Tag Archives: indonesia tourism

Work to Karimun Jawa (4)

Menjelang maghrib sehabis liat sunset, saya dan Gatot-kun ga langsung ke homestay. Kami diajak Pak Qosim (leader electric construction) untuk liat bintang di salah satu bukit. Katanya disana bagus banget kalau liat bintang. Pas juga malam ini cerah, bintang udah banyak bermunculan. Kebayang indahnya langit malam dipenuhi bintang dari tempat tinggi (jadi inget waktu kemping di Ranu Kumbolo tahun lalu, malem harinya dipenuhi bintang dan serasa deket banget). Pemandangan bintang di malam hari memang hanya puas dinikmati oleh mata tanpa lewat kamera apapun. Tapi kami harus menunggu Pak Taqim yang mengantar para japanis ke hotel masing-masing. Katanya jam 8 sudah selesai. Jadi kami dinner ikan segar bakar, cumi bakar, dan kelapa bakar di Alun-alun Karimun dulu. Beralaskan terpal, beratapkan langit. Pastinya jauuuuh lebih nikmat dan enaakks daripada ikutan dinner dengan japanis di resto.
IMG_8159

Nunggu Pak Taqim lama banget ga dateng-dateng. Kami pindah ke sofa depan SD untuk duduk dan ngobrol. Gatot-kun udah senderan dan ngilang tidur. Ga lama, saya juga ikutan nyender dan akhirnya tidur juga. Parah ngantuk dan capeknya. Pak Qosim dan anaknya balik ke homestay duluan. Pas saya bangun, tetep aja Pak Taqim belum dateng juga. Karena udah malem, saya ajak Gatot-kun balik ke homestay aja. Sampe disana, kami langsung masuk kamar masing-masing. Saya bersih-bersih dan langsung rebahan di kasur, badan serasa remuk ingin segera tidur. Jam 10 malem, Pak Qosim ketuk-ketuk pintu kamar ngajak ke bukit liat bintang karena Pak Taqim udah dateng. Oh no way, ga kuat mata untuk melek. Jadinya saya harus skip liat bintang dari bukit kali ini, hiks. Maybe next time, insyaaAllah.

Minggu, 22 Juni 2014
Diwanti-wanti pak Taqim kalau kami semua harus berada di dermaga jam 5 subuh. Pasalnya, kapal Feri bakalan berangkat lebih awal. Yang biasanya jam 8, jadinya jam 6. Karena banyak turis yang harus diangkut hari itu, efek dari hari kemarin kapal cepat ga bisa beroperasi meninggalkan banyak turis di Karimun. Jam 5 subuh, saya dan Gatot-kun udah keluar homestay, jalan menuju dermaga. Pak Qosim dan crew-nya malah udah dari jam 3:30 keluar dari homestay. Sesampainya di dermaga, udah banyaakk orang yang dateng dan Menuhin Feri. Rombongan Japanis pun ternyata udah semua ada di dalam Feri. Kami cari tempat untuk duduk bareng dengan turis lainnya. Ga ada special seats untuk VIP japanis. Semua udah full. Jadinya harus mau ikutan mindang di dalam Feri.
IMG_8162

Tepat jam 6 pagi kapal Feri berangkat. Lebih enak daripada kapal Express Bahari, apalagi kapal nelayan, karena guncangan ombaknya hampir ga kerasa. Awalnya saya dan Gatot-kun duduk bareng japanis di bawah feri, tapi Kobayashi san dan Kikuchi san bilang kalo di dek Feri lebih kosong dan pemandangannya lagi bagus. Yasudahlah, jadinya saya dan Gatot-kun gabung mereka ke dek kapal. Indeed, pagi hari sisa-sisa sunrise di laut memang masih terlihat bagus banget. Langit super cerah pula. Kami foto-foto sebentar, lalu duduk di dek dan ngobrol. Ga lama, bertumbanganlah Kobayashi san dan Gatot-kun. Disusul Kikuchi san, kemudian terakhir saya ikutan juga tiduran di dek kapal. Sampai panas matahari bikin kami semua terbangun.
IMG20140622003

1 jam menuju sampainya kami di dermaga Jepara, kami turun ke bawah kapal untuk siap-siap ambil barang dan mengantri depan pintu keluar Feri. Total perjalanan 4,5 jam, Alhamdulillah lancar. Jam 11 siang kami sudah di dermaga dan dijemput oleh 5 mobil sewa. Kami bagi-bagi mobil. Saya kebagian semobil dengan Mochida san dan Yoshii san, karena harus duluan berangkat ke Semarang ngejar flight mereka yang jam 15:30. Padahal saya sendiri baru flight jam 17:45 bareng Yao san, dll. Ada beberapa rombongan Iida san dan Kawahara san yang tinggal di Jepara sehari lagi untuk meeting dengan pemda Jepara. Sisanya, pulang hari itu. Mobil Yao san, Tanaka san, dan Urakawa san menyusul ke Semarang dengan sebelumnya lunch di Jepara. Mobil Gatot-kun, Kikuchi san, dan Matsushita san, setelah lunch mampir ke tempat pengiriman barang untuk kirim barang-barang ke Jakarta. Saya yang berangkat duluan belum sempet lunch. Tapi perjalanan ternyata lancar jaya. Kami sampai semarang lebih cepat, jadinya bisa lunch dulu.

Di bandara, saya ngurus check in Mochida san dan Yoshii san. Lalu menyusullah Yao san, Tanaka san, dan Urakawa san. Karena masih ada waktu jadinya tiket Tanaka san dan Urakawa san diganti lagi jadi ikutan jam 15:30. Berangkatlah mereka ber-4 duluan ke Jakarta dan langsung flight Jepang malam harinya. Saya dan Yao san, sudah lega dan duduk di café beli minum dingin. Ga lama rombongan Gatot-kun, Kikuchi san, dan Matsushita san datang bergabung dan pesan minuman. Selagi menunggu boarding, kami ngobrol-ngobrol becandaan dan Yao san bilang kalau mau acara bebas sendiri-sendiri juga silakan. Kikuchi san dan Matsushita san yang dapet reschedule di kelas bisnis, bisa nunggu di lounge GA. Yao san entah kemana. Saya diajak Gatot-kun, yang orang asli Semarang dan maniak pesawat, ke anjungan bandara untuk liat pesawat-pesawat datang dan pergi sambil denger cerita Gatot-kun tentang hobinya terhadap pesawat dengan semangatnya.
IMG_8163

Sampai waktu boarding tiba, kami bergabung lagi semua di gate, dan masuk ke pesawat. Duduk di seat masing-masing, dan tibalah pesawat lepas landas meninggalkan bandara Achmad Yani, Semarang. Dadah-dadah dengan Semarang dan pengalaman full 2 hari di Karimun. See you next month! InsyaaAllah.
IMG20140622007

IMG20140620015

The End!

Advertisements

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, pantai, tempat wisata

Work to Karimun Jawa (3)

Sabtu, 21 Juni 2014
Pagi jam 6 udah stenbay untuk check out hotel karena ada acara pre-ceremony di SD Karimun Jawa. Bertepatan dengan pembagian rapor anak-anak SD-nya, tim instalasi ini bikin acara ‘surprise’ menyalakan lampu LED dan kipas angin di salah satu kelas tempat anak-anak SD berkumpul. Acara dimulai jam 7:30, dibuka dengan sambutan dari kepala sekolah, lalu Tanaka san, Iida san, Kawahara san (selaku ketua instalasi ngasih tau do’s and don’ts terhadap si kontainer), dan terakhir Yao san. Acara lainnya nonton iklan Panasonic melalui proyektor yang sumber listriknya dari kontainer, dan ada penampilan tarian tradisional persembahan dari anak-anak SD Karimun Jawa untuk bapak-bapak japanis. Acara berakhir jam 8:30.
IMG_8147

Sebenernya hari ini hari paling menarik. Karena kapal Express Bahari yang seharusnya kami tumpangi sehari sebelumnya ternyata mengalami kerusakan dan jadi ga bisa berlayar. Karena banyak japanis yang harus pulang ke Jepang malam hari ini, diputuskanlah pada saat dinner di Jiwa Quest untuk sewa kapal cepat pribadi versi lebih kecilnya, bisa mengangkut 12 orang tapi yang harus pulang adalah 9 orang saja. Sisanya memutuskan untuk pulang hari Minggu pake kapal Feri.

Nah, jam 9 udah janjian dengan pihak pemilik kapal di dermaga terdekat. Kami udah kumpul di dermaga, Taunya ada info kalo si kapal cepat kecil ini ga bisa berlayar juga. Bukannya ngabarin dari malem lalu, mendadak begini jadi bikin makin riweuh. Keputusan terakhir adalah sewa kapal nelayan. Eng-ing-eng, yoii, pake kapal tradisional nelayan. Estimasi menempuh 5 jam dari dermaga Karimun Jawa ke dermaga Jepara. Setelah melihat kapal nelayan, berguguranlah yang mau naik. Asalnya 9 orang, jadi 7 orang (Saya, Gatot kun, Yao san, Tanaka san, Urakawa san, Mochida san, dan Yoshii san). Mereka yang kudu pisan pulang Jepang malem ini. Tadinya mau cancel aja, semua ga jadi berangkat. Tapi si kapal nelayan keburu dateng yang ketentuannya kena charge kalau udah dipanggil. Pake perlu ‘ngiceupan’ petugas pelabuhan dulu pula gara-gara perahunya bukan dari teritori dermaga tersebut.
IMG_8148

Jadilah kami ber-7 naik kapal nelayan. Wajib pake safety jacket dulu sebelum naik kapal. Kami ber-7 ditambah 3 orang nelayan udah naik dan siap-siap lepas landas. Udah dadah-dadah sama temen-temen yang di dermaga. Sampe di kapal berangkat dan dermaga terlihat menjauh. Selama perjalanan, kapal dihempas ombak cukup keras. Karena si kapal nelayan ini kecil dan tradisional, kerasa banget Swing kanan, swing kiri, mirip-mirip naik wahana perahu air di dufan. Setelah 1,5 jam perjalanan, tiba-tiba, mesin kapal mati doongs. Kapal berhenti di tengah laut. Mulailah pada nanya ada apa. Si nelayan ada yang ngecek mesin kapal. Ternyata ada kerusakan di selang supply air di mesin utama. Sebenernya masih ada 2 mesin sekunder, tapi daya-nya tetep ga sekenceng mesin utama. Karena perbaikan pun tak kunjung beres, akhirnya diputuskanlah untuk balik ke dermaga Karimun. Pertimbangannya, perjalanan ke Jepara masih 4 jam lagi, sedangkan kapal hanya di support mesin sekunder yang jalannya lelet. Bisa ada kemungkinan di tengah jalan lagi mesin sekundernya mati. Kalo udah gitu gimana coba? Di tengah laut, tanpa alat komunikasi apapun. Oke lah, the japanese said back to Karimun port saja. Selama kapal berhenti waktu mesin utama dibenerin, ternyata hape masih dapet sinyal. Saya pun ngehubungin yang diujung barat pulau untuk bersiap kalau ga ada kabar aja sampe besoknya, segera panggil tim SAR, ahaha.
IMG20140621006

Selama setengah jam, sang nelayan belum bisa bikin mesin utama nyala lagi. Jadinya kami balik ke dermaga Karimun dengan mesin sekunder. Tepat jam 12 siang, kami udah ada di Karimun dan dijemput oleh Pak Taqim menuju SD Karimun Jawa 01. Ngerasa lucu banget karena awalnya udah pamitan dadah-dadah, taunya balik lagi ketemuan dengan temen-temen yang lain. Pada bilang ‘okaeri’ 😀

Cerita belum selesei. Kerja yang sebenernya baru dimulai. Yaitu reschedule tiket pesawat. Jadwal kami yang seharusnya flight Semarang – Jakarta sore ini, harus diganti jadi besok. Secara saya yang bisa bahasa Indonesia dengan lancar (yaiyalaah orang asli Indonesia), jadinya saya yang bekerja untuk ngehubungin agen travel dan pesawat GA untuk reschedule tiket. Seharusnya reschedule ini bisa lebih mudah kalau agen travel bisa stenbay. Tapi, karena hari ini adalah hari sabtu, jadinya agen travel perusahaan hanya buka setengah hari. Jadilah saya harus ngehubungin ticketing GA langsung dengan prosedur cukup lama. Makin ribet lagi karena pembayaran cancellation fee harus dibayar hari itu juga. Kalau engga, kami ga kebagian tiket untuk hari minggu. Udah Full bo! Kartu kredit ga bisa, agen travel udah tutup, orang kantor ga ngerti juga, jadinya ngerepotin salah satu direktur WD, Murata san, untuk dateng ke konter ticketing GA di Jakarta dan bayar cancellation fee kami semua. Telfon sana, Teflon sini, telfon lagi, telfon terus. Sampe akhirnya, Alhamdulillah cancellation fee udah dibayar, kami dapet reschedule ticket untuk keberangkatan dari Semarang ke Jakarta hari Minggu sore.

Yang lain udah santey, udah bisa jalan-jalan beli souvenir, beli kaos Karimun Jawa dan dipake langsung, terus foto-foto. Saya? Belum selesei yaa kawans. Masih ada 1 orang japanis yang bermasalah ticketing-nya, Yoshii san. Saya masih ngurusin kepastian beliau untuk dapet tiket balik Jakarta esok harinya. Kasian juga Yoshii san ini karena jadinya ‘dibully’ sama Yao san, dibilang ga bisa pulang Jepang dan harus stay di Karimun, ihihihi. Dengan muka memelas dan ekspresi mengenaskan, mohon-mohon berdoa biar daoet tiket balik Jakarta. Saya masih ngusahain, tapi emang ada masalah dengan nomor tiket lama dia yang udah terganti dengan nomor baru. Akhirnya, masih dengan bantuan Murata san dari Jakarta, saya bisa dapet nomor tiket barunya dan reschedule flight utk Yoshii san. Alhamdulillah.. selesailah semua urusan tiket yang cukup melelahkan itu bertepatan dengan sunset. Kepulangan ke Jepara insyaAllah udah fix ikut kapal Feri esok harinya. Saya memilih untuk pisah dari rombongan japanis yang akan dinner di salah satu resto, dan memilih minum air kelapa muda di alun-alun dan menikmati sunset hari kedua di Karimun ini. Otsukaresamadeshita.
IMG20140621009

Oya, sebenernya selain problemo tiket pesawat, juga tempat nginep untuk semalem extend itu. Hotel udah penuh karena wiken udah berdatanganlah turis baru. Kamar kosong diprioritasin untuk tetua japanis. Saya dan Gatot-kun, sebagai orang lokal, jadinya dapet di homestay, yang menurut saya malah lebih nyaman daripada di Hotel.

… (to be continued)

1 Comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, pantai, tempat wisata