Dulu dan Sekarang

Ketika masih punya geng yang isinya para single, hal yang paling bikin ngiler adalah kalo ngumpul topik bahasan seputar traveling. Liat kalender buat bikin tanda di tanggal merah yang berpotensi dijadiin cuti. Pergi sana, pergi sini, naik gunung ini, turun kawah itu, ke pantai sono, mau begini, mau begitu, dll. Rencana-rencana yang pernah diimpikan dulu saat single.

Saya, sebagai newlywife dan newlybumil, cuman bisa dengerin dan nimbrung sekedar asik-asikan aja. Ngiri sih ada. Melihat status sekarang yang udah ga sebebas sebelum nikah dan apalagi sekarang yang harus jaga baby-to-be (mau angkat punggung dari kasur aja beratnya minta ampuunn >.<). Tapi, flashback lagi, walau pengalaman traveling saya ga seheboh dan seluas yang lain, semenjak SMA saya udah jalan kemana-mana, hiking, kemping. Kuliah apalagi. Muter sana-sini semua dijabanin. Alhamdulillah, dapet kesempatan lanjut kuliah ke luar negeri yang bisa rasain jalan-jalan di Negara orang. Pulang ke Indonesia, Alhamdulillah lagi, setahun ditempatin di Jawa Timur yang ga akan abis dan bosen eksplor kekayaan alamnya. Cukup? Tentu saja tidak. Masih banyak tempat traveling lain yang jauh lebih bagus dan indah, dan belum pernah saya datengin.

Well, Everything happens just in a perfect time. Udah dapet jatah waktu jadi single yang cukup, jadi bisa jalan-jalan bebas. Sekarang, saatnya menikmati menjadi seorang istri dan momi-to-be. Rasanya sekarang kalo pun mau jalan-jalan mungkin ga akan sebebas dulu, ketika ga usah mikirin apapun atau siapapun. Sekarang kan pasti kepikiran suami dan kelak anak. Tapi sepertinya itu lah nikmatnya. Ketika kenikmatan saat single diganti dengan kenikmatan lain saat berkeluarga. Punya cuami yang bebas digemesin, dipeluk, dimanjain, dimanyunin, disuruh2, yang enaknya insyaaAllah berpahala (semoga aygmas ga merasa dizholimi :D). Dan nanti punya anak, yang katanya rasanya luar biasa bisa menjadi seorang ibu. I don’t know yet, but insyaaAllah I will experience it soon. Kalo udah berkeluarga kan semuanya dinilai ga hanya duniawi, tetapi tambahan berlipat untuk akhirat juga.

Semua ada waktunya dan sudah ditetapkan. Jadi nikmati saja semua proses dan kejadiannya. Got it? Jadi buat para single yang masih menanti jodoh, nikmati dulu aja semaksimal mungkin kejombloan kalian. Lakukan hal-hal yang nambah pengalaman positif yang mumpung bisa dilakukan. Ambil kesempatan-kesempatan yang bisa nambah rasa syukur kalian. Ga usah stuck karena mikirin masih jomblo atau belum bisa move on dari masa lalu #lohkokjadibegini, hihi. Don’t waste your precious single moment. Dengan tetap berdoa dan berusaha yang baik untuk dapat pasangan hidup tentunya. Dan buat saya atau kalian-kalain yang sudah bercuami dan akan menjadi momi, nikmati setiap saatnya kejadian-kejadian di rumah tangga dan di perut. Moment yang ga akan terulang setiap harinya. Moment yang setiap wanita beda-beda pengalamannya. So, live and enjoy every moment😉

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s