Monthly Archives: September 2013

Hari Kelulusan Kerja

Hari ini saya meluluskan diri dari perusahaan yang menjadi tempat pertama kali saya bekerja formal. Perusahaan yang mempertemukan saya dengan orang-orang hebat. Atasan yang luar biasa sabar, baik, jenius, yang tidak hanya mengajarkan tentang pekerjaan, tapi juga mentor spiritual saya. Rekan kerja manajerial yang dengan karakter memimpin berbeda-beda tapi sangat welcome membimbing saya dalam belajar. Terutama, kawan-kawan yang keren abis dalam menikmati hidup dan dengan senang hati selalu mengajak saya terlibat di dalamnya. Orang-orang yang rendah hati dengan kemampuan yang tinggi.

Ketika saya harus menyampaikan kesan pesan selama bekerja di PESLID, saya cuman bisa bilang kalau saya sangat.sangat bersyukur karena diberikan rezeki untuk bisa kerja disini dan bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Mengenalkan saya di dunia perlampuan, perencanaan bisnis, pengembangan produk, hingga regulasi paten. Mengenalkan saya kota-kota di Jawa Timur, rafting di tempat yang keren, mendaki Gunung Semeru, bermain di pantai putih Situbondo dan Papuma, menerobos hutan Sempu, hingga mewujudkan impian saya ke Bromo. Mempertemukan saya dengan komunitas yang langsung membuat nyaman, orang-orang yang ‘sepengalaman hidup’ hingga bisa nyambung bercerita. Semua itu tidak bisa saya ungkapkan dengan kalimat apapun, hanya ucap syukur tiada henti. Pengalaman yang sangat manis tidak akan saya lupakan.

Terutama saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada:
1. Allah SWT; yang sudah menuliskan takdir saya untuk bisa berada di kota mati yang ngangenin, Bangil, dan bekerja di PESLID.
2. Direktur Engineering, Pak Lukman, sebagai atasan saya. Yang dari awal ketika di Departemen Business Planning membimbing saya yang lemot ini dengan luar biasa sabarnya. Di sela-sela super sibuknya masih suka cerita tentang Al-Hikam, bercanda tentang kehidupan, dan memikirkan plan saya kedepannya.
3. Admin Engineering, Fenita. Temen satu meja, yang selalu di samping saya, menemani kapan pun ketika di kantor. Yang cerdas, rajin, pekerja keras, dan cekatan, tapi suka minder. Yang kebaikan dan kepolosannya bikin ga masuk akal. Yang paling membantu saya beradaptasi dengan lingkungan kantor.
4. Partner tebengan, Pak Dj. Yang baru juga datang bekerja tapi dengan inisiatif langsung menawarkan untuk antar jemput kerja, menyicip kuliner tiap wiken, menjadikan gowes jadi hobi, dan teman curhat kedinamikaan dunia kerja.
5. Bapak dan Ibu Manager Engineering dan PSD. Yang dengan karakter berbeda-beda tapi menyampaikan kecerdasannya dengan tetap rendah hati, tetap low profile. Ketika jam kantor berakhir, saatnya kami bisa melanjutkan kerja dengan lebih rileks sambil bercanda-canda, hingga curhat-curhatan.
6. Teman-teman Engineering, sebagai departemen pertama kali saya ditempatkan. Mereka langsung mengajak saya kemana pun mereka rekreasi. Rafting, nikahan, pantai, gunung. Yang suka bikin gosip dan heboh jodoh-jodohin para single fighter.
7. Teman-teman Product Solution (Dev), sebagai departemen terakhir saya ditempatkan. Yang awalnya saya terkena pandangan kalau anggota PSD itu bermuka processor dan berkelakuan robotik. Padahal aslinya pada nyeleneh dan gokil.
8. Teman-teman membolang, yang dengan semangatnya bermain pasir pantai Papuma, melintasi hutan hujan tropis untuk kemping di laguna Sempu, mendaki Semeru untuk kemping di Ranu Kumbolo, kecipak-kecipuk di Gua Pindul, dan masih banyak rencana-rencana menjelajah alam lainnya. Yang mengenalkan saya passion ber-traveling dengan benar. (Semoga saya ada rezeki untuk bisa gabung dengan mereka lagi).
9. Primahasmi Dalulia. Akan selalu saya ingat ketika saya masih newbie banget tapi dia dengan terbukanya mengajak saya jalan-jalan, gabung main sana-sini, hingga curhat tiada henti karena sejarah kami yang mirip. Kami yang akan selalu menjadi tambah kuat dan bijaksana lagi menghadapi setiap kejutan-kejutan hidup ini. Ya kan beib?
10. Last but not least, untuk semua orang-orang yang selalu tersenyum dengan tulusnya untuk saya. Bapak-bapak satpam, ibu-ibu kantin, akhwat-akhwat KJS, rekan-rekan satu kantor lainnya, dan kawan-kawan lain yang ga bisa disebutin satu persatu.

Terima kasih untuk doanya.
Terima kasih untuk senyumnya.
Terima kasih untuk supportnya.
Terima kasih banyak.

2 Comments

Filed under Uncategorized

Keluar Zona Nyaman (lagi)

Sebenarnya saya ini termasuk tipe yang suka berada di zona nyaman. Dengan lingkungan yang sudah saya kenali lokasi dan tata letaknya, dengan orang-orang yang sudah bisa nyambung dan ga bikin ilfil, dan dengan pola hidup pribadi yang udah jadi rutinitas.

Misal, semenjak saya lahir hingga lulus kuliah S1, saya terus berada di Bandung. Saya sudah paham kondisi lingkungan Bandung. Saya akan belanja di satu supermarket yang udah tau penempatan produk-produknya dimana aja. Saya akan beraktivitas di tempat-tempat yang saya sudah familiar. Saya bergaul dengan teman dekat yang udah tau sifat-sifatnya seperti apa. Tentu saja semuanya itu butuh proses yang panjang. Karena saya bukan termasuk orang yang mudah akrab dan nyaman dengan lingkungan baru atau teman baru. Justru karena dengan proses yang sangat lama itu, seperti terseleksi lingkungan dan orang-orang mana aja yang punya pengaruh baik untuk saya dan bisa bikin saya nyaman.

Tapi, kecenderungan untuk cari aman di zona nyaman itu ga berlangsung selamanya. Ternyata ada kalanya saya bosan, bahkan sangat bosan, dengan lingkungan dan rutinitas yang begitu-begitu saja. Saya ingin keluar dari zona nyaman. Dan pertama kali saya memberanikan diri mendobrak kenyamanan itu ketika saya sekolah S2 di Jepang. Pertama kalinya seumur hidup saya benar-benar langsung ke lingkungan baru, bahkan di luar Indonesia. Tidak setahun, tapi butuh 2 tahun buat saya akhirnya bisa merasakan nyaman hidup di Jepang. Tersisa 6 bulan terakhir yang malah bisa bikin saya jatuh hati dengan lingkungan Jepang; udah tau trek jogging yang oke, tempat belanja yang murmer, tempat makan yang enak, dan kawan-kawan dekat yang sefrekuensi. Tapi harus saya tinggalkan.

Saat-saat awal saya tinggal di lingkungan baru, saya akui bisa sampai bikin saya stres berat. Harus adaptasi dengan kondisi sekitar yang masih asing. Harus mengamati sifat orang-orang baru yang akan jadi teman. Apalagi harus penyesuaian bahasa dan budayanya. Sangat tidak mudah sekali bagi saya yang kurang ke-sanguinis-annya ini. Seiring waktu, ketika kebisaan hadir karena kebiasaan, maka saya mulai mengenal lingkungan dengan orang-orang baru dan akhirnya bisa menyamankan diri lagi. Ada faktor dari dalam diri juga sih yang harus berani membuka ‘mata dan hati’ untuk mau menerima keadaan sekarang.

Keluar lagi dari zona nyaman yang susah payah dibangun, ada rasa exciting sekaligus was-was. Seperti siklus yang berulang lagi. Kedua kalinya saya memberanikan diri tinggal di tempat yang sangat baru. Walau sama-sama Indonesia dan di Pulau yang sama, tapi beda budaya dan bahasa Barat dan Timur itu sama seperti jaraknya yang jauh. Namun, kali ini hanya butuh beberapa bulan di awal saja untuk bisa menyamankan diri. Lebih karena faktor kawan-kawan disini yang sangat baik membantu saya adaptasi dan mengidentifikasi lingkungan dengan pekerjaan yang totally new. Sekarang pola hidup saya udah bisa teratur; tau trek jogging yang oke, tempat belanja yang murmer, tempat makan yang enak, dan kawan-kawan dekat yang sefrekuensi.

Tapi, saya harus meninggalkan lagi lingkungan dan komunitas yang nyaman ini. Berpindah lagi ke tempat baru yang (sepertinya) butuh perjuangan ekstra untuk bisa pada zona nyaman. Melatih lagi kemampuan pikiran dan hati untuk bisa menyamankan diri di tempat yang (mungkin) belum nyaman. Semoga ga perlu waktu lama untuk saya tau trek jogging yang oke, tempat belanja yang murmer, tempat makan yang enak, dan kawan-kawan dekat yang sefrekuensi lagi. (adaptasi kerjaannya dilupakan, ahahaha)

But, we will never know until we try, kan?
Do not need worry cause where ever we go, who ever we meet, when ever we need, Allah always there for us.

Hanya keyakinan kalau Allah akan selalu memberikan yang terbaik, maka saya percaya, dimana pun berada dengan orang-orang seperti apa, adalah yang terbaik untuk saya. as long as we try to be the best person.

(H-1 merasakan duduk di kursi kantor, menghadap komputer kantor, dan melihat kawan-kawan kantor di kota Bangil)

1 Comment

Filed under cerita-cerita, saya

Hati-Hati Yaa!

A : “Pergi dulu yaa”
B : “Hati-hati yaa”

Udah ga aneh kan penggunaan kata “hati-hati yaa” setiap kita mau pisah sama orang atau ada yang pamitan. Seperti reflek aja itu padanan kata “hati-hati yaa” keluar dari mulut kita. Hanya sebatas ritual dan jadi kebiasaan yang gak dipahami artinya.

Bener kan? Kalau kata “hati-hati yaa” hanya diucapkan saja untuk membalas orang yang pamitan sama kita. Sama juga dengan orang yang dikatain “hati-hati yaa”-nya. Hanya dijadikan kata selewat dan pengakuan kalau pamitan kita itu dijawab oleh lawan bicara. Setelah pisah ga peduli kan kita memang berhati-hati atau tidak. Berjalan sesuai inginnya kita. Padahal kalau sungguh-sungguh dikatakan sebagai pesan, menyuruh yang berpamitan agar berhati-hati selama di perjalanan, biar meminimalisir bahaya.

Saya juga begitu. Suka mengucapkan “hati-hati yaa” sama orang yang pamitan. Dan hanya dijadikan sekedar kata balasan yang langsung keluar telinga kalau ada yang bilang “hati-hati yaa”. Toh kenyataannya saya ga aware dengan cara saya bergerak selama di perjalanan.

Mungkin saat ini, aksi-reaksi dari cara berpamitan menggunakan kata “hati-hati yaa” itu udah jadi budaya dan kebiasaan. Karena kata itu adalah baik, ya ga masalah sih. Hanya maknanya saja yang jadi kosong.

Untuk itu, saya sih sekarang sebisa mungkin membiasakan ga pake kata “hati-hati yaa” ke orang yang pamitan. Soalnya ngerasa ga guna karena orang tersebut juga ga menerapkan himbauan saya untuk berhati-hati. Saya sekarang lagi suka menggunakan pola kata “semoga lancar”. Karena saya jadikan doa untuk mereka yang berpamitan agar lancar dijalan.

Kalau ngedoain kan jadinya ga perlu ada harapan orang tersebut harus ngejalanin kata-kata perpisahan dari kita. Lebih berguna juga karena mendoakan untuk kelancaran, siapa tau bisa sekalian berpahala.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Rekreasi Kantor: Taman Safari Indonesia 2, Prigen, Pasuruan

Minggu, 22 September 2013
Harinya ber-rekreasi bersama warga kantor. Setiap tahunnya setelah tutup buku (kalau dapet profit), sebagai tanda terima kasih perusahaan kepada para karyawan dan keluarganya yang selalu mendukung pekerjaan, maka diadakanlah Family Gathering. Tahun ini, yang sama dengan tahun lalu, pergi rekreasinya ke Taman Safari Indonesia 2 di Prigen, Pasuruan. Berhubung tahun lalu kan saya belom gabung, dapet rezekinya tahun ini deh. Udah jadi karyawan tetap juga, jadi bisa gratisan ikut rekreasi ini. Walau belum bisa bawa keluarga sendiri sik, fufufu.

Kumpul di pabrik jam setengah 7 pagi, dan sebelum kepergian ada pelepasan speech dulu dari Presdir.
speech
Sampai di pelataran parkir pabrik udah penuh dengan karyawan dan bus yang berjajar.
P1170991
Tema tahun ini adalah ‘eco ideas, eco green factory’ jadi dresscode-nya kaos warna hijau. Pkl 07.10 akhirnya Bis yang berjumlah 18 buah itu berangkat menuju TSI 2. Saya sendiri bergabung dengan kawan-kawan development di Bus nomor 3. Perjalanan menuju TSI 2 lancar jaya! sejam kemudian udah nyampe, jadinya kepagian karena TSI 2 baru buka Pkl 08.30. Jadi nunggu dulu sekalian antri buat masuk TSI 2.
welcome

Ketika gerbang udah dibuka, Bus bersama mobil-mobil pribadi yang lain mulai masuk untuk registrasi dan langsung melanjutkan perjalanan melintasi Safari.
TSI 2
Sama halnya dengan konsepTaman Safari di Cisarua, Bogor, awal masuk kami tetap di dalam kendaraan melewati hewan-hewan yang bebas di habitatnya. Zona safari pertama ini khusus untuk hewan-hewan Asia-Afrika; Harimau, Orang Utan, Zebra, Badak, Jerapah, dll. Sepanjang perjalanan rimbun oleh pohon-pohon dan cuaca lagi cerah banget, jadi pas banget untuk menyatu dengan alam dan para penghuninya, mwehehe.
IMG_7125

IMG_7134

IMG_7135

IMG_7138

IMG_7121

Kira-kira perjalanan berkendaraan di safari awal ini sekitar 1 jam. Lalu bus menuju Parkiran yang kemudian kami bisa turun dan jalan-jalan di wahana rekreasinya. Bisa lihat hewan-hewan lainnya juga lebih dekat, kayak kebun binatang gitu deh.
IMG_7142

IMG_7152

Saya dan temen-temen yang lain udah rencanain objek pertama adalah wahana baru 4D Cinema. Soalnya wahana ini paling banyak peminat, jadi kalo kesiangan bisa antri panjang banget. Jadi langsung aja kami menuju wahana 4D Cinema, dan rezeki jadi orang-orang pertama yang bisa masuk antrian. Sama seperti 3D cinema, kami duduk dan dipinjemin kacamata 3D, tapi untuk 4D ini kursinya bisa gerak-gerak ngikutin alur yang ada di filmnya. Film yang diputar adalah ‘Phantom of Horror’ yang seharusnya ‘Phantom of Comedy’ karena sebenernya kocak itu film animasinya, hihi. Durasi film hanya 15 menit saja, cukup seru karena kursi goyang-goyang dan sesekali ditakut-takuti dari bawah kaki.
IMG_7154

IMG_7155

Setelah dari 4D Cinema, kami menuju wahana rekreasi lainnya. Saya dan rombongan temen-temen yang lain udah pisah-pisah sesuai minat wahana masing-masing. Saya cuman coba Bumper Car, Roller Coaster, dan Kereta Layang, padahal ada 20 wahana yang bisa dicobain. Tapi karena sebenernya itu wahana-wahana lebih cocok untuk anak-anak kecil, jadi ya kurang menarik aja gitu. Ujungnya tinggal saya dan Mbak Ida yang muter-muter kebun binatang melihat binatang lainnya sambil foto-foto sampai jam 12 siang.
IMG_7166

IMG_7163

IMG_7162

Tengah hari, kami semua berkumpul di area Dolphin Bay, tempat para lumba-lumba akan show sekaligus area untuk kami semua makan siang. Pas saat dateng ke Dolphin Bay, satu area udah penuh dengan dominasi warna hijau terang-nya dresscode PESLID.
IMG_7188

P1180029

Saya dan Mbak Ida ambil spot makan paling atas, biar bisa liat pemandangan ke seluruh tempat. Pkl 13.00 dimulailah show lumba-lumba. Sebelumnya, dibuka dulu dari penampilan berang-berang lucu dan anjing laut. Melihat para hewan bisa atraksi sesuai instruksi pelatih itu bikin penasaran. Kok bisa ya dilatih sampe itu binatang ngerti petunjuk pelatih dan bisa ngelakuin yang diminta. Hebat. Pertunjukkannya gak lama, 30 menit saja, yang setelah itu saya dan Mbak Ida ga tau mau ngapain lagi nunggu pertunjukkan terakhir yang baru mulai Pkl 16.00.
P1180075

Akhirnya kami muterin lagi itu kebun binatang dan area wahananya sekali lagi. Ketemu dengan temen-temen lain, dan ikut lagi muter-muter. Sampai Pkl 15.00 kami lihat show ‘Bird of Prey’. Burung Elang dan burung yang-saya-lupa-namanya, dilatih hingga bisa tampil sesuai yang diminta. Sampe burung yang bisa terbang bebas tanpa halangan aja dilatih dan patuh pada pelatih, semakin bikin penasaran aja caranya gimana.
Pertunjukkan ini pun selesai setengah jam kemudian. Seharusnya ada pertunjukkan dari Harimau di panggung sebelah, tapi saya dan Mbak Ida langsung aja ke tempat pertunjukkan terakhir “Journey to The Temple of Terror”. Menuju gerbang panggung dibuka sambil ngobrol dan foto-foto dengan yang lain.

Pertunjukan yang dinanti pun dimulai Pkl 16.00. Seru nih pertunjukkannya (tapi ga boleh difoto,huhu). Kayak liat teater bernuansa Indiana Jones. Dengan aktor dan aktris yang profesioanal, loncat sana sini, berantem, pake ledakan dan api yang asli,, wah boleh juga deh. Walau awal main ga begitu jelas karena spot kami duduk itu pas kena teriknya matahari sore. Pkl 16.30 pertunjukkan berakhir dan kami bubaran langsung menuju Bis untuk mengakhiri rekreasi di TSI 2 dan Pkl 17.15 Bus mengantarkan kami kembali pulang ke Bangil.

Well, in my last week in PESLID, I had experienced such a great recreation. The point is that I could be with people when daily work only see each other at the office, but this time we could hanging around at the outside. Although most of them are my weekend-hang-out’s friends siih. But taken pictures, laughed, talked, and played… it was Fun.

3 Comments

Filed under cerita-cerita, jalan-jalan, kerja, tempat wisata

Dunia Sekitar

Lagi suka banget sama lagu Maliq yang judulnya “Dunia Sekitar”. Liriknya namPOL abis! Ini lagu pasti saya puter setiap pagi. Biasanya sambil jalan-jalan/jogging di deket kosan. Kalau lagi denger lagu ini terus saya perhatiin ‘dunia sekitar’ saya, makin-makinlah saya ditampar karena kurangnya bersyukur.

Saya lihat para pedagang sayur, kerupuk, jamu, cemilan, tempe dan susu kedelai keliling, ayam potong. mereka semua sejak dini hari sebelum subuh, udah siap dengan dagangannya. Memulai hari dengan berusaha mendapatkan rezekinya dengan bekerja. Mungkin secara pendapatan yang dikumpulkan mereka masih dibawah pendapatan yang saya terima. Misal dengan harga kerupuk yang bisa dibeli Rp 1000 udah dapet sekresek kecil penuh. Atau langganan susu kedelai saya, yang harga satu bungkusnya Rp 1000 saja. Begitu juga dengan tempe dan sayuran ikat yang bisa dibeli @ Rp 1000. Ditambah para pedagang tersebut masih dengan semangat dan senyum cerianya melayani para pembeli. Mengumpulkan lembaran ribuan demi ribuan untuk menafkahi keluarganya.

Maka, Nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan? (QS. Ar-Rahman)

Kurangnya bersyukur dari nikmat dan rezeki yang Allah SWT selalu berikan, setiap saat, tanpa henti, berefek pada terasa sesaknya aktivitas yang dijalani, beratnya hal-hal yang dialami, dan sulitnya keadaan yang dirasakan. Padahal kalau bisa bersyukur dengan semua yang sudah dikasih Allah SWT, maka udah ga perlu galau, kecewa, sedih, marah. Semuanya akan terasa ringan. Mau dikasih rezeki segimana juga, selama udah bisa menguasai ilmu bersyukur yang ikhlas, dijamin bakalan selalu bahagia.

Saya masih belajar terus untuk bisa selalu membuka mata hati dan bersyukur dengan ikhlas itu. Karena susssyyaaaahh sekali. Ya, saya akui. Sungguh sulit untuk bisa bersyukur dan ikhlas menerima semua yang terjadi buat saya. Berpikiran positif kalau dampak dari sebab yang terjadi bisa mengakibatkan hal yang terbaik buat saya kelak. Rezeki bukan hanya terbatas materi yang terlihat, tapi rezeki bernafas, sehat, bergerak, memiliki keluarga dan teman-teman, mendapatkan pengalaman dari cita dan cinta, dan semua rezeki yang tetap membuat saya bertahan dan hidup.

Jika yang didapat itu hal mengecewakan, belajar tetap sabar karena hal itu akan berakhir juga. Begitu pun sebaliknya dengan hal yang menyenangkan juga tidak akan abadi. Seperti siang dan malam yang datang dan pergi, bergantian.

Pernahkah kau berpikir
Hidupmu tidak adil
Karna engkau merasa
Kecewa karna hal yang kecil kau anggap besar
Seakan hidup ini berakhir

Tidakkah kau merasa
Harusnya kau berpikir
Masalahmu yang kecil
Tidak sebanding dengan apa yang dirasakan
Banyak manusia diluar sana

Hai cobalah kau melihat
Dunia disekitar
Dengan mata hatimu
So give your love
Your love
Your love
Your love
C’mon people

Hingga engkau mengerti
Tidak banyak manusia
Seberuntung dirimu
Yang berharap uluran tangan tak kunjung datang
Namun senyumnya tak pernah hilang

Jadi mulai sekarang
Cobalah tetap senang
Saat cobaan datang
Karna itu akan selalu datang dan hilang
Seperti hari siang dan malam

Hai cobalah kau melihat
Dunia disekitar
Dengan mata hatimu

Gimme your love
Your love
Your love
Your love
C’mon people

Langkah manusia menjadi nyata
Saat bertindak bukan berkata
Belajar makna dari senyuman mereka

So c’mon people
Let’s do it now
Let’s do it now

Langkah manusia menjadi nyata
Saat bertindak bukan berkata
Belajar makna dari senyuman mereka

Gimme your love
Your love
Your love
Your love
C’mon people
Your love
Your love
Your love
Your love
Your love
C’mon people
C’mon c’mon c’mon c’mon c’mon
C’mon c’mon c’mon c’mon
C’mon people
Let’s do it now

C’mon c’mon c’mon c’mon c’mon
C’mon c’mon c’mon c’mon
Do it now
Let’s do it now
So c’mon people
Let’s do it now
C’mon people
Let’s do it now
C’mon c’mon c’mon c’mon c’mon

2 Comments

Filed under cerita-cerita, musik