Ekspansi Anggota Keluarga

Saya punya sepupu-sepupu dari pihak keluarga mamah yang tinggal di Bogor dan paling deket dengan keluarga saya. Sepupu-sepupu saya itu anak dari kakak mamah, berjumlah 3 orang; 2 orang kakak laki-laki dan 1 orang adik perempuan yang usianya sama dengan saya. Sifat dari ketiga anak kakak mamah itu mirip dengan ketiga anak dari mamah. Saya mirip sifatnya dengan abang pertama, yang (katanya) lebih dewasa. Bea mirip sifatnya dengan abang kedua, yang bandel dan nyeleneh. Sedangkan Boti mirip sifatnya dengan yang bungsu, yang modis dan supel. Nah sepupu laki-laki itu udah menikah semua. Yang pertama nikah Maret 2011 dan yang kedua nikah Maret 2013. Istri-istri dari sepupu laki-laki ini asik-asik orangnya. Bisa cepet deket dengan mereka, bisa gokil barengan.

Waktu liburan kemarin, keluarga dari Bogor dateng ke Bandung. Semuanya lengkap hadir main ke Bandung. Pakde, Bukde, Anak-anak dan menantu-menantunya. Buat saya udah 2 tahun ga ketemu mereka. Semuanya masih sama, kecuali abang yang kedua terlihat semakin membesar sehabis nikah, hihi. Kalau ada keluarga dari Bogor, pasti malemnya harus jalan-jalan ke tempat baru di Bandung, cafe atau resto unik gitu. Tapi pas kemarin saya ga bisa ikutan jalan bareng karena harus balik ke Surabaya ;(

Lagi kumpul-kumpul dengan sepupu-sepupu itu, istri abang yang kedua (Avin) nanya ke istri abang yang pertama (Mawar): “Itu cincin kawin yang dijempol?”
Mawar : “Yoi, punya c Aa tuh, dia ga mau pake cincin kawinnya”
Saya : “Kok gitu sih A, biar dikiranya belom nikah yaa?”
Mawar : “Dari awal nikah juga dia mah ga mau pake cincin”
Saya : “Diiih. padahal ya klo saya liat cowo udah nikah pake cincin itu keren loh. Lagian buat tanda juga kalo dia udah nikah”
Aa 1 : “Ogah ah. walau jari ga di cincin, tapi hati udah terikat dengan cincin”
Semua : “Eaaaaaaaaa!!!”

Lalu ada sepupu lain yang nawarin lipbalm dari Korea dengan casing yang lucu-lucu.
Avin : “Yang, beliin lipbalmnya ya”
Aa 2 : “buat apaan sih?”
Avin : “Ya buat bibir ga kering laah.. lagian lucu nih tempatnya, enak juga ada rasa buah2an. Lo ga mau? (ke saya)”
Saya : “Saya ga perlu gituan, walau bibir ga pake lipbalm, tapi hati tetap lembab”
Semua : “Bwahahahahahaha!”

Aa 2 : “Yang, jalan-jalan yuk?”
Avin : “Kemana?”
Aa 2 : “Ke hatimuu~”
Semua : “Preeeett!”

Oke, bukan gombalannya yang ingin saya tekanin, walau lama-lama saya bisa jago ngegombal juga kalau sekeliling saya pada ngegombal, hihi. Tapi keberadaan istri-istri dari abang-abang sepupu saya itu. Mereka adalah orang baru di keluarga besar kami. Semakin terasa ketika lebaran itu, kalau ketika kita menikah, bukan hanya menikah dengan satu sosok saja, tapi juga dengan seluruh keluarganya. Bukan yang inti saja, tapi keluarga besarnya. Berkenalan bukan hanya dengan saudara kandung saja, tapi juga dengan saudara lain, sepupu-sepupunya, keponakan-keponakannya. Selain itu, tentu saja kita akan terlibat juga masuk ke lingkungan kawan-kawannya. Semakin bertambahlah keluarga kita, kenalan kita. Semakin panjang tali silaturahim kita. Berarti ini hal yang perlu dipersiapkan juga ketika sebelum menikah. Mengenal karakter keluarga besar yang baru dan mulai memasuki budaya baru yang akan menambah warna hidup kita. (well, someday :p)

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s