Monthly Archives: February 2016

29 Februari 2016

Hari terakhir di Bulan Februari yang hanya terjadi 4 tahun sekali ini bisa jadi salah satu hari yang akan dikenang.

Karena, hari ini hari terakhir saya dan banyak kawan-kawan lainnya bekerja di Perusahaan yang sekarang. Saya tercatat sudah bekerja 2 tahun 4 bulan. Masih terbilang sangat muda kalau dibanding Ibu2 dan Bapak2 senior yang sudah diatas 10 – 20 tahun bekerja.

Berawal dari bulan Agustus 2015 ada pengumuman dari Manajemen Perusahaan untuk menggabungkan Pabrik yang di Cikarang dengan di Pasuruan. Pada saat itu Pabrik Lighting ini sudah ada 3 tempat di Cileungsi, Cikarang, dan Pasuruan. Dengan alasan efektivitas dan efisiensi produksi, maka akan ada penggabungan Pabrik lighting (lagi) dengan yang di Pasuruan.. tempat saya bekerja pertama kalinya. Sedangkan Pabrik Cileungsi dan Cikarang sudah lama bergabung sejak 2014. Efeknya, Pabrik Cikarang ini yang harus ditutup karena produksi akan dipindahkan ke Pabrik Pasuruan dan kerjaan non-direct pindah semua ke Cileungsi.

Singkat cerita, selama 7 bulan, Serikat Pekerja dan Manajemen Pabrik Cikarang melakukan perundingan untuk mendapatkan hasil yang terbaik untuk semuanya. Karena, hampir semua pekerja sudah memiliki rumah tetap dan anak-anak yang bersekolah di lingkungan Cikarang. Jadi, untuk pindah ke Cileungsi atau Pasuruan itu sangatlah berat. Kalau pun memilih untuk Pensiun Dini, sudah banyak juga Pekerja yang berusia lebih dari 40 tahun, yang kalau harus melamar ke Perusahaan lain pun chance-nya sangat kecil.

Ibaratnya, ada sekelompok orang yang sudah berkeluarga dan lama tinggal di satu wilayah di Padang Pasir. Selama bertahun-tahun, sumber air mereka untuk sehari-hari hanya dari 1 sumber saja. Lalu, suatu hari, ada pengumuman kalau sumber air tersebut akan dihentikan alirannya. Otomatis, orang-orang tersebut akan mengambil air sebanyak-banyaknya dari segala tempat yang mereka punya untuk menampung air tersebut demi kelanjutan hidup mereka.

Begitu juga dengan Serikat Pekerja yang memikirkan hidup orang-orang tersebut. Sebisa mungkin memberikan hak-hak yang terbaik untuk pekerja dan keluarganya. Kalau ngobrol sama Ibu-ibunya sih, mereka relatif lebih santai memilih untuk tidak lanjut kerja, ya gak papa. Tapi kalau bapak-bapaknya, yang pastinya kepala keluarga dan bertanggungjawab untuk menafkahi keluarganya, tentu saja berat sekali untuk mereka. Alhamdulillah, walau selama 7 bulan vakum kerja, tapi kami masih tetap ke kantor. Saya sih masih ada kerjaan yang harus diselesain. Terima kasih Manajemen, kami semua masih sejahtera dengan tetap dikasih gaji full tiap bulan, fasilitas makan/transport, dan medical yang ga keputus.

Hasil perundingan yang ga gampang pun akhirnya bisa disepakati kedua belah pihak. Alhamdulillah, InsyaAllah yang terbaik untuk para pekerja. Kami dikasih pilihan: (1) Meneruskan bekerja ke Cileungsi dengan uang pengganti mutasi. (2) Meneruskan bekerja ke Pasuruan dengan uang pengganti mutasi. (3) Berhenti bekerja dengan mendapatkan pesangon dan tambahan hak-hak lainnya. Dari sekitar 465 pekerja (diluar Manajemen), sekitar 80% memilih untuk berhenti bekerja. Dan sisanya ke Cileungsi dan sebagian kecil ke Pasuruan. Saya sendiri memilih untuk berhenti,

Alhamdulillah, sebenernya momen ini tuh pas banget buat saya. Di saat saya udah punya beibiMiza yang sekarang udah 5.5 bulan dan akangmas pun udah ngajakin terus pindah ke daerah yang lebih ramah jarak dan transportasinya ke Jakarta. Sekarang kalau udah bareng Miza, pengennya liat terus perkembangannya. Apalagi sebentar lagi udah mau mamam MPASI. Inginnya saya yang kasih dan perhatiin gimana Miza makan. Cuami juga suka kasian liatnya kalau pulang malem-malem terus karena macet atau keujanan. Tugas saya sekarang yang utama dan prioritas kan keluarga dulu. InsyaaAllah, rezeki ga akan terputus. Saya masih bisa cari kegiatan di luar yang menghasilkan income lagi nanti. Tentunya nyari yang lebih fleksibel dari segi waktu biar tetep bisa banyak main sama Miza dan akgmas.

Semoga semuanya mendapatkan yang terbaik, sukses dimana pun nanti melanjutkan bekerja, selalu bersyukur dan bersabar untuk semua rezeki yang diterima. Walau singkat hanya 2 tahun lebih sedikit, but I will miss all of this..  

Semua yang ada di muka bumi ini akan mati suatu saat nanti.. tidak ada yang abadi.. Manusia, hewan, tanaman, bangunan, kendaraan, perusahaan.. but we need to keep on cycling and moving.. that’s life, until we meet in hereafter 🙂

Advertisements

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kerja, saya

Siap-siap Menuju MPASI

Minggu lalu di usia 5 bulannya Miza, ada jadwal imunisasi rutin lagi yang kedua untuk Rotavirus dan PCV. Sekalian jadwal nimbang dan ngukur. Jrengjreng,, sekarang BB 8.35 kg dan TB 68 cm. Alhamdulillah, masih stay on track di garis normal, sehattt.

Hari minggunya, karena ada Yangti yang selalu siaga dateng setiap imunisasi, kami pergi jalan-jalan ke Jakarta. Sekalian ada pameran KPR di JCC buat liat-liat, siapa tau ada yang cocok buat disurvey. Pagi berangkat dari Lippo Cikarang menuju JCC, Alhamdulillah lancar banget jalanan. Gak kayak kalo hari kerja, bisa macetos warbyazzaa. Di JCC cuman sebentar aja, ngumpulin pamflet-pamflet yang udah disodorin sejak pintu masuk sampe keluar lagi. Emang rencananya cuman mau liat sekilas buat referensi awal aja.

Abis dari JCC, kami ke Total Buah buat ngabisin sisa voucher. Lumayan untuk stok di rumah selama ada Yangtinya yang berencana seminggu ke depan ngajar privat Miza di rumah. Sekalian nyari gasol Beras Merah buat rencana MPASI Miza (sebelumnya udah beli segala macem gasol yang pisang, arrowroot, jagung, ubi ungu, dll). Ayahe nanya, mau kemana lagi di Jakarta.. opkors, kalau ke Jakarta, saya paling suka ke ITC Kuningan, karena ada toko baby, namanya Fany Baby, yang lengkap dan harganya itu loh bisa dibawah semua toko baby, bahkan olshop sekalipun *ayahe: sudah kuduga* hihihi. Saya kan biasa survey barang dan harga dulu di berbagai olshop/referensi toko baby sebelum beli (emak yang perhitungan :p) dan Fany Baby selama ini memang juaranya harga dibawah rata-rata pasaran.

Jadilah kami ke ITC Kuningan buat ke Fany Baby karena saya mau persiapan MPASI-nya Miza bulan depan. Sebelumnya udah cari-cari referensi menu MPASI awal itu apa aja dan perlengkapan yang diperluin untuk MPASI itu apaan, terutama untuk seorang ibun yang kadang pemalesan ga mau ribet.  Udah di list peralatannya, jadi waktu ke Fany Baby, tinggal liat catetan dan nanya ke yang jualnya. Barang-barang yang saya list dan beli kira-kira berikut ini (seluruh gambar diambil dari internet):

1. Slow cooker Baby safe 1.2L; awalnya pengen merk Takahi karena banyak yang pake merk ini. Tapi waktu ke Fany, ditawarin merk Baby Safe yang ada fitur fast cooking. Harganya juga lebih murah dari Takahi dengan garansi yang sama dan ga gampang rusak (kata penjualnya).baby-safe_baby-safe-lb006-putih-biru-slow-cooker_full01

2. Food maker Pigeon; yang kepikiran sih kayak food maker set buat kado gitu, ternyata ada yang versi compact dan lebih imut.

pigeon_home_baby_food_maker2

3. Baby cubes; tempat untuk nyimpen puree di freezer gitu. Jadi bisa bikin banyak dan disimpen sedikit-sedikit sesuai tempatnya. Saya beli yang satu set isi 8 buah @ ukuran 70 ml.

babycubes

4. Boon Squirt Green; tempat untuk diisi puree yang langsung ada sendoknya, jadi tinggal di pencet, pureenya bisa keluar tanpa belepotan. Lucu sih bentuknya dan menurut saya cukup efektif waktu mau ngasih puree buah/sayur.

boon-squirt

5. Sendok dan garpu bendable Little Giant; bahannya lentur, jadi saya pikir aman kalo mau digigit-gigit Miza yang belum bergigi itu.

Bandable Spoon & Fork Set-500x554

6. Kiddy Doidy Cup purple; training glass, buat belajar minum langsung dari gelas. Bentuknya mirip gelas orang dewasa, tapi ada sedikit corong dan pegangan buat bayi bisa gampang minum.

doidycup

7. Hand Blender Tokebi; ini sih udah saya beli lamaaaa dari semenjak hamil. Karena ngiler liat iklannya di Olshop TV, heuheu.

tokebi

Peralatan yang udah ada duluan hasil dari kado :

1. Feeding set Pigeon; piring, mangkok, dan sendok buat makan.

feeding set

2. Feeding cup Pigeon; buat minum kalau jalan-jalan, karena ada tutupnya.

pigeon_magmag2_lokal

3. High Chair Cocolatte; tempat duduk khusus yang ada traynya buat bayi-balita maem.

Barang yang ga sengaja beli di Fany kemarin:

1. Tempat mandi karet bentuk bebek Munchkin; awalnya emang pengen tempat mandi dari karet dengan pikiran biar lebih empuk buat Miza yang super aktif kalo mandi. Yang sekarang kan ember mandi biasa, harus dijagain kepala Miza khawatir kebentur-bentur. Karena pas ditawarin tempat mandi karet ini harganya murmer (ga sampe 100rb) jadilah saya langsung OK. Mana bentuknya bebek yang kalo idungnya dipencet bisa bunyi, ditambah Yangtinya udah beliin sepleton bayi bebek buat nemenin Miza mandi. Walau repot sih, harus pompa dulu sebelum mandi, hwee..

MUNCHKIN DUCK TUB 3

2. Ergo Baby 360 (KW, yang asli mah haduuh harganya jutaan); ini bener-bener barang yang bikin saya kegirangan. Ga sengaja banget liat ergo baby 360 ini dipampang di depan toko. Waktu nanya harganya, ternyataaaa jauuh di bawah harga pasaran. Saya udah niat banget mau beli ini gendongan Ergo Baby 360 semenjak bulan lalu. Dan rencana mau beli pas udah gajian bulan ini lewat olshop. Tapii, karena pas kemarin harganya bikin saya berbinar, saya langsung OK aja deh dan langsung dipake saat itu juga. Enaakkk dan Miza kayaknya nyaman banget *terharu*.

ob_afc93e_ergo-1

Sudahlah, makin lama di toko Fany Baby, makin banyak yang dipengen. Itu juga udah selesei di Fany, trus muter ITC dulu nyari kado nikah buat temennya akangmas, tetep aja balik ke Fany Baby lagi sebelum pulang, huhuhu.

Overall, hari minggu kemarin termanfaatkan sekali dari pagi sampe maghrib jalan-jalan efektif di Jakarta. Walau, setelah jalan-jalan itu, sekarang Miza jadi pilek, susah nafas karena banyak lendir, T____T. Udah begadang ekstra 2 malem ini. Semoga cepet sehat lagi ya cahmija ;(

Leave a comment

Filed under being a mommy, cerita-cerita, Uncategorized

Menyusui Sama Dengan Olahraga

Indeed, menyusui itu sebagian dari olahraga. Karena, sampai sekarang Miza mau 5 bulan, Alhamdulillah saya masih bisa kasih ASI Ekslusif dan berat badan saya pun turun dengan sendirinya. Tanpa olahraga rutin jogging setiap pagi atau ke gym tiap malem, kayak waktu single dulu, tapi orang-orang pada bilang saya udah ramping lagi, hihihi. Malah bulan kemarin, karena ngerjain acara kantor sendirian, dalam waktu 3 minggu berat badan mendadak turun 3 kg.. sampai sekarang. Antara Alhamdulillah, senang tentu saja, tapi Astaghfirullah, ga sehat juga nih karena ga olahraga dan makan juga sembarangan.

Ibun 270116

Merasa mengecil di foto ini, wkwkwkwk [taken: 27/01/2016]

Padahal makan saya lebih dahsyat daripada waktu sebelum hamil. Memang menyusui itu jadi cepet lapernya loh. Dulu saya menghindari nasi, apalagi nasi putih, menghindari goreng-gorengan, lebih banyak makan hanya sayur dan buah, lauk pun lebih pilih ikan bakar, sampe orang-orang di kantor suka terpesona setiap makan siang, di piring saya hanya menggunung tanaman selada. Sekarang, makan bisa 3x sehari dengan porsi lengkap; nasi, lauk (ikan/daging/ayam), dan sayur. Belum lagi cemilan kerupuk atau keripik. Gorengan bisa hap-hap-hap seenaknya. Haduuh, jelek banget sebenernya, tapi enak yaa, ahaha. Minum udah mulai kemasan yang manis-manis, dulu hanya air putih atau teh hijau tawar aja. Emang sih, saya rada obsess sama diet.. malah bukan sekedar pengen langsing,tapi pengen kurus. Sekarang, tentu aja pengen dong dibilang kurus, tapi usahanya hanya menyusui aja. Makan dan olahraganya belum teratur lagi nih..

Tapi, badan saya bisa meramping, efeknya beibi Miza yang membesar terus, hohoho. Setiap ada orang yang liat dan nanya umurnya, suka takjub. Masih 4,5 bulan tapi udah 8 kg dan panjang pula. Disebutnya juga bayi besar, hihi. Ya bagaimana, dari emaknya disedot terus masuk ke beibi Miza. Takpapa, yang penting sehat ya nak. Alhamdulillah, berarti saya yang termasuk bisa melangsingkan badan karena menyusui, bukannya membengkak. Bahayanya kalau pola makan begini terus tanpa olahraga pas saya udah ga menyusui, jreng-jreng, siap-siap aja nih *Oh No!!*

Salah satu efek samping menyusui adalah kerontokan rambut. Saya rasa rambut saya rontoknya jadi lebih banyak. Biasanya ga pernah sampe berjatuhan di bantal atau kasur, sekarang banyak sekali bergelimpangan dimana-mana. Katanya sih emang Ibu hamil atau menyusui bisa kena kerontokan rambut. Saya perkirakan, karena zat besi sang ibu diambil ke beibi, sedangkan Ibunya jadi kurang zat besi. Salah satu zat yang bisa memperkuat akar rambut kan zat besi. Walhasil, terjadilah kerontokan rambut itu. Sebentar lagi Miza udah mau makan MPASI, jadi ga full ASI lagi, zat besinya bisa dari MPASInya juga. Semoga aja setelah itu kerontokan rambut saya bisa berkurang banyak ya..

Leave a comment

Filed under being a mommy, cerita-cerita, Uncategorized