Ada Tanda – Tandanya

Ada yang selalu bilang, “keputusan yang udah diambil ga boleh disesali! jalani saja dengan ikhlas dan tanggung jawab”.

Bagi saya, misal, keputusan untuk bekerja di Indonesia daripada di Jepang. Alasan waktu itu karena saya ga mau terlibat rutinitas super hecticnya budaya kerja Jepang, super workaholic. Banyak saran dari senior-senior kalo untuk wanita lebih baik jangan kerja di Jepang. Kalau tambahan dari senior ngeyel saya, biar gampang dapet jodoh juga di Indonesia. Tapi, sekarang saya ngerasa lebih baik di Jepang aja. Walau kerjanya mungkin sibuk dan tetep jadi single (toh balik ke Indonesia juga ga ada perubahan), tapi saya masih dapet lingkungan yang bersih dan aman. Fasilitas dan pelayanan yang profesional dan nomor 1. Ketersediaan pangan yang lebih sehat dan fasilitas olahraga di taman yang terawat. Tentu saja gajinya juga berkali-kali lipat daripada disini. Nabung beberapa bulan aja, Saya udah bisa pergi haji dengan mudah tanpa harus antri bertahun-tahun, ditambah bisa traveling ke negara-negara lain juga. Komunikasi dengan keluarga lebih lancar karena internet lebih cepat dan stabil, Bisa bantu keluarga juga dengan nominal yang cukup. Lebih update keadaan di media sosial. Ga perlu bingung pengen gadget baru atau pengen kendaraan pribadi, karena transportasi umum sudah sangat layak. Dan yang paling penting, saya merasa lebih “baik” dalam hal keagamaannya ketika disana.

Hal diatas penuh dipikiran saya hari kemarin. Pengen balik Jepang, pengen ke Jepang lagi, gimana caranya bisa balik sana lagi, terus saya pikirin. Tetapi hari ini ada satu hal yang bikin saya bersyukur bisa ditempatkan disini. Yaa, sebenernya banyak banget yang harus disyukuri dimana pun saya berada, bahkan disini terlalu banyak hal yang harus disyukuri. Pagi ini seperti biasa, dapet wejangan sakti ala Al-Hikamnya c Babeh.

Beliau menekankan lagi tentang prinsip kepasrahan total kepada Allah, terhadap segala ketentuan-Nya. Udah berkali-kali beliau bilang kalau takdir manusia itu sudah ditentukan, dari sebelum lahir hingga nanti di akhirat akan masuk Surga/Neraka. Kali ini selain mengingatkan lagi tentang prinsip takdir, beliau juga bercerita tentang prinsip “Menyenangi setiap keadaan”. Mau keadaan yang terjadi itu emang bikin seneng atau malah bikin pengen marah. Tapi ya nikmati saja. Toh semuanya adalah ketentuan dari Allah. Bisa jadi kejadian-kejadian yang kita alami itu, yang berhubungan dengan manusia lain, adalah jalan hidayah untuk orang lain. Tentu saja untuk diri sendiri juga, karena sebagai bahan pengingat. Jadi buat apa marah-marah, karena ga ada gunanya. Pantes aja c Babeh ini emang ga pernah marah, mau se-tolol apapun anak-anak buahnya bikin masalah, tetep diajarin dengan sabar.

Babeh cerita tentang kejadian yang dialaminya sekarang. Bukan kejadian yang menyenangkan sih. Tapi dari kejadian tersebut beliau bisa memahami pelajaran lain, yaitu “Tanda-tanda orang yang ingin Allah dekati atau jauhi”. Beliau ini seperti bisa baca sifat orang, secara harfiah apa orangnya baik atau kurang baik. Kalau orang baik, itu berarti Allah ingin orang tersebut lebih dekat lagi dengan Allah. Kalau orang tersebut kurang baik, padahal udah banyak dibaik-baikin, berarti Allah ga pengen deket-deket. Tapi beliau menekankan, namanya tanda-tanda kan bukan berarti benar, tapi ada karena untuk kita berhati-hati. Apakah harus dekat dengan orang tersebut atau jangan. Sama aja prinsipnya seperti berteman dengan orang sholeh akan ikutan sholeh, dan sebaliknya.
Lanjut beliau, sekarang manusia itu pasti pamrih. Jangankan ke manusia, ke Allah aja pamrih. Sholat, Sedekah, bermuamalah, dan bentuk ibadah lainnya itu karena ingin dapet sesuatu dari Allah. Berdoa minta ini itu, apalagi kalo lagi ada masalah. Ada satu manusia yang tanpa pamrih melakukan semua hal demi manusia lain, yaitu seorang Ibu.

Contoh kasus. Ada seorang ajudan pengawal presiden, kelas elit, profesional. Semua yang disuruh dan diminta Presiden dia lakuin dengan sigap. Kapan pun itu, walau kalau dini hari mungkin pake misuh-misuh dulu baru bekerja (sama aja lah yaa kayak pegawai-pegawai lain yang klo dikasih kerjaan itu mencak-mencak tapi di depan bos bermuka manis, termasuk saya kok). Tapi ada pamrih di kerjaan yang dilakukan. Baik itu karena digaji, mau naik jabatan, atau tambahan bonus. Tapi kalo Ibu? Mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, memandikan, ngasih makan, bersihin kotoran, beliin perlengkapan diri, menyekolahkan, bahkan berdoa pun untuk anaknya semua. Tanpa pamrih, tanpa niatan apapun, tanpa alasan apapun, hanya melakukan semua demi anaknya.
OK, this part made me really want to be near my mom. dan ini tanda-tandanya saya harus lebih berbakti pada Ibu, fufufu.

Seharusnya begitu juga seorang hamba kepada Allah. Melakukan semua perintahnya tanpa ada alasan apapun. Beribadah karena memang sudah perintah-Nya yang harus ditaati, harus dijalankan. Intinya ya kepasrahan total tanpa ada embel-embel pamrih apapun dalam beribadah dan menjalakan hidup. Kalau udah bisa gitu, badan itu akan ngerasa melayang, saking ringannya ga ada beban. Yatapi, hal itu dalam realitanya sangat susah luar biasa untuk dijalankan. Hanya segelintir orang aja yang bisa bener-bener ga terbebani duniawi.
Paling enggak hal yang mungkin ga bisa saya dapet di Jepang itu bertemu dengan atasan yang suka ngasih wejangan seperti itu. Walau beliau bilang “saya mungkin ga sadar ngomong begini ke kamu, ini karena Allah yang menggerakkan. Bisa aja sebentar lagi saya lupa dengan apa yang udah diucapkan ini. Tapi paling tidak bisa berbagi dan sedikit memberikan pencerahan”.
Tsaahh.. pencerahan banget kok Pak.
Matur Nuwun😉

Dan dengan GR-nya saya merasa Allah itu sangat sayang sama saya, karena ketika saya butuh hal untuk menyadari hakikat diri, selalu aja ada cara-Nya menyentil dan mengingatkan saya.
Segala puji bagi-Mu.

1 Comment

Filed under cerita-cerita, petuah si bos

One response to “Ada Tanda – Tandanya

  1. Nur Chariroh '14

    splendid, love this RT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s