Tag Archives: lirik

Dunia Sekitar

Lagi suka banget sama lagu Maliq yang judulnya “Dunia Sekitar”. Liriknya namPOL abis! Ini lagu pasti saya puter setiap pagi. Biasanya sambil jalan-jalan/jogging di deket kosan. Kalau lagi denger lagu ini terus saya perhatiin ‘dunia sekitar’ saya, makin-makinlah saya ditampar karena kurangnya bersyukur.

Saya lihat para pedagang sayur, kerupuk, jamu, cemilan, tempe dan susu kedelai keliling, ayam potong. mereka semua sejak dini hari sebelum subuh, udah siap dengan dagangannya. Memulai hari dengan berusaha mendapatkan rezekinya dengan bekerja. Mungkin secara pendapatan yang dikumpulkan mereka masih dibawah pendapatan yang saya terima. Misal dengan harga kerupuk yang bisa dibeli Rp 1000 udah dapet sekresek kecil penuh. Atau langganan susu kedelai saya, yang harga satu bungkusnya Rp 1000 saja. Begitu juga dengan tempe dan sayuran ikat yang bisa dibeli @ Rp 1000. Ditambah para pedagang tersebut masih dengan semangat dan senyum cerianya melayani para pembeli. Mengumpulkan lembaran ribuan demi ribuan untuk menafkahi keluarganya.

Maka, Nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan? (QS. Ar-Rahman)

Kurangnya bersyukur dari nikmat dan rezeki yang Allah SWT selalu berikan, setiap saat, tanpa henti, berefek pada terasa sesaknya aktivitas yang dijalani, beratnya hal-hal yang dialami, dan sulitnya keadaan yang dirasakan. Padahal kalau bisa bersyukur dengan semua yang sudah dikasih Allah SWT, maka udah ga perlu galau, kecewa, sedih, marah. Semuanya akan terasa ringan. Mau dikasih rezeki segimana juga, selama udah bisa menguasai ilmu bersyukur yang ikhlas, dijamin bakalan selalu bahagia.

Saya masih belajar terus untuk bisa selalu membuka mata hati dan bersyukur dengan ikhlas itu. Karena susssyyaaaahh sekali. Ya, saya akui. Sungguh sulit untuk bisa bersyukur dan ikhlas menerima semua yang terjadi buat saya. Berpikiran positif kalau dampak dari sebab yang terjadi bisa mengakibatkan hal yang terbaik buat saya kelak. Rezeki bukan hanya terbatas materi yang terlihat, tapi rezeki bernafas, sehat, bergerak, memiliki keluarga dan teman-teman, mendapatkan pengalaman dari cita dan cinta, dan semua rezeki yang tetap membuat saya bertahan dan hidup.

Jika yang didapat itu hal mengecewakan, belajar tetap sabar karena hal itu akan berakhir juga. Begitu pun sebaliknya dengan hal yang menyenangkan juga tidak akan abadi. Seperti siang dan malam yang datang dan pergi, bergantian.

Pernahkah kau berpikir
Hidupmu tidak adil
Karna engkau merasa
Kecewa karna hal yang kecil kau anggap besar
Seakan hidup ini berakhir

Tidakkah kau merasa
Harusnya kau berpikir
Masalahmu yang kecil
Tidak sebanding dengan apa yang dirasakan
Banyak manusia diluar sana

Hai cobalah kau melihat
Dunia disekitar
Dengan mata hatimu
So give your love
Your love
Your love
Your love
C’mon people

Hingga engkau mengerti
Tidak banyak manusia
Seberuntung dirimu
Yang berharap uluran tangan tak kunjung datang
Namun senyumnya tak pernah hilang

Jadi mulai sekarang
Cobalah tetap senang
Saat cobaan datang
Karna itu akan selalu datang dan hilang
Seperti hari siang dan malam

Hai cobalah kau melihat
Dunia disekitar
Dengan mata hatimu

Gimme your love
Your love
Your love
Your love
C’mon people

Langkah manusia menjadi nyata
Saat bertindak bukan berkata
Belajar makna dari senyuman mereka

So c’mon people
Let’s do it now
Let’s do it now

Langkah manusia menjadi nyata
Saat bertindak bukan berkata
Belajar makna dari senyuman mereka

Gimme your love
Your love
Your love
Your love
C’mon people
Your love
Your love
Your love
Your love
Your love
C’mon people
C’mon c’mon c’mon c’mon c’mon
C’mon c’mon c’mon c’mon
C’mon people
Let’s do it now

C’mon c’mon c’mon c’mon c’mon
C’mon c’mon c’mon c’mon
Do it now
Let’s do it now
So c’mon people
Let’s do it now
C’mon people
Let’s do it now
C’mon c’mon c’mon c’mon c’mon

2 Comments

Filed under cerita-cerita, musik

Drama Romantika

Drama romantika anak muda yang menjadi buta karena racun asmara
Duh aduh seakan dunia hanya pantas dihuni mereka berdua
Menyatu janji seakan masa depan di depan mata hanya segulir malam
Berlari-lari mengejar impian menembus awan menuju negeri hayalan

Indahnya kisah cinta di masa muda
tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(yaya)
Slalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Kata-kata sayang terus mengumbar
Menjadi perhiasan di dalam hubungan
Memandang langit malam
Menunggu bintang jatuh untuk mengucap satu harapan
Aduh..aduh..aduh
Yang sedang jatuh cinta tergoda gejolak
Gejolak untuk bercinta
Drama romantika

Indahnya kisah cinta di masa muda
Tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(yaya)
Cinta…(yaya)
Dan Terjagaa..(yaya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Indahnya kisah cinta di masa muda
tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(ya..ya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(ya..ya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Drama romantika
Dua anak manusia
drama romantika

Itulah lirik lagu baru dari Maliq d’Essentials, one of my favorite group band in Indonesia. Dari liriknya oke kan. Cerita tentang gaya berasmara anak muda sekarang. Terlena dengan kasih sayang semu yang sebenernya ga jelas juntrungnya mau gimana.

Waktu denger pertama kali, genre lagunya itu beda banget dengan lagu-lagu Maliq biasanya. Lagu ini lebih ngambil kedangdut-dangdutan. Dengan suara gendang dangdut yang kental banget. Mendayu-dayu layaknya irama lagu dangdut. Ga Maliq banget sebenernya.

Saya putarlah lagu ini di mobil waktu mudik kemarin. Adik bungsu saya (Boti) yang denger, langsung antipati aja gara-gara dangdut. Tapi saya bilang kalo ini lagu Maliq yang baru.
Boti : “Maliq kok sekarang lagunya udah ga Maliq banget lagi ya?”
Saya : “Variasi kali, nyoba genre lain. Biar ga monoton juga.”
Boti : “Ini gara-gara yang nyanyi Maliq aja jadi orang-orang tuh kayak dipaksa untuk suka dan denger. Coba kalo bukan Maliq, pasti udah ilfil duluan.”
Saya : “Ya denger liriknya dong. Bagus tuh pesannya buat anak muda.”
Boti : “Maliq sekarang tuh bikin lagu kayak hanya tuntutan pasar untuk bikin lagu. Karena harus bikin lagu biar tetep eksis. Jadinya ke-Maliq-annya kurang.”
*no offense loh, Boti juga fans Maliq kok*

Dilain waktu, ada sepupu-sepupu saya dateng dari Bogor abis lebaran. Pas jalan-jalan, di mobil lagi siaran radio diputer lagu Maliq ini.
Avin : “Ini lagu Maliq yang baru? Dangdut bangeeettt. Karena Maliq aja yang nyanyi jadi didenger, kalo bukan sih ogah dengernya.”
Saya : “Sama banget deh komennya ama c Boti.”

Terlepas dari genre musiknya mau gimana, bagi saya yang penting liriknya itu baik atau enggak. Mau dangdut, pop, rock, jazz, alternatif, kalau liriknya hanya tentang kegalauan cinta, bahkan banyak juga yang lebay dan porno, ya itu yang langsung bikin ilfil. Sekarang sih, bagaimana untuk memahami arti setiap hal dari berbagai sudut pandang.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, musik