Monthly Archives: April 2013

Management Gathering

Hari Sabtu dan Minggu kemarin, saya sebagai anak bawang yang sangat polos dan lemot ini, ikutan gatheing jajaran para menejer.
Dengan status di level asisten menejer, nama saya tercantum sebagai anggota yang harus ikut gathering.
Yaa, sekalian jadi agenda melancong di wiken ini, pergi ke daerah sejuk di Tretes, menginap di villa, dan numpang makan-makan enak.
Ternyata acara gathering yang sampe nginep di vila dan acaranya rileks ini baru pertama kali diadain. Efek dari tercapainya profti perusahaan FY2012 sebesar 3%. Walau saya ga kontribusi apa-apa, tapi kebagian rezekinya, alhamdulillah.

Acara dimulai dari Sabtu siang langsung berkumpul di Vila-nya. Setelah makan siang, tepat pukul 13.00, dimulai presentasi para GM untuk BP FY2013.
Dengan lingkungan sekitar yang adem dan bikin rileks, suasana presentasi pun jadi ga terlalu berat.
Pukul 17:00 presentasi para GM pun berakhir dan ditutup dengan speech dari Presdir.
Dimana-mana, presentasi itu kan hanya teori, ujungnya ya gimana merealisasikan tulisan-tulisan di powerpoint hingga menghasilkan yang nyata, profit 5% FY2013.
Semoga semua berjalan lancar dan dimudahin perusahaan bisa mencapai targetan FY2013 ini, Aamin.

Next agenda was having fun.
pukul 19:00, ada acara barbeque-an. lomba bakar-bakar ikan dan jagung. Melepas stress dengan ngipas-ngipas arang dan bikin para jagung gosong.

Bener-bener makan mewah dan melimpah. Ikan bakar segede-gede Ikan,sate entah berapa puluh tusuk, gulai, dll.
Acara malem, selain makan, panitia niat banget ngundang orkes dangdut untuk menghibur kami. nyanyi-nyanyi, joget-joget, nonton-nonton.. well, lumayanlah,cukup bisa menjauhi tegangnya suasana kerjaan di kantor.

Acara malem selesai pukul 21:00, setelah sebelumnya semua berjoget sik asik-nya ayu tingting. Sampai saya pun terjun langsung megang mic dan ikutan nyanyi-nyanyi.
Acara diluarnya sudah selesai. Tapi para bapak-bapak masih ada yang jalan-jalan ke luar villa, nonton bola, saya sendiri ngobrol-ngoborl dengan para japanese.
Memang presdir ini super kalem dan baik banget. Mirip-mirip Futami sensei gaya-nya. Walau masih lebih menenangkan Futami sensei sih.
Dari semua japanese, ada satu yang langka. Beliau advisor untuk Dept. Engineering, lebih banyak kerja di bagian PSD team.
Langkanya, karena beliau ga minum alkohol/sake, ga ngerokok, dan satu-satunya yang bawa keluarga ke indonesia.
kakkoii to omotte ;D
Saya ber-oyasumi nasai duluan sekitaran pukul 22:30. Yang lainnya masih ngobrol-ngobrol dan nonton-nonton.

Besok paginya, saya bangun jam 5. Abis sholat subuh, keluar kamar menuju beranda untuk nikmatin sunrise dan udara yang sejuk segar.
Kirain bakalan dingin gimanaaa gitu, ternyata biasa aja. Seger banget. Duduk menyaksikan langit yang mulai cerah berwarna jingga bersama Yoshida san, GM QA/QC.
Perlahan, Japanese satu-satu bangun dan menyusul ke beranda. lalu jam 6 pagi, kami olahraga bareng. Lengkap dengan instruktur senamnya.

Abis olga, mandi yang super segeerrrr, lalu sarapan.
Acara sih udahan. Secara emang udah banyak yang pulang juga dari malam. Family time.
Jadinya sehabis sarapan, bungkus-bungkus sisa makanan yang melimpah, pulang deh menuju Bangil.
Over all, buat saya boleh lah gatheringnya untuk refreshing. Karena emang beneran seger banget. Suka banget airnya yang sejuk dan seger. Beda banget sama di Bangil yang malah hangat -,-

Nyampe kosan jam 9, lalu tiduuurrr!
Senangnya bisa tidur leyeh-leyeh. Bangun pas adzan dzuhur, lalu bersiap untuk killing sunday time, nonton Iron Man 3.
Bagus tuh film, oke lah, sebagai film terakhir Iron Man.
Pulang nonton, belanja di kerfur, lalu menunggu dengan sabar kedatanagn ikan-ikan mujair hasil pancingan Mbah Bow.
Walau ga tau sebenernya mau diapain itu ikan, ahaha.

Advertisements

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, event, kerja

Jumat dan Purnama

Jumat subuh ini, seperti biasa saya bangun sebelum adzan. Ritual rutin setiap bangun, matiin alarm hape dan olahraga jempol liat-liat timeline twitter atau facebook.
Ada satu berita yang bikin cukup kaget. Tertulis “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun..” dan berita kalau salah satu Ustadz muda dengan klaim gaul itu meninggal dunia.
Dengan otak yang masih pemanasan, saya ga begitu mantengin juga beritanya. Lebih baik saya beranjak untuk ke kamar mandi, wudhu dan olahraga sendi-sendi badan dengan sholat.

Setelah sholat subuh dan tilawah, jam 5 saya keluar kosan menuju pematang sawah.
Bukan mau macul atau menyiangi padi-padi yang mulai menguning siap di panen, tapi membersihkan paru-paru dari polusi debu, membersihkan otak dari penat kerjaan, dan membersihkan otot dari tegangnya aktivitas duduk depan komputer seharian.

Pas banget, hari ini masuk hari ketiga purnama. Bulan di ufuk Barat masih terlihat bulat sempurna dan memantulkan cahaya yang terang. Disisi lain ufuk Timur, langit mulai perlahan terang berwarna jingga dan merah.
Saat berjalan dengan atmosfer sekeliling masih sangat segar, melihat dua fenomena alam, Bulan yang sempurna cantiknya di langit barat dan ufuk jingga merah yang tak kalah cantiknya di langit timur.
Melihat itu semua, saya hanya bisa menangis.

“Nikmat Tuhanmu yang manakah akan kau dustakan?”
Setiap melihat langit yang begitu indahnya, saya selalu bersyukur Allah masih memberikan saya kesempatan untuk menghirup oksigen, kesempatan hidup, melihat keindahan-keindahan alam.
Di saat berita mendadaknya meninggal seorang ustadz artis. Umur manusia benar-benar misteri langit.

Kalau sudah begitu, yang ada sepertinya hanya rasa bersalah karena belum bisa maksimal menjalankan hidup ini.
Belum bisa jadi hamba-Nya yang benar-benar bersyukur dan bersabar. Ikhlas dengan segala ketentuan-Nya yang sudah terjadi dan terus berusaha yang terbaik untuk hidup.

Hari Jumat selalu penuh keberkahan. Semoga bisa menjadi manusia yang berpikir, melihat, dan memahami banyaknya tanda-tanda kekuasan Allah di sekeliling kita. Selalu siap kapan pun jiwa ini pergi dari raga dunia.

Leave a comment

Filed under kisah jumat

PROBLEM SOLVING

Kira2 gimana ya algoritma untuk menyelesaikan suatu masalah ?
kepikiran pertama kali itu pasti ada MASALAHnya dulu
Terus di ANALISIS
Terus di HIPOTESIS
Terus di bikinlah SOLUSInya
pertama kali juga saya berpikirnya kayak gitu

Ternyata Problem solving itu bukan bermula dari MASALAH
tapi dari FENOMENA atau REALITA yang ada saat itu
misalnya gini,
kenapa sih kita ngasih cemilan kalo lagi ada materi di kelas ?
jawabnya biar gak ngantuk.
Realita yang ada, kalo dikasih materi berjam2 dan butuh konsentrasi
Kebanyakan orang suka ngantuk.
Padahal tujuan kita inginnya peserta selalu fokus ke materi biar paham.
Tapi, emang cemilan bisa jadi solusi untuk itu ?
Realitanya lagi,mungkin ngantuk bisa ilang tapi fokus malah beralih ke cemilan.
Gak sesuai tujuan lagi dong solusi yang ditawarkan itu.
(Bahas cemilan, soalnya kalo ada materi di organisasi kampus dulu, suka dikasih cemilan di tengah-tengah presentasinya)

Misalnya lagi,
Kita punya uang sedikit
masalah bukan?
tergantung kan.
tergantung kebutuhan orang yang punya uangnya
kalo emang cukup dengan uang segitu ya ngapain jadi masalah
masalah akan muncul ketika dengan uang yang sedikit itu kita gak bisa mencapai tujuan
mau bikin perusahaan besar tapi uang sedikit, itu jadi masalah
solusinya gimana biar dari uang yang sedikit itu bisa mendapat uang yang lebih besar agar tujuan tercapai
tentunya dengan cara halal ya ..

Jadi,dalam Problem Solving sebenernya bukan bermula dari masalah
Tapi dari FENOMENA/REALITA
REALITA itu bukan mlulu harus suatu MASALAH
bisa jadi realita adalah sesuatu yang sudah IDEAL
Tapi seideal apapun pasti ada yang harus diselesaikan untuk mempertahankan keidealannya itu
bisa jadi dari segi konsep udah sempurna
tapi teknisnya yang salah
atau sebaliknya
dalam suatu KONSEP yang dilihat adalah SESUAI atau TIDAK kah konsep tersebut dengan tujuan
Sedangkan dalam TEKNIS yang diliat adalah BENAR atau SALAH kah teknis yang digunakan untuk mengaplikasikan KONSEP
Intinya,selalu liat ke tujuan yang akan dicapai dalam membuat solusi pemecahan masalah
Belum tentu solusi yang dipakai ternyata sesuai tujuan walau tampaknya ampuh untuk menyelesaikan masalah

betul ??

Leave a comment

Filed under cerita-cerita

Idealisme

Kesadaran adalah Matahari. Kesabaran adalah Bumi. Kehidupan adalah Cakrawala. Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.

WS. Rendra

Leave a comment

April 23, 2013 · 10:46

The Voice

Bukan mau bahas The Voice ajang pencarian suara berbakat itu, tapi cerita ajaib yang baru saya tau tentang suara saya.

Kemarin saya dan kawan-kawan dept. engineering pergi ke Malang untuk ngehadirin resepsi nikahan salah satu anggota engineering.
Saya numpang naik mobil temen dari Bangil. satu mobil diisi penuh oleh 8 orang.
Temen-temen yang lain seperti biasa selama perjalanan pasti ngobrol-ngobrol, yang tentang apanya saya ga terlalu ngerti karena mereka pake bahasa jawa gaul.
Ya saya juga biasanya cuman ikutan senyum-senyum atau nyengir-nyengir doang aja. Sesekali ikutan nyeletuk dan komentar kalau kira-kira saya ngerti topiknya.
Pas lagi ngomen itu, tiba-tiba ada seorang Bapak yang bilang:
” Saya tuh seneng kalau denger Mba Dita ngomong. Kayaknya tuh adem. Anggun ngomongnya, enak logatnya.”
Dan disetujui oleh seluruh penghuni mobil.
*ngek!* Baru pertama kali ada yang bilang ke saya secara langsung kalau suara saya ini enak didengar. Padahal nyanyi aja fales, hihi.

Sebelumnya, beberapa malem lalu, ada telfon aneh yang masuk ke hape. Ngakunya sih dari salah seorang anggota bagian timur di ofis. Cuman gelagatnya aneh, dan bukan ngomongin kerjaan.
Dia juga bilang kalo suara saya ini merdu.
Telfon yang aneh dan anomali, jadi segera diakhiri sajja.

Entahlah, apa emang beneran suara saya ini enak di denger, atau hanya karena saya berlogat sunda yang berada di tengah hiruk pikuk logat jawa.
Yang saya sadari, kenapa saya kalau ngomong pelan-pelan, karena peletakkan pola kalimat saya suka berantakan.
Ga jelas dimana Subjek, Predikat, Objek, Kata keterangan. Bisa dengan pola semau saya, yang saya aja kadang bingung apa yang saya omongin.
Makanya untuk ngehindarin hal itu, saya bicara pelan-pelan dan perlu mikir lama sebelum ngomong.
Kejadian ini bermula ketika saya tinggal di Jepang dan otak saya berantakan dengan vocab-vocab bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan Malaysia.
Bisa dalam satu kalimat, semua bahasa disatuin, dengan pola grammar yang semau saya. Seperti nulis cerita ini yang banyak kata “saya”.

Tapi saya malah khawatir dan harus lebih hati-hati kalau ngomong. Suara wanita kan salah satu aurat juga. Saya lebih suka dikatakan bersuara tegas daripada bersuara merdu.
Suara merdu saya hanya khusus untuk suami saya kelak #eaaaa 😀

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, saya