Berita di Indonesia

Tadi pagi ketika apél, sebagai pemimpin apel, bos kecil ngasih pidato. Isinya tentang keprihatinan beliau melihat berita yang lagi marak saat-saat ini. Tentang pelecehan seksual, kekerasan orang tua, atau bullying di sekolah pada anak-anak. Udah jadi berita heboh tentang pelecehan seksual pada siswa di JIS. Baru-baru ini, berita sodomi pada 55 anak oleh seorang psycho. Ada juga berita anak SD sampe meninggal karena dihajar Bapaknya. Ada juga yang siswa meninggal karena di-bully teman-temannya. Di grup ibu-ibu atau status FB para ibu, sharing cerita tentang kelakuan bocah-bocah, yang umurnya masih dibawah 10 tahun, tapi udah bicara dan bahkan main-mainnya tentang seks. *puyeng*

Saya yang ga ada tivi di kosan, dan emang sengaja ga mau ada tivi, kurang dapet info-info berita diluaran sana *lagipula saya emang ga suka nonton berita di Indonesia. Isi kejahatannya yang ga bisa masuk akal saya* Kalau di rumah, sekalinya nonton tivi liat berita, yang ada saya shock ngelus-ngelus jantung. Minggu lalu waktu libur hari Rabu saya nonton berita di tivi, isinya tentang seorang pacar yang membunuh satu keluarga pacarnya, karena sakit hati ga dapet restu dari orangtua pacarnya. Lalu berita seorang pria anak SMA memenggal kepala pacarnya karena pacarnya hamil dan menuntut ingin dinikahi. Duh, nulis gini aja bikin saya merinding, saking ga pahamnya dunia dalam berita sekarang.

Allah sangat sayang ke saya, selalu menempatkan saya di lingkungan yang baik, dengan orang-orang yang baik juga (insyaAllah). Jadinya, pas denger hal-hal yang ga baik, bahkan sangat ga baik seperti berita-berita sekarang, suka bikin saya lemes ga percaya dan ga bisa terima. Tapi kenyataannya sekarang adalah ya berita-berita itu. Ada apa dengan moral manusia sekarang? Ga bisa menutup mata dan telinga lalu menjadi naïf. Justru sebagai evaluasi dan pencarian ilmu supaya jadi bekal nanti ketika saya menjadi seorang ibu.

Kembali ke pidato bos kecil. Beliau menekankan pentingnya dua hal untuk anak-anak.
1. EQ; Emotional Quotient harus diajarkan ke anak-anak. Menurut beliau, lebih baik anak-anak itu punya banyak teman, pintar bersosialisasi, daripada jadi juara 1 tapi menjadi penyendiri. Karena dengan bersosialisasi, anak-anak bisa dapat khasanah sifat-sifat berbeda dari teman-temannya dan tau bagaimana berinteraksi dengan perbedaan sifat tersebut. Ketika ada teman yang berbuat nakal, balas dengan kebaikan. Misal, ada teman yang suka iseng berisik ketika pelajaran sekolah, negurnya dengan ngasih tau guru atau dkasih tau sambil kasih coklat. Tapi ga selamanya harus baik juga, kadang perlu juga ditegur jika perlakuan baik udah ga mempan terus. Kalau masih berisik juga sampe ga bisa fokus belajar, berarti harus dengan cara ‘dikerasin’ omongannya ke temen tersebut.
2. Protektif; walaupun menekankan pentingnya bersosialisasi, tapi harus ada batasnya. Harus diajarkan ke anak-anak, ketika ada orang lain atau teman yang memegang daerah pribadi, harus marah dan kalau sering harus dilaporin ke ortu. Jangankan orang asing, orangtua sendiri aja ketika memandikan anak-anak yang masih kecil, harus minta izin ke anaknya untuk membersihkan daerah pribadinya tersebut. Jadi anak-anak udah aware mengenai sex education.

Pidato si bos kecil, terutama untuk para orangtua, yang di departemen saya sekarang hanya saya yang belum berkeluarga sendiri *masih muda*, untuk mengajarkan anak-anaknya mengenai sex education yang baik dan benar. Dan beliau mengarah pada saya, supaya bisa jadi ilmu kelak ketika saya menjadi orangtua.

Buat saya, yang penting itu (nomor 0.) SQ; Spiritual Quotient-nya dulu. Ilmu dasar agama yang harus diajarkan orangtua dan dicontohkan langsung di kehidupan sehari-hari. Baru EQ dan IQ-nya. Kalau pemahaman yang benar tentang agama Islam-nya baik, insyaAllah, mau jaman se-sableng-edan-keblenger gimana juga, anak-anak dan orangtua tetep bisa menjaga diri. Semoga kelak bisa menjadi orangtua yang mengajarkan agama yang benar dengan aktualisasi di keluarga yang baik.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s