Tag Archives: jepang

Farewell Pak Direktur

Hari ini harus diceritain nih.
Kejadian yang mungkin hanya sekali seumur hidup.

Ceritanya, Direktur dari Jepang yang udah 6 tahun menjabat di Perusahaan saya sekarang bekerja ini, udah abis masa tugasnya.
Jadinya disiapkanlah acara perpisahan yang cukup meriah.
Menjelang acara perpisahan itu, kami dari departemen Engineering dan PSD (development) yang langsung berada di bawah Pak Direktur ini, mempersiapkan sebuah persembahan berupa paduan suara.
Kami bawain 2 lagu; You Raise Me Up – Josh Groban dan Laskar Pelangi – Nidji.
Beneran ini jadi paduan suara, karena sampe dibagi jadi 3 suara.
Supaya bagus pas perform, jadinya kami latihan 3 hari berturut-turut setiap sore.
Seru juga sih, serasa refreshing sejenak dari kerjaan, kumpul bareng semua untuk nyanyi-nyanyi riang.

Lalu sampailah hari ini.. hari saatnya acara perpisahan dan kami tampil untuk Pak Direktur.
Acaranya di depan warehouse pabrik, dengan banyak yang datang dari office dan produksi.
Acara dimulai sore, Pak Direktur datang dengan gagahnya pake Jas hitam dan dasi.
Lalu ternyata kami langsung tampil untuk menyanyi.
Alhamdulillah, kata ibu dirigen-nya lumayan kok bagus 😀
Pak Direktur juga bilang sampe mau nangis.. padahal kayaknya kami kurang menghayati.

Setelah kami tampil nyanyi, lalu dilanjut dengan ada tarian tradisional dari temen-temen produksi.
Sempet ngajak Pak Direktur yang terkenal galak dan sangar itu ikutan nari juga.. kocak ngeliatnya.
Setelah itu ada kesan pesan dari Presdir, perwakilan manager dan staff, lalu dari Pak Direkturnya sendiri.
Gimana rasanya udah 6 tahun di Indonesia, kerja di PESLID, jauh dari keluarga, menghadapi tema-tema produk baru yang butuh improve dan performa tinggi, marah-marah, kesel-kesel, dll.

Pak Direktur ini dibalik raut wajahnya yang terlihat sangat ramah dan terkesan suka senyum, tapi kalau udah kerja, wiiih disiplin dan serius banget.
Ga segan-segan untuk marah kalau memang kesal karena kerjaan ga bener.
Itu katanya loh, karena saya sebagai orang yang baru 5 bulan bekerja, belum pernah liat beliau bener-bener sampe marah nendang-nendang meja.
Tapi emang katanya lagi, beliau udah jauh mendingan anger management-nya sekarang.

Semenjak saya dateng untuk kerja di perusahaan sekarang, belum seminggu aja udah ikutan informal meeting.
Informal meeting itu meeting tim Engineering, development, QA, dan QC, tapi sambil santai-santai.
Sambil lesehan di ruangan dan bagi-bagi cemilan jajanan.
Yang dibahas ga berat-berat persoalan kerjaan, tapi lebih secara umum, seperti kendala-kendala selama bekerja, inventori barang, fasilitas ruangan, support peralatan, dll.
Seminggu kemudian setelah informal meeting, ada acara makan malam bersama di restoran terdekat.

Itu pertama, lalu 2 bulan kemudian ada lagi informal meeting dan makan malam bersama di restoran langganan kantor lagi.
Favorit banget restoran ini, tapi emang rasanya enak sih. Gurame asem manis, cah brokoli, capcay seafood, udang lada hitam, nasi goreng, dll. semuanya kerasa bumbunya.

Lalu, sebulan kemudian, karena Pak Direktur mau balik ke Jepang, tim Engineering dan PSD diundang makan-makan di Hanamasa, Surabaya.
Wiiih,, hisashiburi na Hanamasa, terakhir waktu pulang liburan setahun dari Jepang, itu pun ditraktir juga sama senior. Pertama kali nge-Hanamasa ditraktir sama dosen, waktu farewell-an saya berangkat ke Jepang.

Minggu depannya setelah all you can eat di Hanamasa, ada undangan lagi makan malam di restoran langganan kantor.
Kali ini mengundang semua staff office. Unfortunately, yang dateng cuman setengahnya. Fortunately, makanan dan minuman yang berlimpah (biasanya keabisan duluan, haghag).

Jadi total untuk saya yang baru 5 bulan bekerja, udah 2x cemil-cemil di informal meeting, 3x makan malam di restoran enak, dan 1x Hanamasa. Ditambah latihan hura-hura paduan suara Engineering dan PSD, plus tampil di depan staff dan manager ketika perpisahan formal Pak Direktur.
Semuanya karena saya dateng tepat pada saat masa jabatan Pak Direktur akan berakhir.
Perfecto!
Kapan lagi bisa ada acara seperti itu coba??
ii omoide ni narimashita! they were became my sweet memories..

Ah ya, ditambah malamnya.
Ada yang ngasih boneka gedeeeee!!
choo kawaiiii~ ahahaha.
Seumur-umur baru kali ini dapet boneka begitu. serasa masih smp, haha.
Yasudahlah… just a sweet teddy bear…

今日はすごく楽しかった〜
PESLIDに働いて、良かった!:)

 

 

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kerja

Kangen Winter

Waah, udah lama sekali saya ga apdet blog ini.
Alasannya macem-macem; mulai dari internet modem mati karena belum isi pulsa, belum ada mood untuk menulis, lebih suka nonton drama/film atau baca buku aja, dll.
Padahal banyaaaakkkk banget kejadian yang pengen diceritain. Banyaaaakkk banget kisah traveling yang belum diceritain disini.

Beberapa waktu lalu, saya baca-baca lagi cerita di blog saya ini, lalu sadar lagi kalau dengan nulis kejadian yang saya alami itu bisa sebagai dokumentasi berharga di masa depan.
Ternyata saya pernah begini, pernah begitu, kalau lagi seneng gimana, kalau sedih gimana, kalau lagi dilema gimana, petuah-petuah yang bisa mengingatkan lagi tentang semangat hidup, dll.
Jadinya, dipaksain lagi untuk mau nulis. Walau isinya cuman curcolan semua, xixixi.

Baiklah sebagai pemanasan awal, mau ngeluarin pernyataan: kangen winter!
Berhubung sekarang bulan Januari, pas banget lagi musim dingin di Jepang. Lagi puncak-puncaknya pula sampai februari.
Kalau Ashida Sensei (guru psikologi kuliah di Jepang dulu) sampei tau saya bisa kangen juga sama winter, dia bakalan ketawa sangat puas.
Soalnya waktu terakhir diwawancara sama dia kenapa ga pengen kerja di Jepang, salah satu alasan saya adalah karena saya ga suka winternya.
Udara dingin menusuk, bikin kulit sangat kering sampei luka-luka, otak dan darah serasa beku ga mau bergerak mikir dan mengalir dengan lancar, maunya makan dan tidur melulu, airnya udah lebih dingin dari es, pokoknya ga suka banget sama musim dingin di Tokyo.

Kenapa di Tokyo? Karena daerah Tokyo dan Kanagawa-ken, tempat saya berdomisili dulu, jarang banget turun salju. Malah hampir ga pernah. Yang ada hanya udara dinginnya yang kerasa sampe tulang.
Pernah waktu bulan Februari awal 2011, saya dan temen-temen se-program ditambah sensei bahasa pergi ke Sapporo, Hokkaido, untuk liburan sekalian mumpung ada International Winter Festival.
Hokkaido yang letaknya jauh lebih utara, kalau musim dingin udah pasti salju menumpuk tebal menutupi semua daerah.
Hujan salju lebat juga sering turun. Tapi, dengan melihat salju putih yang menumpuk atau butiran-butirannya yang turun dari langit, musim dingin jadi terasa hangat *agak lebay tapi seriusan!*

Nah ini di daerah Tokyo yang ada dingin kering, untungnya tahun lalu sempet juga salju turun beberapa kali di daerah saya, makanya saya ga suka dengan musim dingin di Tokyo.
Cuman suka pake bajunya aja, model fashion baju winter itu lucu-lucu, hohoho.
Walau saya sih standar aja; long john atau heat fact (semacam baju dalam panjang yang bisa menahan panas tubuh), sweater rajut berleher tinggi, jaket tebal, syal rajut untuk melilit leher dan menutup sebagian muka (biar ga kena angin dinginnya langsung), dan sarung tangan.
Paling saatnya bisa pake sepatu boots dan kadang tambahan kupluk rajut.
Kebiasaan pulang dari kampus mampir supermarket dulu beli ubi bakar panas.
Jalan-jalan sambil megang ubi bakar panas itu bukin tangan jadinya hangat.
Udah, itu doang. Selebihnya, saya ga suka dengan musim dingin. Secara saya orang berdarah tropis murni.
Tapiii, ternyata sekarang jadi kangen winter juga. hiks.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, memoar jepang, saya

Jelajah Jepang; Hari 1 (Tokyo) & Hari 2 (Kyoto)

Sebenarnya udah lama tur-nya, yaitu dari tanggal 23 Agustus lalu, tapi baru ada mood untuk nulisnya,hehe.

Awal cerita dimulai ketika para keponakan saya, yang berjumlah 4 orang, memutuskan untuk berlibur ke Jepang selagi mumpung saya masih ada di Jepang.
(walau keponakan, tapi mereka udah pada gede2.. ada yang udah kerja, umurnya jauh lebih tua dari saya pula.. yang lain ada yang baru lulus kuliah, tingkat 5 kuliah, dan yang paling muda tingkat 2.. fufufu, jadi tante cilik)
Setelah berurusan cukup ribet dengan prosedur bikin visa, tiket udah ada, dan persiapan udah oke, berangkatlah para keponakan saya itu tanggal 22 Agustus malam dan sampai di Narita Int’l airport tanggal 23 Agustus jam 9an pagi (menurut jadwal) tapi baru ketemunya jam 10an.

23 Agustus 2012

Saya datang jemput mereka di bandara.
Udah dari abis subuh langsung berangkat, soalnya jauh pisan kosan saya ke Narita itu.. 2,5 jam ada kayaknya.
Pas ketemu mereka pada bilang saya kurusan *asseeekkk* 😀
Setelah itu, kami ke tempat JR untuk tukar tiket JR Rail Pass.
Tiket JR Rail Pass itu adalah tiket khusus transportasi untuk visitor yang ke Jepang. Dengan pake JR Rail Pass, bisa naik semua kereta, bus, bahkan shinkansen jalur JR kemana pun di Jepang ini selama 7 hari (yang paling murah).
Enak banget deh pokoknya.. tapi sayangnya saya ga bisa pake tiket JR Rail Pass, soalnya hanya untuk visa turis aja,huhu..

Sesuai jadwal, hari ke-1 ini setelah sampai Jepang, saya ajak mereka jalan-jalan di sekitaran Tokyo.
Lokasi pertama itu, Shinjuku; karena sekalian nyimpen barang bawaan di loker stasiun.
Dari Shinjuku diterusin ke Harajuku, jalan ke Shibuya, lalu terakhir ke Akihabara.
Sayangnya ga sempet ke Tokyo Tower, soalnya udah kecapean dan mutusin untuk istirahat pulang ke kosan saya buat besok yang akan sebenarnya tur.

Malam sampai di kosan, kami istirahat sambil beres-beres barang untuk dibawa jalan-jalan ke daerah Kansai dan Hiroshima selama 4 hari.
Sekalian ngeluarin barang-barang titipan; kue lebaran, keripik tempe, dll *yeay!*
Lewat tengah malem baru deh maksain pada tidur karena harus pagi-agi berangkat ke kota pertama di Kansai.

24 Agustus 2012

Sehabis subuh, yang para keponakan itu susyah syekali dibangunin, kami bersiap petualangan dengan tema Exploring Japan’s Heritage.
Kami maunya pergi ke tempat-tempat yang nunjukkin Jepang bangetnya. Yaa, Jepang jaman dulu gitu deh.
Tujuan kota pertama adalah Kyoto.
Perjalanan ditempuh sekitar 2.5 jam dengan kereta Shinkansen dari Odawara hingga Kyoto.
Sampai Kyoto jam 1o-an pagi, kami langsung beli tiket bus untuk wisata satu hari seharga ¥500.


Tempat pertama yang ingin dikunjungin adalah Kinkakuji (Gold Temple).

Cuacanya lagi agak mendung sih..

Setelah dari kinkakuji, kami lanjut naik bus lagi ke lokasi tujuan selanjutnya; Kiyomizudera.
Yang lucunya, seharusnya kami turun di pemberhentian bus depan Kiyomizudera. Karena perjalanan cukup jauh, saya sampe ketiduran, terus orang-orang juga banyak banget di bus. Pas bangun, keponakan saya yang paling besar, bang Oky (he’s a true traveller), turun dari bus.
Tapi Kata keponakan yang duduk di depan saya, Eji, bilangnya bukan di bus stop ini. Jadinya saya nyuruh bang Oky naik lagi, tapi bang oky-nya malah diem.
Kami yang tersisa berempat, melanjutkan perjalanan bus, dan baru ngeh, kalau tempat turun bang Oky itu yang bener.
Jadinya, kami turun dari bus dan balik lagi ke bus stop tempat bang Oky turun.
Setelah balik lagi, ga ketemu dong bang Oky-nya!! *dimana diaaa?*
Udah mah sama sekali ga ada alat komunikasi yang bisa diakses.
Jadinya kami berempat nyoba nyari sampe ke Kiyomizudera dulu, siapa tau bang Oky disana.
Tapi sampe sore, ga ketemu juga dengan bang Oky.

Gerbang menuju Kiyomizudera.
Dengan langit yang sangat cerah dan udara yang sangat panas.
Ketiga keponakan saya karena capek jalan, mereka milih duduk pinggir jalan.
Saya sih jalan-jalan sekitaran Kiyomizudera, karena sepanjang jalannya itu toko oleh-oleh, sekalian icip-icip mochi gratisan,hihi.

Karena ga ketemu juga bang Oky, kami mutusin untuk kembali dan membagi dua kelompok.
Ada yang nunggu di depan jalan arah Kiyomizudera, ada yang balik ke stasiun Kyoto, dengan sebelumnya perjanjian kalau udah jam 5 sore ga ada progress, yang di Kiyomizudera balik ke stasiun Kyoto.
Saya dan ponakan yang perempuan, Melly, berangkat ke stasiun Kyoto.
Pas ditengah jalan di bus, ada telfon, yang bener sesuai feeling kalau itu dari bang Oky.
Dan emang bener aja  bang Oky udah di stasiun Kyoto.
Jadinya kami semua balik lah ke stasiun Kyoto dan mutusin untuk langsung ke kota selanjutnya karena udah agak malem juga.
Lokasi tujuan rencana ketiga kami di Kyoto ga berhasil dikunjungin, yaitu Fushimi Inari, hiks.

Dari Kyoto ke Osaka ditempuh dengan kereta ekspress biasa selama 1 jam.
Sampai di Osaka, yang cowo-cowonya nginep di penginapan backpacker daerah Shinimamiya, sedangkan saya dan ponakan perempuan numpang di apato temen saya, Amel.
Sebelumnya, kami makan malam beli bento ebi furai, oden, dan ngabisin bekel nasi goreng sisa sarapan pagi.

Berakhir juga petualangan di kota tujuan pertama di Kansai yang bener-bener berpetualang mengandalkan insting untuk nyari orang, ahaha.

1 Comment

Filed under jalan-jalan, memoar jepang

Lebaran Ceria di Jepang

18 Agustus 2012
Hari terakhir shaum di bulan Ramadhan 1433 H.

Hari ini saya bantuin tim “Ied Ceria KMII Jepang” untuk dekorasi ruangan yang akan dipakai besok di kids corner.
Jadi tiap tahunnya, sambil nunggu open house KBRI Tokyo yang baru dimulai pukul 10:30, selalu diadain Ied Ceria untuk anak-anak yang dateng ikutan sholat di SRIT.
Katanya mulai ngedekor itu jam 4 sore, tapi pas dateng ke SRIT kok masih sepi.
Untungnya udah ada Eva yang dateng duluan. Dan kata dia ternyata baru mulai jam 5 sore.

Setelah koordinator Ied Ceria dateng, yaitu mba Icha, saya dan Eva mulai ngedekor ruangan.
Ada bala bantuan juga, dari Anti (dari Ibaraki) dan Kiki.
Sederhana aja sih dekorasinya. Yang penting keliatan “ceria”,hehe.
Kami sih bagian dekorasi, mba Icha dan mba-mba yang lain sibuk bungkusin snacks2 dan hadiah buat anak-anaknantinya.

Sekalian malam takbiran, yang takbirannya kedengeran cuman sebentar abis maghrib doang, ada acara bazaar Idul Fitri.
Ada bento gratisan buat buka puasa khusus panitia yang dateng bantuin, juga ada baso tahu dan soto mie gratisan juga dari FG Asmara.
Alhamdulillah.. semuanya enaaakk. Apalagi baso tahunya.
Ngerjain dekorasi yang sederhana, tapi sambil banyak makan dan ngobrol, tau-taunya udah jam 11 malem aja.
Tapi emang malem takbiran ini saya dan kawan-kawan yang lain mau nginep di tempat mba Farah.
Kebetulan suami dan anak-anaknya mba Farah lagi pulang ke Indonesia, jadi mba Farah dengan senang hai dan memaksa kami untuk nemenin beliau di apatonya.

Selain dapet rezeki makan makanan Indonesia yang enak, dapet rezeki juga ketemu kawan baru dari Shizuoka.
Namanya Isni, dia dateng sendirian dari Shizuoka yang jaraknya 3 jam perjalanan kereta. Sekarang lagi S1 di salah satu kampus kecil disana.
Karena dateng sendirian, tadinya mau nginep di mushola SRIT, cuman kasian, jadinya kami ajak nginep di tempat mba Farah juga, yang pasti mba Farah sih seneng-seneng aja.
Isni ini backpackeran sejati! kemana-mana sendirian, muter-muter Jepang, ke Korea, dan nanti rencana mau ke Eropa juga.
*Huhu, pengen ikutan,, tapi kenapa baru ketemu sekarang??*

Jadinya yang nginep di tempat mba Farah itu Saya, Eva, Anti, dan Isni.
Nyampe di apato mba Farah, ternyata mba Farah udah siap bikin lontong ama rendang buat makan besok.
Tapi karena udah malem juga, udah pada tepar, jadinya abis bersih-bersih, kami langsung tidur.

19 Agustus 2012
Idul Fitri 1 Syawal 1433 H.

Jam setengah 3an kami dibangunin mba Farah karena udah subuh.
Abis sholat subuh berjamaah, kami lalu dikasih tugas bikin opor ayam dan sambal teri.
Saya kebagian motongin tempe, Eva bagian bikin opor, Anti bikin sambel teri, Isni yang belanja-belanji kerupuk,dll, di Lawson 24 jam depan apato, mba Farah bagian mandor saja, hihi.
Tadinya itu tempe yang saya potong lalu digoreng, bakalan dimasukin ke sambel teri-nya Anti, taunya beda definisi sambel teri versi kami dan Anti.
Jadi sambel teri-nya Anti itu ya teri aja disambelin, ga pake tempe.
Lah kami mikirnya yang sambel teri tempe kacang kering itu loh. Jadinya itu tempe goreng dijadiin kayak cemilan aja,fufu.

Sambil ada yang masak, sebagian mulai mandi dan setrika baju lebaran.
Sekitar jam setengah 6, semua masakan udah jadi, kami berkumpul untuk santap masakan hari pertama Lebaran.
Lontong, rendang, opor ayam, sambel teri, tempe kering, dan senbei.
Alhamdulillah, jadi juga lebarannya, ehehe.
Biasalah yaa kalo wanita-wanita udah ngumpul, jadi banyak cerita ini itu yang seru.
Jadinya buat saya bikin ga terlalu sedih ga bisa kumpul lebaran sama keluarga.
Karena saya pun (akhirnya) punya keluarga disini.

Setelah makan dan siap-siap ganti pakaian lebaran (yang pada pake gamis dan hijabers),
kami menuju ke SRIT untuk sholat Ied.
Dari apato mba Farah sampe SRIT, naik kereta dan jalan, kira-kira ada sejam kurang.
Nyampe SRIT udah banyak yang dateng dan stenbay di tempatnya untuk sholat.
Kami dapet sholat di ruangan kelas lt. 3 SRIT.
Alhamdulillah dapet tempat ber-ac, dimana hari lebaran ini paaannaasss!

Tepat pukul 8 pagi, sholat Ied gelombang pertama dimulai.
Setelah itu dilanjut dengan ceramah, yang ga begitu kedengeran.
Abis sholat dan ceramah, saya dan kawan-kawan yang lain langsung turun ke ruangan Ied Ceria untuk mulai acaraya.
Sekitaran jam 9, Anak-anak udah banyak yang kumpul, mereka dibagi topi pesta gitu, dan mba Icha udah mulai jadi mc.
Acaranya ada tampil dari anak-anak yang nyanyi dan hapalan doa, dari ibu-ibu bikin drama, setelah itu bagi-agi bingkisan makanan ringan dan hadiah, dan selesei jam 11.

Setelah bubaran, dan beres-beres ruangan bekas acara,
Saya, mba Farah, Eva, Anti, dan Kiki, akhirnya bisa pergi ke KBRI juga.
Karena lumayan jauh dan males jalan, kami pake taksi.
Kalau Isni udah duluan pergi ke KBRI, dan kami ga sempet ketemu lagi,hiks.

Sampai di Wisma KBRI, kami langsung masuk taman dan ambil makan opor ayam diisi sambal ati ampela.
Tahun ini ga dikasih bingkisan cemilan kue-kue,huhu.
Cuma ada pastel yang ngambil sendiri.
Ga lama di Wisma KBRI, karena emang numpang makan doang sih, kami memutuskan untuk pulang.
Udah capek juga, kurang tidur, jadinya ingin cepet-cepet istirahat.
Karena saya masih perjalanan jauh pulang, saya sholat dzuhur dulu di KBRI, sedangkan yang lain pulang duluan.

Jadinya saya pulang sendirian ke stasiun Meguro.
Tapi ditengah-tengah perjalanan, ada rezeki Allah lagi.
Saya ketemu dengan 2 orang kawan yang lagi exchange kuliah master di Keio Univ., mba Ita dan mba Lia.
Mereka dapet beasiswa Bappenas, program 1 tahun kuliah di Indonesia (UGM) dan 1 tahun di Jepang (Keio).
Pas juga mereka tinggal yang searah saya pulang, jadinya barengan naik keretanya.
Cuman kalo mba Lia itu turun di Shibuya, mau cari oleh-oleh pulang katanya.
Kalau mba Ita nanti aja pas udah turun beasiswanya. Jadi saya bisa sama mba Ita terus naik kereta pulang. Lumayan setengah perjalanan panjang ada temen.

Ngobrol-ngobrol-ngobrol, ternyata mba Ita dan mba Lia itu lagi ‘break’ dulu dari kerjanya di Kementrian Kehutanan, bag.Pekerjaan Umum.
Mereka lagi ambil cuti belajar. Setelah 5 tahun kerja jadi di Kementrian itu.
Katanya capek kerja, ingin kabur sejenak, hihi.
ngobrol-ngobrol-ngobrol, mba Ita nerangin gimana ‘basah’nya kerja di pusat, di kementrian, jadi PNS.
Yaa, udah pada tau juga sih ya gimana birokrasi yang udah menjerat erat hingga akar sistemnya itu berjalan.
Mba Ita aja saking jenuhnya, makanya ngajuin cuti belajar.
Katanya, menganalogikan kalau jadi PNS, paling enggak dari 5 persoalan yang dihadapi, minimal 1 soal aja yang bener udah aman lah.
Karena ga mungkin bisa 5 soal tersebut dijawab dengan benar.
Seru lah pokoknya, diceritain tentang sistem PNS itu gimana.
Dan nyaranin lebih baik jangan jadi PNS.
*karena saya keukeuh bilang mau jadi PNS di BPPT/BATAN/LIPI/Kemkominfo*

Setengah perjalanan ngobrol seru dengan kenalan baru dari UGM, yang udah tukeran no. kontak kalau2 saya nanti ke Jogja,
ada pertemuan, ada juga perpisahan.
Mba Ita harus turun duluan, dan akhirnya saya sendiri lagi menyelesaikan sisa perjalanan pulang.
Tapi saya pake tidur sih, da emang ngantuk, hehe.

Sampai di apato, ternyata apatomate saya belum pulang.
Saya langsung ganti baju dan ngemil-ngemil sembarangan lagi, hiks.
Lalu nelfon rumah yang pas sodara-sodara lagi ngumpul.
Melihat mereka berkumpul aja udah bikin saya seneng..

Abis ashar, karena ingin istirahat, akhirnya saya blaass, tidur juga.
Baru bangun maghrib, dan apatomate saya udah pulang.

Alhamdulillah, lebaran kali ini begitu berbeda dan bermakna.
Lebih terasa bermanfaat dengan bantuin panitia Ied, bisa kumpul dengan para perantau lainnya yang jauh dari keluarga, ketemu dengan kawan-kawan baru dengan bawa ceritanya masing-masing, ga lagi ngerasa kesepian dan sedih ga bisa lebaran di Indonesia.
Karena makna lebaran sesungguhnya bukan sekedar berkumpul dengan keluarga sendiri.
Tapi di bagian bumi manapun, sesama muslim itu adalah keluarga.

Ramadhan adalah tentang pembelajaran.
Belajar tentang mengikhlaskan diri, memaafkan dan meminta maaf.
Belajar tentang kesabaran dalam menerima segala keputusan-Nya.
Belajar tentang makna sesungguhnya silaturahim, bukan sekedar dengan orang yang udah dikenal, tapi dengan orang yang baru pertama bertemu.
Belajar tentang mensyukuri segala nikmat rezeki yang selalu Allah berikan, bagaimana pun kondisinya.
Belajar untuk membuka mata dan hati.. bahwa saya sebenarnya tidaklah sendirian. Ternyata banyak kawan-kawan yang punya ‘persoalan’ yang sama dengan saya.
Belajar untuk melihat persamaan, bukan perbedaan. Masa lalu tiap orang boleh berbeda-beda, tapi ada kesamaan kalau kami tengah berjuang menemukan apa yang kami butuhkan.

Alhamdulillah..
Ramadhan dan Lebaran tahun ini benar-benar sangat bermakna buat saya.
berwisata hati..

SELAMAT IDUL FITRI 1433 H
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAA MANA WA SHIYAA MAKUM.
Semoga Allah SWT menerima amal kita, shaum kita semua. Aamin.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

 

Leave a comment

Filed under memoar jepang

Waktu Paling Mustajab Untuk Berdoa

Berikut adalah waktu paling baik untuk berdoa dan dilipatkan pahalanya:
1) 10 hari akhir bulan Ramadhan, pada malam hari.
2) 10 hari awal bulan Dzulhijjah, pada siang hari.
3) Hari tasyrik; 11, 12, 13 Dzulhijjah.
4) Malam jum’at hingga hari jum’at; dari ashar hingga maghrib.
5) Sepertiga malam terakhir.
6) Setiap pagi dan petang.

Adapun orang-orang yang paling didengar dan dikabulkan doanya adalah:
1) orang yang dianiaya/didzolimi; tidak ada hijab antara orang yang didzolimi dengan Allah.
2) orang yang beriman/dekat dengan Allah; orang-orang yang ikhlas dalam mengerjakan ibadah-ibadahnya.
3) orang yang menjaga makanan dan minumannya hanya dari yang halal.

Berdo’alah dengan penuh keyakinan dan pengharapan hanya pada Allah SWT.
Allah akan mengabulkan setiap hamba yang berdoa, selama tidak minta untuk tergesa-gesa.
Jangan sekali-kali mengatakan “saya sudah berdoa tapi Allah belum penuhi”, karena hal itulah yang menghalangi tidak dikabulkannya doa.

Ust. Muhammad Zaitun,Lc.
Mabit KMII-Jepang, 27 Ramadhan 1433 H @ SRIT Meguro, Tokyo.

Leave a comment

Filed under memoar jepang, tausyiyah