Tag Archives: usia

Menumbuhkan Harapan

Si bos kecil lagi rajin dateng apél dan memimpin apél. Seperti tadi pagi, wejangan yang diberikan adalah tentang ‘Bagaimana Menumbuhkan Harapan’, khususnya bagi para lansia. Identiknya kalo udah lanjut usia itu hanya termenung seperti tanpa harapan, tinggal menunggu dipanggil Sang Pemilik Hidup. Katanya hal ini juga untuk tips memperpanjang usia (walau usia mah udah ditentukan batasnya ya). Tipsnya adalah dengan bercocok tanam.

Dari aktivitas bercocok tanam, pertama kita akan menanam benih. Lalu harus mengurusnya dengan menyiram dan memberi pupuk. Kita akan dibuat penasaran akan tumbuh bagaimana benih tersebut. Rasa penasaran dan ketertarikan untuk mengurus si tanaman setiap harinya, menjadi salah satu terapi untuk menumbuhkan harapan dan semangat hidup, karena kita akan tidak sabar menanti hari esok melihat perkembangan sang benih.

Bener sih.. semangat hidup itu akan ada kalau ada harapan yang ingin dicapai. Harapan terhadap apapun atau siapapun. Misal untuk anak-anak, menumbuhkan semangat untuk sekolah dengan menerapkan sistem pengajaran yang menyenangkan dan temen-temen yang asik. Untuk orangtua, harapan untuk melihat anak-anaknya tumbuh besar dan dewasa. Harapan untuk ngerjain suatu proyek hingga tuntas, nyelesain skripsi, bertemu dengan seseorang, nonton acara kesukaan, dan harapan/rencana esok hari lainnya. Tentu aja, harapan yang wajar, ga berlebihan sampe bikin terlalu kecewa kalau harapan itu ga bisa terwujud.

Saya sendiri selalu ada harapan untuk esok hari. Misal, menu makan siang besok di kantin adalah gado-gado kesukaan, jadi ga sabar untuk cepet-cepet besok siang. Atau baru hari senin, udah berharap segera Jumat, biar bisa pulang ke Bandung. Bahkan baru awal Mei aja udah ga sabar ingin akhir Mei, karena sepupu saya mau nikah dan dapet libur panjaaang dari kantor yang berencana (insyaAllah) dipake untuk jalan-jalan ke Jawa Tengah. Atau baru juga gajian bulan ini, udah mikir gajian bulan depan mau dipake apa aja, mwehehehe.

*Asal jangan menjadi pemberi harapan kosong aja ke orang lain…

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, sharing

Dua Puluh Enam

Tepat Dua Puluh Enam tahun lalu, saya dilahirkan. Dari seorang ibu yang sangat luar biasa. Dua Puluh Enam Tahun sudah saya lewati dengan berbagai pengalaman luar biasa. Hari ini, genap Dua Puluh Enam Tahun akhirnya saya bisa melewatinya bersama keluarga dan kawan-kawan. Tidak ada surprise party atau birthday cake and gifts, hanya ada mamah, ayah, dan kedua adik saya, bersama saya di Jawa Timur ini. Setelah sudah tiga tahun saya lewati dua belas mei tanpa mereka.

Semakin saya tersadar. Bersama dengan keluarga adalah tempat saya bebas menjadi diri saya sendiri. Bebas kentut, bebas sendawa, bebas ngorok, bebas ongkang-ongkang kaki, bebas ngupil, bebas garuk sana-sani, bebas cerita, bebas ngeluarin duit, bebas mau berat badan berapa pun, bebas semuanya.
Family is the most precious gift ever.

Dua Puluh Enam tahun bagi seorang wanita di mata masyarakat Indonesia umum, sepertinya bukan usia yang muda lagi.
Sedikit ironis, di saat ngobrol dengan kawan laki-laki dengan tanggal kelahiran yang berdekatan, tapi dia merasa di usia yang dua puluh enam ini masih muda. Sedangkan dia bilang bagi wanita itu sudah tua. Bisa ya masyarakat sini mempunyai perbedaan perspektif yang signifikan begitu.
Yaa ga jauh-jauh dengan bahasan tentang menikah. Banyak yang mendoakan untuk bisa segera menikah, ketemu jodoh yang paling tepat. Tentu saja semuanya saya Aminkan dengan sungguh-sungguh.
Rencana menikah saya sudah terlewati dua tahun lalu, disaat usia saya Dua Puluh Empat tahun.
Begitu inginnya saya menikah di usia itu, tetapi ternyata belum saatnya masuk ke cerita tersebut menurut sang Novelis hidup saya.
Usia Dua Puluh Lima pun berlalu tanpa ada kisah tentang saya jatuh cinta, pendekatan/ta’arufan, lamaran, momen mempersiapkan akad, dan resepsi nikah,

Mencari, tentu saja. Yang menjodohkan atau mendekati juga ada saja. Tapi mungkin memang belum saatnya masuk ke babak cerita cinta. Masih ditulis dengan kisah petualangan hidup saya sebagai single woman fighter.

Mengulang momen kelahiran bagi saya sekarang sudah hal yang biasa saja. Nothing special at all.
Mau dapet ucapan atau enggak, mau dapet hadiah atau enggak, mau traktiran atau enggak, biasa aja.
Sama saja seperti hari-hari lainnya, dilalui dengan berbagai kisahnya, Ada yang monoton, ada juga yang politron (loh, hehe).

Merasa tua? Ya, tentu saja. Di saat banyak kawan saya di usia yang sama sudah berkeluarga, punya anak, bahkan ada yang sudah dua atau tiga anak.
Tapi itu sudah jalan hidup mereka. Saya pun punya jalan hidup sendiri yang harus dilalui.
Tetap bersabar untuk percaya bahwa ada saatnya saya bisa merasakan jatuh cinta lagi, merasakan keyakinan untuk hidup berkeluarga dengan jodoh terbaik saya, merasakan ketenangan untuk melalui sisa hidup dengan pendamping nanti.
Di usia yang paling tepat  telah Allah rencanakan dan akan ditulis sangat epic.

Saatnya terus bersungguh-sungguh dan bersabar menjalani setiap waktu. Mengambil hikmah demi hikmah yang tidak henti Allah berikan. Mendewasakan pola pikir dan menguatkan hati. Meluruskan niat untuk segalanya. Mempersiapkan untuk bekal berkeluarga. Memahami makna kehidupan di dunia untuk kehidupan di akhirat.

Kenapa jadi curcol masalah beginian??
Memang sudah saatnya sik, haghag.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Tips Panjang Umur

Ada tips nih dari orang-orang Jepang yang emang terkenal berumur panjang dan sehat-sehat :

1. Jangan merokok, minum beralkohol, dan batasi makan daging merah

2. Perbanyak makan sayuran (campuran sayuran hijau, merah, kuning, dll), buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Selanjutnya merupakan yang lebih ke batiniyah

3. Ikigai : Membuat hidup lebih berharga.

Perbanyak bersyukur dan tersenyum ikhlas.
Bagaimana tersenyum ikhlas ?

baca postingan sebelumnya yang berjudul “Sejarah Senyum” di ardfsa.multiply.com

4. Moai : Jejaring sosial

Hidup bersosialisasi emang suatu keharusan.
Bergotongroyong, toleransi, saling berbagi, memberikan kenyamanan, dll
Yang terakhir (ini sesuai sunnah Rasulullah)

5. Hara Hachi Bu : diucapkan sebelum makan

Artinya mengingatkan kita untuk berhenti makan sebelum kenyang, atau setelah 80% kenyang.

Gimana bisa tau klo udah 80% kenyang ? Menurut pakar gizi, setelah kita makan setengah porsi dari biasanya, berhenti sejenak dan minum… Jika setelah itu kita tidak ingin makan lagi, berarti kita udah 80% kenyang.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita