[Periksa Kehamilan 4] 4 Bulanan dan Cek Retina Mata

Emak : BB 60 kg
Beibi : BB 0,144 kg

Emak kangen bangettt. Saat-saat cek USG itu yang bikin dinanti-nanti. Soalnya bisa liat pertumbuhan si beibi. Sekarang hampir masuk genap 4 bulan, waktu cek USG beibi udah makin besar. Udah keliatan kaki dan tangan, bahkan udah gerak-gerak. Pantesan, suka ngerasat ‘nyut-nyut-aduh’ gitu di bawah perut. Mungkin karena beibi lagi bergerak. Alhamdulillah, beibi sehat bugar. Dokternya seneng liat beibi sehat, apalagi emaknya.

Akhir-akhir ini kan sering banget sakit kepala sampe pengen mukul-mukul ke dinding. Khawatir ada apa-apa. Tapi waktu ricek lagi ke SpOg, ya memang karena tekanan darah eike yang rendah, 100/60. Jadinya oksigen ke otak ga maksimal. Dulu sih baik-baik saja tekanan darah rendah juga, selain sering olahraga, kan asupan oksigen buat sendiri doang. Kalo sekarang jadi dibagi dua, ke otak sendiri sama buat beibi. Kalau keterusan tekanan darah rendah, selain kepala jadi sakit, tangan kaki kesemutan, beibi juga jadi ga aktif bergerak. Hikshiks. Solusinya hanya disuruh banyak makaaannn.  Makan telor, minum susu, sari kurma, jus buah, pokoknya sering makaaannn. Yowis lah, melar-melar deh. Daripada sakit kepala mulu yang bikin keleyengan.

Kalau budaya Indonesia kan biasanya suka ada pengajian 4 bulanan (atau 7 bulanan). Awalnya saya pun akan begitu karena permintaan ibu mertua. Walau saya sendiri ga kepikiran untuk bikin acara seperti itu. Ibuk mertua yang udah semangat ngurusin syukuran, undang ustadz, ibu-ibu pengajian, dan tetangga-tetangga. Tapi, setelah dibicarakan lagi, cari-cari referensi dasar Islamnya, cuami akhirnya memutuskan untuk sedekah aja ke Panti Asuhan, sekalian minta doa agar dilancarkan dan dimudahkan kehamilan saya ini. Toh sebenernya dalam Islam sendiri ga ada anjuran untuk bikin acara 4 bulanan (apalagi 7 bulanan). Pas long wiken kemarin kami sempatkan untuk mampir Panti Asuhan untuk menunaikan niat kami tersebut. Jadinya lebih praktis, hemat waktu, dan InsyaaAllah tujuan tetap tersampaikan.

16w

Kepala dan badannya udah lebih besar dan terlihat jelas. waktu di USG, tangan dan kakinya juga udah keliatan jelas. Jenis kelaminnya udah jelas sih, tapi nanti aja deh dipublishnya kalau udah lahir, hihi.

Long weekend dan Bandung, udah terkenal dengan perfect collaboration for crazy-hectic city. Semua jadwal film di bioskop-bioskop Mall Bandung aja udah full booked sampe 3 hari liburan. Yaa apalagi tempat-tempat makan dan jalanan. Libur dimulai dari hari Jumat, tapi kami extend sampai hari Senin, soalnya malas berjibaku dengan kemacetan orang Jakarta yang pulang hari Minggu dan super padatnya jalanan senin pagi setelah libur panjang mau cek mata ke RSM Cicendo.

Berdasarkan referensi-referensi dari forum ibu-ibu hamil mengenai resiko melahirkan normal jika punya minus mata tinggi (saya kanan -6,5; kiri -10) dan waktu cek ke dokter mata, saya perlu cek kekuatan retina mata yang bisa dilakukan di RS Mata. Karena yang berpengaruh ketika melahirkan normal itu adalah retina matanya. Kalau minus tinggi ada kecenderungan retina lemah yang bisa putus ketika mengejan, mengakibatkan kebutaan. Karena saya pengen banget melahirkan dengan normal, jadi saya perlu cek kuat/lemahnya retina mata. Kalau retinanya kuat, walau minus tinggi, gak apa-apa melahirkan normal juga. Tapi kalau retinanya lemah, bisa antisipasi dini dengan dikuatkan pakai laser mata yang aman dilakukan ketika hamil.

Jam 9 pagi, saya dan cuami udah sampai di RSM Cicendo. Ibuk mertua udah nungguin, soalnya beliau kenal banyak dengan dokter-dokter senior disana, mungkin dari sesama Ikatan Dokter. Karena parkiran penuuhh, jadinya cuami muter-muter cari parkir, sedangkan saya udah turun duluan dan ketemu Ibuk mertua. Saya daftar dulu sebagai pasien yang baru pertama kali cek. Di RSM Cicendo ini dibagi 2 pelayanan; Paviliun dan Reguler. Kalau Reguler, biayanya lebih murah dan bisa cover BPJS. Sedangkan Paviliun biayanya beberapa kali lipat lebih mahal, tetapi dengan ruangan dan pelayanan yang (terlihat) jauh lebih nyaman. Saya didaftarkan Ibuk mertua di pelayanan Paviliun. Di Paviliun aja yang udah antrinya banyaakkk, apalagi di Reguler. Kata cuami yang sempet ke bagian Reguler, renyek banget orangnya.

Setelah menunggu beberapa saat lamanya, saya dipanggil untuk cek visum umum. Jadi tes mata pakai alat digital dan juga manual oleh suster-susternya. Saya bilang mau cek retina, soalnya lagi hamil. Dan petugasnya udah ngerti kalau mau lahiran normal perlu cek kekuatan retina. Mata saya ditetes sama obat yang efeknya pupil jadi lebar, supaya lebih terlihat jelas dalemnya mata (kali yak). Perih banget abis ditetes, saya disuruh pindah ke bagian periksa lain, dan tunggu sambil pejamin mata. Kalau dibuka, jadi banyak bayangan dan silau cahaya. Sambil menunggu yang kayaknya sejam lebih itu dengan mata terpejam, sambil ngobrol-ngobrol sama Ibuk mertua. Akhirnya saya dipanggil ke salah satu ruangan oleh Suster. Di ruangan, saya berbaring, lalu dokter pakai alat semecam pembesar gitu mulai cek mata kanan dan kiri saya bergantian. Disuruh liat atas-bawah-kanan-kiri-cahaya senter. Selesai. Relatif cepet periksanya. Deg-degan juga nih gimana hasilnya retina mata saya. Alhamdulillaaahh, hasilnya bagus. Mata saya sehat, retinanya kuat. Jadi bisa lahiran dengan normal, InsyaaAllah. Ga perlu pake tetes atau obat apapun, kata dokternya buat apa, lah gak ada apa-apa ama mata saya. Alhamdulillaah. Nanti bisa cek mata lagi setelah lahiran.

Alhamdulillah, sering sekali lupa untuk bersyukur memiliki mata yang bisa melihat, walau dengan minus tinggi seperti ini. Belum lagi lupa bersyukur dikasih kesempurnaan tubuh lainnya. Alhamdulillah, segalanya hanya karena Maha Pemurahnya Allah SWT.

Jadi ya buibu yang punya minus tinggi tapi sedang hamil dan merencanakan melahirkan normal, jangan khawatir apalagi takut dulu dengan isu-isu yang beredar. Cek dan ricek aja. Kita usahakan upaya yang terbaik sebagai antisipasi awal dan berdoa agar bisa dimudahin semuanya.

Seneng banget tau kondisi beibi sehat dan mata juga sehat. Sekarang tinggal berusaha untuk normalin tekanan darah dan gula darah. Biar asupan nutrisinya lebih maksimal lagi. Bismillaahh..

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kehamilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s