Last Day as Office-Working Mom

PhotoGrid_1461640327538

Akhirnya, hari terakhir duduk di hadapan komputer kantor. Setelah berstatus pensiunan dini per-29 Februari 2016, lalu karyawan kontraktor selama 2 bulan, perjalanan karir saya sebagai buruh pabrik lampu ini berakhir. Antara senang dan sedih, tentu saja..

Senang, karena bisa fokus di rumah sama Miza dan saatnya melatih kemampuan pekerjaan rumah tangga yang sekarang masih sekedarnya. Nanti bisa capek sendiri liatin Miza main yang ga mau diem, kasih makan MPASI Miza langsung, nenenin langsung (ga perlu pompa-pompa lagi), uwel-uwel Miza yang makin emeeesshh, nyuci baju, nyuci piring, nyetrika, nyapu, beberes, masak, dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Sedih, karena pisah dengan aktivitas rutin setiap hari kerjanya dan temen-temen di kantor. Berpisah dengan internet kencang di PC kantor dan makan siang sambil rumpi dengan ibu-ibu, terutama, berpisah dengan transferan rutin gaji di akhir bulan yang selalu dinanti, ahaghaghaghag. Tapi, inilah keputusan yang sudah saya ambil. Memilih pensiun dini dan mulai bekerja di rumah saja.

Total bekerja di pabrik lampu ini baru 2 tahun 5 bulan. Masih balita kalau dibanding senior-senior yang udah belasan dan puluhan tahun. Walau baru sebentar waktu yang sudah terlewati itu, banyak sekali pengalaman yang saya dapat. Sebagai seorang yang punya jobdesk jalan-jalan dan ngurusin hubungan internasional, saya banyak berkenalan dengan orang-orang baru di luar kantor, menikmati fasilitas penerbangan GA dan hotel -hotel kece dari kantor, hohoho. Tapi hal yang paling saya syukuri berada di kantor ini adalah saya jadi pribadi yang lebih terbuka, supel, dan percaya diri.

(pernah saya bahas nih) Kan sewaktu di Pasuruan, saya sempat jadi wanita yang pemalu dan memilih diam di belakang komputer. Kalau disuruh keluar kantor ketemu klien, yang ada saya panas dingin dan cari beribu alasan supaya diem aja di kantor (kalau keluar kemping mah, saya paling semangat). Saya ga pede dengan kemampuan yang dipunyai. Tapi semenjak diutus ke Cikarang ini, dengan bos yang lebih high profile menendang saya keluar kantor muluk, lambat laun, mau ga mau, saya harus menarik-mengeluarkan nafas, dan mendobrak diri supaya percaya diri ketemu orang-orang baru. Sebenarnya, ini pekerjaan yang menyenangkan karena lebih ke aktivitas bergerak, banyak sekali pengetahuan baru di bidang komunikasi/relasi/ekonomi/sosial/politik/ hukum/budaya/bahasa dan ga sekedar memutar otak menghitung Profit/Loss/cost produksi/sales di excel.

Alhamdulillah, terima kasih untuk pabrik lampu cabang Cikarang Selatan yang sudah mau mempekerjakan saya, yang sebagian besar kerjaannya numpang ngadem AC dan internetan, hehehe *hampuraa*. Terima kasih untuk pakbos besar yang luar biasa bisa bikin saya semakin percaya diri dan enjoy kerja di luar kantor, sampe harus sabar mengelus dada dengan permintaan shocking-me yang suka di last minutes. Terima kasih untuk pakbos kecil yang suka berbagi ilmu dunia kerja, dunia kosmetik (yuk cyiin), dan salad sarapannya. Terima kasih untuk teman-teman dengan berbagai karakter ajaib (asli ajaib2 semua) yang setiap hari kita kulineran selalu, will be missing you gals. Terima kasih para relasi di luaran sana yang selalu memberikan akses kemudahan berkunjung dan oleh-oleh luar negerinya.  Terima kasih sudah banyak memberikan memori indah dalam hidup saya. Terima kasih semuanya!!!

PhotoGrid_1461640222915

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kerja, kisah jumat, Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s