Tag Archives: suamidanistri

2nd Anniversary #latepost

Suatu pagi di hari sabtu, ketika saya mau bikin sarapan, saya lewat meja makan dan nemuin a bucket pink rose flower dengan tulisan tangan suami. I didn’t expect it at all, karena anniversary kami udah lewat beberapa hari lalu yang kami rayain hanya dengan saling ucap, kissing, and hugging. Buat saya, 2 tahun barulah seumuran benih pohon jati, yang belum seberapa kalau dibanding dengan yang udah puluhan tahun menikah, jadi mau dirayain gimana juga gak perlu ya..

Tapi ternyata suami ngasih surprise di pagi itu yang bikin saya terharu dan speechless. For the first time he gave me a big one flowers, biasanya kasih sekuntum aja, hihi. Komplit dengan wadah decoupage bergambar pink rose flower juga. It was so beautiful..

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Selama 2 tahun menikah, suami saya adalah orang yang sangat lembut dan penyayang. Sering saya cerita juga kalau suami sama sekali ga pernah marah, bahkan raut kesel aja saya ga pernah liat, yang ada sih saya muluk yang cemberut kalo suami ga cepet nurutin mau saya. Selama ini pun saya ga pernah denger suami meninggikan suaranya, selalu lembut.

Suami ga pernah nuntut apapun dari saya. Cuman yang paling saya inget ketika baru awal menikah, suami minta setiap pulang kerja pengen disambut dengan pelukan dan ciuman. Hal itu pun berlangsung setiap hari ketika suami pulang kerja sampai sekarang, kecuali kalo lembur sampe malem banget dan saya udah pulas. Yang ada suami yang nyium saya dan ngelonin lagi.

Ketika udah ada Miza, pulang kerja sehabis ganti baju, kalau Miza udah bobok, pasti suami langsung nyamperin Miza. Dicium-cium, dielus-elus, diliatin beberapa saat. Baru setelah itu makan malam.

Yang bikin saya terharu juga, suami selalu makan apapun yang saya masak. Walau kadang rasanya amburadul ga jelas, tapi suami tetep aja abisin. Ga pernah nuntut apapun untuk saya bisa masak ini itu. Apapun yang saya suguhin, suami makan tanpa pernah komplen… huhuhu. Setelah itu, masih nyuci piring bekas makannya sendiri, padahal saya ga pernah nyuruh suami.

Giliran tiba weekend, suami selalu ngasih saya kesempatan untuk lanjut tidur lebih lama di pagi hari dengan ambil alih ngurus Miza. Mandiin, ngajak jalan2, ngasih cemilan buah sebelum sarapan, sampai saya bangun dengan segar untuk bikin sarapan. Suami sangat pengertian, kalau malem hari saya masih bangun beberapa kali untuk nyusuin Miza dan hari kerja pun saya yang ngurus Miza full. Jadi, giliran weekend, Miza lebih banyak sama suami, saya hanya bertugas nyusuin dan bikin makan.

He is romantic with his own way…

Alhamdulillah, thank you Allah for giving me the most lovable husband and father of my son (children to be). It is just the first 2 years we’ve been through this life together, but I pray to live with him until our age is over and You give us barokah life here and hereafter.

 

I love you ayang…


SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Advertisements

Leave a comment

Filed under akudankamu, cerita-cerita

Gagal Becanda

Suatu siang, cuami kirim foto di WA minuman milk tea bubble yang happening. Lalu mata saya pun berbinar karena termasuk yang doyan milk tea bubble. Dimulailah percakapan :

Saya : dapet darimana ituu ?
Cuami : snack mitiingg.
Saya : aku mau apply kerja di tempat ayg doong..
Cuami : buat apa?
Saya : biar dapet suguhan gituan juga kalo miting. Tapi ga boleh kalo apply tmpt kerja ayg ya.. (fyi, suami-istri ga bisa satu kantor)
Cuami :  ngapain apply kesini ?
Saya : lumayan, kalo miting snacknya suka mewah.. mwihihihi..
Cuami : -no respon-

Sepulangnya di rumah..

Saya : Kok ga ketawa sih aku mau apply di kantor dengan alasan karena snacknya?
Cuami : Kan enggak lucu..
Saya : *menitikkan air mata* itu kan maksud aku lagi becandaaa.. mosok ada alasan apply kerja karena snacknya mewah2 sik.
Cuami : bisa aja kan karena emang alasan ‘wah, boleh juga nih snack mitingnya’.
Saya : -,- ya masa lagi interview ditanya alasan masuk kerja karena mau sneekkk?
Cuami : enggak bilang pas interview juga dong, dalam hati aja kan bisa.
Saya : *nangis guling-guling di pojokan* -gagal becanda sama cuami-

Mau pundung tapi ga jadi karena minuman bubble-nya dibawa pulang buat saya, hohoho.. enaaakkkk :9

Leave a comment

Filed under akudankamu, cerita-cerita

Five-Monthversary

Suatu malam lewat tengah malam, masih cukup melek karena cuami baru pulang kerja mendekati tengah malam. Sebelum tidur, kami tiba-tiba bercerita singkat tentang masa kecil. Masa sekolah, dari SD sampai kuliah. Tepatnya saya sih yang lebih banyak cerita 😀 cuami pendengar setia sajja. Cerita sejarah saya selama di SD, SMP, SMA, dan sedikit di kuliah.

Setelah cerita nostalgia gitu, lalu liat cuami di samping, masih suka takjub. Kok bisa laki-laki yang baru kenal kurang dari setahun, udah jadi suami yang tiap hari dikangenin. Bukan laki-laki yang jadi temen selama sekolah atau kegiatan ekskul lainnya. Bukan temen kerja atau temen main naik gunung. Klik! tiba-tiba datang atas skenario takdir Allah, setelah melewati pengalaman yang berwarna-warni sebagai “perempuan cukup umur”.

Sekarang udah 5 bulan semenjak kami menikah, Alhamdulillah semuanya (masih) lancar, ga pernah berantem, ada sedikit manyun, tapi banyak tertawa yang lepas atau ditahan. 5 bulan masih sangaattt ga ada apa-apanya, dibanding sisa pernikahan yang seumur hidup, InsyaaAllah masih ada bertahun-tahun kedepan yang harus dilewati bersama. Sekarang, masih menikmati masa-masa pacaran sebebas-bebasnya, sebelum saatnya nanti menikmati menjadi mommy and daddy, InsyaaAllah.

I wanna make you smile whenever you’re sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you

I’ll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

I’ll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold

Need you
Feed you
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you’ve had too much to drink work
I could be the (wo)man who grows old with you
I wanna grow old with you

[Adam Sandler – Grow Old With You]

Leave a comment

Filed under akudankamu, cerita-cerita, menikah