[23/31] Dream Job(s)

Saya lupa, waktu kecil kalau ditanya cita-cita inginnya jadi apa *yaa, saya pelupa sekali*. Sebenarnya, bekerja di kantoran seperti sekarang bukanlah cita-cita saya. Waktu kuliah, kalau ditanya pekerjaan yang diinginkan, dengan mantap saya pasti bilang, “jadi istri dan ibu yang berprofesi sebagai PNS dan business woman!” (ditambah: pengen suami yang kerjanya di swasta, karena gaji PNS kecil, sedangkan biaya pendidikan untuk anak nanti mahal. Ahaha, pokoknya pede banget waktu dulu :p)

Pekerjaan paling utama dan mulia itu menjadi istri dan ibu yang baik kan. Dengan berbakti taat sama suami (yang baik) aja udah bisa memudahkan seorang istri masuk surga. Kabita ->

Nabi Muhammad SAW bersabda: Seorang perempuan yang menegakkan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan mematuhi suaminya, akan memasuki surga melalui pintu mana saja yang dia suka. [HR Bukhari dan Muslim]

Ditambah kalau bisa menjadi ibu yang mendidik anak-anaknya menjadi orang yang sholeh-sholehah. Tambahan investasinya akhirat.

Tapi saya ga mau hanya di rumah aja. Ga mau latar belakang keilmuan saya di kampus jadi ga kepake. Untuk itu saya mau jadi PNS di lembaga penelitian. Jadi masih tetep bisa mengaplikasikan ilmu akademis yang didapat. Waktunya kerjanya pun relatif fleksibel (mikirnya dulu bisa diatur-atur gitu).
Tapi, sampai sekarang belum usaha lagi untuk daftar CPNS ke lembaga penelitian. Walhasil udah kurang minat, apalagi sering denger rumor ga bagus tentang dunia di dalam berita seputar PNS. Merasa aman di dunia kerja sekarang (enjoy juga sih), karena bebas dari sistem-sistem birokrasi siluman yang terkutuk, hehe.

Kalau business woman, karena untuk investasi di hari tua (kalau dikasih umur sampai tua). Sekalian untuk menyalurkan hobi sih. Karena pengennya punya toko kue yang join sama temen-temen deket. Ini memang udah jadi cita-cita saya dan sobat-sobat di Karisma dulu. Kalaupun ga toko kue, pokoknya join bisnis sama temen-temen deket. Selain biar terus menjalin silaturahim, bisa menghasilkan income tambahan sebagai istri, juga kalau udah tua dan pensiun tetep ada sumber penghasilan.

Begitulah, cita-cita idealis jaman dulu untuk pekerjaan impian. Masih jauh bertolak belakang dari kenyataan sekarang sih. Mungkin dream job(s)nya masih bisa diusahakan untuk diwujudkan *wink-wink*. Ah, yang penting mah, pekerjaan baik yang diizinkan dan diridhoi suami saja lah, biar tenang dunia akhirat😀

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s