Imunisasi 3 Bulan; PCV dan Rotavirus

16 Desember 2015 tepat 3 bulannya beibi Miza. Sesuai jadwal, kali ini giliran Miza diperiksa berat badan dan imunisasi tambahan. Sejak lahir sampai 2 bulan, Miza udah dapet 5 dasar imunisasi wajib versi Pemerintah (Hepapatitis, Polio, BCG, DPT, dan Campak) dan 1 imunisasi tambahan, Hib. Nah, usianya yang ke-3 bulan ini, saya bermaksud untuk kasih imunisasi tambahan lagi ke Miza.

Imunisasi ini memang ga wajib, karena masih tergolong baru di Indonesia. Tapi, sebelumnya sempet dapet informasi dari sepupu yang dokter, kalo imunisasi tambahan itu tergolong sangat dianjurkan untuk saat ini. Imunisasi yang sepupu saya prioritasin itu PCV dan Rotavirus. Well, ikhtiar mencegah lebih dini yang jauh lebih baik daripada mengobati.

PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) adalah jenis vaksin untuk pencegahan radang otak, infeksi selaput otak (meningitis), radang paru-paru yang disebabkan bakteri. Sedangkan Rotavirus adalah jenis vaksin untuk pencegahan diare akut karena virus yang mudah menyerang bayi hingga anak-anak.

Kali ini, karena saya udah kembali ke sekitaran Cikarang, jadinya Miza dijadwalin periksa di RS Siloam Lippo Cikarang. Awalnya ga tau DSA siapa yang bagus, karena ga dapet rekomendasi juga dari ibu-ibu di kantor. Cari-cari via internet, dapetlah satu nama yang katanya bagus, yaitu Dr. Musim, M.Kes, Sp.A. Okelah, bismillah saja, semoga cocok.

Karena nunggu Yangti-nya dateng ke Cikarang dulu yang pengen nemenin imunisasi, jadi jadwal kedatangan periksa tgl 21 Desember. Miza privat 3 hari deh sama Yangti-nya di rumah, ga ke sekolah Bunda. Udah daftar via telfon seminggu sebelumnya dan dapet antrian nomor 3. Dikira dokternya itu bakalan sampe malem, jadi saya nyantei aja berniat pulang kerja baru jemput Yangti dan Miza buat ke Siloam. Taunya, jam 3 ada sms pemberitahuan kalau Dr. Musim hanya praktek sampe jam 4 sore, laaaahhh.. Saya langsunglah cus dari kantor saat itu juga, sambil ditengah jalan pulang nelfon Ibuk buat siap-siap berangkat.

Sesampainya di RS Siloam agak mepet jam 4, tapi kata susternya masih bisa diperiksa. Miza ditimbang dulu. udah 7 kg booo! Tingginya 63cm. Kami tunggu lah dengan perkiraan terlewat 1-2 pasien. Taunya, udah lewat jam 4 tapi tetep belum dipanggil. sekitar jam 4:30 baru masuk ruangan. Sepertinya dokter ga jadi selesai jam 4, karena pasiennya banyak juga.

Sewaktu masuk, ga bisa liat wajah Dokter karena pake masker -,-‘ Setelah perkenalan singkat dulu, Miza ditidurin di kasur pasien lalu mulai diperiksa. Alhamdulillah, semua sehat. Paru-paru bersih, ga ada tanda-tanda mencurigakan, semuanya Alhamdulillah normal. Miza agak berlendir sih, tapi kata dokternya itu wajar untuk bayi usia dibawah 6 bulan, nanti juga ilang, dan dikasih resep obat semprot kalo sekiranya lendirnya terdengar banyak. Lalu ada masalah kulit wajah yang belang. Itu juga kata Dokternya gak apa-apa. Nanti juga ilang (maksimal) sampe usia 6 bulan.

Nah, saatnya imunisasi PCV dan Rotavirus. Sebelumnya diedukasi dulu tentang apa itu imunisasi PCV dan Rotavirus, jenis-jenis vaksinnya, dan rentang waktu pemberian serta efeknya. Saya dikasih tau masing-masing ada 2 jenis vaksin PCV dan Rotavirus. PCV 10 dan PCV 13. Bedanya jumlah preventif terhadap bakterinya, 10 atau 13. Kalau Rotavirus ada jenis Rotateq dan Rotarix. Bedanya kalo Rotateq itu preventif terhadap 1 jenis virus diare, sedangkan Rotarix preventif terhadap 5 jenis virus.

Dokternya ga saranin pilih yang manapun, karena belum ada penelitian di Indonesia yang merekomendasikan apapun. Terserah saya mau pilih vaksin yang mana. Setelah dikasih tau harganya, PCV 10 dan PCV 13 itu harganya beda jauuhhh, PCV 13 lebih mahal (yaiyalaah). Jadinya saya pilih PCV 10 aja, dengan pertimbangan sepertinya cukuplah perlindungan terhadap 10 jenis bakteri. Sedangkan untuk Rotavirusnya, untuk Rotateq strukturnya leboh kental yang biasanya berefek muntah pada bayi setelah diberikan vaksin oral. Sedangkan Rotarix lebih encer yang efek muntahnya lebih minimal. Okelah, saya pilih Rotarix aja yang preventif terhadap 5 jenis virus plus ga bikin efek muntah langsung. Nutupin vaksin PCV yang pake PCV 10 juga.

Miza hebat, waktu dikasih vaksin PCV kan ditetesin ke mulut, sama Miza diminum aja gitu, ga ada muntah, horeee, Alhamdulillah. Naah, vaksin Rotarixnya nih di njusss ke paha sebelah kirinya. Ngeliat jarumnya cukup gede, otomatis waktu diinjeksi, ya Miza nangis sakit. Tapi setelah dilepas jarumnya, nangisnya berhenti. Hebaattt…

Selesai deh vaksin pertama tambahan, PCV 10 dan Rotarix. Masih harus ngulang lagi beberapa kali untuk vaksin ini, sama dengan vaksin dasarnya juga. So far, Dr. Musim ini enak. Ngejelasinnya oke, apalagi yang terpenting waktu periksa Miza teliti sekali. Dari kepala sampe kaki diperiksa seksama. Tapi karena bapak-bapak, agak  kurang ‘ngemong’ sih.. dont mind, kan ada emak dan eyangnya ini. Sukaa dengan jenis dokter yang meriksanya telaten ini, seperti Dr. Frecilia di RS Limijati, Bandung.  Kalo Dr. Frecil, abis Miza di-njuss vaksin hepatitis yang ke-2 dan Hib, langsung digendong eyong-eyong.

Waktu Miza di imunisasi tambahan itu, saya mikir, Alhamdulillah ortu Miza ada rezeki untuk (berusaha) lebih ngelindungin Miza dari penyakit. Karena harga vaksin tambahan itu lumayan syekaliii.. impor sih ya.. Gimana dengan ortu yang belum ada rezeki untuk kasih tambahan imunisasi ke anaknya ? Kami harus banyak bersyukur dan bersedekah.. Miza juga semoga jadi anak yang tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, terutama soleh, dan bisa kasih manfaat terbaik untuk yang lain, Aaamiin.

Leave a comment

Filed under Beibi Miza, being a mommy, cerita-cerita, imunisasi, Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s