[8/31] What’s in My Handbag

inside handbag

Inside my handbag there are:
1. A drink bottle. Saya suka bawa air mineral sendiri kemana-mana.
2. Mukena. Sudah jelas kegunaannya bagi wanita ketika akan sholat.
3. Umbrella. Penganut asas sedia payung sebelum hujan.
4. Pencil case. Yang isinya hanya 1 pulpen, 1 pensil, 1 penghapus, dan 1 spidol.
5. Power bank. Hari gini lah yaa, sangat berguna saat batre hape sekarat.
6. A wallet. Jika bisa disebut dompet. Saya ga punya dompet ala wanita (punya sih tapi tetep ga suka pakenya), karena itu dompet yang warna ijo berbahan kain seukuran dengan uang kertas, jadi saya pake untuk masukin uang kertas dan kartu-kartu saya. Menurut saya lebih praktis sih :p
7. A penny wallet. Nah, untuk uang recehnya saya masukin ke dompet yang lebih kecil.
8. A make up case (?) Sebenernya tempat pensil yang isinya standar make up (will reveal in the next blog’s theme).
9. A diary. Sebenernya itu adalah diary kawan saya. Di dalamnya dia udah tulis cerita-cerita saat dia merasa ‘depressed’. Tapi, dia pinjemin ke saya dan memperbolehkan saya untuk baca cerita-ceritanya. Lalu dia juga mengizinkan saya untuk nulis apapun ketika saya ‘feeling depressed’. She said that nothing to be embarrassed about. So, when I feel anxious or wanna blabbering about unimportant things, I’ll write it on that diary. Maybe the most embarrassing things that I can’t even tell in this blog.
10. A Parasol sunblock SPF 30. Lebih baik melindungi kulit dari bahaya sinar UVA-UVB dari sekarang *apalagi cikarang panas terik yaak*.

Sudah, itu aja isinya.

Hari ini di kantor ngobrol dengan seorang bapak yang berasal dari suku batak dan udah 20 tahun kerja. Bapak tersebut dengan logat bataknya ngasih wejangan, “berdasarkan pengalaman saya, jangan sampe kita menilai atau pilih-pilih orang dari fisik, strata pendidikan, atau status sosial. Karena kita ga bakalan tau, akan seperti apa orang itu di masa depan. Kita ga akan pernah tau siapa yang akan menolong kita pas kita lagi kesulitan. Belum tentu saudara sendiri bisa tanpa pamrih nolong, bisa jadi malah orang yang hanya kita kenal sekali yang dengan ikhlas menolong.” setuju pak! terima kasih untuk diingatkan🙂

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s