Kangen Winter

Waah, udah lama sekali saya ga apdet blog ini.
Alasannya macem-macem; mulai dari internet modem mati karena belum isi pulsa, belum ada mood untuk menulis, lebih suka nonton drama/film atau baca buku aja, dll.
Padahal banyaaaakkkk banget kejadian yang pengen diceritain. Banyaaaakkk banget kisah traveling yang belum diceritain disini.

Beberapa waktu lalu, saya baca-baca lagi cerita di blog saya ini, lalu sadar lagi kalau dengan nulis kejadian yang saya alami itu bisa sebagai dokumentasi berharga di masa depan.
Ternyata saya pernah begini, pernah begitu, kalau lagi seneng gimana, kalau sedih gimana, kalau lagi dilema gimana, petuah-petuah yang bisa mengingatkan lagi tentang semangat hidup, dll.
Jadinya, dipaksain lagi untuk mau nulis. Walau isinya cuman curcolan semua, xixixi.

Baiklah sebagai pemanasan awal, mau ngeluarin pernyataan: kangen winter!
Berhubung sekarang bulan Januari, pas banget lagi musim dingin di Jepang. Lagi puncak-puncaknya pula sampai februari.
Kalau Ashida Sensei (guru psikologi kuliah di Jepang dulu) sampei tau saya bisa kangen juga sama winter, dia bakalan ketawa sangat puas.
Soalnya waktu terakhir diwawancara sama dia kenapa ga pengen kerja di Jepang, salah satu alasan saya adalah karena saya ga suka winternya.
Udara dingin menusuk, bikin kulit sangat kering sampei luka-luka, otak dan darah serasa beku ga mau bergerak mikir dan mengalir dengan lancar, maunya makan dan tidur melulu, airnya udah lebih dingin dari es, pokoknya ga suka banget sama musim dingin di Tokyo.

Kenapa di Tokyo? Karena daerah Tokyo dan Kanagawa-ken, tempat saya berdomisili dulu, jarang banget turun salju. Malah hampir ga pernah. Yang ada hanya udara dinginnya yang kerasa sampe tulang.
Pernah waktu bulan Februari awal 2011, saya dan temen-temen se-program ditambah sensei bahasa pergi ke Sapporo, Hokkaido, untuk liburan sekalian mumpung ada International Winter Festival.
Hokkaido yang letaknya jauh lebih utara, kalau musim dingin udah pasti salju menumpuk tebal menutupi semua daerah.
Hujan salju lebat juga sering turun. Tapi, dengan melihat salju putih yang menumpuk atau butiran-butirannya yang turun dari langit, musim dingin jadi terasa hangat *agak lebay tapi seriusan!*

Nah ini di daerah Tokyo yang ada dingin kering, untungnya tahun lalu sempet juga salju turun beberapa kali di daerah saya, makanya saya ga suka dengan musim dingin di Tokyo.
Cuman suka pake bajunya aja, model fashion baju winter itu lucu-lucu, hohoho.
Walau saya sih standar aja; long john atau heat fact (semacam baju dalam panjang yang bisa menahan panas tubuh), sweater rajut berleher tinggi, jaket tebal, syal rajut untuk melilit leher dan menutup sebagian muka (biar ga kena angin dinginnya langsung), dan sarung tangan.
Paling saatnya bisa pake sepatu boots dan kadang tambahan kupluk rajut.
Kebiasaan pulang dari kampus mampir supermarket dulu beli ubi bakar panas.
Jalan-jalan sambil megang ubi bakar panas itu bukin tangan jadinya hangat.
Udah, itu doang. Selebihnya, saya ga suka dengan musim dingin. Secara saya orang berdarah tropis murni.
Tapiii, ternyata sekarang jadi kangen winter juga. hiks.

Leave a comment

Filed under cerita-cerita, memoar jepang, saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s