Empat Bulanan

Memasuki bulan ke-4 saya kerja di Cikarang, (Enggak, saya bukan mau syukuran 4 bulanan *elus-elus perut isinya kakap asam manis menu tadi siang), kalau flashback kerjaan saya sekarang dan waktu dulu di Pasuruan, sangat beda jauh. Terutama dari kondisi saya pribadi.

Dulu, waktu di Pasuruan, saya bener-bener jadi orang di belakang layar. Dengan atasan hebat yang low profile banget dan hampir selalu ada di kantor dari pagi sampe malem (kecuali kalau harus Business Trip), saya pun jadi orang yang menikmati stuck in my desk. Paling ga suka kalau udah harus keluar kantor ketemu customer. Saya pasti sebisa mungkin bersilat menghindari assignment buat pergi-pergi. Sampe ngancemin anak-anak development biar pergi gantiin saya. Ga terlalu suka aja harus showed up ketemu orang-orang baru. Bisa diitung sebelah jari pengalaman saya keluar kantor ketemu customer untuk produk baru, padahal posisi saya di bagian Business Planning yang seharusnya banyak survey keluar. Suka ‘dimarahin’ atasan karena saya orangnya ga percaya diri. I was an acute introvert(or a-cute-introvert-woman? mwehehe).

Sekarang, di Cikarang, malah kebalikan banget. Di bulan awal masuk masih kesana-kemari di dalam kantor atau pabrik aja. Kenalan sama orang-orang internal. Jreng-jreng, 2 bulan berikutnya hampir tiap minggu ditugasin keluar kantor untuk seminar, workshop, meeting, dan training yang biasanya di wilayah Jakarta. Ketemu dengan banyak orang baru, dari berbagai background (enggak juga sih, seringnya ketemu orang pemerintahan). Aktif berkontribusi ikutan ngabisin budget negara dengan makan makanan mewah dan pulang bawa goody-bag besar isi macem-macem. Dan saya merasa ga ’takut’ lagi. Entah mungkin karena dorongan (red: dipaksa) atasan yang dengan darah dinginnya nyuruh saya untuk keluar dari balik layar. Sekaligus yaa emang kerjaan saya sih yang ngurusin legal/regulasi untuk produk lighting.

Tentunya banyak hikmah yang saya dapet, antara lain:
1) Jadi kenal dengan supir-supir kantor yang menjemput saya di kosan, lalu mengantar ke tempat tujuan, lalu menunggu sampai acara selesai, lalu mengantar saya lagi ke kosan. Sampe beberapa supir udah tau kebiasaan saya kalau di mobil harus nyalain radio dan denger saya bersenandung fales.
2) Jadi mulai familiar dengan kota Jakarta, yang memang betul macet dimana-mana (pola trafficnya, keluar cikarang masih lancar sampe kebaca plang tulisan arah Jatiwaringin, lalu pasti mulai jalan merayap). Mulai tau nama-nama daerah di Jakarta dan estimasi harus berangkat jam berapa untuk bisa sampai tepat waktu. Tidak termasuk kalau kebagian hujan dan banjir. Bisa sampe kekenyangan tidur di mobil.
3) Jadi tau rasanya masuk ke gedung-gedung tinggi menjulang, hotel bintang 5, kantor-kantor kementrian, dan gedung pertemuan lainnya. Takjub deh, budget kementrian ini luar biasa sekali besarnya untuk acara pertemuan. (Apakah fakir miskin dan anak terlantar ada budgetnya juga? #eh)
4) Jadi kenal dengan orang-orang pemerintahan, terutama kementrian ESDM, Industri, dan Perdagangan. Yang kalau sesi ngobrol-ngobrol bebas (sambil menyantap hidangan), malah mereka curcol tentang ’kebobrokan’ birokrasi di pemerintahan.
5) Jadi lebih percaya diri. Entah kekuatan darimana yang sering bikin saya mendatangi pembicara atau partisipan lain, bertukar kartu nama, dan diskusi tentang banyak hal. Mmm, bukan diskusi juga sih, karena saya lebih sering dengerin mereka bercerita.
Thanks to them, saya yang awalnya punya cita-cita pengen banget jadi PNS, sekarang lebih bersyukur bisa beraktivitas di luar pemerintahan. Malah sekarang jadi tetep bisa ’masuk’ ke dunia PNS tanpa harus terlarut dengan aktivitas birokrasi internalnya. Walau sebenernya masih pengen sih jadi PNS, tapi di bagian penelitiannya aja, ga mau yang teknis-teknisannya. Hmm, guru TK aja gitu? #loh

Well, I am still an introvert, but not acute anymore, a-cool maybe *kenapa jadi narsis gini? membuktikan bahwa introvert (red: minder) saya sudah berkurang. Semoga pekerjaan saya ini membuat pikiran tetap melangit dengan hati terus membumi (quote by Pidi Baiq).

4 Comments

Filed under cerita-cerita, kerja, saya

4 responses to “Empat Bulanan

  1. Heu,, TK mah bukan program pemerintah, emang ada pns nya ya?

  2. Salam kenaaal,

    Sama, introvert juga nih🙂

    • arditafanisa

      salam kenaaall!
      sekarang udah ga introvert nih, semenjak dapet tugas kerjaan di divisi yang mengharuskan extrovert🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s