Drama Romantika

Drama romantika anak muda yang menjadi buta karena racun asmara
Duh aduh seakan dunia hanya pantas dihuni mereka berdua
Menyatu janji seakan masa depan di depan mata hanya segulir malam
Berlari-lari mengejar impian menembus awan menuju negeri hayalan

Indahnya kisah cinta di masa muda
tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(yaya)
Slalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Kata-kata sayang terus mengumbar
Menjadi perhiasan di dalam hubungan
Memandang langit malam
Menunggu bintang jatuh untuk mengucap satu harapan
Aduh..aduh..aduh
Yang sedang jatuh cinta tergoda gejolak
Gejolak untuk bercinta
Drama romantika

Indahnya kisah cinta di masa muda
Tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(yaya)
Cinta…(yaya)
Dan Terjagaa..(yaya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Indahnya kisah cinta di masa muda
tak peduli akhir cerita
Yang penting bisa membuat hidup bahagia
Hati senang dan terus berbunga-bunga
seperti taman surga turun ke dunia

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(ya..ya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Mahligai…(ya..ya)
Cinta…(ya..ya)
Dan Terjagaa..(ya..ya)
Selalu indah untuk menjadi sebuah cerita

Drama romantika
Dua anak manusia
drama romantika

Itulah lirik lagu baru dari Maliq d’Essentials, one of my favorite group band in Indonesia. Dari liriknya oke kan. Cerita tentang gaya berasmara anak muda sekarang. Terlena dengan kasih sayang semu yang sebenernya ga jelas juntrungnya mau gimana.

Waktu denger pertama kali, genre lagunya itu beda banget dengan lagu-lagu Maliq biasanya. Lagu ini lebih ngambil kedangdut-dangdutan. Dengan suara gendang dangdut yang kental banget. Mendayu-dayu layaknya irama lagu dangdut. Ga Maliq banget sebenernya.

Saya putarlah lagu ini di mobil waktu mudik kemarin. Adik bungsu saya (Boti) yang denger, langsung antipati aja gara-gara dangdut. Tapi saya bilang kalo ini lagu Maliq yang baru.
Boti : “Maliq kok sekarang lagunya udah ga Maliq banget lagi ya?”
Saya : “Variasi kali, nyoba genre lain. Biar ga monoton juga.”
Boti : “Ini gara-gara yang nyanyi Maliq aja jadi orang-orang tuh kayak dipaksa untuk suka dan denger. Coba kalo bukan Maliq, pasti udah ilfil duluan.”
Saya : “Ya denger liriknya dong. Bagus tuh pesannya buat anak muda.”
Boti : “Maliq sekarang tuh bikin lagu kayak hanya tuntutan pasar untuk bikin lagu. Karena harus bikin lagu biar tetep eksis. Jadinya ke-Maliq-annya kurang.”
*no offense loh, Boti juga fans Maliq kok*

Dilain waktu, ada sepupu-sepupu saya dateng dari Bogor abis lebaran. Pas jalan-jalan, di mobil lagi siaran radio diputer lagu Maliq ini.
Avin : “Ini lagu Maliq yang baru? Dangdut bangeeettt. Karena Maliq aja yang nyanyi jadi didenger, kalo bukan sih ogah dengernya.”
Saya : “Sama banget deh komennya ama c Boti.”

Terlepas dari genre musiknya mau gimana, bagi saya yang penting liriknya itu baik atau enggak. Mau dangdut, pop, rock, jazz, alternatif, kalau liriknya hanya tentang kegalauan cinta, bahkan banyak juga yang lebay dan porno, ya itu yang langsung bikin ilfil. Sekarang sih, bagaimana untuk memahami arti setiap hal dari berbagai sudut pandang.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, musik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s