Semua Ada Waktunya

Atarimae deshou sudah jelas kalau semua itu akan didapat pada saatnya.
Itu yang saya dapat dari hasil berbincang di salah satu grup perusahaan di Cikarang kemarin.
Berawal dari curhatan saya Ke Bpk HR yang merasa belum pantas untuk langsung berada di jajaran manajemen perusahaan, dan meminta untuk dijadikan pegawai standar aja. Beliau cerita kalau ada orang yang lebih mentingin prestis, titel, jabatan, daripada gaji. Bisa aja gajinya kecil, yang penting jabatan dia tinggi, dia bangga dengan statusnya tersebut.

Tentu aja buat saya itu kebalikan. Mendingan jadi rakyat jelata, yang ga keliatan dari bawah karena berada diatas, yang penting gajinya gede. Mwehehehe.
Entah karena saya merasa karena wanita yang penting bukan titel dan karir. Toh ujung-ujungnya juga mengurus suami dan anak kelak. Bukan ilmu di kantor dan jabatan tinggi yang bisa bikin keluarga baik dan benar. Mungkin beda dengan pria, yang bisa terlihat dari jabatannya sejauh mana tanggung jawab dia dan kemampuan dia di sosial. Apalagi kalo bisa seimbang kelancaran karir kerjaan dengan tugas membimbingnya di keluarga. Saya bisa kagum dan respek dengan pria seperti itu. Family man but also superior in sociality. ada tambahan nilai plus-plus-plus.

Anyway, Semua ada waktunya. Ketika harus menjabat di jabatan yang lebih tinggi itu karena memang pantas dari hasil kerja kerasnya. Sehingga diberi apresiasi naik level. Bertahap, dijalani sesuai kerjaan dan waktunya. Contohnya, anak kecil itu belum waktunya diberi barang yang mahal-mahal kalo bukan kebutuhan penting. Nanti ada saatnya, mungkin ketika dia dewasa udah bisa cari penghasilan sendiri, silakan dengan bebas beli barang mewah untuk dirinya. Orangtua tidak boleh memanjakan anaknya berlebihan. Karena semua ada waktunya. Sepatu, tas, baju, mainan, barang-barang yang masih layak pakai, ya ga perlu dibelikan dulu barang yang fungsinya sama. Kalau udah waktunya barang lama rusak, maka udah saatnya beli yang baru. Setiap hal ada saatnya.

Begitupun dengan menikah *eeerrr ,pasti melipir soal beginian muluk* insyaAllah ada saatnya. Tetap mengusahakan tapi ga ngoyo maksa-maksa. Ya kalo udah saatnya pasti dimudahin segala persiapannya. Huft, topik ini dibahas karena ada tawaran menggiurkan dari kantor tersebut, yang bisa dihubungkan dengan status saya kedepannya. Xixixi. Tapi ya itu, untuk saat ini saya hanya mau menjalankan kesempatan yang ada di depan mata aja dulu. Daripada harus terhalang keadaan yang ga jelas. Ga mau seperti dulu-dulu, mengambil keputusan karena bergantung dengan ketidakjelasan rencana yang lain.

Jadi, semua ada waktunya. Ketika naik jabatan, ketika beli barang baru, ketika berpindah tempat, ketika menikah, ketika punya anak, apapun itu semua ada waktunya. Jalani saja dengan baik dan benar, ambil saja kesempatan baik yang ada, hiduplah hari ini, ambil positif untuk setiap kejadian, dan tidak usah khawatir dengan masa depan. Karena semua ada waktunya.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s