foto-foto, dan loncat-loncat dari tebing ke sungai.
Lalu melanjutkan penyusuran sungai, pokoknya tau-tau udah akhir perjalanan.
Lalu kami dijemput jeep lagi menuju tempat awal mobil parkir, dan barulah bener-bener berakhir wisata di kawasan Gn.Kidul ini.

Setelah itu kami bersih-bersih, mandi, dan bersiap untuk menikmati sunset di Pantai Indrayati sambil makan ikan bakar.
Pkl 15.30 kami berangkat, dan sebagian temen terlelap (lagi) karena perjalanan masih cukup jauh.

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, tempat wisata

JOGYES! (2) Pantai Indrayati, Angkringan Malioboro

(masih) Sabtu, 22 Juni 2013
Perjalanan ke Pantai Indrayati sekitar 1.5 jam.
Pokoknya ngejar sunset banget deh. Dan sepanjang jalan menuju Pantai itu ternyata banyak Pantai-pantai lainnya, dengan nama masing-masing.
Tapi kami maunya ke Indrayati, jadi walau ada di ujung dan relatif jauh, tetep dijabanin.

Sampai di Indrayati, pas lagi mau sunset.
Langit masih lumayan bagus, walau ada mendung-mendungnya.
Tapi bisa puas foto-foto di pantai sambil nunggu ikan bandeng laut bakarnya siap santap.
Saatnya bernarsis ria dengan background pantai \(^^\)(/^^)/
IMG_6616

IMG_6640

IMG_6646

_DSC0148

_DSC0195

_DSC0215

_DSC0185

_DSC0269

_DSC0172

Puas foto-foto dengan berbagai pose narsis dan terbang.
Akhirnya ikan bakar yang kami pesan mateng juga, siap santap dengan minum air kelapa muda.
Best pokoknya. Makan di pinggir pantai, backsound air laut, background langit sunset keemasan, dan teman-teman menyenangkan.
IMG_6664

IMG_6668

IMG_6663

Selesai makan, jam 6 langit udah mulai gelap juga, kami siap-siap kembali ke Jogja kota.
Jadwal masih padat, karena kami masih ingin eksplor malioboro dan nyoba kopi joss di angkringan sebelah stasiun Tugu.
Tapi ternyata, perjalanan dari pantai Indrayati ke Malioboro itu bisa sampai 4 jam!
Sang supir yang tau harapan kami, melajukan mobilnya dengan kencang, libas kanan kiri, hantam depan, terus maju.
Akhirnya bisa korting 2,5 jam sampai penginapan.
Kami turunin barang-barang, karena mobil disewa untuk sehari aja, lalu kami masuk mobil lagi untuk nebeng ikut ke Malioboro.

Berada di Malioboro pada malam minggu itu bukan pilihan yang tepat juga, karena saya ga suka berada di keramaian yang sangat ramai.
Tapi saya harus beli celana panjang dan kaos tangan panjang untuk tidur.
Soalnya saya ga bawa baju tidur. dan siap-siap kalau harus share sekamar sama cowo (hiiy).
Lumayan juga malioboro di keramaian, banyak yang pentas musik dan kesenian lainnya.
_DSC0312

_DSC0309

_DSC0295

Udah puas menyusuri Malioboro di malam hari dari ujung stasiun sampai ujung keraton,
kami balik arah lagi menuju arah stasiun karena mau nyoba angkringannya.
Kopi Joss! itulah tujuan utama kami.
Buat saya sih penasaran banget kopi yang pake arang panas ini. Secara penggemar kopi, kayaknya ga afdol kalo ke Jogja tapi ga coba kopi joss yang terkenal itu.
Jadilah kami melewati waktu sampai lewat tengah malam, ngobrol-ngobrol ditemani kopi joss, nasi kucing, kacang gurih, gorengan, dan sate-satean (sate telur puyuh, sate usus, sate kerang).
Beserta khalayak umum lainnya yang memenuhi trotoar sepanjang jalan stasiun.
_DSC0324

_DSC0330

IMG_6675

Entah jam berapa, setelah selesai makan, kami akhirnya memutuskan untuk balik penginapan.
Kami tetep harus jalan kaki, yang jaraknya lumayan, karena udah ga ada angkutan umum dan males naik becak.
Nikmatin aja. menyusuri jalan Yogyakarta di malam hari.
Hingga sampai di penginapan, kami mengusir para pria untuk keluar selagi kami bersih-bersih dan bersiap tidur, huehue.
Dan untungnya emang para pria itu mau cari mie goreng dan terang bulan a.k.a martabak manis buat cemilan. (tapi terang bulannya ga dapet,huhu)

Pokoknya baru pukul 01.30an saya mencoba untuk tidur, yang mana ga bisa tidur aja sampai subuh tiba.

Minggu, 23 Juni 2013
Hari ini dimulai dengan mencari House of Raminten untuk sarapan.
Dengan semangat berjalan kaki, ala backpack bule banget pokoknya, kami jalan hingga ke kota baru dan ke tempat House of Raminten.
Tempat ini terkenal dengan interior bergaya tradisional dan pelayannya yang pake baju tradisional juga.
Buka 24 jam bo! dengan menu makanan tradisional dan harga yang relatif murah.
Overall boleh juga laah, makanan dan minumannya enak.
Apalagi yang pesen ukuran jumbo, memang ga menipu.
IMG_6679

IMG_6690

IMG_6697

IMG_6698

IMG_6699

IMG_6706

_DSC0337

keasikan di House of Raminten yang cozy dan ada yang pesen makanan berkali-kali,
ga kerasa udah siang aja. Padahal jam 1 kami harus check out.
Jadinya kami buru-buru jalan ke arah Malioboro, untuk ke pasar Beringharjo beli oleh-oleh batik (bagi yang mau).
Saya sih ga ada yang mau dibeli juga, jadinya beli sekedarnya untuk oleh-oleh temen kantor, c babeh bos, dan titipan teman.

Menjelang jam 1, kami berkumpul di penginapan untuk check out.
Jadwal kereta kami masih jam 16.15, akhirnya selagi menunggu itu, ada yang ke Bakpia 25 dulu untuk beli oleh-oleh.
Lalu sekalian jalan menuju stasiun, kami singgah makan siang.

Sampai di stasiun, duduk-duduk sebentar sambil ngeskrim, ga lama kereta tujuan Surabaya pun udah dateng.
Kami langsung menuju kereta dan duduk dengan manis di seat kami.
Jadwal sampe di Stasiun Gubeng, Surabaya, jam 21.15 (estimasi 6 jam perjalanan)
IMG_6711

IMG_6714(
(yang ngikut backpack Jogyes! Made, Pakdj, Mbakdhi, MbaIv, Nane)

Sampai di Surabaya on time, kami menunggu mobil jemputan. travel menuju Bangil.
Dan perjalana di surabaya diakhiri dengan makan malam di nasi goreng/mie goreng langganannya Mbakdhi.
Huaaa, berakhir sudah cerita kami di Jogja kali ini.
Masih pengen jalan-jalan lagi bareng temen-temen iniii
>.<

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, kota, pantai

Membuka Mata Lahir dan Bathin

Setelah beberapa lamanya vakum dari petuah-petuah sakti mandraguna bos babeh, entah mengapa akhir-kahir ini setiap dipanggil untuk ngasih tugas jadi sering berbincang mengenai pemahaman Al-Hakim-nya beliau.
Pernah saya posting tentang takdir menurut beliau.
Yang kalau segala bentuk kejadian di dunia ini udah ditentukan oleh-Nya, tanpa bisa diganggugugat, bahkan oleh Doa sekalipun.

Sekarang prinsip berdoa.
Menurut beliau, Doa itu bukan sarana untuk berharap sesuatu kepada Allah.
Doa itu tidak berpahala.
loh? lalu untuk apa berdoa? (saya bertanya)
Beliau menjawab: berdoa aja ga dapet pahala, apalagi ga berdoa. bisa dihajar abis-abisan nanti kita di akhirat.
Doa itu hanya sarana untuk kita mendekatkan diri kepada Allah, pengingat kalau kita adalah manusia yang ga bisa apa-apa.
Prinsip berdoa itu adalah adanya pemahaman kalau yang diterima adalah yang terbaik.
Tapi bukan dalam bentuk materi atau hal-hal yang terlihat mata.
Minta uang, mobil, rumah, jabatan, pasangan yang menawan, dll. Itu semua kriteria duniawi.
Coba lihat walaupun kita ga mendapatkan materiil seperti itu, tapi dikasih kesehatan, kepintaran, keluangan waktu, kebebasan berbicara, kesempurnaan fisik, dll yang sifatnya non materiil.

Pemahaman tertinggi terhadap keberadaan Allah, ketika kita bisa ikhlas dan pasrah untuk semua yang terjadi.
Selalu melihat segala sesuatu dari sisi positifnya.
Misal: kecelakaan, harus amputasi kaki.
Mungkin bagi yang mengalami hal tersebut adalah sebuah kesedihan yang luar biasa. Ga bisa jalan dengan normal lagi. Serasa ga berguna dan lebih baik mati aja.
Tapi bagaimana kalau dengan diambilnya kaki orang tersebut malah membuat dia semakin mendekatkan diri pada Allah dan terhindar dari maksiat.
Bisa saja kalau dia punya kaki yang utuh dan normal, dia malah jalan-jalan ke tempat yang hanya membuat dia berdosa.

Membuka tidak hanya mata fisik, tetapi juga mata bathin.
Untuk memahami setiap kejadian dengan positif.
Menilai segala sesuatu tidak hanya secara materi, tetapi yang lebih daripada itu.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, petuah si bos

Papuma (again)

Sabtu, 15 Juni 2013

Wiken sekarang jadwalnya berkaryawisata bareng temen-temen engineering.
Kami nyewa satu bus kapasitas 30orang, full!
Tujuannya, Pantai Papuma, Jember.
Buat saya ini kali kedua dateng ke Papuma, karena sebelumnya udah pernah ke Papuma bareng geng cewe-cewe hore waktu bulan april lalu (cekidot)

Berangkat dari Bangil jam 06.30.
Seperti biasa, saya langsung dijemput depan kosan, sekalian angkut konsumsi snacks yang dititpin dikosan.
Masuk bus, duduk yang manis, sebelah Pakde, karena yang available cuman kursi sebelah beliau -,-
Sambil jalan menuju Pasuruan, sambil angkut temen-temen yang naik di sepanjang Raci-Pasuruan.

Perjalanan dimulai dengan bagi-bagi snacks dan air minum.
Ga lupa pasang musik-musik, yang sesekali diganti film (fast and furious series).
Di jalan masih lancar-lancar aja, sampai suatu ketika entah daerah mana, antrian kendaraan stuck sampe ga gerak.

Cukup lama bus ga gerak, jalanan macet, padat merayap.
Penyebabnya, karena melewati pasar tradisional dan ada truk keguling.
Walhasil, yang seharusnya nyampe Rumah Jengtis di Lumajang itu untuk sarapan (sekitaran jam 9),
tapi jadinya malah makan siang, karena nyampe jam 11.30an.

Singgah rumah Jengtis yang udah nyiapin makanan rumah, kami langsung makan (lapar gitu yaa).
Lalu sholat di mesjid deket rumahnya, dan gak lama sekitar jam 1 kami berangkat lagi menuju Papuma.

Dikirain dari Lumajang itu deket ke Papuma, tapi ternyata masih menempuh beberapa jam lagi.
Pokoknya sampe Papuma itu jam 14.30an, udah siang banget.
Kami turun dan langsung menuju pantai.
IMG_6505

Ada yang langsung buka baju nyebur pantai, ada yang foto-foto.
Yang bawa pasangannya sih langsung menghilang nikmatin pantai berdua.
Saya, jelaslah membawa dua malaikat di kiri dan kanan saya, hihi.
IMG_6506

Karena liat langit udah agak mendung, saya langsung menuju bukit atas untuk liat view Papuma dari ketinggian.
Sendirian aja, karena yang lain udah asik masing-masing.
Memang ya, pemandangan dari atas itu sangat indah.
IMG_6509
IMG_6517

Saya sendiri menyibukkan diri dengan foto-foto ambil setiap view pantai.
Batu, Karang, Pasir, ombak, lalu foto temen-temen.
Just wanna capture every moment.
Liat temen-temen yang asik berenang di pantai, basah kuyup.
Kalau saya pikir-pikir lagi, saya tetep milih gunung dibanding pantai.
Walau view yang didapat itu beda feelnya.
IMG_6529

IMG_6534

IMG_6548

IMG_6568

IMG_6586

Jam 16.00 temen-temen udah selesei berenang dan menuju toilet untuk mandi.
Saya selagi jaga baby anaknya Pak Hakim, udah ajak temen-temen untuk minum air kelapa.
Masa udah di pantai tapi ga minum kelapa muda.
Tapi ga ada waktu untuk menyicipi ikan laut bakarnya ;(
Waktu pertama kali ke Papuma bareng geng cewe hore sih, puas main di pantai dan makan ikan bakar ;9

Setelah semua bersih dan kering, sambil ada yang makan popmie atau jajan-jajan,
kami menuju spot untuk foto bersama.
Kejar-kejaran sama sunset yang udah membawa gelap datang, kami berkumpul dan beberapa kali jepret mengambil foto kebersamaan.
IMG_6588

IMG_6600

Jam 17.30an selesai kegiatan kami di Papuma dan menuju bus untuk berangkat pulang.

Sebelumnya, kami mampir rumah Teguh yang di Lumajang (juga) untuk makan malam.
sekitar jam 8 malam kami sampai dan disuguhi makanan rumah yang sangat komplit.plit.
Jam setengah 9an kami selesei makan dan menuju bus lagi untuk pulang ke Bangil.
Perjalanan lancar, sehingga sampai Bangil jam 23.30an.

Over all, saya nikmatin pemandangan Papumanya.
Lebih eksplor sampai ke tebing tingginya.
Tapi jauh lebih seru waktu bareng geng cewe hore.
Lebih banyak ngobrol dan ketawanya, lebih banyak semakin kenal satu sama lainnya.
Mungkin karena yang bareng Dept. Emgineering ini banyak yang fokus sama pasangannya,
jadi kebersamaan satu timnya jadi kurang kerasa.
Sedangkan waktu sama geng cewe hore kan kita single and happy semua, ahaha.
20130406_121529

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, pantai