Tag Archives: BSM BSD

Bank Syariah Mandiri DZHOLIM!

Ya! Saya harus tulis ini karena memang saya merasa diDZHOLIMi sekali oleh Bank Syariah Mandiri (BSM), terutama marketing di cab Ruko Golden Madrid, BSD.

Berawal dari ikhtiar kami untuk bisa memiliki Rumah sendiri. Dari tahun kemarin kami sudah cari-cari dimana kah rumah yang mendekati impian dan terutama budget. Sampai menjelang saya cuti melahirkan dan harus ke Bandung, kami masih semangat untuk mencari rumah, tapi belum ketemu juga dengan rumah yang ‘klik’ dengan kami.

Pencarian masih dilanjutkan suami ketika saya sudah di Bandung. Yang pada bulan Desember 2017, suami ditawari rumah yang secara bangunan sudah OK di komplek Panorama Serpong. Artinya kami udah ga perlu renovasi lagi (setidaknya sampai anak-anak cukup besar). Saya hanya melihat dari video yang dikirim suami, dan karena suami suka dengan rumah dan kompleknya (relatif banyak orang lokal dan dekat dengan mesjid), jadi saya manut ikut suami. Walau jaraknya dari stasiun tempat kami setiap hari beraktivitas masih relatif jauh (sekitar 6-7 km), tapi dibanding dengan kontrakan kami sekarang yg jaraknya 12 km. It does really matter, karena perjalanan yg cukup jauh antara stasiun – rumah itu bener bikin tepar.

Karena suami udah OK, dan saya pun ga ada masalah, rumah udah bagus abis di renovasi, dapet kitchen set pula, maka Suami menunjukkan keseriusan dengan memberikan Uang Tanda Jadi (UTJ) sebesar 5 juta ke pemilik. Lalu kami mulai lah mengajukan proses KPR dibantu agennya. Agen yang kami kenal ini ada kerjasama dengan BSM dan Permata Syariah. Tentu kami harus dengan Bank Syariah karena meminimalisir riba. Setelah tanya-tanya S&K pada Bank masing2, kami memutuskan pilih BSM karena (1) tidak ada biaya appraisal -Permata kena 500rb utk biaya appraisal-, (2) tidak kena penalty jika ingin melunasi di tengah jalan -Permata ada penalty-. Yowes, bismillah, kami ikuti dengan serius prosedur persyaratan pengajuan KPR di BSM. Pengisian form dan kelengkapan data-data yang diminta, kami selalu sigap untuk bekerjasama.

Dari segi income, karena join income juga, dilihat tidak ada masalah. Dilihat dari segala kelengkapan dokumen, ga ada masalah. Kami sudah ga ada cicilan apa pun, BI checking sudah OK. 

Hingga pertengahan bulan Januari 2018, ketika saya sudah kembali ke BSD setelah melahirkan di Bandung diantar oleh ortu dan mertua, sekalian aja kami semua lihat calon rumah yang di Panorama Serpong. Saya sih OK ya, karena memang udah UTJ dan lagi proses KPR juga, tapi ternyata tidak demikian dengan kedua ortu kami. Ayah mertua kurang setuju karena kompleknya jauh dari tempat saudara (memang terbantu sekali deket rumah saudara itu, enak banget bisa minta tolong ini itu, titip anak kapan-kapan pun), sedangkan mamah saya ga setuju karena lokasi yang macet, akses jalan kecil, dan tetep aja masih jauh dari stasiun apalagi rumah sodara.

Kami cukup didesak untuk mempertimbangkan lagi rumah yang di Panorama Serpong melihat jarak dan lokasi yang kurang enak. Apalagi dari mamah saya, terus-terusan ‘meneror’ kami untuk cari rumah lain aja. Pada step ini, kami mendatangi langsung ke BSM untuk meng-hold kelanjutan proses rumah yang di Panorama. Ketika itu marketingnya bilang kalau persyaratan untuk KPR kami sudah OK, komite sudah menyetujui, dan tinggal dijadwalkan untuk akad. Tapi memang masih menunggu satu surat eksepsi kantor saya yang statusnya adalah Representative Office. Karena mau ganti rumah, kami minta untuk menunggu dulu setidaknya 1 minggu sampai kami dapat rumah yang baru.

Yang pada akhirnya, mamah ke BSD untuk membantu cari rumah lain yang sekiranya lokasi/jarak/bangunan lebih nyaman. Dan dapatlah rumah di daerah Griya Loka.

Dari segi lokasi dan jarak, supppeerrr strategis! dari stasiun dan pasar modern BSD tinggal jalan kaki pun bisa. Ada mesjid besar juga. Dekat dengan segala fasum. ada sodara juga di daerah situ. Hanya saja ukuran LT rumah (hanya) 60 m2 dengan harga yang udah mahal jika dibanding daerah lainnya. Tapi yaa meninjau lokasi yang sangat2 strategis, akhirnya kami putuskan untuk ambil rumah di Griya Loka tersebut dan dengan sangat terpaksa melepas rumah di Panorama Serpong, yang otomatis harus merelakan hilangnya UTJ.

Kami hubungi agen penjual rumahnya dan mulai untuk ngobrol tentang niatan kami untuk membeli rumah tersebut. Sebelumnya kami sudah bilang kalau sedang proses di BSM dan tinggal ganti rumah saja untuk di appraisal kembali. Dengan agen yang baru tersebut kami datang ke BSM untuk menyampaikan dokumen-dokumen rumah yang baru, dan marketingnya (lagi-lagi) bilang ga ada masalah untuk terus lanjut proses hingga persetujuan KPRnya. Kami hanya tinggal melampirkan data slip gaji dan histori rekening bank terbaru saja karena sudah masuk bulan baru. Meanwhile, mereka akan lakukan appraisal lagi selagi menunggu surat eksepsi saya yang (ternyata) masih belum jadi juga.

Pada saat itu karena kami yakin dengan rumahnya dan akan lolos di KPR BSM, maka kami menandatangani perjanjian untuk sebulan proses KPR dan membayar UTJ sebesar 10jt. Di perjanjian tertera kalau (1) UTJ dikembalikan 50% jika proses KPR gagal, (2) UTJ dikembalikan 200% jika penjual membatalkan sepihak, (3) UTJ hangus jika pembeli yang membatalkan sepihak.

3 minggu kemudian, agen rumah menghubungi dengan nada ga enak. Menagih SPK dari BSM yang ga keluar-keluar. Katanya kok lama proses di BSM. karena biasanya maksimal 2 minggu pihak Bank sudah harus/bisa memutuskan apakah KPR lolos/tidak. Kalau lolos, harus mengeluarkan SPK sebagai bukti pegangan kita lolos KPR di Bank tersebut. Tapi ini udah 3 minggu dan batas waktu perjanjian udah mau habis, SPK belum ada aja. Semenjak itu, saya, suami, dan agen, menghubungi terus pihak marketing BSM untuk menanyakan status KPR kami. Lagi-lagi dijawabnya masih menunggu surat eksepsi kantor saya ditandatangani final di pusat. Marketingnya bilang kalau plafon diberikan di angka sekian, jadi bisa dipersiapkan sisanya untuk bayar rumah. Kami masih yakin aja akan segera goal KPR kami dan belum mengajukan ke Bank lain. Pikir kami, toh ini prosesnya sudah 90% OK, tinggal sedikit lagi saja. Kalau ke Bank lain, nanti lama lagi mulai proses dari awal. Jadi, kami bersabar dan bertahan hingga menunggu kabar dari BSM.

Sebulan kemudian, batas waktu perjanjian sudah habis, kami terus didesak agen yang bilang didesak pemilik, hingga kami terus mendesak pihak marketing BSM juga. Tapi jawaban yang diterima masih sama.. masih menunggu surat eksepsi, tinggal 1 tandatangan lagi di pusat. Tapi kami diberitahu untuk menyiapkan dana untuk notaris dan akad, lalu jumlah plafonnya turun. Yowes, rapopo, yang penting bisa segera akad! Dibilangnya 1-2 hari lagi selesai.. sampai seminggu lagi berlalu belum ada aja jawaban.

Hingga suatu malam di penghujung minggu, akhirnya kami dihubungi marketing BSM lewat WA yang bilang “mohon maaf permintaan ibu/bapak tidak dapat difasilitasi di bank kami”.

APA MAKSUDNYA???

Serius saya sangat, sangat, sangat kecewa sekali. Saya balas WA marketingnya dengan bilang “astaghfirullah bu, kalau tau ujungnya adalah ditolak, kenapa memberikan kami harapan begitu tinggi di awal sampai kami bertahan tidak ke bank lain. Kalau gini kan kami buang waktu dan hilang lagi UTJ 5 juta. DZHOLIM sekali sih bu”

Yang dibalas, “bukan maksud mendzholimi bu, karena pada awalnya komite sudah bilang OK, saya pun ga enak dengan bapak dan ibu”. Ah, whatever! seketika malam itu mood saya ga bagus banget. Nyuruh suami cepet pulang dan mulai berbenah pikiran dulu. Suami pun ga ngerti kenapa ujung-ujungnya adalah ditolak setelah sebelumnya sangat diberikan harapan tinggi. Entah alasan utama apakah karena surat eksepsi status kantor saya atau yang lain. Kami mau minta penjelasan pun udah males dan pasti ga ada untungnya juga. Dan sesuai perjanjian, kami harus hilang 5 juta dari UTJ.

Intinya, saya merasa didzholimi oleh pihak marketing BSM cab Golden Madrid BSD ini. Duh Allah, semoga Engkau memberikan kami keikhlasan dan memberikan ganti yang lebih berkah.

Dan pada akhirnya, kami give up dengan rumah di Griya Loka, lalu sedang ikhtiar mencari rumah yang lain lagi. Cerita akan berlanjut jika kami sudah menemukan rumah yang menjadi jodoh dan rezeki kami…

*this is just my individual experienced yaa.. masih ada bukti2 percakapan tertulis dan record voice call dengan marketingnya BSM. Jadi hak gw untuk menyampaikan keluhan tentang kinerja BSM sebagai calon customer*

 

Advertisements

7 Comments

Filed under Uncategorized