Tag Archives: friends

Ekspedisi Gn. Semeru (3), I will be Back

Sabtu, 8 Juni 2013
Malamnya udah bisa guling-guling sendirian dengan tenang di tenda.
Tapi tetep aja, menjelang dini hari, suhu udara yang mulai beranjak turun bikin guling-guling meringkuk di dalam sleeping bag. Sepertinya lebih dingin daripada malam kemarin.
Beberapa kali saya kebangun karena posisi tidur yang ga nyaman dan saking dinginnya.
Bahkan menjelang subuh saya udah ga bisa tidur karena kedinginan. Yang ada cuman duduk dalam sleeping bag dan memeluk lutut sambil gigi gemerutukan.

Pkl 04.25 saya beranjak untuk sholat subuh.
Ah memang bener, kalo dipaksain bergerak jadinya ga terlalu kerasa dingin.
Walau masih gelap, tapi saya udah siap-siap buka tenda menyambut sunrise.
Pagi ini Danau Ranu Kumbolo lebih indah, walau langitnya lebih mendung. Karena kabut yang turun dari gunung memenuhi danau lebih terlihat jelas. Indah sekali.
IMG_6495

Pkl 05.00 perlahan terlihat juga cahaya pagi yang tertutupi mendung.
Tapi orang-orang udah bersiap dengan kameranya untuk mengabadikan momen keren ini.
Begitu pun dengan Bapak Fotografer yang emang sengaja ikutan ke Semeru hanya ingin ambil gambar Ranu Kumbolonya.

Setelah agak terang, Pkl 06.00, kami berkumpul diluar tenda untuk ngopi-ngopi, masak mie untuk sarapan, makan roti, ngemil-ngemil, ngobrol-ngobrol, dan foto-foto.
Merupakan momen yang berharga juga ketika berkumpul dengan satu tim pendakian.
Yang awalnya ga kenal akhirnya bisa akrab.
IMG_6332
(ki-ka bawah lanjut atas: Saya (sebagai wanita yang anggun sendirian ;p)
Andik (yang angkut sleeping bag dan persediaan yakitate pan)
Rudi (Artis of the Hiking! yang susah ngomong bahasa Indonesia)
Mas Fajar (dedengkot munggah a.k.a pendaki gunung sejati)
Rendy (gegedog Enginnering yang hobi travelling murmer)
Pak Aulia (sang fotografer profesional)
Santo (si Bolang dengan badan paling besar, makan paling banyak ,wajah paling imut)
Audi (bocah gunung sejati! walau badan cilik tapi tenaga raksasa, yang bawa-bawa tenda dan perlengkapan camp)

Pkl. 07.00 kami siap-siap untuk beresin tenda dan packing pulang.
Pkl. 08.00 kami meninggalkan tempat kemping depan danau Ranu Kumbolo.
Berjalan pulang menyusuri bukit yang menngitari Ranu Kumbolo.
Mengcapture setiap lokasinya, sayang banget batre kamera saya abis, padahal sekelilingnya itu keren, huks.
Tapi keindahan alam itu hanya bisa dinikmati mata sambil terus kagum dengan ciptaan Allah.
Pkl 09.00 kami tiba di Pos 4, menyelesaikan foto-foto, dan perjalanan pulang pun dimulai.
IMG_6314

Karena siang, jadi akhirnya tau track yang dilalui dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo 2 malam lalu.
Ternyata kanan jalan pulang itu adalah jurang. Jalan setapak kecil yang bertanah licin.
Banyak batang pohon dan batu-batu menghalangi jalan.
Tapi pemandangannya tetap keren.

Selama jalan, kami ketemu dengan beberapa rombongan. Ada yang pulang juga, ada yang baru naik.
Kami ketemu dengan satu grup Bapak-bapak dan Ibu-ibu kisaran 50 tahunan.
Ternyata mereka mengadakan reunian kampus dengan kemping di Ranu Kumbolo, kereenn!
Banyak juga pendaki yang dari luar Jawa Timur.
Dari Semarang, Jakarta, bahkan Balikpapan.
Yang lucu, banyak pendaki cewe yang bawa serta boneka kesayangannya untuk ikut kemping.
Di tengah perjalanan dan istirahat, ketemu dengan pendaki yang bawa semangka dan kami kebagian makan bareng semangkanya. Hihi, niat banget pokoknya.

Satu koor kami yang bikin semangat untuk berjalan pulang, adalah “Warung”.
Jadi, ada satu warung di Ranu Pani yang nyediain all you can eat seharga Rp 10.000.
Kebayang udah hampirr 3 hari ga ketemu nasi dan lauk pauk, gimana ngilernya kami untuk bisa makan sepuasnya Nasi campur ambil sendiri seharga 10.000 itu.
Jadi yang cowo teriak-teriakan “Warung! Warung!” sebagai penyemangat biar cepet sampe di Ranu Pani.

Pkl. 13.00 akhirnya kami sampai juga di Ranu Pani.
Total jalan dengan beberapa kali istirahat di tiap pos adalah 4 jam. Setengahnya dari perjalanan pergi lalu.
Setelah melapor ke pihak pengelola kalau kami masih utuh ketika turun, kami langsung menuju Warung.
Masuk warung, makanan yang disediain udah menggiurkan.
Pas banget nasinya baru matang dan asapnya masih mengepul.
Kebayang dong lagi dingin, hujan, kelaparan, liat nasi panas mengepul, sayur kubis kentang hasil tanam daerah Ranu Pani, sambal pedas paprika merah, ayam goreng, tempe goreng dan tahu goreng yang tebel-tebel, telor dadar, dan kerupuk. All You Can Eat!
Udah kalap aja ngeliatnya, bahkan ada yang ngambil makanan udah ngalahin Gunung Semeru, ahaha.
Semuanya hening, khusyuk makan. Alhamdulillah, nikmat banget.

Abis makan, kami bersih-bersih dan bersiap untuk pulang.
Ada 2 teman yang berangkat duluan sambi angkut tas ikut truk sayur.
Sisanya dan saya, naik motor.
Pulang menuju rumah/kosan masing-masing.

Selama perjalanan pulang dari pos tempat parkir mobil sampai Japanan, saya cuman bisa memandangan sekeliling perkebunan dan sinar matahari yang bersinar diantara awan mendung.
Ingin lagi mendaki Semeru dan kemping di Ranu Kumbolo. Ingin pas lagi cerah-cerahnya.
Ingin sekali.. someday, I will come to Semeru and camp in Ranu Kumbolo again.
Starring those Gallant Mahameru.
DSCN1585

Pkl 20.00 akhirnya saya tiba di kosan, Bangil.
Dengan hati dan pikiran yang masih tertinggal di Ranu Kumbolo.
IMG_6501

Leave a comment

Filed under gunung, jalan-jalan

Tanjung Papuma

Diajakin dadakan waktu hari Jumat jalan-jalan ke Papuma, yang terletak di pinggir kota Jember, untuk hari Sabtu.
Awalnya saya ga mau ikut, soalnya hari Minggu ini saya udah rencana mau ke Surabaya ikutan meet up Tumblr.
Tapi karena “disetanin” untuk ikutan ke Papuma untuk ngisi bangku kosong, akhirnya saya mutusin ikutan juga ke Papuma.
Ngapain juga sabtu bengong di kosan, selain beres-beres, dan meet up Tumblr juga sebenernya sekarang saya udah ga eksis lagi di Tumblr.

Berangkatlah saya dan temen-temen yang total berjumlah 14 orang ini menuju Papuma.
Ada saya, Luli, Nanik, Ira, Dewi, Mba Dian, Mba Inne, Pipit, Tatik, Novi, Hanapi, Ayu (cewenya), Mas fandi dan istrinya.
Elf sewaan udah dateng ontime dari jam 5 pagi, dan tinggal berangkat menjemput kami-kami ini. Jarak Pasuruan-Papuma sekitaran 4-5 jam perjalanan.
Personil lengkap, elf udah nyaman, tinggal duduk tenang dan nerusin tidur.
Tapi tiba-tiba di tengah perjalanan yang baru sebentar itu, di Pasuruan ada telfon dari pihak penyewaan Elf-nya.
Ternyata oh ternyata, Elf yang dipake kami aki-nya belum disetrum, khawatir mogok di tengah jalan dan AC-nya pun ga bisa dinyalain.
walhasil setelah perdebatan panjaaang, akhirnya kami duduk-duduk manis pinggir jalan sambil sarapan dan foto-foto, menunggu Elf baru yang kondisinya lebih oke.
20130406_064850

Asalnya berangkat ontime dan perkiraan nyampe masih pagi di Papuma, jadinya ngaret 2 jam. Jam setengah 8an baru berangkat lagi.
Kami pun nerusin kegiatan ngobrol-ngobrol, nyanyi-nyanyi, makan-makan, dan tidur-tidur dengan tenang.
Sekitaran jam 11 siang sampailah kami di Tanjung Papuma.

Image
Jalan menuju Tanjungnya masih cukup terpencil tapi pemandangan kiri kanan jalannya bagus!
Jalan menuju pantainya juga, kami udah dikasih pemandangan pantai yang keren.
Emang sesuai foto di internet dengan aslinya. Tanjung Papuma memang indah.

Image

Karena udah mepet Dzuhur, jadinya sebelum kami beraksi untuk mantay, kami sholat dulu.
Ada yang ganti baju dan makan siang juga.
Cuaca juga masih terik dan udara panaas, jadinya nunggu agak adem, ga lengkap klo udah di pantai tapi ga minum es kelapa, atau klo orang sini bilangnya es degan, langsung dari buahnya.
Jadinya kami duduk-duduk lesehan minum es degan, sambil denger-denger lagu lawas tahun 90an dari hape Mak Pipit.
Dan tentu saja ga mungkin tanpa diisi dengan obrolan khas tante-tante penggemar korean wave.

Setelah habis semua minum, puas ketawa-ketiwi nyanyi-nyanyi, dan cuaca pun udah mulai adem, hyosh! saatnya beraksi untuk sebenarnya mantay.

Image
Foto-foto udah jelas, nyebur ke laut apalagi.???????????????????????????????

Kalau saya main voli dulu sama Tatik, sampei tangan jadi bengkak sekarang.
Ya iyaalaah, terakhir main voli kyknya jaman SMA dulu, tapi untungnya masih oke gaya saya pas mukul bola voli.
Bola voli berakhir, temen-temen berembuk untuk main sepak bola. Dibagi dua tim, dan yang mulai main seenaknya yang penting Gol! yaa, khas cewe banget lah gimana gayanya kalo main sepak bola, fufu.
Berhubung malemnya saya ujan-ujanan naik motor, walhasil jadi meler, bersin-bersin, dan agak pusing, jadinya saya menepi di pinggiran pantai untuk tiduran diatas kain pantai.
Sok-sokan berjemur tanning gitu deh, ala-ala artis hollywood *cuih*
Tapi jadi ga kebagian kena seret temen-temen nyemplung ke laut, hihihi.

Jam 3an, udah mulai mau gerimis-gerimis gitu. Langit juga udah mendung.
Udah puas juga main-main mantay-nya. Jadinya kami udahan dan bersiap untuk bersih-bersih diri.
Abis mandi dan bersih juga tambah cantik, kami harus makan ikan bakar!!
Ga afdhol dong, ikan laut segar dijual sepanjang pantai tapi luput kami cicipi.
Akhirnya yang udah mandi dan sholat, nyari tempat makan ikan bakar yang enak.
Dapetlah satu tempat makan rekomendasi pasutri, yang udah ngilang dari awal dateng dan makan berduaan serasa pantai milik mereka itu, yang menyediakan seafood segar.
Selain ikan, ada juga cumi, udang, kepiting, lobster. Tapi karena ada yang alergi udang, jadinya yang dipesen hanya Ikan Kakap dan Krapu, dengan total 1.5kg. Harga perkilonya 65 ribu.

Lamaaaaaa sekali kami menanti dengan tidak sabar ikan bakar itu.
Sejam kemudian baru dateng, 2 ikan bakar besar, lalapan, sambel, dan nasi.
Dimakan bersepuluh, karena 2 orang pasutri dan 2 orang belum pasutri udah makan duluan.
Libas semua daging tebal ikan-ikan itu, sampe saya dan Mak Pipit ga kenal ampun untuk kepala ikan-ikan itu.
Dikirain 2 ikan ga akan cukup untuk kami ber-10, ternyata kenyang juga.
Hitung-hitung-hitung, Untuk makanan tepi pantai yang puas itu, 1 orang bayar paling mahal 15ribu doong!

Setelah kenyang makan, puas mantay, dan tetep foto-foto, kami menuju Elf yang masih setia menunggu kami untuk membawa kami kembali ke dunia nyata di Bangil.
Jam 5 kami harus dadah-dadah ke Papuma yang indah itu.

Perjalanan pulang sepertinya memakan waktu yang lebih lama daripada perginya. Sampe tepos itu duduk terus.
Sesuai perkiraan, jam 11an malem baru sampai Bangil.
Tapi takpapa, saya sangat puaaasss!
Beneran ga rugi banget akhirnya bisa ikutan ke Papuma bersama temen-temen.
Pasalnya, selain 4 orang couple itu, kami ber-10 adalah wanita-wanita enerjik, unik, dan jomblo. haghaghag.
Puas ketawa (walau saya banyak ga ngertinya kalau mereka udah ngomong pake bahasa jawa gaol), puas main, pokoknya bener-bener refreshing.

Emang bener yak, mau keadaan gimana juga, selama ada kawan yang nemenin secara fisik, bakalan kerasa enteng.
Bisa saling cerita, saling nyemangatin, berbagi semua keluh kesah, dan ujungnya semuanya dibawa santai dan asik aja.
Udah lama kayaknya saya ga ngerasain hal seperti kemarin, tertawa lepas dan lupa semua hal yang bikin capek pikiran.
Temen-temen yang kalau di kantor keliatan serius, ternyata kalau udah jalan bareng itu gokil-gokil parah.
本当に良かった。

IMG_0063

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, pantai

Finally


(ki-ka) Indah, Osi, Dita, Ely

Akhirnyaa, setelah sekian lama, kami bisa berkumpul full team berempat lagi.
Seperti jaman masih S1 dulu, kemana-mana kami berempat.
Berawal dari hanya kami saja perempuan Fisika’05 yang (ceritanya) eksis di HIMAFI.
Rapat sampe malem, diskusi ngalor-ngidul, jalan-jalan, kepanitiaan syukwis2, kepanitiaan ini itu, dan hampir sebagian besar acara-acara Himpunan yang hadir hanya kami berempat perempuannya.
Dari situlah, kami jadi selalu berempat.

Dimulakan dengan neng Indah, Oktober 2009, ketika tingkat 4 dapet rezeki duluan lulus program exchange setahun di Nokodai (Institute of Agriculture), Jepang.
Ketika itu, kami riweuh bikin farewell sampe bikin surprise melepas kepergian dia di Bandara Soekarno-Hatta.
Semenjak kepergiannya, kami jadi tinggal bertiga, dan kalau ada acara bareng-bareng suka kabarin dia (sambil ngabibita ceritanya,hihi).
Lalu 6 bulan dia di Jepang, pulang untuk pertama kalinya karena akan menikah (jadi yang pertama juga deh).
Setelah itu nerusin tinggal di Jepang karena masih menyelesaikan program exchangenya sekaligus emang suaminya dapet beasiswa S2 juga di Saitama University.
Setelah itu, selesei program exchangenya, balik ke Indonesia untuk selesein TA S1-nya, Oktober 2010 wisuda, ga lama balik lagi ke Jepang untuk sekarang full jadi Ibu RT ngurus suami aja dan tinggal di Saitama-ken.

Sebenernya ketika itu, awal April 2010, Indah dan suaminya bareng sama saya berangkat ke Jepang.
Walau sama harinya, tapi ga sempet ketemu di Bandara Soetta, karena beda maskapai penerbangan.
Alhamdulillah, giliran saya yang dapet rezeki ke Jepang untuk nerusin S2 di Toukai University.
Inget dulu ngurus-ngurus dokumen beasiswa dan kelengkapan S2 lainnya bareng sama (calon) suami Indah, sambil kena jatah galauannya (hihi, ex-kahim HMS bisa galau juga).
Setelah di Jepang, kadang kalau ada acara kumpul mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Tokyo, saya dan Indah bertemu.

April 2011, Alhamdulillah, untuk selanjutnya giliran Ely yang bisa menyusul kami ke Jepang.
Untuk Ely sih sebenernya karena program S2 double degree science computation-nya, setahun di ITB dan setahun di Kanazawa University.
Berhubung tempat Ely itu jauh banget, naik bus aja semaleman, jadinya jarang bisa ketemu dia.
Tapi karena udah sesama provider hape yang sama, jadi bisa gratisan sms-an dan gampang bertukar kabar.
Kalau ini inget waktu bulan Ramadhan 2011, saling bangunin untuk sahur (eeerrr, biasanya saya yang miskol duluan).
Karena pas lagi musim panas, sahur itu sekitaran jam 2 pagi, tapi tetep aja udah di miskol2 berapa kali juga ga diangkat dan ujungnya pada laporan kebablasan ga sahur,ahaha.
Sempet ketika musim gugur, Ely main-main ke daerah Tokyo dan bisa juga saya, Indah, dan Ely ketemu bertiga untuk pertama kalinya.
Foto-foto di kampus saya udah gitu tinggal tag Osi yang masih di Indonesia,ehehe.

Akhir Maret 2012, kuliah suaminya Indah dan Ely di Jepang tuntas juga.
Mereka akhirnya pulang juga ke Indonesia, ninggalin saya yang masih ada satu semester lagi, huhu.
Waktu itu sedih juga karena ga bisa bareng mereka pulangnya.
Tapi pas udah pada di Bandung, mereka kasih wejangan supaya nikmati sisa hidup di Jepang, karena bakalan kangen dan shock dengan Indonesia (dan iya ternyata, kangen Jepaaangg, hehe).

Ini dia yang terakhir, suka mahiwal sendiri, Osi.
Ketika yang lain (Saya, Indah, ELy) udah pulang ke Indonesia, giliran dia yang dapet rezeki nerusin S3 di Hiroshima University.
InsyaAllah akan berangkat awal Oktober ini.
Untuk mungkin beberapa tahun kedepan, terakhir kalinya lagi kami bisa kumpul berempat kemarin.
Berhubung kami bertiga udah pengalaman tinggal di Jepang, jadi kemarin lebih banyak ngasih wejangan-wejangan ke Osi tentang kehidupan di Jepang.
Hal yang sama, kami bertiga sedih-sedih karena ninggalin Jepang, sedangkan ngiri ke Osi yang bakalan enak-enak pergi ke Jepang,hehe.
Bukan enak untuk kuliah dan eksperimennya nanti (tentu sajjaaa), tapi enak dan nyaman untuk lingkungan, fasilitas, dan pelayanan disana.

Akhirnya, kami berempat bisa juga ngerasain tinggal di Jepang.
Walau Osi mahiwal sendiri (selalu sih dia mah) dimana yang lain udah di Indonesia sedangkan dia sendiri yang baru mau pergi.
Tapi kami semua bisa juga menikmati ngerasain belajar, budaya, dan hidup di Jepang.
Enaknya sih, kalau keceplosan ngobrol pake kosa kata bahasa Jepang, sekarang semuanya bisa ngerti, ga repot-repot harus ngejelasinnya nanti,ehehe.

Farewell Osi..
Goodluck for your Doctoral Degree.

Fighting Indah..
Being a great school teacher.

Praying Ely..
Hope it will going smooth for your final thesis defense next Friday, Ely.

We always pray for the bless and the best.
And hope someday, we can gather again, 4 of us 🙂

1 Comment

Filed under kawan-kawan

GIANT Program Angkatan 5

Beasiswa yang saya dapat ini dari pemerintahan Jepang, monbukagakusho.
Tapi bedanya, program beasiswanya yang spesial.
Kalau program biasa, U to U atau G to G, itu kedepannya untuk kuliah aja,
program spesial ini khusus untuk Mahasiswa Asia yang ga hanya untukkuliah master aja tapi ada tambahan kurikulum bahasa Jepang dan etika bisnis Jepang untuk kedepannya (diharapkan) lanjut kerja di perusahaan Jepang.
Dinamakan GIANT Program (Global Initiative on Asian Specialized Nuclear Power Personnel Program).
Lebih lengkapnya bisa diliat di website ini.

Kalau cerita gimana program khusus ini, pokoknya jungkir balik sambil kayang untuk belajar bahasa Jepang yang paling sopan dan tambahan kelas advanced nuclearnya.
Belum lagi tekanan dari program ketika masanya untuk ngelamar kerja.
Tapi alhamdulillah, pas jaman saya ini, karena pemerintahan Jepang lagi ga stabil dan perekonomian Jepang juga lagi ga begitu bagus, jadinya ada ketentuan untuk ga perlu kerja di bidang nuklir aja, boleh juga cari di bidang lain.
Selain itu, ga perlu juga kerja di Jepang, bisa kerja di negara sendiri selama itu perusahaan Jepang.

Saya adalah angkatan ke-5, sekaligus terakhir, dari program ini.
Setelah angkatan saya, udah ga ada lagi penerus program, alias programnya ditutup atau katanya sih dibikin program baru lagi.
Penerimaan untuk setiap angkatan itu per-satu semester atau 6 bulan sekali.
Saya masuk untuk kelas bahasa Jepang semester Haru (musim semi), dan masuk untuk kuliah masterndi semester Aki (musim gugur).

Untuk awal yang masuk program ini harus belajar bahasa Jepang intensif dulu selama 6 bulan untuk bisa lanjut kuliah master.
Karena program kuliahnya bukan program Internasional, jadi perkuliahan disampaikan dengan bahasa Jepang.
Mantap kali lah pokoknya waktu masuk awal kuliah itu,
cuman bisa bengong sama sekali ga ngerti kata-kata senseinya, karena kosa kata akademis yang dipakainya ga terlalu dipelajarin waktu kelas bahasa.

Angkatan pertama dari GIANT Program itu hanya 1 orang dari Thailand.
Angkatan kedua, ada 4 orang; dari Indonesia (K’Deby, FI ITB’03), Vietnam (Sang), Mongolia (Togo), dan Kazakhstan (Baha).
Angkatan ketiga, ada 3 orang; dari Indonesia (Kadek, EL ITB’04), Vietnam (Thong), dan Thailand (Wao).
Angkatan keempat, ada 2 orang; dari Mongolia (Agi), dan Thailand (Fon, tapi berhenti selepas kelas behasa).
Angkatan kelima, ada 5 orang; dari Indonesia ada Saya (F I ITB’05), Deden (EL ITB’05), Petrus (Teknik Nuklir UGM’05), dan Vila (Teknik Nuklir UGM’05), lalu terakhir dari Malaysia (Aliya, EL UTM’05).
Entah kenapa angkatan 5 yang terakhir ini banyak dari Indonesia dan baru ambil dari Malaysia (there must be some secret reasons,hmmm)

Pertama kali ketemu dengan Deden itu ketika wawancara beasiswa di Fisika ITB. Walau kami se-SMA dan se-kampus, tapi saya baru kenal dia ketika wawancara itu.
Lalu ketemu dengan Petrus, yang selanjutnya kami jadi panggil Peto, pertama kali di Kedutaan Jepang waktu urus Visa.
Terakhir ketemu Vila itu di Bandara Soekarno-Hatta. pertama kali ketemu Vila, jutek dan tomboy banget keliatannya. Sama sekali ga ngobrol hanya diem aja,hii..
Taunya pas udah lama kenal dan semakin kesini, malah semakin girly dan heboh juga orangnya.
Lalu ketemu Aliya ketika udah sampai di Narita. Pertama kali kontak dengan Aliya dan liat foto-foto fb dia keliatan sangat jaim dan serius, ternyataaa heboh luar biasa macem bayi manjanya minta ampuunn!

Waktu kemarin abis subuh saya dan Peto antar Aliya ke bus untuk pulang ke Malaysia,
setelah itu Peto ngajak ngopi-ngopi dulu, tapi karena masih pagi belum ada toko atau cafe yang buka,
dan hanya ada McD 24 jam aja, jadinya kami ke McD dulu lah sarapan sambil nunggu agak siangan.
Karena saya ga bisa makan-makanan burger McD, jadi saya pesan roast coffee dan apple pie, sedangkan Peto pesan chicken crispy burger dan cappucino.
Lagi sarapan ini, ngobrollah kami, yang emang biasanya kalau di kampus pun makan siang Peto suka minta ditemenin dan selalu ngobrol ngalor-ngidul.
Ngobrol mengenang dari masa lalu..
Bagaimana awalnya kami yang masih jaim dan keliatan serius,
sampai sekarang eeehh, taunya udah gokil-gokilan bareng aja.
Bagaimana berubahnya masing-masing kami.
Yang dulu itungan banget soal uang, tapi sekarang udah ga mikirin lagi, kadang seenaknya aja ngeluarin uang tanpa mikir.

Ternyata udah 2.5 tahun kami bersama sebagai angkatan terakhir GIANT Program.
Dari segi fisik, semuanya bertambah bulat! ahaha.. kecuali Aliya sih, pas mau nikah dia diet mati-matian.
Dari segi sifat, ada yang semakin kekanakan, ada yang lebih dewasa, ada yang jadi mengasingkan diri, ada yang masih sama suka menolongnya tanpa pamrih.. tapi hampir semuanya berubah.
Well, pasti suatu hari akan merindukan mereka, terutama yang suka kumpul bareng.
Masak bareng, makan bareng, jalan-jalan bareng, belajar bahasa bareng, ngeluh bareng, marah-marah bareng, ketawa bareng.
Mungkin bakalan paling kangen ama Peto kali ya..
Soalnya dia sering maksa ditemenin makan siang di kantin, udah gitu paling suka curhat-curhatan, saya juga sering banget nyusahin minta tolong ini itu sama dia, sampe terakhir pun dia yang nolongin angkut koper-koper sampai bus dan minjem uang, ahaha.

Sekarang setelah lulus, masing-masing punya jalannya sendiri.
Peto keterima di Toshiba Plant System, Yokohama, mulai kerja April tahun depan.
Vila keterima di Hitachi, Osaka, mulai kerja April tahun depan juga.
Deden keterima di Toshiba (main office), Tokyo, mulai kerja Oktober tahun ini.
Aliya keterima di Panasonic Network System, Malaysia, tapi sebenernya ga akan dia ambil karena dia terikat kontrak jadi dosen di Universitas dia (tapi sampai saat ini orang program ga ada yang tau doong).
lalu saya… inginnya sih keterima jadi menantu salah satu keluarga gitu yaah #eaaaaa ahaha, tapi alhamdulillah keterima di Panasonic Lighting Indonesia (PESLID) dan entah kapan mulai kerja karena menunggu saya sampai di Indonesia dulu.

Berpisahlah kami semua…
Tapi berjanji untuk reunian 5 tahun lagi di Sidney, Australia.
Semoga ada rezekinya.
Dan penasaran.. akan seperti apakah kami 5 tahun dari sekarang..

Bagaimana pun, bisa bertemu mereka semua ada rezeki yang tak ternilai.
Mereka mengajarkan saya banyaaakk sekali hal.
Walau berbeda agama tapi saling menghormati, walau berbeda sifat tapi saling memahami, walau berbeda tujuan hidup tapi saling menyemangati.
皆、元気だね..
大変お世話になった。ありがとう〜

Leave a comment

Filed under kawan-kawan, memoar jepang