Monthly Archives: April 2015

Five-Monthversary

Suatu malam lewat tengah malam, masih cukup melek karena cuami baru pulang kerja mendekati tengah malam. Sebelum tidur, kami tiba-tiba bercerita singkat tentang masa kecil. Masa sekolah, dari SD sampai kuliah. Tepatnya saya sih yang lebih banyak cerita 😀 cuami pendengar setia sajja. Cerita sejarah saya selama di SD, SMP, SMA, dan sedikit di kuliah.

Setelah cerita nostalgia gitu, lalu liat cuami di samping, masih suka takjub. Kok bisa laki-laki yang baru kenal kurang dari setahun, udah jadi suami yang tiap hari dikangenin. Bukan laki-laki yang jadi temen selama sekolah atau kegiatan ekskul lainnya. Bukan temen kerja atau temen main naik gunung. Klik! tiba-tiba datang atas skenario takdir Allah, setelah melewati pengalaman yang berwarna-warni sebagai “perempuan cukup umur”.

Sekarang udah 5 bulan semenjak kami menikah, Alhamdulillah semuanya (masih) lancar, ga pernah berantem, ada sedikit manyun, tapi banyak tertawa yang lepas atau ditahan. 5 bulan masih sangaattt ga ada apa-apanya, dibanding sisa pernikahan yang seumur hidup, InsyaaAllah masih ada bertahun-tahun kedepan yang harus dilewati bersama. Sekarang, masih menikmati masa-masa pacaran sebebas-bebasnya, sebelum saatnya nanti menikmati menjadi mommy and daddy, InsyaaAllah.

I wanna make you smile whenever you’re sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you

I’ll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you

I’ll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold

Need you
Feed you
Even let ya hold the remote control

So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed if you’ve had too much to drink work
I could be the (wo)man who grows old with you
I wanna grow old with you

[Adam Sandler – Grow Old With You]

Leave a comment

Filed under akudankamu, cerita-cerita, menikah

Hijrah

Berpindah itu bukan hanya tentang fisik ini bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Berpindah butuh kemampuan adaptasi dan toleransi yang luar biasa besar. Penyesuain di tempat baru dengan atmosfer baru, bertemu orang-orang baru, melakukan kegiatan baru, dll. Kembali menge-set otak untuk bisa mencerna keadaan sekitar, dan terutama hati. Ada orang yang bisa langsung menyesuaikan, ada juga yang butuh waktu untuk bisa paham dengan keadaan barunya. Semoga tidak perlu sampai stress.

Tidak mudah meninggalkan tempat lama yang sudah menjadi kebiasaan, apalagi kalau lingkungan sudah nyaman, orang-orangnya sudah dekat, kegiatannya sudah terbiasa. Sudah bisa berbagi tawa dan sedih bersama. Perpisahan selalu menyedihkan…

Tapi terkadang ada faktor-faktor yang mengharuskan seseorang berpindah. Entah itu untuk alasan pribadi atau professional. Apalagi kalau sudah berkeluarga, harus ada yang ‘mengalah’ meredam ego-nya untuk mau mendukung kemajuan pasangannya. Tentu saja, pengertian dan empati pasangan pun diperlukan ketika pasangan lainnya sudah mau ‘berkorban’ demi kebaikan keluarga.

Teringat saya yang pernah beberapa mengalami perpindahan. Antar kota dan antar negara. Lintas budaya dan lintas bahasa. Dari kota ke desa, dari negara maju ke berkembang. Mengakhiri memang berat dan tidak jarang berderai tangis. Mengawali juga memang berat dan tidak jarang juga berderai tangis. Ah, tapi manusia diciptakan dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, lama kelamaan juga akan terbiasa. Asalkan mau ada usaha untuk menjadi terbiasa. Senang dan tawa selalu hadir mendampingi untuk menguatkan.

Memang semua perihal yang dihadapi bisa cukup dipermudah jika logika yang bekerja. Melihat positifnya dan jalani saja. Selama mau terus bergerak, toh lama-lama juga terbiasa dan tidak selamanya roda berada di bawah kan. Hanya saja, kadang hati ingin ikut campur. Banyak pertimbangan ini itu yang bikin berat untuk bergerak.

Kembali ke kitab Al-Hikam yang pernah seseorang selalu tekankan, bahwa semuanya di Dunia ini, bahkan di akhirat, sudah diatur oleh Allah SWT. Tugas kita sebagai manusia hanay berusaha semaksimal mungkin, berdoa, lalu berpasrah saja. Pun ketika ada sesuatu yang membuat rencana awal tidak bisa terwujud. Mungkin dengan berpindah bisa mendapat yang lebih baik (itu yang selalu saya doakan). Dan berpisah bukan berarti tidak bersilaturahim lagi kan. Aturan Allah pasti selalu yang terbaik. Jadi yaa dicoba jalani saja (lagi)..

Leave a comment

Filed under kisah jumat

Makan ini Saat Hamil, Mitos atau Fakta?

Banyak mitos, entah fakta, yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia seputar kehamilan. Kalau tentang nutrisi, do’s and dont’s sih udah banyak yang bahas yak. Kalo ini tentang hal-hal yang biar si beibi begini begitu. Ada beberapa yang udah sering saya denger dari semenjak saya gadis tingting, sampe sekarang bertambah yang aneh-aneh pas lagi berisi beibi ini.

Misalnya :

1. Kalau kulit anaknya mau putih, rajin minum sari kedelai.
Pertama kali tentang ini saya denger dari apatomate saya waktu di Jepang. Kulit dia kan putih, katanya waktu dia dikandung, emaknya rajin minum sari kedelai. Nah, waktu sekarang saya gugling, ternyata minum terlalu sering sari kedelai ga bagus ketika hamil muda. tapi kandungan protein dan asam folatnya bagus juga pada saat kehamilan, selengkapnya bisa dibaca disini. Ada juga yang bilang karena sari kedelai bisa mempengaruhi hormon estrogen, jadi kalo janin beibinya laki-laki, bisa kemayu nantinya, kata forum ini. Di kantor enak sih ada yang tiap hari jual sari kedelai fresh, tapi kayaknya yang proporsional aja kali ya konsumsinya, jangan berlebihan. Demi mencukupi nutrisinya aja.

2. (Adalagi yang bilang) kalau kulit anaknya mau putih, makan jeruk 1 kg sehari.
Ini saya denger dari salah seorang Ibu di kantor baru-baru ini. Wott? sehari 1 kg?? ya walaupun paling 1 kg isinya 6-7 biji jeruk sih. Ga paham kenapa keluar pernyataan si 1 kg Jeruk ini. Mungkin karena Jeruk mengandung vitamin C yang tinggi yang bisa mencerahkan kulit kali yak. Biasanya kan serum wajah kandungannya vitamin C, loh Saya masih proporsional aja nanggapinnya. Emang suka Jeruk juga, tapi sekarang lebih suka yang diperas/dijus. Lebih seger langsung glekglek. Manfaatnya ya buat nutrisi vitamin C.

3. Kalau rambut anaknya mau lebat, rajin minum jus alpukat.
Ini saya denger juga dari salah satu Ibu (yang berbeda) di kantor. Yang saya tau sih Alpukat kandungan asam folatnya tinggi, jadi bagus untuk pertumbuhan janin beibi. Kalau biar rambutnya tebel, saya baru denger. Sebenernya saya bukan peminat Alpukat, baik dijus atau dimakan langsung. Tapi karena demi beibi yang perlu banyak asupan asam folat, baru sekarang-sekarang ini saya mencoba rajin minum jus Alpukat. Enak sih, jadi cepet penuh perutnya, jadi ga usah makan berat lagi, hihi.

4. Kalau kulit anaknya mau bersih, rajin minum air kelapa.
Ini termasuk yang sering saya denger. Kalau air kelapa bisa bikin air ketuban bersih yang berefek pada kulit bayi jadi bersih juga. Saya memang peminat air kelapa. Selain seger, kalo perut agak bermasalah, saya lebih suka dinetralisir sama air kelapa murni. Cukup rajin saya konsumsi air kelapa, bahkan bisa setiap hari. Kadang saya campur dengan perasan Jeruk juga. Jadi manfaat Jeruk dan air Kelapa ada di satu gelas, huehuehue.

Belum tau apa semua itu memang bener atau hanya gosip aja. Saya mah tetep makan dan minum sesuai kebutuhan, ga keukeuh banget karena pengen anaknya ini itu. Yang penting sehaatt!

Ada yang tau lagi apa yang kira-kira ‘aneh’ di kalangan masyarakat buat yang lagi hamil ?

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kehamilan

[Periksa Kehamilan 4] 4 Bulanan dan Cek Retina Mata

Emak : BB 60 kg
Beibi : BB 0,144 kg

Emak kangen bangettt. Saat-saat cek USG itu yang bikin dinanti-nanti. Soalnya bisa liat pertumbuhan si beibi. Sekarang hampir masuk genap 4 bulan, waktu cek USG beibi udah makin besar. Udah keliatan kaki dan tangan, bahkan udah gerak-gerak. Pantesan, suka ngerasat ‘nyut-nyut-aduh’ gitu di bawah perut. Mungkin karena beibi lagi bergerak. Alhamdulillah, beibi sehat bugar. Dokternya seneng liat beibi sehat, apalagi emaknya.

Akhir-akhir ini kan sering banget sakit kepala sampe pengen mukul-mukul ke dinding. Khawatir ada apa-apa. Tapi waktu ricek lagi ke SpOg, ya memang karena tekanan darah eike yang rendah, 100/60. Jadinya oksigen ke otak ga maksimal. Dulu sih baik-baik saja tekanan darah rendah juga, selain sering olahraga, kan asupan oksigen buat sendiri doang. Kalo sekarang jadi dibagi dua, ke otak sendiri sama buat beibi. Kalau keterusan tekanan darah rendah, selain kepala jadi sakit, tangan kaki kesemutan, beibi juga jadi ga aktif bergerak. Hikshiks. Solusinya hanya disuruh banyak makaaannn.  Makan telor, minum susu, sari kurma, jus buah, pokoknya sering makaaannn. Yowis lah, melar-melar deh. Daripada sakit kepala mulu yang bikin keleyengan.

Kalau budaya Indonesia kan biasanya suka ada pengajian 4 bulanan (atau 7 bulanan). Awalnya saya pun akan begitu karena permintaan ibu mertua. Walau saya sendiri ga kepikiran untuk bikin acara seperti itu. Ibuk mertua yang udah semangat ngurusin syukuran, undang ustadz, ibu-ibu pengajian, dan tetangga-tetangga. Tapi, setelah dibicarakan lagi, cari-cari referensi dasar Islamnya, cuami akhirnya memutuskan untuk sedekah aja ke Panti Asuhan, sekalian minta doa agar dilancarkan dan dimudahkan kehamilan saya ini. Toh sebenernya dalam Islam sendiri ga ada anjuran untuk bikin acara 4 bulanan (apalagi 7 bulanan). Pas long wiken kemarin kami sempatkan untuk mampir Panti Asuhan untuk menunaikan niat kami tersebut. Jadinya lebih praktis, hemat waktu, dan InsyaaAllah tujuan tetap tersampaikan.

16w

Kepala dan badannya udah lebih besar dan terlihat jelas. waktu di USG, tangan dan kakinya juga udah keliatan jelas. Jenis kelaminnya udah jelas sih, tapi nanti aja deh dipublishnya kalau udah lahir, hihi.

Long weekend dan Bandung, udah terkenal dengan perfect collaboration for crazy-hectic city. Semua jadwal film di bioskop-bioskop Mall Bandung aja udah full booked sampe 3 hari liburan. Yaa apalagi tempat-tempat makan dan jalanan. Libur dimulai dari hari Jumat, tapi kami extend sampai hari Senin, soalnya malas berjibaku dengan kemacetan orang Jakarta yang pulang hari Minggu dan super padatnya jalanan senin pagi setelah libur panjang mau cek mata ke RSM Cicendo.

Berdasarkan referensi-referensi dari forum ibu-ibu hamil mengenai resiko melahirkan normal jika punya minus mata tinggi (saya kanan -6,5; kiri -10) dan waktu cek ke dokter mata, saya perlu cek kekuatan retina mata yang bisa dilakukan di RS Mata. Karena yang berpengaruh ketika melahirkan normal itu adalah retina matanya. Kalau minus tinggi ada kecenderungan retina lemah yang bisa putus ketika mengejan, mengakibatkan kebutaan. Karena saya pengen banget melahirkan dengan normal, jadi saya perlu cek kuat/lemahnya retina mata. Kalau retinanya kuat, walau minus tinggi, gak apa-apa melahirkan normal juga. Tapi kalau retinanya lemah, bisa antisipasi dini dengan dikuatkan pakai laser mata yang aman dilakukan ketika hamil.

Jam 9 pagi, saya dan cuami udah sampai di RSM Cicendo. Ibuk mertua udah nungguin, soalnya beliau kenal banyak dengan dokter-dokter senior disana, mungkin dari sesama Ikatan Dokter. Karena parkiran penuuhh, jadinya cuami muter-muter cari parkir, sedangkan saya udah turun duluan dan ketemu Ibuk mertua. Saya daftar dulu sebagai pasien yang baru pertama kali cek. Di RSM Cicendo ini dibagi 2 pelayanan; Paviliun dan Reguler. Kalau Reguler, biayanya lebih murah dan bisa cover BPJS. Sedangkan Paviliun biayanya beberapa kali lipat lebih mahal, tetapi dengan ruangan dan pelayanan yang (terlihat) jauh lebih nyaman. Saya didaftarkan Ibuk mertua di pelayanan Paviliun. Di Paviliun aja yang udah antrinya banyaakkk, apalagi di Reguler. Kata cuami yang sempet ke bagian Reguler, renyek banget orangnya.

Setelah menunggu beberapa saat lamanya, saya dipanggil untuk cek visum umum. Jadi tes mata pakai alat digital dan juga manual oleh suster-susternya. Saya bilang mau cek retina, soalnya lagi hamil. Dan petugasnya udah ngerti kalau mau lahiran normal perlu cek kekuatan retina. Mata saya ditetes sama obat yang efeknya pupil jadi lebar, supaya lebih terlihat jelas dalemnya mata (kali yak). Perih banget abis ditetes, saya disuruh pindah ke bagian periksa lain, dan tunggu sambil pejamin mata. Kalau dibuka, jadi banyak bayangan dan silau cahaya. Sambil menunggu yang kayaknya sejam lebih itu dengan mata terpejam, sambil ngobrol-ngobrol sama Ibuk mertua. Akhirnya saya dipanggil ke salah satu ruangan oleh Suster. Di ruangan, saya berbaring, lalu dokter pakai alat semecam pembesar gitu mulai cek mata kanan dan kiri saya bergantian. Disuruh liat atas-bawah-kanan-kiri-cahaya senter. Selesai. Relatif cepet periksanya. Deg-degan juga nih gimana hasilnya retina mata saya. Alhamdulillaaahh, hasilnya bagus. Mata saya sehat, retinanya kuat. Jadi bisa lahiran dengan normal, InsyaaAllah. Ga perlu pake tetes atau obat apapun, kata dokternya buat apa, lah gak ada apa-apa ama mata saya. Alhamdulillaah. Nanti bisa cek mata lagi setelah lahiran.

Alhamdulillah, sering sekali lupa untuk bersyukur memiliki mata yang bisa melihat, walau dengan minus tinggi seperti ini. Belum lagi lupa bersyukur dikasih kesempurnaan tubuh lainnya. Alhamdulillah, segalanya hanya karena Maha Pemurahnya Allah SWT.

Jadi ya buibu yang punya minus tinggi tapi sedang hamil dan merencanakan melahirkan normal, jangan khawatir apalagi takut dulu dengan isu-isu yang beredar. Cek dan ricek aja. Kita usahakan upaya yang terbaik sebagai antisipasi awal dan berdoa agar bisa dimudahin semuanya.

Seneng banget tau kondisi beibi sehat dan mata juga sehat. Sekarang tinggal berusaha untuk normalin tekanan darah dan gula darah. Biar asupan nutrisinya lebih maksimal lagi. Bismillaahh..

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kehamilan

[Periksa Kehamilan 3] Hello April

Saya berharap melewati trimester 1 segala keluhan badan ‘rarungsing’ sudah bisa menghilang. Eng, ing, eng.. ternyata masih berlanjut buibu. Masuk bulan ke-4, walau udah mulai enak makan, tapi gejala-gejala baru muncul. Yang paling kerasa adalah sakit kepala yang suka muncul di siang hari, padahal udah lunchy2. paling parah sakit kepalanya hari Jumat kemarin. masih berlanjut Entah kenapa juga kalau hari sabtu seharian bisa ga enak badan.

Suatu hari saya cek ke dokter tentang keluhan sakit kepala ini. Kata dokternya, selain tekanan darah saya rendah 80/60, gejala sakit kepala ketika kehamilan juga relatif sudah biasa, walau tiap bumil beda-beda gejalanya. Sakit kepala yang biasanya datang di siang hari itu karena tubuh mengeluarkan hormon beta-hcg yang berada di sekitar kantung kehamilan. Masa awal-awal kehamilan muda, kantung kehamilan masih berada melekat diatas Rahim. Nanti makin lama selain membesar, juga akan turun ke area bawah Rahim.. nah, hormone yang melekatkan kantung kehamilan di Rahim inilah yang biasanya bikin sakit kepala pada siang hari dan malam hari.. begitu katanya.

Solusinya, minum yang hangat dan berbaring atau berganti posisi badan yang nyaman. Pokoknya istirahat senyaman mungkin. Minum obat ga disaranin bagi bumil, jadi sebisa mungkin pake cara alami dulu deh. Kecuali kalo udah sakit kepala banget-nget-nget, baru boleh minum obat itupun dengan dosis rendah. Saya juga ga prefer minum obat sih. Ga hamil aja anti obat kimia, apalagi ini lagi tekdung lalala..

Kalau keluhan badan yang suka pegel-pegel, curiganya sih karena saya selama hampir 4 bulan ini mager banget cuy! Malas geraakkk. Bisa dihitung, olahraga berenang baru 1x dan jalan-jalan keliling kompleks baru 2x. Ngangkat badan ini dari pembaringan itu beraattt banget. Serasa obesitas >.< huhuhu. Padahal kayaknya belum nambah berat badan yang signifikan. Walau it seems my butt is more rounded a.k.a bahenol. Di kantor masih pada bilang perutnya belum keliatan melendung, masih lurus-lurus aja.

Napsu makan juga belum brutal. Malah masih suka ga mood makan. Sekarang harus bisa kontrol diri buat porsi makan dan sambelnya. Harus dikit-dikit. Soalnya kalo kebanyakan, trus kekenyangan, apalagi kepedesan, wah deh.. mulai riweuh ini perut dan badan. Langsung meriang dangdut. Ditambah sekarang makannya yang berat-berat, nasi dan lauk pauk, minim sayur banget. Soalnya suka horror duluan kalo mau makan sayur diluar, khawatir ga bersih. Mau masak sendiri.. hehehe.. masih males :p

Secara psikologis, jadi lebih mudah mellow dan terharu. Liat video ibu hamil dan melahirkan, atau baca-baca kisah perjuangan para ibu hamil dan melahirkan itu bisa bikin meneteskan air mata. Liat gambar-gambar bayi yang gemesin bikin ga sabar pengen segera ketemu dengan my-baby. Jadi sedikit sensi dan gampang banget buat nangis berderai-derai.

Sampai sekarang, tentu saja, harus terus menikmati sensasi baru keajaiban tubuh beradaptasi dengan kedatangan tiny-mini-baby di dalam Rahim ini. Kan tiap bumil gejalanya berbeda-beda. Ya tubuh saya beradaptasi awalnya seperti ini. Yang penting, saya tetep kuat, sehat, apalagi baby-nya yang sehat, kuat, sempurna.. sama-sama kerjasama sampai melahirkan dan akhirnya bisa bertatap muka bersama,, insyaaAllah..

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kehamilan