Jakarta – Surabaya – Bandung

Haihooo, 2015!
Terlewati sudah satu bulan Januari kemarin tanpa posting apa-apa.
Bukannya ga bisa sih,,
tapi baru bisa akses wordpress lagi, dan paling penting baru ada mood lagi.

Sekilas balik Januari kemarin memang cukup padat melakukan kerjaan sebagai ‘External Affair’.
Baru juga masuk bulan Januari, tapi seminggu full saya ga nongol ke kantor karena nemenin tamu Jepang kunjungan ke lab-lab listrik di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Ga lama berselang, dua minggu kemudian pun, saya harus peri lagi muterin Jakarta, Surabaya, dan Bandung selama 7 hari full untuk training EMC dari expert Jepang.
Setiap muncul ke kantor, selalu ditanya orang-orang, ‘kemana ajaa?’.

Jakarta – Surabaya – Bandung.
3 kota yang sudah familiar sekali semenjak dilibatkan pak bos ikutan projek kerjasama asosiasi listrik Indonesia dan Jepang dari tahun lalu. Sampe bisa nerusin dan namatin film yang durasinya panjang setiap naik pesawat.
Tetapi,, ada bedanya nih abis tgl 23 November 2014.
Dulu waktu masih sendiri sih, asik-asik aja keluar kota lama-lama. Secara sekarang udah punya cuami yang tentunya ga bisa lama-lama ditinggal. Naturally, merasa khawatir kalo cuami sendirian, ga ada yang sediain dinner dan bekel sarapan. Paling penting, kangennya booo!

Bisa disiasatin sedikit. Misal, kalo banyak kegiatan di Jakarta, saya minta allowance tinggal di hotel biar ga bolak-balik Cikarang-Jakarta. Jadi lumayan, ga capek di jalan, bisa tetep sama cuami, dan ke kantor dia juga jadi deket.
Kalo lama di Surabaya, yaa, cuami bisa ambil cuti untuk nyusul ke Surabaya. Tapi kalo kegiatannya di Bandung, saya bolak-balik Cikarang-Bandung. Karena ga mungkin cuami yang bolak-balik Bandung-Jakarta atau ambil cuti (lagi). Pokoknya diusahain ga lama-lama pisah deh. Walau butuh toleransi dan sedikit pengorbanan dari masing-masing pihak. Prinsipnya, kami ga mau terbiasa untuk lama-lama pisah dan merasa biasa aja kalau ditinggal jauh. Suami istri itu sebisa mungkin harus bersama, biar sama-sama tenang.

Proyek Jakarta – Surabaya – Bandung nya untuk kerjasama tahun 2014 sih officially udah selesei Januari kemarin. Jadi belum ada jadwal bolak-balik ngukur jarak Jakarta-Bandung-Surabaya lagi. Belum tau untuk projek tahun 2015 ini.
At least, sekarang bisa santey dulu di Cikarang, bisa selalu stenbay untuk cuami pas pulang kerja sampe berangkatnya lagi. Kembali ke aktivitas nyiapin bekel sarapan dan dinner untuk cuami.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, kerja, saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s