Monthly Archives: September 2012

Finally


(ki-ka) Indah, Osi, Dita, Ely

Akhirnyaa, setelah sekian lama, kami bisa berkumpul full team berempat lagi.
Seperti jaman masih S1 dulu, kemana-mana kami berempat.
Berawal dari hanya kami saja perempuan Fisika’05 yang (ceritanya) eksis di HIMAFI.
Rapat sampe malem, diskusi ngalor-ngidul, jalan-jalan, kepanitiaan syukwis2, kepanitiaan ini itu, dan hampir sebagian besar acara-acara Himpunan yang hadir hanya kami berempat perempuannya.
Dari situlah, kami jadi selalu berempat.

Dimulakan dengan neng Indah, Oktober 2009, ketika tingkat 4 dapet rezeki duluan lulus program exchange setahun di Nokodai (Institute of Agriculture), Jepang.
Ketika itu, kami riweuh bikin farewell sampe bikin surprise melepas kepergian dia di Bandara Soekarno-Hatta.
Semenjak kepergiannya, kami jadi tinggal bertiga, dan kalau ada acara bareng-bareng suka kabarin dia (sambil ngabibita ceritanya,hihi).
Lalu 6 bulan dia di Jepang, pulang untuk pertama kalinya karena akan menikah (jadi yang pertama juga deh).
Setelah itu nerusin tinggal di Jepang karena masih menyelesaikan program exchangenya sekaligus emang suaminya dapet beasiswa S2 juga di Saitama University.
Setelah itu, selesei program exchangenya, balik ke Indonesia untuk selesein TA S1-nya, Oktober 2010 wisuda, ga lama balik lagi ke Jepang untuk sekarang full jadi Ibu RT ngurus suami aja dan tinggal di Saitama-ken.

Sebenernya ketika itu, awal April 2010, Indah dan suaminya bareng sama saya berangkat ke Jepang.
Walau sama harinya, tapi ga sempet ketemu di Bandara Soetta, karena beda maskapai penerbangan.
Alhamdulillah, giliran saya yang dapet rezeki ke Jepang untuk nerusin S2 di Toukai University.
Inget dulu ngurus-ngurus dokumen beasiswa dan kelengkapan S2 lainnya bareng sama (calon) suami Indah, sambil kena jatah galauannya (hihi, ex-kahim HMS bisa galau juga).
Setelah di Jepang, kadang kalau ada acara kumpul mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Tokyo, saya dan Indah bertemu.

April 2011, Alhamdulillah, untuk selanjutnya giliran Ely yang bisa menyusul kami ke Jepang.
Untuk Ely sih sebenernya karena program S2 double degree science computation-nya, setahun di ITB dan setahun di Kanazawa University.
Berhubung tempat Ely itu jauh banget, naik bus aja semaleman, jadinya jarang bisa ketemu dia.
Tapi karena udah sesama provider hape yang sama, jadi bisa gratisan sms-an dan gampang bertukar kabar.
Kalau ini inget waktu bulan Ramadhan 2011, saling bangunin untuk sahur (eeerrr, biasanya saya yang miskol duluan).
Karena pas lagi musim panas, sahur itu sekitaran jam 2 pagi, tapi tetep aja udah di miskol2 berapa kali juga ga diangkat dan ujungnya pada laporan kebablasan ga sahur,ahaha.
Sempet ketika musim gugur, Ely main-main ke daerah Tokyo dan bisa juga saya, Indah, dan Ely ketemu bertiga untuk pertama kalinya.
Foto-foto di kampus saya udah gitu tinggal tag Osi yang masih di Indonesia,ehehe.

Akhir Maret 2012, kuliah suaminya Indah dan Ely di Jepang tuntas juga.
Mereka akhirnya pulang juga ke Indonesia, ninggalin saya yang masih ada satu semester lagi, huhu.
Waktu itu sedih juga karena ga bisa bareng mereka pulangnya.
Tapi pas udah pada di Bandung, mereka kasih wejangan supaya nikmati sisa hidup di Jepang, karena bakalan kangen dan shock dengan Indonesia (dan iya ternyata, kangen Jepaaangg, hehe).

Ini dia yang terakhir, suka mahiwal sendiri, Osi.
Ketika yang lain (Saya, Indah, ELy) udah pulang ke Indonesia, giliran dia yang dapet rezeki nerusin S3 di Hiroshima University.
InsyaAllah akan berangkat awal Oktober ini.
Untuk mungkin beberapa tahun kedepan, terakhir kalinya lagi kami bisa kumpul berempat kemarin.
Berhubung kami bertiga udah pengalaman tinggal di Jepang, jadi kemarin lebih banyak ngasih wejangan-wejangan ke Osi tentang kehidupan di Jepang.
Hal yang sama, kami bertiga sedih-sedih karena ninggalin Jepang, sedangkan ngiri ke Osi yang bakalan enak-enak pergi ke Jepang,hehe.
Bukan enak untuk kuliah dan eksperimennya nanti (tentu sajjaaa), tapi enak dan nyaman untuk lingkungan, fasilitas, dan pelayanan disana.

Akhirnya, kami berempat bisa juga ngerasain tinggal di Jepang.
Walau Osi mahiwal sendiri (selalu sih dia mah) dimana yang lain udah di Indonesia sedangkan dia sendiri yang baru mau pergi.
Tapi kami semua bisa juga menikmati ngerasain belajar, budaya, dan hidup di Jepang.
Enaknya sih, kalau keceplosan ngobrol pake kosa kata bahasa Jepang, sekarang semuanya bisa ngerti, ga repot-repot harus ngejelasinnya nanti,ehehe.

Farewell Osi..
Goodluck for your Doctoral Degree.

Fighting Indah..
Being a great school teacher.

Praying Ely..
Hope it will going smooth for your final thesis defense next Friday, Ely.

We always pray for the bless and the best.
And hope someday, we can gather again, 4 of us πŸ™‚

Advertisements

1 Comment

Filed under kawan-kawan

GIANT Program Angkatan 5

Beasiswa yang saya dapat ini dari pemerintahan Jepang, monbukagakusho.
Tapi bedanya, program beasiswanya yang spesial.
Kalau program biasa, U to U atau G to G, itu kedepannya untuk kuliah aja,
program spesial ini khusus untuk Mahasiswa Asia yang ga hanya untukkuliah master aja tapi ada tambahan kurikulum bahasa Jepang dan etika bisnis Jepang untuk kedepannya (diharapkan) lanjut kerja di perusahaan Jepang.
Dinamakan GIANT Program (Global Initiative on Asian Specialized Nuclear Power Personnel Program).
Lebih lengkapnya bisa diliat di website ini.

Kalau cerita gimana program khusus ini, pokoknya jungkir balik sambil kayang untuk belajar bahasa Jepang yang paling sopan dan tambahan kelas advanced nuclearnya.
Belum lagi tekanan dari program ketika masanya untuk ngelamar kerja.
Tapi alhamdulillah, pas jaman saya ini, karena pemerintahan Jepang lagi ga stabil dan perekonomian Jepang juga lagi ga begitu bagus, jadinya ada ketentuan untuk ga perlu kerja di bidang nuklir aja, boleh juga cari di bidang lain.
Selain itu, ga perlu juga kerja di Jepang, bisa kerja di negara sendiri selama itu perusahaan Jepang.

Saya adalah angkatan ke-5, sekaligus terakhir, dari program ini.
Setelah angkatan saya, udah ga ada lagi penerus program, alias programnya ditutup atau katanya sih dibikin program baru lagi.
Penerimaan untuk setiap angkatan itu per-satu semester atau 6 bulan sekali.
Saya masuk untuk kelas bahasa Jepang semester Haru (musim semi), dan masuk untuk kuliah masterndi semester Aki (musim gugur).

Untuk awal yang masuk program ini harus belajar bahasa Jepang intensif dulu selama 6 bulan untuk bisa lanjut kuliah master.
Karena program kuliahnya bukan program Internasional, jadi perkuliahan disampaikan dengan bahasa Jepang.
Mantap kali lah pokoknya waktu masuk awal kuliah itu,
cuman bisa bengong sama sekali ga ngerti kata-kata senseinya, karena kosa kata akademis yang dipakainya ga terlalu dipelajarin waktu kelas bahasa.

Angkatan pertama dari GIANT Program itu hanya 1 orang dari Thailand.
Angkatan kedua, ada 4 orang; dari Indonesia (K’Deby, FI ITB’03), Vietnam (Sang), Mongolia (Togo), dan Kazakhstan (Baha).
Angkatan ketiga, ada 3 orang; dari Indonesia (Kadek, EL ITB’04), Vietnam (Thong), dan Thailand (Wao).
Angkatan keempat, ada 2 orang; dari Mongolia (Agi), dan Thailand (Fon, tapi berhenti selepas kelas behasa).
Angkatan kelima, ada 5 orang; dari Indonesia ada Saya (F I ITB’05), Deden (EL ITB’05), Petrus (Teknik Nuklir UGM’05), dan Vila (Teknik Nuklir UGM’05), lalu terakhir dari Malaysia (Aliya, EL UTM’05).
Entah kenapa angkatan 5 yang terakhir ini banyak dari Indonesia dan baru ambil dari Malaysia (there must be some secret reasons,hmmm)

Pertama kali ketemu dengan Deden itu ketika wawancara beasiswa di Fisika ITB. Walau kami se-SMA dan se-kampus, tapi saya baru kenal dia ketika wawancara itu.
Lalu ketemu dengan Petrus, yang selanjutnya kami jadi panggil Peto, pertama kali di Kedutaan Jepang waktu urus Visa.
Terakhir ketemu Vila itu di Bandara Soekarno-Hatta. pertama kali ketemu Vila, jutek dan tomboy banget keliatannya. Sama sekali ga ngobrol hanya diem aja,hii..
Taunya pas udah lama kenal dan semakin kesini, malah semakin girly dan heboh juga orangnya.
Lalu ketemu Aliya ketika udah sampai di Narita. Pertama kali kontak dengan Aliya dan liat foto-foto fb dia keliatan sangat jaim dan serius, ternyataaa heboh luar biasa macem bayi manjanya minta ampuunn!

Waktu kemarin abis subuh saya dan Peto antar Aliya ke bus untuk pulang ke Malaysia,
setelah itu Peto ngajak ngopi-ngopi dulu, tapi karena masih pagi belum ada toko atau cafe yang buka,
dan hanya ada McD 24 jam aja, jadinya kami ke McD dulu lah sarapan sambil nunggu agak siangan.
Karena saya ga bisa makan-makanan burger McD, jadi saya pesan roast coffee dan apple pie, sedangkan Peto pesan chicken crispy burger dan cappucino.
Lagi sarapan ini, ngobrollah kami, yang emang biasanya kalau di kampus pun makan siang Peto suka minta ditemenin dan selalu ngobrol ngalor-ngidul.
Ngobrol mengenang dari masa lalu..
Bagaimana awalnya kami yang masih jaim dan keliatan serius,
sampai sekarang eeehh, taunya udah gokil-gokilan bareng aja.
Bagaimana berubahnya masing-masing kami.
Yang dulu itungan banget soal uang, tapi sekarang udah ga mikirin lagi, kadang seenaknya aja ngeluarin uang tanpa mikir.

Ternyata udah 2.5 tahun kami bersama sebagai angkatan terakhir GIANT Program.
Dari segi fisik, semuanya bertambah bulat! ahaha.. kecuali Aliya sih, pas mau nikah dia diet mati-matian.
Dari segi sifat, ada yang semakin kekanakan, ada yang lebih dewasa, ada yang jadi mengasingkan diri, ada yang masih sama suka menolongnya tanpa pamrih.. tapi hampir semuanya berubah.
Well, pasti suatu hari akan merindukan mereka, terutama yang suka kumpul bareng.
Masak bareng, makan bareng, jalan-jalan bareng, belajar bahasa bareng, ngeluh bareng, marah-marah bareng, ketawa bareng.
Mungkin bakalan paling kangen ama Peto kali ya..
Soalnya dia sering maksa ditemenin makan siang di kantin, udah gitu paling suka curhat-curhatan, saya juga sering banget nyusahin minta tolong ini itu sama dia, sampe terakhir pun dia yang nolongin angkut koper-koper sampai bus dan minjem uang, ahaha.

Sekarang setelah lulus, masing-masing punya jalannya sendiri.
Peto keterima di Toshiba Plant System, Yokohama, mulai kerja April tahun depan.
Vila keterima di Hitachi, Osaka, mulai kerja April tahun depan juga.
Deden keterima di Toshiba (main office), Tokyo, mulai kerja Oktober tahun ini.
Aliya keterima di Panasonic Network System, Malaysia, tapi sebenernya ga akan dia ambil karena dia terikat kontrak jadi dosen di Universitas dia (tapi sampai saat ini orang program ga ada yang tau doong).
lalu saya… inginnya sih keterima jadi menantu salah satu keluarga gitu yaah #eaaaaa ahaha, tapi alhamdulillah keterima di Panasonic Lighting Indonesia (PESLID) dan entah kapan mulai kerja karena menunggu saya sampai di Indonesia dulu.

Berpisahlah kami semua…
Tapi berjanji untuk reunian 5 tahun lagi di Sidney, Australia.
Semoga ada rezekinya.
Dan penasaran.. akan seperti apakah kami 5 tahun dari sekarang..

Bagaimana pun, bisa bertemu mereka semua ada rezeki yang tak ternilai.
Mereka mengajarkan saya banyaaakk sekali hal.
Walau berbeda agama tapi saling menghormati, walau berbeda sifat tapi saling memahami, walau berbeda tujuan hidup tapi saling menyemangati.
ηš†γ€ε…ƒζ°—γ γ­..
ε€§ε€‰γŠδΈ–θ©±γ«γͺγ£γŸγ€‚γ‚γ‚ŠγŒγ¨γ†γ€œ

Leave a comment

Filed under kawan-kawan, memoar jepang

Graduation Day

20120921-002059.jpg

Hari ini, merupakan salah satu hari yang spesial, karena akhirnya saya diwisuda juga untuk kelulusan studi master.
2.5 tahun, banyak hal yang terjadi.. Banyak sekali..
Senang, sedih, kesal, benci, rindu, datar, jengkel, galau, suka, duka, manis, pahit, tawa, tangis.. Semuanya..

Awal datang ke Jepang sebagai penerima beasiswa pemerintahan Jepang, tentulah sangat excited.
Menemukan lingkungan baru, kawan baru, makanan baru, metode belajar baru, budaya baru, pemikiran baru, pengalaman baru.
Sempat saya sangat benci dengan negara ini.. Karena negara ini telah menjauhkan saya dari orang-orang yang sangat saya sayangi.
Sempat juga sangat kesal dengan sensei bahasa, karena menjejali terus dengan tugas-tugas non-akademis kuliah.
Sempat sangat frustasi dan depresi dengan tekanan orang-orang program untuk mencari kerja disini.
Sempat sangat merasa sendiri, kesepian, terpuruk, dan menyedihkan karena menjadi orang yang lemah dan putus asa.
Sempat sangat merasa bodoh karena tidak bisa ‘move on’ dan selalu stuck dengan masa lalu yang sangat ga berharga untuk dipertahankan.

Tetapi, seiring waktu, seiring datangnya kejadian demi kejadian, seiring datang dan perginya orang-orang yang memberi pelajaran tentang hidup, seiring itu pula saya mulai berteman dengan keadaan disini.
Mencoba untuk tidak memaksakan diri lagi, tidak tergesa-gesa lagi, tidak membandingkam lagi, tidak berharap pada manusia lagi..

Pada saat pembelajaran itu semua, akhirnya saya jatuh cinta pada negara ini.
Pada lingkungannya yang bersih dan aman, masyarakatnya yang ramah, pelayanannya yang profesional, fasilitasnya yang terbaik, langitnya yang indah, airnya yang jernih, makanannya yang sehat, bunga sakura di musim semi yang cantik, bunga matahari di musim panas yang segar, daun warna-warni di musim gugur yang menyejukkan, dan saljunya yang putih menghangatkan..

Pada hari ini saya diwisuda..
hilang semua rasa berat, beban, sedih, kesal, benci, tangis, sesak, dan semua hal yang menghimpit sebelumnya.
Hilang entah kemana..
Yang ada hanya rasa lega dan ringan.

Pada hari ini saya diwisuda..
Memakai kimono dan hakama, pakaian khas tradisional Jepang ketika kelulusan kuliah.
Nama saya dipanggil di aula, menerima ijazah dan medali simbol lulusnya studi master saya.
Merasa sangat ringan.. Tidak ada beban menghimpit yang dulu selalu mengganjal.
Hanya ada senyuman.

Pada hari ini saya diwisuda..
Walau tidak ada mamah dan ayah yang mendampingi, tetapi semuanya untuk mereka.
Untuk kasih sayang mereka, untuk perjuangan mereka, untuk pengorbanan mereka.

Terima kasih untuk semuanya.
Terima kasih…

 

20120921-003653.jpg

Leave a comment

Filed under memoar jepang

Jelajah Jepang; Hari 7 (The End)

29 Agustus 2012

Hari terakhir para keponakan saya berlibur di Jepang.
Hari ini saya ajak mereka ke Shimamura, departemen store khusus jual baju gitu.
Tempat terakhir untuk jalan-jalan liat oleh-oleh yang belum kebeli.

Di Shimamura juga pada ga kontrol.
Soalnya bajunya bagus-bagus dan mereka beli untuk orangtua, keponakan lain, dll.
Memang bahaya nih Shimamura, karena setiap kesini pun saya pasti belanja baju, huhuhu.

Sebenarnya pesawat mereka itu besok, 30 Agustus 2012 jam 12 siang.
Tapi jatah JR Rail Pass mereka berakhir hari ini.
Jadi, demi memanfaatkan fasilitas tiket JR Rail Pass untuk naik Narita Express, jadinya mereka memutuskan untuk berangkat dari malam dan menginap di Narita.
Jadinya, sore hari udah packing akhir dan menikmati Jepang dari daerah saya untuk terakhir kali liburan ini.

Untuk makan malam, saya ajak beli bento ayam karaage halal deket kampus.
Masih aja keponakan-keponakan saya ingin disini dan masih banyak barang yang dipengen.
Lalu kami janjian aja suatu saat nanti sama-sama liburan ke Jepang lagi.. Aaamin.

Mumpung keponakan saya berempat itu dateng, jadinya saya sekalian nitip barang-barang untuk dibawa pulang.
1 koper besar dan 1 koper kecil,hehe.
Tapi hampir aja ga bisa dibawa, soalnya mereka aja udah bawa barangnya buanyaaaakkk banget.
Jadi saya bawa koper saya sampai Shinjuku yang kemudian mereka bawa naik Narita Express ke Narita.

Pas perpisahan di Shinjuku dan melihat mereka jalan menjauh, rasanya sedih, hiks.
Jadi ngerasa sepiiii.. setelah seminggu bareng mereka kemana-mana, tidur bareng, makan bareng, di kereta bareng, denger ocehan mereka yang ga berhenti nanya ini itu, penasaran ini itu, dll., tiba-tiba siiiiinggg, sepi lagi.
Mana temen se-apato saya lagi ke Korea pula 10 hari, jadi belum pulang.

Memang bener ya, kalau ingin tau karakter orang dan semakin deket itu harus udah ngelewatin fase jalan-jalan bareng, makan bareng, tidur bareng, di satu ruangan bareng, di satu kendaraan bareng, diskusi bareng,, huhu.

2 Comments

Filed under jalan-jalan, memoar jepang

Jelajah Jepang; Hari 5 (Miyajima – Hiroshima) & Hari 6 (Machida)

27 Agustus 2012

Hari di Hiroshima.
Ini sebenernya kota yang pengen banget saya kunjungin, karena ingin lihat bangunan bekas bom atom nuklirnya.
Tapi sebelum ke A-Bomb Dome, paginya kami ke Miyajima.

Miyajima adalah pulau di seberang Hiroshima yang terkenal dengan Gate merah raksasanya, Otori Gate.
Jalan-jalan di Hiroshima pakai tram, jadi serasa kayak di Eropa.
Sebelumnya kami beli tiket tram untuk seharian seharga Β₯600.
Perjalanan dari stasiun tram dekat stasiun Hiroshima hingga stasiun Miyajima itu sekitar 1 jam lebih.

Sampai di stasiun Miyajima, kami naik ferry untuk ke pulau Miyajima-nya.
Keponakan-keponakan saya excited banget pas nyampe di Miyajima, karena memang bagus tempatnya.
Pesisir laut, gerbang merah raksasa, dan wisata kuliner seafood.

The Tram; pas foto ini di klakson sama supirnya,hehe.

Sampai di stasiun Miyajima

Ootori mon; Gerbang burung merah raksasa

Here we are; the traveller

Dikirainya bakalan sebentar aja di Miyajima, ternyata sampe sore dong.
Ga kerasa, soalnya sibuk sama kuliner dan lihat-lihat souvenir,hihi.
Jadi aja ga sempet lama-lama ke A-bomb Dome, cuman lihat sebentar, udah gitu ke penginapan ambil barang dan langsung ke stasiun Hiroshima untuk ngejar kereta Shinkansen terakhir ke Odawara.
Kami kembali balik ke Tokyo.
Tapi sebelumnya, ga afdhol kalau belum makan okonomiyaki yang terkenal dari Hiroshima.
Untungnya ada yang jual enak di stasiun, jadi sempet beli dulu okonomiyaki walau dibungkus dan makan di kereta.

28 Agustus 2012

Sampai di kosan saya udah hampir tengah malem, soalnya jarak Hiroshima – Odawara itu 5 jam.
Tapi belum langsung istirahat bener, masih harus diskusi dulu besok mau kemana.
Tadinya mau ke Kawaguchi Lake, di pinggiran Gn. Fuji.
Tapi pas dipertimbangin tiket transportnya yang diluar cover JR Rail Pass dan harga lainnya yang cukup muahaal, akhirnya diputuskan untuk hunting oleh-oleh aja.
Yasud, saya mau ajak mereka ke Machida aja, kota shopping centre lengkap yang paling deket dengan daerah kosan saya.

Udah agak siang sih kami berangkat ke Machida, karena memang pada tidur subuh juga.
Di Machida, pertama saya langsung ajak Book Off khusus buku, komik, pernak-pernik, CD/DVD, yang barang second-an tapi masih bagus-bagus.
Mereka menggilaaa!!!
Karena menemukan banyak karakter Jepang, gundam, dll dengan harga suppeerr murah.

Cukup lama di Book Off pernak-pernik itu, yang kemudian kami lanjut ke Book Off khusus pakaian.
Ada sebagian yang mau cari jaket atau sweater.
Lalu ke Daiso, yang semuanya serba Β₯105.
Di Daiso juga mereka lumayan menggila menemukan barang-barang unik dan bermanfaat yang kalau di Indonesia harganya jauh lebih mahal.

Dari Daiso, saya ajak ke salah satu toko aksesoris yang unik-unik, tapi dengan harga Jepang, hihi.
Dan sebagian udah pada ga kuat liat barang-barang lucu khas Jepang karena uangnya udah abis πŸ˜€
Terakhir, saya ajak ke Donkihote, toko yang unik juga dan khusus AKB48 (grup idol Jepang itu lah).
Salah satu keponakan saya fans berat mereka tuuh.

Udah pada ga kuat jalan-jalan liat barang-barang unik karena uang abis, akhirnya kami pulang juga malam.
Sampai di apato, Bang Oky mau tau cara bikin onigiri. Kebetulan ada alatnya juga di apato saya.
Sambil packing barang, sambil saya bikin onigiri buat makan malem, sambil ngobrol ini itu.
Mereka suka banget acara jalan-jalan di Jepangnya, alhamdulillah..

2 Comments

Filed under jalan-jalan, memoar jepang