Di Balik Nama

Semenjak usia kandungan 4 bulan, jenis kelamin beibi udah keliatan jelas, yaitu ber’Rudal’ alias laki-laki. Tapi karena masih awal, saya belum berani bilang-bilang. Soalnya ada cerita juga sepupu yang waktu hamil di-USG jenis kelamin anaknya cowo, tapi pas akhir-akhir berubah jadi cewe, lahir juga cewe. Tapi, setiap kontrol, di cek jenis kelamin, ga berubah, tetep ‘nyungcung’.

Saya udah cari-cari nama untuk beibi semenjak awal tau jenis kelamin. Lebih fokus ke nama cowo, walau nyimpen juga nama cewe. Sampai usia kandungan mulai tua, saya masih otak-atik nama beibi yang semakin yakin nanti lahir is baby-boy. Kalau cuami, masih tenang-tenang aja belum ngeluarin ide untuk nama beibi sampai detik-detik mau due-date lahiran. Liat nama-nama anak jaman sekarang, aneh-aneh dan susah-susah pelafalannya. Saya pengen juga namanya aneh dan susah gitu, biar the only one. Tapi cuami pengennya jangan mainstream aah, mending nama yang gampang-gampang aja. Dia suka nama-nama gagah seperti Susilo Bambang Yudhoyono, misalnya (loh nyebut merk mantan presiden, ihihi).

Berhubung kegiatan saya dirumah selagi nunggu cuami pulang itu adalah nonton Naruto, dan saya fans-nya Naruto. Sempet nyeletuk pengen nama anaknya Naruto. Soalnya Naruto itu kan pantang menyerah, selalu optimis, menjunjung tinggi persahabatan, pokoknya Naruto itu sosok yang selalu ceria dan selalu berusaha mencapai cita-cita untuk menjadi lebih kuat dan lebih baik. Suka banget sama Naruto.. tapi tentu saja, waktu bilang ke cuami malah ditolak abis-abisan, big NO! yaiyalaah, masa’ tokoh fiktif sih ngenamain beibi :p

Selagi di kantor, kerjaan selingan pastinya browsing cari-cari nama beibi. Yang terpenting adalah mau menjadi orang seperti apa si beibi kelak kan.. karena nama adalah Do’a. cari sana-sini, kepincut dengan nama Syahmi. Dari bahasa arab yang artinya ‘mulia, berani, dan bijaksana’. Saya ngajuin proposal ke cuami, pokoknya nama beibi pengen ada Syahmi-nya. Terserah sisa lainnya gimana cuami.

Awalnya pengen ada nama yang gabungan nama kami berdua. Tapi.. waktu dicari-cari, cuami ga suka, aneh katanya. Saya pengen ada nama yang ada unsur jawa-nya, jadi ngajuin nama akhirnya Prasetyo, sesuai nama belakang cuami. Belum di-approve sih waktu itu. Setiap keingetan gabungan nama, saya suka langsung WA, tapi tanggapannya yaitu belum ditanggapin. Ujung-ujungnya bilang, ‘kumpulin dulu aja nama-namanya, kan masih banyak waktu’. Haiyaahh, emang tipe yang pemikir banget sih cuami itu.

Lalu, tiba-tiba cuami bilang pengen ada nama Abdurrahman-nya. Soalnya setelah mereferensi ke nama-nama menurut sunnah, ada hadits yang bilang, salah satu nama yang disenangi oleh Allah SWT, adalah Abdullah dan Abdurrahman. Ok, simpen dulu.

Cari-cari, cari-cari, saya ingin nanti beibi jadi anak yang penuh positif dan selalu tersenyum optimis. Cari yang artinya ‘bahagia’ atau ‘senyum’ atau yang mirip-mirip, dapatlah dari nama bahasa Arab ‘Miza’ yang artinya berseri-seri. Bilang ke cuami, dia bilang “lucuk panggilannya Miza”.

Diakhir-akhir kehamilan, pengen cepet-cepet di-sah-keun nih nama beibi. Singkat cerita setelah mendesak cuami untuk ketok palu, akhirnya didapatlah namanya “Abdurrahman Syahmiza Prasetyo”. Artinya hamba Allah yang penuh Kasih, bertekad untuk menjadi laki-laki yang mulia, berani, dan bijaksana. Dipanggilnya Miza yang artinya berseri-seri atau do’a ibun-nya sih jadi anak yang selalu bahagia dan membuat bahagia sekitarnya.. InsyaAllah Aaamiin.

(walau sekarang masih nangis melulu kerjaannya, ehehe).

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s