Daily Archives: September 17, 2020

5 Tahun

16 September 2015, menjelang pukul 6 pagi, seorang bayi laki-laki lahir ke dunia. Anak pertamaku.

Prosesnya sebenernya ga terlalu panjang. Setelah beberapa hari sebelumnya cek ke Spog udah ada bukaan 1, lalu tanggal 15 September pagi itu ada flek, saya pergi lah ke RSIA Hermina di Pasteur.

Namanya juga pengalaman pertama hamil dan mau melahirkan ya, jadi saya baru tau juga, sama Bidan ada namanya cek dalam dan cek ctg. Karena kurang persiapan untuk cek dalam, pas di cek itu saya tegang, dan qadarullah juga, mungkin hasil dari jari bidan masuk itu menyebabkan ketuban merembes.

Saya belum ngeh kalau itu ketuban rembes. Abis cek dalam, saya masih pulang dulu karena baru bukaan 2. Tapi pas di rumah ya kok itu cairan keluar terus. Akhirnya siang saya ‘paksa’ mamah untuk anterin ke RSIA lagi untuk cek. Walau kata mamah, kalau baru hamil pertama dan bukaan 1-2 mah masih lama (ga percaya kalau ketuban rembes, karena ga pengalaman). Tapi saya keukeuh pengen ke RSIA.

Sampai di pintu lobi RSIA, ada suster yang nanya maksud kedatangan, dan waktu dibilang “kayaknya ini rembes ketuban”, langsung lah saya disuruh duduk di kursi roda dam dibawa ke ruang VK. Memang benar, itu adalah ketuban yang rembes, dan walhasil saya ga boleh kemana-mana lagi.

Bidannya nelfon Spog saya (Dr. Widyastuti) untuk penanganan, dan dari instruksi Spog saya dimacem2in, haha. Salah satunya dikasih pelunak rahim, dlsb. Tapi setiap cek dalam, bukaannya masih di 2, sampai Spog saya datang jam 11 malam, cek dalam masih bukaan 3, akhirnya saya diminta untuk induksi infus. Yaa, saya mah ga ngerti apa-apa ya, jadi manut aja apa kata Spog. Semenjak dikasih induksi lewat infus itu, saya dipindah ke ruang bersalin.

Setelah itu, baru lah mules2 kontraksi mulai lebih terasa. Tapi diseling mules pengen pup juga, mwehehe. Sampai waktu saya minta pup, suster/bidannya sempet ngelarang karena khawatirnya itu mau lahiran. Tapi saya meyakinkan, kalau itu beneran mules mau pup.

Yang pasti, dari jam 11 malam hingga menjelang subuh saya ga bisa tidur, karena udah kontraksi yang cukup maknyus. Akhirnya, setelah subuh itulah, saya merasa si kepala bayi udah mau keluar, saya bilang ke suami dan bidan. Para bidan pun langsung gercep untuk persiapan saya melahirkan. Alhamdulillahnya, waktu bukaan 9, ada bidan yang bantuin saya membimbing untuk bernafas sehingga saya ga langsung ngeden ngikutin keinginan si baby yang udah mau keluar.

Spog saya ga lama datang setelah bukaan komplit, saya di epis sedikit (kerasa sih waktu di gunting itu) dan disuruh ngeden. Hamdallah, sekali ngeden, keluarlah bayi laki-lakiku, 16 September 2015. Sehat, selamat, sempurna, dan bersih sekali (karena mak rajin minum air kelapa, hwehehe). Dijait sedikit (katanya) hanya 2 jaitan nutup si epis.

Setelah itu, yang saya ingat hanyalah kelelahan yang luar biasa sampai mau duduk pun ga ada tenaga sama sekali. Setelah ritual pasca melahirkan oleh bidan, akhirnya saya dibimbing untuk duduk di kursi roda dan dibawa ke kamar pemulihan.

Sekarang, 16 September 2020, 5 tahun sudah anak laki-lakiku tumbuh besar. Alhamdulillah, sehat, sangat aktif, cerewet, dan segala keunikan khas nya sendiri. Semoga Allah SWT selalu melindunginya, memberkahi usianya, menyelamatkannya di dunia dan di akhirat.

Leave a comment

Filed under Beibi Miza