Tag Archives: 31 days blog challenge

[31/31] Why I Blog

(Waa.. the last theme of this challenge)

Pertama kali bikin blog di WordPress ini karena alasan standar, ngikut trend. Temen-temen yang lain pada punya blog, mereka sering cerita/curhat di blog. Jadi sekalian untuk tau kondisi update mereka, dan kondisi saya juga, maka saya buat blog. Sharing informasi apapun, cerita tentang apapun, komentar apapun, bisa semua dipantau di blog. Sempet pindah di multiply, karena temen-temen juga banyaknya di multiply. Tapi karena udah ditutup (dan isinya juga kenangan yang harus dilupakan, haha), jadi kembali lagi ke WordPress.

I found that a Blog as a frienemy of mine. It can be my friend or an enemy at the same time. Blog mulai sangat kerasa manfaat baiknya ketika saya di Jepang. Cerita pengalaman, kegiatan, hal-hal yang baru, sampai sampah otak super ga penting semuanya bisa saya tulis di Blog. Ada yang bilang, Tulisan adalah kata-kata kesepian. Dan ketika saya sendiri dan sepi, teman saya adalah blog dengan menulis. Tapi, pernah juga blog kasih pengaruh buruk pada saya. Blog bisa juga jadi sesuatu yang ‘berbahaya’. Ketika kesal atau marah yang ga bisa dikeluarkan oleh lisan, bisa membludak di tulisan. Yang paling berbahaya, ketika saya membaca blog orang lain, kadang ga dicerna dulu, bisa dengan mudahnya saya terpengaruh dengan opininya.

Semakin kesini, semakin merasa kalau dengan menulis, saya bisa bebas berekspresi apapun yang saya mau. Dulu masih suka mikir pendapat orang dengan apa yang saya tulis di Blog. Masih suka memilah-milih kata dan kalimat. Masih suka memfilter cerita. Masih khawatir gimana pikiran orang setelah baca blog saya. Tapi sekarang, ketika menulis, hampir saya ga peduli dengan apa yang akan dipikirin orang lain. Blog gue ini, ya semau gue mau nulis apaan. Ga suka ya ga usah dibaca, gue nulis untuk kenang-kenangan gue sendiri ini, begitu pikir saya sekarang. Sudah terlalu capek kalau apa-apa yang ingin dilakukan/ditulis tapi harus mikir dulu “menurut pendapat orang lain gimana yaa?”, yang bahkan sepertinya orang lain ga akan capek-capek mikirin isi blog saya, haha.

So,
Why I blog? Because I want to tell the stories
. Saya suka bercerita (walau lebih suka dengerin cerita sih). Kadang ingin juga saya bercerita pengalaman yang udah saya lalui, di hari itu atau setelah ada kejadian di luar kebiasaan. Kadang curhat yang ga bisa diceritain langsung ke keluarga atau temen-temen deket (kecuali kalo udah ada suami, ceritanya bisa bebas ke suami aja, hihi). Kalau udah ingin cerita dan blog sebagai satu-satunya sarana yang mau menampung, ya saya akan cerita dengan bebasnya.

Why I Blog? Because I want to share the experiences. Pengalaman traveling, cooking/baking, ketemu orang hebat, dapet wejangan/ilmu yang bagus, dll. Pengalaman yang ingin dibagi juga kepada yang lain. Karena kebaikan akan belipat pahalanya jika disebar. Siapa tau dari pengalaman-pengalaman yang saya share bisa membantu orang lain juga.

Why I blog? Because I want to collect the memories. Kejadian-kejadian, baik yang dijalanin atau dirasain, ketika dituliskan lagi, suatu saat bisa saya kembali baca dan jadi bahan renungan. Jaman dulu saya orangnya begini, jaman sekarang saya begini. Ada perubahan lebih baik kah, atau malah memburuk kah. Gaya tulisan saya dulu begitu, sekarang begini. Apa aja sih yang udah pernah saya alami. Semua hal itu kadang ingin saya simpan dan bisa jadi bahan bacaan ringan ketika saya 5 thn, 10 thn, 15 thn lagi (kalau ada umurnya dan blognya masih eksis loh).

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, saya

[30/31] Inside My Makeup Bag

There’s no make up in my make up bag.
It just contains of:
1. ‘Wardah’ Compact Powder
2. ‘Wardah’ Lip Balm
3. ‘Vitacid’ anti acne cream
4. ‘Parasol’ UV Protection moisturizer
(gambar menyusul gan)

That’s all 😀

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, saya

[29/31] Where I Have Travelled

Perjalanan saya mengenal traveling/camping/hiking semenjak SMA di Karisma. Setiap 1-2 bulan sekali selalu ada rihlah ke gunung, dan di akhir semester selalu ada kemping. Diluar kegiatan Karisma, sama temen-temen Karisma suka ‘kabur’ ke daerah wisata alam.
1. Jawa Barat; sepertinya sudah 90% kota di Jabar disinggahi.
2. Jawa Tengah; Yogyakarta (standar karyawisata anak sekolahan). Solo, Magelang
3. Jawa Timur; (bersyukur banget Allah sudah kasih rezeki ke saya untuk bisa tinggal disini. I met people who love to traveling and adventuring. Moreover, Jawa Timur’s sceneries are truly beautiful) Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Gresik, Lumajang, Mojokerto, Malang, Situbondo, Madura.
4. Bali; Seharusnya ga masuk itungan sih, karena kesini waktu SD kelas 4, ikut rombongan rekreasi dari kantor mamah. Jadi ga begitu kerasa.
5. Sumatera; baru ke Lampung (waktu itu bantuin lembaga training ‘Teratai Jauh Indonesia’ isi sanlat Ramadhan sekolah Akbid)
6. Belitung; Obviously, my mom’s home town.
Ternyata, masih sedikit sekali saya traveling di Indonesia. Kalimantan, Sulawesi, Lombok, dan pulau-pulau lainnya belum dicicipi nih.

Alhamdulillah, dikasih rezeki juga sama Allah untuk bisa merasakan hidup di luar Indonesia. Mengalami negara 4 musim, dengan kultur, bahasa, kuliner, yang berbeda cukup jauh. Kalau luar negeri pernah ke:
1. Jepang
2. Korea
3. Malaysia
Ternyata, masih sedikit juga, hehe. Tapi tetap bersyukur karena termasuk sedikit golongan yang dikasih kesempatan untuk bisa merasakan ke luar negeri. Untuk sekarang memang pikir-pikir banget kalau ada ajakan traveling ke luar negeri, karena merasa bersalah kalau udah kemana-mana negara lain tapi belum ke Mekkah. Jadi biaya traveling ke luar negerinya lagi dikumpulin untuk diprioritaskan Umroh dulu. Semoga Allah memberikan saya izin untuk berkunjung ke Mekkah-Madinah secepatnya. Aamin.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, tempat wisata

[28/31] I’m Looking Forward To

In the near future, I’m looking forward to My Trip to Jakarta, this weekend *insyaAllah*.

Dari dulu, setiap ke Jakarta, seperti orang udik yang baru nyaba kota besar. Lihat gedung-gedung tinggi menjulang angkuh, jalan raya dengan berbagai jenis keribetan kendaraan bermotor, kadang melewati rumah-rumah dengan pilar seperti istana, tapi di sisi lain melewati gubuk-gubuk yang hanya beratapkan kardus. Campur aduk perasaan, antara kagum dan miris. Kadang sesak, kadang heran, kadang takjub.

Sepertinya orang-orang yang tinggal di Jakarta ini, diberikan hikmah setiap saatnya *bagi yang terbuka mata, telinga, pikiran, dan hatinya*. Bisa bersyukur jika berada di kalangan ‘menengah keatas’, dan bersabar jika berada di kalangan ‘menengah kebawah’. Semua level bisa saling melengkapi, untuk bersyukur dan bersabar.

Speaking about my this weekend in Jakarta. InsyaAllah mau dateng ke Seminar Nasional di FKUI Salemba dan ke Jakarta Biennale Festival. Sebenernya, acara utamanya sih mau ketemuan ama sobat lama di festival sekalian nebeng nginep di kontrakan dia. Kangen banget-nget-nget udah lama ga ketemu (mau ditodong bikinin Monkey Cake, hihi). Jadi sekalian aja, mumpung juga ada acara (siapa tau) seru di Jakarta. Udah minta izin ke mamah kalau wiken ini ga pulang lagi. Dan syukurnya diizinin, karena mamah juga ternyata ada arisan. Semoga saya ga nyasar nanti dari Lippo Cikarang traveling ke tempat-tempat di Jakarta tersebut *praying*.

2 Comments

Filed under cerita-cerita, saya

[27/31] My Favourite Recipe

Saya mah suka yang simpel, sederhana, praktis aja kalo masak atau bikin kue.
Untuk resep kue, saya paling suka bikin bolu atau muffin. Menurut saya sih resep dasarnya itu simpel. Hanya terigu, telor, gula, mentega cair/minyak sayur, dan baking powder. Praktis juga kalau mau ditambahin macem-macem, seperti pisang, coklat, keju, matcha, orange/lemon zest, apa aja yang lagi mood. Takaran bisa disesuain.
bolu pisang
Ini monkey cake a.k.a bolu pisang yang dibikin pas pulang rumah kemarin. Sekalian nostalgiaan, setelah sekian lama ga bikin bolu pisang. Tapi hasilnya bantet ;(

Kalau untuk masakan. Sebenernya ingin bilang “orak-arik telor”. Ya tapi kok keliatan banget pemalesan masaknya, hihi.
Selain orak-arik telor, paling suka bikin “oseng tempe pedas manis”. Gampang banget nih.
Tempe potong dadu, terus digoreng sebentar. Untuk bumbunya tinggal iris-iris bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan cengek (kalau mau lebih pedes). Oseng bumbu pake minyak dikit aja. Masukin tempe goreng, lalu kasih kecap manis, sedikit garam, oseng bentar. Jadi deh. Bisa ditambahin kacang panjang, tauge, kacang polong, jagung, atau si orak-arik telor juga bisa dimasukin 😀
Simpel tapi enak (Yaaa, apapun itu, asal tempe, pasti enak sih. Karena saya pencinta tempe sejati, hehe).

oseng tempe
(foto diatas diambil bebas dari internet. Ga ada foto untuk hasil bikin sendiri)

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, cooking-baking, saya