Daily Archives: September 14, 2012

Jelajah Jepang; Hari 7 (The End)

29 Agustus 2012

Hari terakhir para keponakan saya berlibur di Jepang.
Hari ini saya ajak mereka ke Shimamura, departemen store khusus jual baju gitu.
Tempat terakhir untuk jalan-jalan liat oleh-oleh yang belum kebeli.

Di Shimamura juga pada ga kontrol.
Soalnya bajunya bagus-bagus dan mereka beli untuk orangtua, keponakan lain, dll.
Memang bahaya nih Shimamura, karena setiap kesini pun saya pasti belanja baju, huhuhu.

Sebenarnya pesawat mereka itu besok, 30 Agustus 2012 jam 12 siang.
Tapi jatah JR Rail Pass mereka berakhir hari ini.
Jadi, demi memanfaatkan fasilitas tiket JR Rail Pass untuk naik Narita Express, jadinya mereka memutuskan untuk berangkat dari malam dan menginap di Narita.
Jadinya, sore hari udah packing akhir dan menikmati Jepang dari daerah saya untuk terakhir kali liburan ini.

Untuk makan malam, saya ajak beli bento ayam karaage halal deket kampus.
Masih aja keponakan-keponakan saya ingin disini dan masih banyak barang yang dipengen.
Lalu kami janjian aja suatu saat nanti sama-sama liburan ke Jepang lagi.. Aaamin.

Mumpung keponakan saya berempat itu dateng, jadinya saya sekalian nitip barang-barang untuk dibawa pulang.
1 koper besar dan 1 koper kecil,hehe.
Tapi hampir aja ga bisa dibawa, soalnya mereka aja udah bawa barangnya buanyaaaakkk banget.
Jadi saya bawa koper saya sampai Shinjuku yang kemudian mereka bawa naik Narita Express ke Narita.

Pas perpisahan di Shinjuku dan melihat mereka jalan menjauh, rasanya sedih, hiks.
Jadi ngerasa sepiiii.. setelah seminggu bareng mereka kemana-mana, tidur bareng, makan bareng, di kereta bareng, denger ocehan mereka yang ga berhenti nanya ini itu, penasaran ini itu, dll., tiba-tiba siiiiinggg, sepi lagi.
Mana temen se-apato saya lagi ke Korea pula 10 hari, jadi belum pulang.

Memang bener ya, kalau ingin tau karakter orang dan semakin deket itu harus udah ngelewatin fase jalan-jalan bareng, makan bareng, tidur bareng, di satu ruangan bareng, di satu kendaraan bareng, diskusi bareng,, huhu.

2 Comments

Filed under jalan-jalan, memoar jepang

Jelajah Jepang; Hari 5 (Miyajima – Hiroshima) & Hari 6 (Machida)

27 Agustus 2012

Hari di Hiroshima.
Ini sebenernya kota yang pengen banget saya kunjungin, karena ingin lihat bangunan bekas bom atom nuklirnya.
Tapi sebelum ke A-Bomb Dome, paginya kami ke Miyajima.

Miyajima adalah pulau di seberang Hiroshima yang terkenal dengan Gate merah raksasanya, Otori Gate.
Jalan-jalan di Hiroshima pakai tram, jadi serasa kayak di Eropa.
Sebelumnya kami beli tiket tram untuk seharian seharga ¥600.
Perjalanan dari stasiun tram dekat stasiun Hiroshima hingga stasiun Miyajima itu sekitar 1 jam lebih.

Sampai di stasiun Miyajima, kami naik ferry untuk ke pulau Miyajima-nya.
Keponakan-keponakan saya excited banget pas nyampe di Miyajima, karena memang bagus tempatnya.
Pesisir laut, gerbang merah raksasa, dan wisata kuliner seafood.

The Tram; pas foto ini di klakson sama supirnya,hehe.

Sampai di stasiun Miyajima

Ootori mon; Gerbang burung merah raksasa

Here we are; the traveller

Dikirainya bakalan sebentar aja di Miyajima, ternyata sampe sore dong.
Ga kerasa, soalnya sibuk sama kuliner dan lihat-lihat souvenir,hihi.
Jadi aja ga sempet lama-lama ke A-bomb Dome, cuman lihat sebentar, udah gitu ke penginapan ambil barang dan langsung ke stasiun Hiroshima untuk ngejar kereta Shinkansen terakhir ke Odawara.
Kami kembali balik ke Tokyo.
Tapi sebelumnya, ga afdhol kalau belum makan okonomiyaki yang terkenal dari Hiroshima.
Untungnya ada yang jual enak di stasiun, jadi sempet beli dulu okonomiyaki walau dibungkus dan makan di kereta.

28 Agustus 2012

Sampai di kosan saya udah hampir tengah malem, soalnya jarak Hiroshima – Odawara itu 5 jam.
Tapi belum langsung istirahat bener, masih harus diskusi dulu besok mau kemana.
Tadinya mau ke Kawaguchi Lake, di pinggiran Gn. Fuji.
Tapi pas dipertimbangin tiket transportnya yang diluar cover JR Rail Pass dan harga lainnya yang cukup muahaal, akhirnya diputuskan untuk hunting oleh-oleh aja.
Yasud, saya mau ajak mereka ke Machida aja, kota shopping centre lengkap yang paling deket dengan daerah kosan saya.

Udah agak siang sih kami berangkat ke Machida, karena memang pada tidur subuh juga.
Di Machida, pertama saya langsung ajak Book Off khusus buku, komik, pernak-pernik, CD/DVD, yang barang second-an tapi masih bagus-bagus.
Mereka menggilaaa!!!
Karena menemukan banyak karakter Jepang, gundam, dll dengan harga suppeerr murah.

Cukup lama di Book Off pernak-pernik itu, yang kemudian kami lanjut ke Book Off khusus pakaian.
Ada sebagian yang mau cari jaket atau sweater.
Lalu ke Daiso, yang semuanya serba ¥105.
Di Daiso juga mereka lumayan menggila menemukan barang-barang unik dan bermanfaat yang kalau di Indonesia harganya jauh lebih mahal.

Dari Daiso, saya ajak ke salah satu toko aksesoris yang unik-unik, tapi dengan harga Jepang, hihi.
Dan sebagian udah pada ga kuat liat barang-barang lucu khas Jepang karena uangnya udah abis 😀
Terakhir, saya ajak ke Donkihote, toko yang unik juga dan khusus AKB48 (grup idol Jepang itu lah).
Salah satu keponakan saya fans berat mereka tuuh.

Udah pada ga kuat jalan-jalan liat barang-barang unik karena uang abis, akhirnya kami pulang juga malam.
Sampai di apato, Bang Oky mau tau cara bikin onigiri. Kebetulan ada alatnya juga di apato saya.
Sambil packing barang, sambil saya bikin onigiri buat makan malem, sambil ngobrol ini itu.
Mereka suka banget acara jalan-jalan di Jepangnya, alhamdulillah..

2 Comments

Filed under jalan-jalan, memoar jepang

Jelajah Jepang; Hari 3 (Nara – Osaka) & Hari 4 (Kobe)

25 Agustus 2012

Hari ini kami berencana pergi ke Nara.
Salah satu kota di daerah Kansai yang masih kental tradisional-nya.
Pagi jam 9 kami janjian di stasiun Shinimamiya (tapi ngaret jadi jam 10,hihi).
Kali ini ada tambahan personel jalan-jalan ke Nara-nya, yaitu Taufik Adi (Opik).
Sekalian dia juga belum pernah ke Nara.
Sampai di stasiun Nara sekitar jam 11.

Di Nara mau muter-muter kotanya aja sih, pengen liat apa bener se-tradisional itu kotanya.
Lihat peta Nara, ada beberapa shrine dan pagoda tempat wisata.
Nara juga terkenal dengan banyak Rusa di sepanjang taman dan kotanya (macem Kebun Raya Bogor kali yaa).
Hari ini juara banget panasnya.. ditambah beneran jalan kaki dari ujung ke ujung pula..

Rusa bertebaran bebas di sekitaran Daerah wisata Nara dan mereka baik-baik (kecuali segala dimakan, bahkan kertas!)

five stairs pagoda

Tujuan utama di Nara ingin ke Daibutsu, yaitu patung Budha yang gede, karena itu yang paling terkenal.
Ternyata pula, di daerah Daibutsu ada Hall untuk konferensi, di tempat itu tanggal 5 September-nya saya ada konferensi internasional (sekalian survey ceritanya,hihi).

Setelah jalan-jalan, beli-beli souvenir, kepanasan dan memutuskan untuk makan siang di Gasto karena ingin nomihoudai-nya (all you can drink).
Dikirain butuh waktu seharian penuh untuk jalan-jalan di Nara, tapi ternyata sore udah selesei.
Jadinya masih ada waktu untuk ke Osaka-jyo.
Yang kebetulan banget ternyata pada saat itu lagi ada festival lampion di Osaka-jyo.
Katanya ada 20.000 lampion yang dinyalain dan masing-masing orang yang datang bisa tulisin keinginannya di lampion.

we were here in Osaka, 2012

Pemandangan sunset kota Osaka dari atas Osaka-jyo

look at the stars, look how they shine for you

Osaka-jyo di malam terlihat sangat cantik

Padahal awalnya kami sama sekali ga tau bakalan ada festival di Osaka-jyo.
Bisa dibilang cukup beruntung kami mutusin untuk dateng ke Osaka-jyo malam hari setelah dari Nara.
Bagus banget banyak lampion, banyak orang juga, dan bisa nyicip takoyaki yang terkenal dari Osaka itu.

Festival selesai sekitaran jam 9 malam, kami pun balik ke penginapan masing-masing.
Sebelumnya janjian lagi ketemuan di stasiun Osaka pagi hari untuk lanjut ke kota berikutnya, Kobe.

26 Agustus 2012

Hari ini jam 9 pagi, kami berkumpul di stasiun Osaka dan berangkat menuju Kobe untuk seterusnya ke Hiroshima.
Rencananya di Kobe jalan-jalan sampai siang lalu ke Himeji, yang terkenal dengan castle paling kuno dan paling asli (karena ga pernah kena bakar atau serangan perang pada jaman dulu).
Tapi rencana tinggal rencana, di Kobe sampai sore soalnya nyicip makan sushi dulu.
Lalu kami harus ke Hiroshima karena udah booking penginapan yang check-in maksimal sampai jam 10 malem.
Tapi sempet transit di Himeji nunggu Shinkansen sih, bisa liat castle-nya dari poster, ahaha.

Kobe itu adalah kota pelabuhan, seperti Yokohama.
Terkenal juga dengan gempa dahsyatnya pada tahun 1995.
Sampai di Kobe, sempet bingung juga mau kemana awalnya, karena ga dicari bener-bener dulu sebelumnya.
Trus saya kontak temen Tumblr (padahal sama-sama ITB’05 tapi dulu ga kenal), Hicha, yang tinggal di Kobe, dan nanya dia tempat wisata Kobe sekalian meet up sama dia juga.
Hari ini langit luar biasa cerah dan kerennyaaa!

Sampai di stasiun Kobe sekitaran jam 11 yang sebelumnya muter-muter ga jelas dulu

Kobe port; asli ini langitnya lagi keren-kerennya!

Kobe port dari atas Kobe Tower

Kebetulan juga di daerah Kobe Tower lagi ada bazaar, garage sale.
Banyak barang unik dan murah banget.
Keponakan perempuan saya bahkan beli satu set keramik tea-ceremony Jepang gitu dengan harga cuman ¥500!

Dari Kobe Tower dan Museum Maritim-nya, kami lanjut ke Mesjid Kobe untuk sholat dan lihat mesjid pertama di Jepang itu.
Cukup lama kami istirahat di Mesjid Kobe, sampai sore, yang dilanjut makan sushi.
Hari jalan-jalan seharian di Kobe ini di-guide sama Hicha.
Padahal kami baru pertama kali ketemu tapi udah ngerepotin Hicha :”)

Karena mengejar jadwal kereta Shinkansen untuk bisa sampai Hiroshima on-time, kami harus buru-buru pergi ke stasiun Kobe untuk ambil koper di loker dan segera berangkat menuju Hiroshima.
Sampai di Hiroshima udah malem banget sih, jam 11-an malem kayaknya.
Tapi sebelumnya udah nelfon penginapan bilang bakalan dateng telat, jadinya mereka simpan kunci kamar kami di kotak luar penginapan.

Baru kali ini nginep khusus di penginapan backpacker.
Satu kamar yang dormiitory isinya bareng-bareng dengan para penginap lainnya.
Kamar saya khusus dorm perempuan, dan sekamar dengan bule entah dari mana.
Udah malem juga sih datengnya, jadi ga ngobrol-ngobrol. Nyampe, bersih-bersih, langsung tidur, karena paginya mau eksplor miyajim 😀

1 Comment

Filed under jalan-jalan, memoar jepang

Jelajah Jepang; Hari 1 (Tokyo) & Hari 2 (Kyoto)

Sebenarnya udah lama tur-nya, yaitu dari tanggal 23 Agustus lalu, tapi baru ada mood untuk nulisnya,hehe.

Awal cerita dimulai ketika para keponakan saya, yang berjumlah 4 orang, memutuskan untuk berlibur ke Jepang selagi mumpung saya masih ada di Jepang.
(walau keponakan, tapi mereka udah pada gede2.. ada yang udah kerja, umurnya jauh lebih tua dari saya pula.. yang lain ada yang baru lulus kuliah, tingkat 5 kuliah, dan yang paling muda tingkat 2.. fufufu, jadi tante cilik)
Setelah berurusan cukup ribet dengan prosedur bikin visa, tiket udah ada, dan persiapan udah oke, berangkatlah para keponakan saya itu tanggal 22 Agustus malam dan sampai di Narita Int’l airport tanggal 23 Agustus jam 9an pagi (menurut jadwal) tapi baru ketemunya jam 10an.

23 Agustus 2012

Saya datang jemput mereka di bandara.
Udah dari abis subuh langsung berangkat, soalnya jauh pisan kosan saya ke Narita itu.. 2,5 jam ada kayaknya.
Pas ketemu mereka pada bilang saya kurusan *asseeekkk* 😀
Setelah itu, kami ke tempat JR untuk tukar tiket JR Rail Pass.
Tiket JR Rail Pass itu adalah tiket khusus transportasi untuk visitor yang ke Jepang. Dengan pake JR Rail Pass, bisa naik semua kereta, bus, bahkan shinkansen jalur JR kemana pun di Jepang ini selama 7 hari (yang paling murah).
Enak banget deh pokoknya.. tapi sayangnya saya ga bisa pake tiket JR Rail Pass, soalnya hanya untuk visa turis aja,huhu..

Sesuai jadwal, hari ke-1 ini setelah sampai Jepang, saya ajak mereka jalan-jalan di sekitaran Tokyo.
Lokasi pertama itu, Shinjuku; karena sekalian nyimpen barang bawaan di loker stasiun.
Dari Shinjuku diterusin ke Harajuku, jalan ke Shibuya, lalu terakhir ke Akihabara.
Sayangnya ga sempet ke Tokyo Tower, soalnya udah kecapean dan mutusin untuk istirahat pulang ke kosan saya buat besok yang akan sebenarnya tur.

Malam sampai di kosan, kami istirahat sambil beres-beres barang untuk dibawa jalan-jalan ke daerah Kansai dan Hiroshima selama 4 hari.
Sekalian ngeluarin barang-barang titipan; kue lebaran, keripik tempe, dll *yeay!*
Lewat tengah malem baru deh maksain pada tidur karena harus pagi-agi berangkat ke kota pertama di Kansai.

24 Agustus 2012

Sehabis subuh, yang para keponakan itu susyah syekali dibangunin, kami bersiap petualangan dengan tema Exploring Japan’s Heritage.
Kami maunya pergi ke tempat-tempat yang nunjukkin Jepang bangetnya. Yaa, Jepang jaman dulu gitu deh.
Tujuan kota pertama adalah Kyoto.
Perjalanan ditempuh sekitar 2.5 jam dengan kereta Shinkansen dari Odawara hingga Kyoto.
Sampai Kyoto jam 1o-an pagi, kami langsung beli tiket bus untuk wisata satu hari seharga ¥500.


Tempat pertama yang ingin dikunjungin adalah Kinkakuji (Gold Temple).

Cuacanya lagi agak mendung sih..

Setelah dari kinkakuji, kami lanjut naik bus lagi ke lokasi tujuan selanjutnya; Kiyomizudera.
Yang lucunya, seharusnya kami turun di pemberhentian bus depan Kiyomizudera. Karena perjalanan cukup jauh, saya sampe ketiduran, terus orang-orang juga banyak banget di bus. Pas bangun, keponakan saya yang paling besar, bang Oky (he’s a true traveller), turun dari bus.
Tapi Kata keponakan yang duduk di depan saya, Eji, bilangnya bukan di bus stop ini. Jadinya saya nyuruh bang Oky naik lagi, tapi bang oky-nya malah diem.
Kami yang tersisa berempat, melanjutkan perjalanan bus, dan baru ngeh, kalau tempat turun bang Oky itu yang bener.
Jadinya, kami turun dari bus dan balik lagi ke bus stop tempat bang Oky turun.
Setelah balik lagi, ga ketemu dong bang Oky-nya!! *dimana diaaa?*
Udah mah sama sekali ga ada alat komunikasi yang bisa diakses.
Jadinya kami berempat nyoba nyari sampe ke Kiyomizudera dulu, siapa tau bang Oky disana.
Tapi sampe sore, ga ketemu juga dengan bang Oky.

Gerbang menuju Kiyomizudera.
Dengan langit yang sangat cerah dan udara yang sangat panas.
Ketiga keponakan saya karena capek jalan, mereka milih duduk pinggir jalan.
Saya sih jalan-jalan sekitaran Kiyomizudera, karena sepanjang jalannya itu toko oleh-oleh, sekalian icip-icip mochi gratisan,hihi.

Karena ga ketemu juga bang Oky, kami mutusin untuk kembali dan membagi dua kelompok.
Ada yang nunggu di depan jalan arah Kiyomizudera, ada yang balik ke stasiun Kyoto, dengan sebelumnya perjanjian kalau udah jam 5 sore ga ada progress, yang di Kiyomizudera balik ke stasiun Kyoto.
Saya dan ponakan yang perempuan, Melly, berangkat ke stasiun Kyoto.
Pas ditengah jalan di bus, ada telfon, yang bener sesuai feeling kalau itu dari bang Oky.
Dan emang bener aja  bang Oky udah di stasiun Kyoto.
Jadinya kami semua balik lah ke stasiun Kyoto dan mutusin untuk langsung ke kota selanjutnya karena udah agak malem juga.
Lokasi tujuan rencana ketiga kami di Kyoto ga berhasil dikunjungin, yaitu Fushimi Inari, hiks.

Dari Kyoto ke Osaka ditempuh dengan kereta ekspress biasa selama 1 jam.
Sampai di Osaka, yang cowo-cowonya nginep di penginapan backpacker daerah Shinimamiya, sedangkan saya dan ponakan perempuan numpang di apato temen saya, Amel.
Sebelumnya, kami makan malam beli bento ebi furai, oden, dan ngabisin bekel nasi goreng sisa sarapan pagi.

Berakhir juga petualangan di kota tujuan pertama di Kansai yang bener-bener berpetualang mengandalkan insting untuk nyari orang, ahaha.

1 Comment

Filed under jalan-jalan, memoar jepang