Jumat dan Ramadhan

bismillah
1 Ramadhan 1433 H

Saya bukan yang ikut shaum hari pertama Ramadhan hari ini, karena dari yang saya ketahui lebih baik ikut keputusan pemimpin di daerah kita tinggal.
Dalam hal ini, karena saya lagi tinggal di Jepang, saya ikut keputusan Japan Moslem Association yaitu 1 Ramadhan dimulai Sabtu, 21 Juli 2012.
Tapi, setelah tadi pagi saya baca timeline salah satu ustadz dan mulai paham mengenai hilal, rukyat lokal, rukyat global, saya seharusnya memilih ikut rukyat global karena lebih kuat dalilnya dan mulai shaum hari ini.
Hanya saja, saya belum niat untuk mulai shaum ramadhan dan udah sarapan, jadi menurut ustadz tersebut hari ini harus diganti di hari lain luar Ramadhan.
*semoga Allah mengampuni saya yang lemah ilmu tentang Agama ini*

Hari ini dengan anehnya temperatur di Jepang mendadak jadi sejuk.
Setelah beberapa hari lalu puanas tenan, sampe ga bisa tidur.
Banyak yang bilang, ini salah satu berkah Ramadhan.
Jadi sejuk, diguyur hujan (aah, friday and rainy are my fave!), dan nyaman.

Jumat ini hari terakhir pengumpulan abstrak tesis.
Alhamdulillah, entah gimana caranya saya bisa bikin itu abstrak berbahasa Jepang, walau banyak bantuan dari labmate dan sensei.

Sorenya, saya dan kawan-kawan angkatan akhir program beasiswa pergi ke kawasan Tokyo untuk menghadiri seremoni pelepasan akhir mahasiswa program.
Di acara ini, datang orang-orang dari perusahaan Jepang, para sensei, dan orang-orang program beasiswa.
Kami didaulat untuk ngasih speech (tentu saja pake bahasa Jepang) selama 2-3 menit tentang kesan selama di Jepang.
Huft, deg-degannya sampe belepotan.
Ini aja yang 2 menit udah gelagapan nyiapinnya, gimana minggu depan yang 30 menit saat presentasi tesis??? >.<

Abis acara program, walau banyak makanan dihidangkan,
Sensei bahasa saya, the Nanny dan Danny, para senpai, ngajak kumpul-kumpul lagi di salah satu resto Jepang deket gedung seremoni juga.
Ampun deh, padahal udah kenyang..
Tapi yaa, itung-itung sekalian buat sahur, huehue.

Ah ya, jujur, saya sama sekali ga nyiapin apa-apa untuk Ramadhan ini.
Targetan pun belum saya buat.
Entah kenapa, ga kerasa banget Ramadhan ini.. Tiis..
Padahal yang rindu datangnya Ramadhan itu tergolong orang-orang yang beruntung ya… *speechless*

Ga boleh dibiarin!
Harus paksain diri kembali meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah Ramadhan.
Ga boleh jadi orang yang merugi dan menyesal!
Hyosh!!

*22:30 JST masih di kereta menuju pulang*

Leave a comment

Filed under kisah jumat, memoar jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s