Saya Sih Setuju

Kata-kata sakti pagi ini dari Babeh:

“Punya banyak rencana itu, bikin diam di tempat. Tapi ga punya rencana itu, bakalan tersesat”

Aiih, ya bener sih.
Buat saya yang sempet punya banyak rencana hingga jangka panjang, tapi kenyataannya rencana-rencana itu gagal total hingga bikin saya depresi sendiri, kata-kata itu manjur untuk saya sadar tentang arti nothing to lose lagi. Bahwa harus punya rencana, tapi ga sampe ngotot untuk diwujudkan bahkan rencana berjangka panjang. Mungkin bagi orang yang punya visi, kalimat ini ga bakal sesuai dan ga disetujui banget. Tapi kan tiap-tiap orang berbeda. Silakan saja bagi yang suka bikin rencana berjangka, hingga puluhan tahun ke depan, sama sekali ga salah. Buat saya, yang udah pernah ngalamin kejadian demi kejadian yang bikin saya berubah jadi orang asing untuk diri sendiri ini, wasiat-wasiat ala Al-Hikamnya Babeh ampuh untuk balikin saya normal lagi. at least siklus bulanan saya bisa teratur lagi dengan sendirinya. Pertanda level depresi saya udah turun jauh ke level stress ringan, qiqiqiqiqiq.

Tentang konsep takdirnya, tentang konsep ga berharap pada siapapun, bahkan pada Allah sekali pun, tentang konsep beribadahnya, tentang konsep mengerjakan yang ada di depan dulu saja, tentang konsep jodoh, tentang konsep ikhlas, tentang konsep bersedekahnya, konsep berdoanya, tentang konsep kepemilikan jiwa dan raga,, semuanya tentang hanya menjalankan perintah Allah SWT sebagai pencipta kita tanpa berharap apapun. Karena hakikatnya kita bisa masuk surga pun bukan karena amalan-amalan yang kita perbuat, tapi karena Rahmat Allah SWT. Selama konsep Al-Hikamnya Babeh ini menurut saya tetap di jalur Al-Quran dan As-Sunnah, masuk akal sesuai hati nurani saya, ya saya terima dengan baik dan bisa diimplementasikan.

Siangnya, saya tiba-tiba ditanya oleh kawan yang ga puasa Ramadhan, walau dia seorang muslim.
“Kenapa kamu puasa? coba jelaskan ke saya dengan masuk akal, karena saya ga bisa terima alasan yang hanya sifatnya ritual dan perintah aja”
Saya kaget juga ditanya seperti ini. Ya iya juga, kenapa saya puasa? kenapa saya sholat? Tapi yang terlintas di saya, cuman karena itu semua perintah Allah, dan saya sebagai ciptaan Allah harus mematuhinya. Saya udah dikasih hidup, dikasih banyak kemudahan dan rezeki, ya apalagi yang harus saya perbuat selain patuh dengan perintah Allah.
MUngkin jawaban saya itu ga bikin puas dan bukan jawaban tepat untuk bisa masuk akal dia, belum bakat juga berdakwah karena ternyata ilmu agama saya cemen banget. Mungkin dia harus ngobrol intens tentang konsep Al-Hikam sama Babeh. Tapi sekarang hanya itu yang jadi landasan saya melakukan semua aturan agama. Karena perintah Allah melalui Al-Quran dan Rasul-Nya, dan bisa masuk akal saya sebagai manusia yang terbatas ini. Toh semua ini hanya kehendak Allah saja yang menggerakkan saya untuk patuh semua perintah-NYa, walau sekarang saya masih berusaha untuk memahami dan khusyuk dalam setiap ibadah. Ga berharap apa-apa, hanya melaksanakan semua perintah Allah.

Kesimpulan yang bisa saya ambil, make affordable plan, take a chance, make a change, and nothing to lose.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, petuah si bos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s