GIANT Program Angkatan 5

Beasiswa yang saya dapat ini dari pemerintahan Jepang, monbukagakusho.
Tapi bedanya, program beasiswanya yang spesial.
Kalau program biasa, U to U atau G to G, itu kedepannya untuk kuliah aja,
program spesial ini khusus untuk Mahasiswa Asia yang ga hanya untukkuliah master aja tapi ada tambahan kurikulum bahasa Jepang dan etika bisnis Jepang untuk kedepannya (diharapkan) lanjut kerja di perusahaan Jepang.
Dinamakan GIANT Program (Global Initiative on Asian Specialized Nuclear Power Personnel Program).
Lebih lengkapnya bisa diliat di website ini.

Kalau cerita gimana program khusus ini, pokoknya jungkir balik sambil kayang untuk belajar bahasa Jepang yang paling sopan dan tambahan kelas advanced nuclearnya.
Belum lagi tekanan dari program ketika masanya untuk ngelamar kerja.
Tapi alhamdulillah, pas jaman saya ini, karena pemerintahan Jepang lagi ga stabil dan perekonomian Jepang juga lagi ga begitu bagus, jadinya ada ketentuan untuk ga perlu kerja di bidang nuklir aja, boleh juga cari di bidang lain.
Selain itu, ga perlu juga kerja di Jepang, bisa kerja di negara sendiri selama itu perusahaan Jepang.

Saya adalah angkatan ke-5, sekaligus terakhir, dari program ini.
Setelah angkatan saya, udah ga ada lagi penerus program, alias programnya ditutup atau katanya sih dibikin program baru lagi.
Penerimaan untuk setiap angkatan itu per-satu semester atau 6 bulan sekali.
Saya masuk untuk kelas bahasa Jepang semester Haru (musim semi), dan masuk untuk kuliah masterndi semester Aki (musim gugur).

Untuk awal yang masuk program ini harus belajar bahasa Jepang intensif dulu selama 6 bulan untuk bisa lanjut kuliah master.
Karena program kuliahnya bukan program Internasional, jadi perkuliahan disampaikan dengan bahasa Jepang.
Mantap kali lah pokoknya waktu masuk awal kuliah itu,
cuman bisa bengong sama sekali ga ngerti kata-kata senseinya, karena kosa kata akademis yang dipakainya ga terlalu dipelajarin waktu kelas bahasa.

Angkatan pertama dari GIANT Program itu hanya 1 orang dari Thailand.
Angkatan kedua, ada 4 orang; dari Indonesia (K’Deby, FI ITB’03), Vietnam (Sang), Mongolia (Togo), dan Kazakhstan (Baha).
Angkatan ketiga, ada 3 orang; dari Indonesia (Kadek, EL ITB’04), Vietnam (Thong), dan Thailand (Wao).
Angkatan keempat, ada 2 orang; dari Mongolia (Agi), dan Thailand (Fon, tapi berhenti selepas kelas behasa).
Angkatan kelima, ada 5 orang; dari Indonesia ada Saya (F I ITB’05), Deden (EL ITB’05), Petrus (Teknik Nuklir UGM’05), dan Vila (Teknik Nuklir UGM’05), lalu terakhir dari Malaysia (Aliya, EL UTM’05).
Entah kenapa angkatan 5 yang terakhir ini banyak dari Indonesia dan baru ambil dari Malaysia (there must be some secret reasons,hmmm)

Pertama kali ketemu dengan Deden itu ketika wawancara beasiswa di Fisika ITB. Walau kami se-SMA dan se-kampus, tapi saya baru kenal dia ketika wawancara itu.
Lalu ketemu dengan Petrus, yang selanjutnya kami jadi panggil Peto, pertama kali di Kedutaan Jepang waktu urus Visa.
Terakhir ketemu Vila itu di Bandara Soekarno-Hatta. pertama kali ketemu Vila, jutek dan tomboy banget keliatannya. Sama sekali ga ngobrol hanya diem aja,hii..
Taunya pas udah lama kenal dan semakin kesini, malah semakin girly dan heboh juga orangnya.
Lalu ketemu Aliya ketika udah sampai di Narita. Pertama kali kontak dengan Aliya dan liat foto-foto fb dia keliatan sangat jaim dan serius, ternyataaa heboh luar biasa macem bayi manjanya minta ampuunn!

Waktu kemarin abis subuh saya dan Peto antar Aliya ke bus untuk pulang ke Malaysia,
setelah itu Peto ngajak ngopi-ngopi dulu, tapi karena masih pagi belum ada toko atau cafe yang buka,
dan hanya ada McD 24 jam aja, jadinya kami ke McD dulu lah sarapan sambil nunggu agak siangan.
Karena saya ga bisa makan-makanan burger McD, jadi saya pesan roast coffee dan apple pie, sedangkan Peto pesan chicken crispy burger dan cappucino.
Lagi sarapan ini, ngobrollah kami, yang emang biasanya kalau di kampus pun makan siang Peto suka minta ditemenin dan selalu ngobrol ngalor-ngidul.
Ngobrol mengenang dari masa lalu..
Bagaimana awalnya kami yang masih jaim dan keliatan serius,
sampai sekarang eeehh, taunya udah gokil-gokilan bareng aja.
Bagaimana berubahnya masing-masing kami.
Yang dulu itungan banget soal uang, tapi sekarang udah ga mikirin lagi, kadang seenaknya aja ngeluarin uang tanpa mikir.

Ternyata udah 2.5 tahun kami bersama sebagai angkatan terakhir GIANT Program.
Dari segi fisik, semuanya bertambah bulat! ahaha.. kecuali Aliya sih, pas mau nikah dia diet mati-matian.
Dari segi sifat, ada yang semakin kekanakan, ada yang lebih dewasa, ada yang jadi mengasingkan diri, ada yang masih sama suka menolongnya tanpa pamrih.. tapi hampir semuanya berubah.
Well, pasti suatu hari akan merindukan mereka, terutama yang suka kumpul bareng.
Masak bareng, makan bareng, jalan-jalan bareng, belajar bahasa bareng, ngeluh bareng, marah-marah bareng, ketawa bareng.
Mungkin bakalan paling kangen ama Peto kali ya..
Soalnya dia sering maksa ditemenin makan siang di kantin, udah gitu paling suka curhat-curhatan, saya juga sering banget nyusahin minta tolong ini itu sama dia, sampe terakhir pun dia yang nolongin angkut koper-koper sampai bus dan minjem uang, ahaha.

Sekarang setelah lulus, masing-masing punya jalannya sendiri.
Peto keterima di Toshiba Plant System, Yokohama, mulai kerja April tahun depan.
Vila keterima di Hitachi, Osaka, mulai kerja April tahun depan juga.
Deden keterima di Toshiba (main office), Tokyo, mulai kerja Oktober tahun ini.
Aliya keterima di Panasonic Network System, Malaysia, tapi sebenernya ga akan dia ambil karena dia terikat kontrak jadi dosen di Universitas dia (tapi sampai saat ini orang program ga ada yang tau doong).
lalu saya… inginnya sih keterima jadi menantu salah satu keluarga gitu yaah #eaaaaa ahaha, tapi alhamdulillah keterima di Panasonic Lighting Indonesia (PESLID) dan entah kapan mulai kerja karena menunggu saya sampai di Indonesia dulu.

Berpisahlah kami semua…
Tapi berjanji untuk reunian 5 tahun lagi di Sidney, Australia.
Semoga ada rezekinya.
Dan penasaran.. akan seperti apakah kami 5 tahun dari sekarang..

Bagaimana pun, bisa bertemu mereka semua ada rezeki yang tak ternilai.
Mereka mengajarkan saya banyaaakk sekali hal.
Walau berbeda agama tapi saling menghormati, walau berbeda sifat tapi saling memahami, walau berbeda tujuan hidup tapi saling menyemangati.
皆、元気だね..
大変お世話になった。ありがとう〜

Leave a comment

Filed under kawan-kawan, memoar jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s