Soymilk and Clean Okara Muffin

[Rehat sejenak dari 31 days blog challenge]
Balik Bandung bingung beli susu kedelai dimana. Soalnya saya biasa bikin green smoothies pake susu kedelai. Banyak sih di supermarket, tapi kok mahal dan udah added sugar yak (me rich people difficult deh, ahaha). Atau di langganan dulu di taman telkom, tapi jauh dari rumah. Ya secara waktu di Bangil tukang susu kedelai tiap pagi lewat kosan dengan harga seribu rupiah. Jadinya kenapa ga bikin sendiri aja. Pasti jauh lebih murah dan sehat. Lagipula gampang banget buatnya, hanya perlu menyingkirkan kemalasan #yaiyalaah.

Bahan-bahan:
250gr Kacang Kedelai
Air secukupnya
Jahe
Daun Pandan

Caranya:
1. Kacang kedelai dicuci bersih, lalu direndam semalaman, biar agak empuk dan gampang blendernya. Atau kalau mau cepet bisa juga direndamnya pake air panas selama 1-2 jam.
2. Setelah itu, tiriskan kacang kedelai, lalu masukin ke blender dengan ditambah air matang. Karena blender di rumah itu kapasitasnya kecil, jadi kacang kedelainya saya bagi 2. Setengah masukin blender dengan air matang kira-kira 2x tinggi kacang kedelainya.
3. Blender sampai halus.
4. Siapkan saringan tahu (atau lap dengan jenis kain kayak kaos dalem gitu deh), saring air kedelai hingga tersisa ampasnya (kalau di Jepang disebut okara, dan ini jangan dibuang).
5. Air kedelai hasil saringan ini yang jadi susu kedelai. Panaskan di panci sampai mendidih. Kalau saya ditambah irisan jahe dan lembaran pandan, biar ada hangat-hangat jahe dan wangi pandan gitu. Yang suka manis, pas dipanasin ini bisa dikasih gula.
6. Setelah dingin, masukan ke botol dan siap diminum.
how to make soymilk

Kalau saya, dari 250gr kacang kedelai, menghasilkan 1L susu kedelai. Menurut ibu saya, kentalnya segitu udah pas. Tergantung kalau mau lebih cair juga tinggal tambah air lagi aja. Susu kedelai ini paling enak diminum sama madu. Rasanya itu pas banget. Disimpan di kulkas bisa tahan 3-4 hari. Kalau bikinan sendiri itu jauh lebih aman, karena jelas ga pake pengawet, ga kemanisan, bisa diatur mau segimana kentalnya. Bisa juga nih ditambah matcha atau coklat bubuk atau perasa apaa gitu biar lebih bervariasi.

Naah, kan masih ada ampas susu kedelai, atau okara itu. Pengalaman saya di Jepang, okara ini bisa dimanfaatin banyak macem. Mulai bolu, kue kering, roti, patty burger, salad, perkedel. dll. Saya ingin coba nih bikin muffin pake okara. Selain jauh lebih sehat karena kandungan okara itu tinggi protein dan serat, dan juga rendah lemak dan rendah kalori. Biar makin ‘healthy’, muffinnya ga pake tepung terigu, tapi pake oatmeal. Semua bahan ga saya takar, pokoknya seenaknya aja main masukin, hehe. Tapi kira-kira bahan-bahannya gini:

1 cup fresh okara
1-2 cup oatmeal
1 tsp Baking Powder
1 cup soymilk
1/2 cup honey
1 egg
1/2 cup melted butter
sprinkle chocolate chips

Caranya:
1. Campur semua bahan jadi satu
2. Karena saya dikira-kira, jadi adonan itu sampai jadi adonan muffin yang agak kental. Kalau terlalu kering bisa ditambah minyak sayur atau susu. Kalau terlalu cair, bisa ditambah oatmealnya.
3. Pokoknya se-instingnya aja, mwehehehe.
4. Masukan adonan ke tempat muffin, lalu panggang hingga matang (biasanya 20 menit pada suhu 180 derajat celcius). Atau tusuk muffin pake tusuk gigi hingga ga ada adonan yang lengket di tusukan gigi.

Hasilnya.. ternyata berhasil doong. Walau ga se-sponge kayak muffin kalau pake terigu. Buat saya yang udah kebiasa dengan okara sih rasanya boleh juga. Malah ga terlalu kerasa okaranya. Bisa jadi alternatif cemilan sehat nih. gluten free-flourless-sugarless-high protein-high fiber-low fat-low calorie okara oatmeal muffin (gilee, semua aja nih yang sehat dan bersih, hihi)

Flourless peanut butter okara muffin

9 Comments

Filed under cooking-baking

9 responses to “Soymilk and Clean Okara Muffin

  1. Agung

    Ini namanya Pikabitaeun…
    Kayanya Dita udah bisa buka kafe, nih, menunya yang healthy2, soalnya banyak yang butuh diet, hehe. Kalo di Jkt dsk pada muncul bisnis delivery makanan sehat fresh buat balita, misalnya http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sajikan-makanan-segar-agar-si-kecil-tetap-bugar-1

    • arditafanisa

      Wah ada kang agung baca blog *malu* hehe.
      Sebenernya cita-cita juga utk bisa buka toko makanan yang sehat. Temen2 lain juga udah mulai concern dgn makanan sehat. Skrg lagi eksperimen2 dulu aja sampai penampakan dan rasanya layak di lidah orang pada umumnya (karena lidah saya tidak umum :p).
      makasih infonya kang🙂

  2. Agung

    Kalo gitu saya bacanya diem2 aja🙂
    Semoga cita2nya kesampean, dan bilang2 kalo butuh tester, ya, hehe

    • arditafanisa

      Tapi kalo ada ide/saran jangan diem2 ya kang🙂
      Aaamin. Semoga bisa diwujudkan. Untuk tester selalu butuh, tapi eat on your own risk loh, hehe.

  3. Agung

    Siap! Tapi katanya diam itu emas, lho. Mau komentar apa mau emas?😛

    Own risk gpp, asal yang bikin harus makan duluan, biar saya yakin aman🙂

    • arditafanisa

      Tapi mengatakan komentar adalah uranium loh kang. Uranium lebih berharga daripada emas *quote by dita* Jadi saya mau uranium daripada emas aja. ehehe.

      Kalau rule bikin kue saya, harus orang lain icip dulu baru saya sendiri icip. Mau ikut rule yang bikin kue atau ga usah icip sekalian? :p

  4. Agung

    Itu Uraniumnya yang didadar apa diceplok *berasa telor

    Baiklah, memang bener urusan itu harus diserahkan kepada ahlinya. Jadi ikut rule aja lah, yang penting kuenya bebas radiasi :p

    • arditafanisa

      Di rebus aja kang biar vitaminnya ga berkurang, hehe.

      Siip. Nyicipnya ga pake protes apapun bentuk dan warnanya ya. tapi bikinan saya dijamin terkena radiasi sinar matahari nih😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s