Monthly Archives: September 2013

H minus 7

I guess it’s time to start counting. Counting the days when I belong in this place, in this desk, in this room, in this community. Counting bless for every moment, every experience, every knowledge, every journey. Counting smiles, laughs, and stories from every person. Counting every intangible asset, which is uncountable.
Keep in my hippocampus, the brain’s long term memories storage.

2 Comments

Filed under kerja

Setelah Negatif Terbitlah Positif

Ingatan kita akan suatu peristiwa kadang dipengaruhi peristiwa setelahnya.
Jadi buat kamu yang lagi sedih karena patah hati, karena banyak utang, atau apapun, tenang ajah, nanti juga kalau udah lewat masa galaunya, bakal diingetnya ngga akan separah yang dialami sekarang.

Kata seorang kawan yang mendalami ilmu psikologi di blognya. Saya langsung inget tentang pengalaman saya dan temen-temen se-program S2 dulu yang setiap saat kayaknya kami nangis darah-jungkir balik-gelindingan jurang-manjat tebing-cakarin gedung kampus-gigitin kursi kelas-rontokin pohon sakura-mulut berbusa-busa buat mencak-mencakin orang-orang program dan tugas-tugas para sensei program-sampe pengen loncat ke rel kereta api pas kereta mau lewat di stasiun.. waktu kuliah di Jepang. Pernah saya ceritain masalahnya disini.

Tapi setelah semua terlewati, kejadian demi kejadian dialami, seperti melihat terang sehabis gelap. Saat kelulusan itu tiba-tiba seperti semua cerita masa lalu yang kelam terlupakan. Semuanya senang, semuanya terasa ringan. Begitupun dengan banyaknya pengalaman pahit masa lalu, bisa terlupakan dengan peristiwa demi peristiwa yang dilewati hingga masa sekarang. Tapi menurut saya, tentu saja kalau dari diri sendiri mau mengambil hikmah positif dari kejadian tersebut dan tetap memiliki visi masa depan.

Menurut beliau, segala sesuatu itu berdasarkan mind set dan keterhubungan antara satu kejadian demi kejadian. Lalu bagaimana pikiran kita akan mengolahnya. Apakah itu sedih, senang, baik, buruk, semuanya bagaimana kita ingin memutuskan.

Sulit bukan? lagi-lagi tergantung pemahaman dan keberanian kita untuk memutuskan. Ketika rasa-rasa negatif itu lebih mudah dan masuk akal diputuskan, maka kita akan terus menilai diri kita dengan kenegativan; putus asa, gelisah, galau, stress, bahkan depresi. Kalau mau melihatnya dari sisi positif, semua akan terlihat sederhana dan meringankan pikiran kita sendiri.

Terkadang pengaruh opini masyarakat juga yang dengan mudahnya kita terima daripada fakta diri sendiri yang sebenarnya mampu untuk memutuskan hal yang positif. Toh Allah kan menciptakan manusia, lalu membuat manusia hidup di bumi ini dengan pedoman yang terbaik; Al-Quran dan As-Sunnah. Yang selalu menuntun di pemikiran dan jalan yang baik. Manusianya aja yang ngeyel dan gampang dihasut sama setan untuk terus memikirkan yang susah. Jadinya budaya susah itu yang malah jadi gampang untuk dilakukan.

Hnah, jadi ada dua faktor yang menentukan keputusan kita dalam berbagai aspek. Ada faktor internal dan eksternal. Faktor internal, mau kesimpulan apa yang diri sendiri putuskan. Faktor eksternal, gimana tanggapan orang lain, lalu bagaimana tanggapan luar itu mau diartikan ke dalam pemikiran sendiri. Jadilah kesimpulan yang akan kita pikirkan dan lakukan untuk menjadi manusia yang bagaimana. Positif kah atau Negatif kah.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Drama Romantika

Drama romantika anak muda yang menjadi buta karena racun asmara
Duh aduh seakan dunia hanya pantas dihuni mereka berdua
Menyatu janji seakan masa depan di depan mata hanya segulir malam
Berlari-lari mengejar impian menembus awan menuju negeri hayalan

Indahnya kisah cinta di masa muda
tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(yaya)
Slalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Kata-kata sayang terus mengumbar
Menjadi perhiasan di dalam hubungan
Memandang langit malam
Menunggu bintang jatuh untuk mengucap satu harapan
Aduh..aduh..aduh
Yang sedang jatuh cinta tergoda gejolak
Gejolak untuk bercinta
Drama romantika

Indahnya kisah cinta di masa muda
Tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(yaya)
Cinta…(yaya)
Dan Terjagaa..(yaya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Indahnya kisah cinta di masa muda
tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(ya..ya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(ya..ya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Drama romantika
Dua anak manusia
drama romantika

Itulah lirik lagu baru dari Maliq d’Essentials, one of my favorite group band in Indonesia. Dari liriknya oke kan. Cerita tentang gaya berasmara anak muda sekarang. Terlena dengan kasih sayang semu yang sebenernya ga jelas juntrungnya mau gimana.

Waktu denger pertama kali, genre lagunya itu beda banget dengan lagu-lagu Maliq biasanya. Lagu ini lebih ngambil kedangdut-dangdutan. Dengan suara gendang dangdut yang kental banget. Mendayu-dayu layaknya irama lagu dangdut. Ga Maliq banget sebenernya.

Saya putarlah lagu ini di mobil waktu mudik kemarin. Adik bungsu saya (Boti) yang denger, langsung antipati aja gara-gara dangdut. Tapi saya bilang kalo ini lagu Maliq yang baru.
Boti : “Maliq kok sekarang lagunya udah ga Maliq banget lagi ya?”
Saya : “Variasi kali, nyoba genre lain. Biar ga monoton juga.”
Boti : “Ini gara-gara yang nyanyi Maliq aja jadi orang-orang tuh kayak dipaksa untuk suka dan denger. Coba kalo bukan Maliq, pasti udah ilfil duluan.”
Saya : “Ya denger liriknya dong. Bagus tuh pesannya buat anak muda.”
Boti : “Maliq sekarang tuh bikin lagu kayak hanya tuntutan pasar untuk bikin lagu. Karena harus bikin lagu biar tetep eksis. Jadinya ke-Maliq-annya kurang.”
*no offense loh, Boti juga fans Maliq kok*

Dilain waktu, ada sepupu-sepupu saya dateng dari Bogor abis lebaran. Pas jalan-jalan, di mobil lagi siaran radio diputer lagu Maliq ini.
Avin : “Ini lagu Maliq yang baru? Dangdut bangeeettt. Karena Maliq aja yang nyanyi jadi didenger, kalo bukan sih ogah dengernya.”
Saya : “Sama banget deh komennya ama c Boti.”

Terlepas dari genre musiknya mau gimana, bagi saya yang penting liriknya itu baik atau enggak. Mau dangdut, pop, rock, jazz, alternatif, kalau liriknya hanya tentang kegalauan cinta, bahkan banyak juga yang lebay dan porno, ya itu yang langsung bikin ilfil. Sekarang sih, bagaimana untuk memahami arti setiap hal dari berbagai sudut pandang.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, musik

Stand Up Comedy

Sabtu malam, 31 Agustus 2013, pertama kalinya saya nonton stand up comedy secara langsung di ITS, bersama gadis-gadis Surabaya (luli and the genk). Biasalah, kalau ada ajakan ketika wiken dan saya available (yang memang selalu available, haha), saya langsung mengiyakan. Apalagi kalau jalan-jalannya bareng temen-temen asik yang udah kenal dan cukup deket. Sekalian sih dengan bayangan siapa tau bakalan ketawa-ketiwi ngakak gitu denger lelucon langsung. Lumayan kan buat olahraga rahang.

standup banner

Karena acaranya itu baru mulai jam 7 malam, jadi dari Bangil saya naik kereta ke Surabaya yang pukul 13.27. Tapi yaaa, itu kereta baru dateng 15.30 doong! ga kira-kira itu telatnya. Sampai lepek lagi ini badan, padahal sebelum berangkat ke stasiun udah mandi seger dulu. Karena se-kereta dengan Luli tapi beda gerbong, jadi pas turun di stasiun Wonokromo, bisa langsung ketemu dan ambil motor di parkiran stasiun dengan tujuan awal adalah kosan Luli. Kami bakalan di jemput sama Corry dan Dipha disana setelah maghrib.

Abis dijemput, kami semua langsung menuju balai pertemuan ITS. Ternyata acaranya udah mulai, karena udah rame dan bising dengan microphone dan ketawa-ketawa manusia. Tiket udah dibeli secara online jauh-jauh hari sebelumnya. Dapet tiket Festival seharga Rp 60.000, tapi karena dateng telat, jadinya dapet duduk paling belakang. Sebelum acara utama bersama para pengisi Republik Komedia, sesi awal diisi oleh para stand up comedian pemula dari ITS. Mungkin karena sound sytemnya atau mungkin karena telinga saya ga sensitif, jadinya ga terlalu jelas apa yang mereka omongin. Orang-orang ketawa, saya cuman bengong -,-

Pkl 20.00 akhirnya sesi untuk kru Republik Komedi. Saya ga pernah nonton Stand Up Comedy dimana pun, di TV sekalipun, jadinya baru tau kalau ada artis stand up comedy. Mereka adalah: Topenk, Kemal Palevi, Ge Pamungkas, Muhadkly Acho, dan Pandji Pamungkas. Masing-masing mengisi perform mereka selama 30 menit. Masing-masing punya style ngebodor sendiri-sendiri, yang 3 performer awal ga sampe bisa bikin saya ketawa lepas. Tapi ada 1 performer, Acho, yang sukses bikin saya ngakak di last minutes performance-nya. Untuk main core-nya, Pandji, sorry to say, tapi biasa banget. Malah saya lebih asik whatsapan denger curhatan temen daripada merhatiin banyolan dia.

Entah karena selera humor saya tinggi atau karena topik mereka itu yang garing dan bikin ga ngerti. Saya lebih memilih untuk tidur di sela-sela omongan mereka. Karena ternyata ‘Stand Up Comedy’ off air itu lebih mengusung tema SARA, kata-kata vulgar, dan porno. Yang mungkin untuk sebagian pendengarnya menikmati dan memang lucu. Buat saya, BIG NO! malah malesin dengernya dan mengernyitkan dahi. Kecewa juga dengan isi acara tersebut. Hanya performer Acho aja yang sangat sedikit vulgarnya, intonasi suara yang jelas dan tegas, dan isi ceritanya bisa buat saya ketawa sampai keluar air mata.

standup sesi
[Udah bubaran dan para performernya lagi kumpul buat foto-foto]

‘Stand Up Comedy’ itu yang saya tau awalnya dari negeri barat sono. Dimana ada 1 orang yang perform di depan banyak penonton dan mulai bicara melucu hingga membuat penontonnya terhibur ketawa. Saya pernah nonton konsepnya di acara ‘Spongebob Squarepants’, hehe. Di Indonesia sendiri baru booming akhir-akhir tahun ini. Yang kalo ga salah mulai dipopulerin dari project-nya Raditya Dika. Konsepnya sama, 1 orang berbicara dengan berbagai tema cerita dalam 1 sesi-nya. Gimana caranya itu cerita bisa jadi hal lucu yang bikin pendengar ketawa. Saya sendiri lebih suka denger langsung bodoran yang lahir spontan ketika kumpul dengan temen-temen. Tapi jadi pengalaman dan bisa bikin opini untuk acara ‘Stand Up Comedy’.

Setelah acara stand up selesai, karena belum pada makan malem, kami semua menuju resto siap saji, McD, yang paling deket kampus. Dan melewatkan hari sabtu malam dengan ngobrol-ngobrol menghitung jumlah gebetan masing-masing selama kuliah hingga sekarang, hihi. Malah lebih berkesan denger obrolan mereka daripada denger stand up comedy. Alwasy fun with you gals 😉

Leave a comment

Filed under event