Hijrah

Berpindah itu bukan hanya tentang fisik ini bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Berpindah butuh kemampuan adaptasi dan toleransi yang luar biasa besar. Penyesuain di tempat baru dengan atmosfer baru, bertemu orang-orang baru, melakukan kegiatan baru, dll. Kembali menge-set otak untuk bisa mencerna keadaan sekitar, dan terutama hati. Ada orang yang bisa langsung menyesuaikan, ada juga yang butuh waktu untuk bisa paham dengan keadaan barunya. Semoga tidak perlu sampai stress.

Tidak mudah meninggalkan tempat lama yang sudah menjadi kebiasaan, apalagi kalau lingkungan sudah nyaman, orang-orangnya sudah dekat, kegiatannya sudah terbiasa. Sudah bisa berbagi tawa dan sedih bersama. Perpisahan selalu menyedihkan…

Tapi terkadang ada faktor-faktor yang mengharuskan seseorang berpindah. Entah itu untuk alasan pribadi atau professional. Apalagi kalau sudah berkeluarga, harus ada yang ‘mengalah’ meredam ego-nya untuk mau mendukung kemajuan pasangannya. Tentu saja, pengertian dan empati pasangan pun diperlukan ketika pasangan lainnya sudah mau ‘berkorban’ demi kebaikan keluarga.

Teringat saya yang pernah beberapa mengalami perpindahan. Antar kota dan antar negara. Lintas budaya dan lintas bahasa. Dari kota ke desa, dari negara maju ke berkembang. Mengakhiri memang berat dan tidak jarang berderai tangis. Mengawali juga memang berat dan tidak jarang juga berderai tangis. Ah, tapi manusia diciptakan dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, lama kelamaan juga akan terbiasa. Asalkan mau ada usaha untuk menjadi terbiasa. Senang dan tawa selalu hadir mendampingi untuk menguatkan.

Memang semua perihal yang dihadapi bisa cukup dipermudah jika logika yang bekerja. Melihat positifnya dan jalani saja. Selama mau terus bergerak, toh lama-lama juga terbiasa dan tidak selamanya roda berada di bawah kan. Hanya saja, kadang hati ingin ikut campur. Banyak pertimbangan ini itu yang bikin berat untuk bergerak.

Kembali ke kitab Al-Hikam yang pernah seseorang selalu tekankan, bahwa semuanya di Dunia ini, bahkan di akhirat, sudah diatur oleh Allah SWT. Tugas kita sebagai manusia hanay berusaha semaksimal mungkin, berdoa, lalu berpasrah saja. Pun ketika ada sesuatu yang membuat rencana awal tidak bisa terwujud. Mungkin dengan berpindah bisa mendapat yang lebih baik (itu yang selalu saya doakan). Dan berpisah bukan berarti tidak bersilaturahim lagi kan. Aturan Allah pasti selalu yang terbaik. Jadi yaa dicoba jalani saja (lagi)..

Leave a comment

Filed under kisah jumat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s