Tag Archives: pribadi

Half Elapsed, Half to Go

15 Ramadhan 1433 H

I think this Ramadhan is worse than several past years.
Saya merasa sangat kurang pemahaman pentingnya bulan Ramadhan. Kurang di re-charge lagi tentang keutamaan-keutamaan ibadah di bulan Ramadhan. Sangat rendah secara kuantitas apalagi kualitas. Plain.. datar.. Kenapa?

Awalnya, waktu pulang kerja yang mepet waktu maghrib itu jadi bikin saya keburu-buru. Secara disini lebih Timur, jadi jam setengah 6 udah maghrib, sedangkan pulang kerja jam 5, yang mana ga mungkin banget langsung bisa pulang kerja. Tapi sekarang hal itu udah bisa jadi kebiasaan. Ya buka dulu aja di kantor, sholat maghrib, baru pulang. Toh, sholat tarawihnya juga sendiri. Selama disini ga pernah dengerin ceramah Ramadhan. Pernah sekali waktu buka bersama Mesjid kantor, tapi ya tentu saja kurang banget. Dua kali jumat di Bulan Ramadhan ini saya pasti keluar kantor mulu. Jumat pertama ke customer di Mojokerto, Jumat lalu ke Jakarta. Dan ada kemungkinan Jumat sekarang pun saya ke Cikarang. Jadi ga bisa ikutan kajian siang setiap Jumat di kantor.

Ah, excuse! Seharusnya alasan bekerja ga bisa jadi pembenaran. Walau aktivitas kerja yang sudah terjadwal ini agak bikin Ramadhan saya keteteran. Terutama ngajinya, yang biasanya kalo Ramadhan sehari itu lebih dari 1 juz, sekarang harus kejar-kejaran untuk bisa 1 juz. Bahkan artinya aja sama sekali ga dibaca. Tarawih, tetep dilakuin tapi sendirian, soalnya kurang sreg dengan metode 23 rakaat yang super cepat itu. Tahajud, masih bisa dilakuin juga sebelum sahur. Sejauh ini masih aman ga sampe bablas ketinggalan sahur walau secapek apapun. Dhuha dan rawatib, masih sama seperti hari-hari diluar Ramadhan, yang seharusnya ga boleh sama minimal di kuantitasnya.

Yang paling bikin ngerasa worse itu adalah kualitas dari ibadah-ibadah yang dilakukan. Seperti ga ada feel-nya. Ibadah banyak ga konsentrasinya. Berdoa pun jarang sekali. Entah karena doktrin c babeh yang selalu bilang berdoa itu ga terlalu ngaruh terhadap Takdir yang udah ditetapkan, atau karena tahun-tahun lalu di bulan Ramadhan saya berdoa sangat keras dan terlalu berharap tapi belum juga doa saya dikabulkan hingga akhirnya sekarang saya pasrah aja gimana Allah. Atau karena ketidakjelasan visi hidup, sehingga ga ada tujuan yang jadi motivasi saya untuk berusaha. Above all, it should be no excuses.

I understood that No one can help beside Allah and myself…
Astaghfirullah
any enlightment, please?

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Akibat Stress

Tiba-tiba kemarin @liezaijah ngasih info ke saya (@ardfsa), @osiarutanti, dan @nyayuunuy tentang akibat stress.
Secara @liezaijah itu sekarang kerja di Jakarta, saya kerja di Pasuruan, @osiarutanti lagi S3 di Jepang, dan @nyayuunuy lagi S3 juga di Korea.
Jadi indikasi tingkat stress kami ini cukup dibilang tinggi.

Menurut info yang dia dapat, selain bisa jerawatan, bisa juga kena rambut rontok yang cukup parah.
Lalu ributlah kami di Twitter tentang akibat-akibat stress ini.
Berdasarkan pengakuan pengalaman masing-masing, setiap individu itu bisa beda-beda dampak stress-nya.
1. @liezaijah : kuantitas kerontokan rambut bertambah banyak
2. @osiarutanti : kuantitas timbulnya jerawat bertambah banyak
3. @nyayuunuy : kuantitas ketembeman pipi berkurang banyak
4. @ardfsa : kuantitas ngemil meningkat drastis (hikshiks)

Itu baru dari 4 orang dengan kerjaan berbeda-beda, di tempat berbeda-beda juga.
Ada juga yang stress malah jadi marah-marah, pemurung, sembelit, migrain, dll.
Buat @osiarutanti sama @nyayuunuy yang stress itu malah ga nafsu makan, jadinya bisa kurus (pengeeeennnn!). cuman efek jerawatan dan gatel-gatel ke badan.

Kalau buat saya, kebalikannya!
Kerasa banget kalau lagi stress-stressnya, uring-uringan, ga sesuai plan, lagi ga jelas proyeksi masa depan (cem sekarang), pengennya ngemiiiillll mulu.
Nafsu makan sih ga ada, makan secara benar dan sehat itu ga mau.
Tapi pengennya ngemil ga jelas. Ya makan biskuit lah, coklat lah, gorengan lah.
Yang kurang aja, si itu nafsu ngemil siyalan hanya muncul ketika malam hari (aaarggh!!!!).

Kalau pagi biasanya ga mood makan, kalau siang makan dikit aja udah langsung kenyang banget, tapi entah kenapa kalau menjelang malam segala pengen.
Walhasil, selama 8 bulan saya disini, bertambah berat badan drastis!! (nangis-guling2-banting-timbangan-badan).
Yaa, ditambah ga pernah olahraga juga. Udah jaraaaang banget jogging pagi hari, apalagi treadmill-an (ga ada tempat fitness gitu yaa).
Disini fasilitas olahraganya, trek lari atau GOR, itu ga ada.
Yasudah, pasrah. Makan ga bener di malam hari lalu tidur, tanpa ada pembakaran lemak.
Makin aja stress gara-gara meratapi lemak yang bikin badan berat bergerak.
bumbumbum (>.<)

Diet sih udah selalu jadi plan sehari-hari.
Tapi actualnya… tong kosong!
Huaaaa! tambah strreeess!

Sudah.sudah.. yang jelas saya tidak stress sendirian.
Ternyata kawan-kawan yang lain pun sama-sama stress, ahahaha.

Btw, dengan tambahan juga susah tidur tenang, katanya saya bukan stress.
Tapi depresi!
karena apa? saya pun tidak tau.
atau gak mau tau, sehingga saya pura-pura ga tau, lalu mengalihkan ke hal-hal yang bisa bikin fresh (seperti traveling, hiking, reading, dll), tapi sebenarnya ada sesuatu di alam bawah sadar saya yang bikin depresi? yaa, mungkin aja.
Tapi pasti suatu saat nanti akan bisa diselesaikan/dihilangkan kok (Aaamin).

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kawan-kawan

Flashback

Oke, hari ini di kantor lagi ga produktif.
Secara sang Babeh ga masuk karena sakit (hati #eh).
Beberapa tugas udah selesei dan tinggal follow up.

karena begitu luangnya waktu, saya baca-baca lagi postingan blog saya dari awal.
ya ampun, natsukashii.
Cerita-cerita masih jaman sangat polos dan lurus (sekarang udah banyak warna dan belok-belok,hihi)

sesekali berguna juga flashback ke masa lalu.
Ngebayangin lagi dulu itu saya seperti apa, lingkungan saya gimana, aktivitasnya ngapain, dll.
di evaluasi apa yang berubah, apa yang lebih baik, apa yang malah jadi jelek.
Yang saya sadar, jaman dulu lebih produktif nulis.
Semuaaaaa diceritain, walau beneran ga penting.
Lebih banyak lagi hal yang di ceritain di blog multiply.
Tapi sekarang kan udah tutup.
Seakan sampai multiply pun ingin membantu saya untuk melupakan kisah-kisah indah yang terlalu pahit untuk diingat lagi #tssaaahhhh

Flashback ke masa lalu saat semuanya masih ideal dan terlalu nyaman.
paling tidak saya ternyata pernah merasakan saat-saat semuanya aman dan tenang.
Menjadi bagian yang bermanfaat dan berkontribusi.
Walau mungkin untuk saat ini, semuanya sudah terlupakan dan dilupakan.

(edisi hari yang mendung bikin mood juga mendung)

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Hingga saat itu semua

Saya di masa depan ingin seperti apa? Ingin jadi apa?
Apa yang ingin saya kerjakan?
Apa yang ingin saya kejar?
Apa yang membuat saya puas?
Apa yang membuat saya nyaman?
Apa yang membuat saya bahagia?
Apa yang hanya saya sendiri bisa lakukan?
Apa yang ingin saya berikan untuk orang-orang tersayang?
Apa yang paling ingin saya lakukan?
Apa yang saya yakini?

Ketika semua pertanyaan “apa” itu terjawab,
lalu “bagaimana” harus dijawab juga, untuk dilakukan.

Hingga saya sudah bisa menjawab dan melakukan hingga baik dan benar,
Hingga saya puas atas usaha yang diatas rata-rata orang lain.
Hingga saya berhasil bersabar dengan produktif.
Hingga saya tak berhenti berdoa.
Hingga saya paham, bahwa hidup ini adalah untuk mempersiapkan akhirat.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Dua Puluh Enam

Tepat Dua Puluh Enam tahun lalu, saya dilahirkan. Dari seorang ibu yang sangat luar biasa. Dua Puluh Enam Tahun sudah saya lewati dengan berbagai pengalaman luar biasa. Hari ini, genap Dua Puluh Enam Tahun akhirnya saya bisa melewatinya bersama keluarga dan kawan-kawan. Tidak ada surprise party atau birthday cake and gifts, hanya ada mamah, ayah, dan kedua adik saya, bersama saya di Jawa Timur ini. Setelah sudah tiga tahun saya lewati dua belas mei tanpa mereka.

Semakin saya tersadar. Bersama dengan keluarga adalah tempat saya bebas menjadi diri saya sendiri. Bebas kentut, bebas sendawa, bebas ngorok, bebas ongkang-ongkang kaki, bebas ngupil, bebas garuk sana-sani, bebas cerita, bebas ngeluarin duit, bebas mau berat badan berapa pun, bebas semuanya.
Family is the most precious gift ever.

Dua Puluh Enam tahun bagi seorang wanita di mata masyarakat Indonesia umum, sepertinya bukan usia yang muda lagi.
Sedikit ironis, di saat ngobrol dengan kawan laki-laki dengan tanggal kelahiran yang berdekatan, tapi dia merasa di usia yang dua puluh enam ini masih muda. Sedangkan dia bilang bagi wanita itu sudah tua. Bisa ya masyarakat sini mempunyai perbedaan perspektif yang signifikan begitu.
Yaa ga jauh-jauh dengan bahasan tentang menikah. Banyak yang mendoakan untuk bisa segera menikah, ketemu jodoh yang paling tepat. Tentu saja semuanya saya Aminkan dengan sungguh-sungguh.
Rencana menikah saya sudah terlewati dua tahun lalu, disaat usia saya Dua Puluh Empat tahun.
Begitu inginnya saya menikah di usia itu, tetapi ternyata belum saatnya masuk ke cerita tersebut menurut sang Novelis hidup saya.
Usia Dua Puluh Lima pun berlalu tanpa ada kisah tentang saya jatuh cinta, pendekatan/ta’arufan, lamaran, momen mempersiapkan akad, dan resepsi nikah,

Mencari, tentu saja. Yang menjodohkan atau mendekati juga ada saja. Tapi mungkin memang belum saatnya masuk ke babak cerita cinta. Masih ditulis dengan kisah petualangan hidup saya sebagai single woman fighter.

Mengulang momen kelahiran bagi saya sekarang sudah hal yang biasa saja. Nothing special at all.
Mau dapet ucapan atau enggak, mau dapet hadiah atau enggak, mau traktiran atau enggak, biasa aja.
Sama saja seperti hari-hari lainnya, dilalui dengan berbagai kisahnya, Ada yang monoton, ada juga yang politron (loh, hehe).

Merasa tua? Ya, tentu saja. Di saat banyak kawan saya di usia yang sama sudah berkeluarga, punya anak, bahkan ada yang sudah dua atau tiga anak.
Tapi itu sudah jalan hidup mereka. Saya pun punya jalan hidup sendiri yang harus dilalui.
Tetap bersabar untuk percaya bahwa ada saatnya saya bisa merasakan jatuh cinta lagi, merasakan keyakinan untuk hidup berkeluarga dengan jodoh terbaik saya, merasakan ketenangan untuk melalui sisa hidup dengan pendamping nanti.
Di usia yang paling tepat  telah Allah rencanakan dan akan ditulis sangat epic.

Saatnya terus bersungguh-sungguh dan bersabar menjalani setiap waktu. Mengambil hikmah demi hikmah yang tidak henti Allah berikan. Mendewasakan pola pikir dan menguatkan hati. Meluruskan niat untuk segalanya. Mempersiapkan untuk bekal berkeluarga. Memahami makna kehidupan di dunia untuk kehidupan di akhirat.

Kenapa jadi curcol masalah beginian??
Memang sudah saatnya sik, haghag.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita